Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGEMBANGAN DESA WISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA GUNUNG MUDA BERDASARKAN ANALISIS PESTEL Pusparini, Marissa; Lestari, Zakia Ayu; Marwani, Iga Safa; Prima, Anugrah Gusta
Warta Pariwisata Vol 22 No 2 (2024):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2024.22.2.01

Abstract

Desa Wisata Gunung Muda terdapat di Dusun Air Abik yang merupakan permukiman masyarakat Mapur atau sering juga disebut sebagai Orang Lom. Orang Mapur terdiri dua golongan, yakni masyarakat yang sudah beralih menjadi umat beragama (Orang Lah) dan masyarakat yang masih mempertahankan kepercayaan Mapur Dangkel (Orang Lom). Faktor keberlanjutan menjadi perhatian utama saat ini dalam arah kebijakan pembangunan nasional di semua sektor, termasuk pariwisata. Salah satu manifestasi arah kebijakan tersebut adalah pembangunan desa wisata yang mengutamakan pemberdayaan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Penetapan Desa Gunung Muda menjadi desa wisata tentu saja memberikan dampak bagi masyarakat, baik dari faktor Politic, Economy, Social, Technologi, Environment, Law (PESTEL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana faktor-faktor PESTEL mempengaruhi pengembangan desa wisata berkelanjutan di Desa Gunung Muda. Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang meliputi wawancara, literature review, dan obeservasi.
Tourist Safety Risk Management at Tourist Attraction in Upang River Pusparini, Marissa; Lestari, Zakia Ayu
International Journal of Magistravitae Management Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Magistravitae Management (IJOMM)
Publisher : Master of Management Department, Faculty of Economics and Business, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ijomm.v2i1.28

Abstract

This study aims to investigate tourism development strategies in the Sungai Upang Conservation Area, located in Bangka Belitung Province, Indonesia. Sungai Upang is a tourist destination renowned for its rich biodiversity and natural landscapes, officially designated as a conservation area in 2017. The management of the Sungai Upang Conservation Area actively involves local community participation through organizations such as the Bangka Flora Society (a local environmental organization), Sahabat Alam Sungai Upang (Friends of Nature Sungai Upang), and Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata or Tourism Awareness Group), which promote sustainable tourism and environmental preservation. This study employed a qualitative research approach, utilizing in-depth interviews with key management personnel and direct site observations. The findings indicate that tourism development strategies in Sungai Upang focus primarily on promoting eco-tourism and conservation education. The local government and the State Electricity Company (Perusahaan Listrik Negara or PLN) have supported infrastructure and facility development in the area to increase tourist visits and enhance the economic welfare of the local community. However, the rising number of visitors has introduced potential risks and challenges that must be addressed. This study identified several risks, including environmental degradation, safety concerns, and management inefficiencies. To mitigate these risks, the study recommends implementing a comprehensive risk management system that includes the development of safety protocols, continuous environmental monitoring, and stronger community engagement in the management process. The findings of this study offer valuable insights for the sustainable development of tourism in the Sungai Upang Conservation Area and can serve as a reference for similar ecotourism contexts. Additionally, this study contributes to a deeper understanding of the complex relationship between tourism development, environmental conservation, and risk management in ecologically sensitive destinations.
Identification Of Tourist Area Life Cycle In Gebong Memarong Tourist Village, Bangka Regency Lestari, Zakia Ayu; Marmaiyatno, Marmaiyatno; Pusparini, Marissa; Marwani, Iga Safa; Prima, Anugrah Gusta
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 7 No 1 (2024): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v7i1.180

Abstract

Air Abik Hamlet, Gunung Muda Village, Belinyu Subdistrict, Bangka Regency, is a settlement of the oldest tribe in the Bangka Belitung Islands, the Lom Tribe. Famous for its magical village, but also has the potential for very beautiful natural tourism and local wisdom that is still maintained to this day. It has successfully collaborated with one of the BUMNs in Bangka and in 2023 it will become one of the tourist villages. Aik Abik Hamlet has enormous and interesting potential, but until now it has not been well identified. The research used descriptive qualitative methods and the research data was conducted by direct interviews with the head of the mapur customary institution, literature review and combined with primary data searches. The results of the research concluded that Gunung Muda Tourism Village is at the stage of involvement. Afterward, several things that need to be considered by stakeholders are improving tourist facilities such as tourist trails offered, promoting tourism through various media, and increasing local community involvement. In planning the future development of tourist destinations, visitor capacity needs to be considered so that existing facilities can be maintained and do not have a negative impact on the environment. The community is expected to continue to improve their knowledge and insight so that they can support progress in Gunung Muda Tourism Village.
Empowering students to enhance environmental awareness and foster ecopreneurship at SD Negeri 52 Pangkalpinang Randi Syafutra; Sisi Pitriyana; Zakia Ayu Lestari
Community Empowerment Vol 9 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12626

Abstract

The Community Service (CS) aims to empower students at SD Negeri 52 Pangkalpinang to enhance environmental awareness and foster ecopreneurship through environmental conservation education and practical skills. This CS encompasses 16 activities conducted from August 30th, 2024, to October 18th, 2024, involving 30 students from class V as participants. The results show that environmental conservation education and hands-on practice improved students' understanding, skills, and awareness of the importance of protecting the environment. Activities such as inorganic waste sorting and depositing selected waste at the waste bank, seedling tree planting, and placing succulents in classrooms effectively cultivated environmentally conscious behaviors among students. Furthermore, ecopreneurship training through the creation of eco-friendly products encouraged students to explore the economic potential of sustainable practices. With these outcomes, this CS is expected to impact the school and surrounding community and prepare students as a generation responsible for environmental sustainability.
Sambal Asam Sebagai Kuliner Lokal Khas Bangka: Kajian Deskriptif Kualitatif Dalam Perspektif Gastronomi Marwani, Iga Safa; Lestari, Zakia Ayu; Pramudya, Wisnu; Yeldi, Yeldi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.9269

Abstract

Sambal asam adalah kuliner musiman khas Pulau Bangka yang hanya muncul pada perayaan besar seperti Lebaran, Idul Adha, dan Maulid Nabi. Makanan ini bukan hanya sekedar hidangan, melainkan juga simbol budaya yang mencerminkan nilai sosial dan tradisi masyarakat Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sambal asam melalui perspektif gastronomi dengan fokus pada empat elemen utama: sejarah, budaya, lanskap geografis, dan metode memasak. Sambal asam dipengaruhi oleh kearifan lokal masyarakat Bangka, yang memanfaatkan bahan-bahan seperti ebi, santan, dan gula merah, yang dipengaruhi oleh kondisi geografis dan etnis setempat. Proses memasak sambal asam yang berbasis pada intuisi dan pengalaman keluarga menggambarkan metode empiris yang diteruskan secara turun-temurun. Dalam budaya konsumsi, sambal asam sangat erat kaitannya dengan tradisi nganggung, yaitu makan bersama dalam perayaan adat, yang memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga. Penelitian ini menegaskan bahwa sambal asam lebih dari sekedar makanan musiman, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan dan mewariskan tradisi budaya kuliner Bangka kepada generasi mendatang.
Wisata Sepeda Terintegrasi Transportasi Massal Dalam Pengembangan Wisata Warisan Budaya Semarang Raya Kurniawan, Kunkun; Fauzi, Dani; Lestari, Zakia Ayu; Setiarini, Mersiana; Marwani, Iga Safa
Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55701/abdiwisata.v2i1.164

Abstract

Wisata sepeda sejalan dalam mendukung konsep pariwisata berkelanjutan. Sepeda sebagai bagian dari sistem transportasi merupakan komponen utama dalam mendorong kegiatan pariwisata berkelanjutan yang ramah terhadap lingkungan, berdampak positif untuk ekonomi, dan sosial budaya. Persoalan mendasar yang muncul adalah transportasi massal belum sepenuhnya terintegrasi dengan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi moda transportasi  di sekitar Semarang Raya dan rute tematik wisata sepeda yang menarik untuk dikembangkan dalam wisata warisan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moda transportasi massal belum terintegrasi dengan baik. Jalur kereta api sebagai moda transportasi massal di sekitar Semarang Raya perlu diaktifkan kembali untuk mendukung wisata warisan budaya. Pengaktifan kembali jalur lama di sekitar Semarang Raya akan mendorong penggunaan rute tematik wisata sepeda lebih optimal dalam pengembangan wisata warisan budaya yang berdampak pada pelestarian dan pengalaman wisatawan.
DAMPAK KUNJUNGAN WISATA RELIGI DAN PELUANG USAHA TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG DI SEKITAR MASJID ISTIQLAL JAKARTA Fatimah, Zahara; Rita, Rita; Regina, Tannia; Lestari, Zakia Ayu
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 13, No 2 (2024): KOMPLEKSITAS EDISI DESEMBER 2024
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol13no2.648

Abstract

The tourism sector is one of the sectors with the most potential at the moment and aims to become an additional source of regional original revenue. (PAD). The Central Jakarta area has several religious tourist attractions, one of which is the Istiqlal Mosque. The local community needs this religious tourism area to increase income through opportunities to start businesses (trading). This research aims to determine the impact of religious tourism visits and business opportunities on traders' income. The research used is quantitative with a descriptive approach, and the data collection methods are observation, interviews, questionnaires, and documentation. The data processing methods include validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis tests, and coefficient of determination tests. From the test results, it was found that the religious tourism variable has a negative impact on income. The business opportunity variable has a positive and significant effect on income. The religious tourism and business opportunity variables together have a positive and significant effect on income. The determination test of the impact of religious tourism objects and business opportunities for traders is not significant to the income in Istiqlal, with a result of 49.8%.Sektor pariwisata salah satu sektor yang sangat potensial saat ini dan bertujuan menjadi sumber tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wilayah Kota Jakarta Pusat memiliki beberapa objek wisata religi salah satunya adalah Masjid Istiqlal. Kawasan wisata religi ini dibutuhkan oleh masyarakat lokal untuk peningkatan pendapatan melalui peluang untuk membuka usaha (berdagang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kunjungan wisata religi dan peluang usaha  terhadap pendapatan pedagang. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan metode pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Metode pengolahan datanya menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan uji koefisien determinasi. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa variabel wisata religi berpengaruh negatif terhadap pendapatan. Variabel peluang usaha berpengaruh secara positif serta signifikan atas pendapatan. Variabel wisata religi dan peluang usaha secara bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pendapatan. Pengujian determinasi dampak objek wisata religi dan peluang usaha pedagang tidak signifikan terhadap pendapatan di Istiqlal dengan hasil sebesar 49,8%.
Pemberdayaan Masyarakat Tani dan Milenial Melalui Sosialisasi Hukum Agraria di Desa Tebing, Bangka Barat: Empowering Farmers and Millennials Through Agrarian Law Socialization in Tebing Village, West Bangka Al Kodri, M. Adha; Lestari, Zakia Ayu; Kusumadeni, Deri; Ronaldi, Ronaldi; Mariska, Resvi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.949

Abstract

Pertanian dan perkebunan merupakan bagian dari potensi sumber daya alam desa Tebing. Dalam pertanian, masyarakat menanam padi tanah hujan dan padi sawah. Sementara di sektor perkebunan, masyarakat bertanam kelapa sawit, karet, dan lada. Potensi tersebut berisiko menimbulkan konflik. Konsorsium Perbaruan Agraria menyebutkan bahwa angka konflik agraria pada tahun 2024 meningkat 21 persen bila dibandingkan dengan tahun 2023. Angka ini menempatkan Indonesia berada diurutan teratas sebagai negara paling banyak terjadinya konflik agraria dari enam negara Asia. Karenanya, dilakukanlah Sosialisasi Pendidikan Hukum Agraria. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hukum agraria dan konflik yang terjadi. Kegiatan dilaksanakan melalui presentasi interaktif, diskusi, dan studi kasus. Dalam pelaksanaannya, dibahas berkaitan dengan dasar-dasar hukum agraria, konflik pertanahan, proses-proses pelaporan, dan penyelesaian kasus melalui restorative justice. Kegiatan sosialisasi ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi atau bahaya konflik agraria dan meningkatkan proaktif masyarakat terkait kelengkapan adminsitrasi atas tanah yang dimiliki. Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan adanya pembinaan berkelanjutan dan pembentukan forum masyarakat peduli agraria
Pemberdayaan Desa Wisata Geosite Pelangas, Bangka Barat berdasarkan Teori Analisis TALC (Tourism Area Life Cycle) Lestari, Zakia Ayu; Prima, Anugrah; Saputri, Irghea; Lagalo, Anggraeni M.S
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 6, No 1: JUNI 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.6.1.9-15.2023

Abstract

Research on the development conditions of the Pegawi tourism Village base on the TALC (Tourism Area Life Cycle) analysis theory is descriptive qualitative study. The research location was determined purposively in Pelangas village, with the consideration that the Pelangas village was the winner number 3 of competition tourism village Bangka Belitung Island. The purpose of this study was the investigage the process of empowering Pegawi tourism village and indetify the development based on theory TALC. The results showed that process of empowering Pelangas Hilss went through 3 stages, namely the stage of awerness, breathing and power. These thre stage were passed with the resuly that most of the people of Pelangas Village join Pokdarwis and negative behaviour began to wear off. Keywords: Tourism Village.Community Empowerment, TALC
Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Lokal Dalam Pembangunan Pariwisata: Perspektif Hak Asasi ‎Manusia Di Dusun Air Abik Patricia Widya Sari; Pusparini, Marissa; Zakia Ayu Lestari; Iga Safa Marwani; M. Gema Akbar
Journal of Tourism Planning and Economic Development Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Tourism Planning and Economic Development (JOTPED)
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/jotped.v2i2.89

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi masyarakat adat Suku Lom di Dusun Air Abik, Kabupaten Bangka, dalam konteks pembangunan pariwisata. Metodologi yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan ketua lembaga adat, tokoh masyarakat, dan anggota komunitas lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak atas tanah dan hutan adat menjadi isu utama yang dihadapi masyarakat, dengan ekspansi proyek pembangunan yang mengancam keberadaan hutan adat. Selain itu, pelestarian budaya lokal terancam akibat kurangnya perhatian terhadap kearifan lokal dalam pembangunan pariwisata. Minimnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan juga menjadi faktor penting yang memperburuk ketimpangan kekuasaan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya perlindungan hukum berbasis hak asasi manusia (HAM) dalam pengelolaan pariwisata untuk menciptakan pembangunan yang adil dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif, diharapkan dapat tercipta keseimbangan antara manfaat ekonomi dan pelestarian budaya.