Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERAN PARIWISATA BAHARI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI PULAU GELASA, KABUPATEN BANGKA TENGAH Prima, Anugrah Gusta; Lestari, Zakia; Kurniawan , Kunkun; Marwani, Iga Safa
Warta Pariwisata Vol 23 No 2 (2025):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2025.23.2.08

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran pariwisata bahari dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah dengan fokus pada dimensi ekonomi lokal berbasis masyarakat. Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam penelitian ini dipahami sebagai peningkatan pendapatan masyarakat pesisir, penciptaan lapangan kerja, serta munculnya efek pengganda ekonomi melalui berkembangnya usaha kecil dan menengah pendukung pariwisata yang dijalankan tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan kelompok sadar wisata dan masyarakat lokal serta analisis data ekonomi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata bahari berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan ekonomi lokal, sekaligus mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan. Temuan ini menginformasikan bahwa pengelolaan pariwisata bahari berbasis keberlanjutan dan partisipasi masyarakat merupakan prasyarat utama agar manfaat ekonomi dapat dinikmati secara berkelanjutan di Pulau Gelasa.
Indigenous knowledge of the Lom Tribe on Bangka Island in disaster mitigation Zakia Ayu Lestari; Sinta Desta Rina; Randi Syafutra
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i1.39985

Abstract

Indigenous knowledge of the Lom Tribe on Bangka Island is crucial for disaster mitigation, particularly in relation to floods, forest fires, landslides, and tornadoes. This study aims to identify, document, and analyse the effectiveness of the Lom Tribe's traditional strategies in disaster risk reduction and explore their potential integration into community-based mitigation policies. Using qualitative methodology, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings reveal that the belief system in the guardian spirits of sacred forests, land management practices such as behume, and social traditions like Nujuh Jerami contribute to maintaining ecosystem balance and enhancing social resilience. These strategies have proven effective in locally reducing disaster risks, although they require adaptation to environmental and social changes. This study highlights the importance of integrating local wisdom with scientific approaches to develop more sustainable and inclusive disaster mitigation policies, particularly for indigenous communities that rely on natural balance.   Kearifan lokal Suku Lom di Pulau Bangka memiliki peran penting dalam mitigasi bencana, terutama dalam menghadapi banjir, kebakaran hutan, tanah longsor, dan angin puting beliung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menganalisis efektivitas strategi tradisional Suku Lom dalam pengurangan risiko bencana serta mengeksplorasi potensinya dalam kebijakan mitigasi berbasis komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kepercayaan terhadap roh penjaga hutan larangan, praktik pengelolaan lahan seperti Behume, serta tradisi sosial seperti Nujuh Jerami berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat ketahanan sosial. Strategi ini terbukti efektif dalam mengurangi risiko bencana secara lokal, meskipun masih memerlukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan sosial. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah dalam kebijakan mitigasi bencana yang lebih berkelanjutan dan inklusif, terutama bagi masyarakat adat yang bergantung pada keseimbangan alam.
Martabak Bangka sebagai Living Heritage dan Potensi Atraksi Wisata Gastronomi Iga Safa Marwani; Anugrah Gusta Prima; Riska Ramadhani; Zakia Ayu Lestari
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.8380

Abstract

Martabak Bangka adalah produk kuliner tradisional yang telah berevolusi melalui proses akulturasi budaya antara komunitas Tionghoa dan masyarakat lokal di Pulau Bangka. Meskipun secara luas diakui sebagai makanan khas daerah, studi yang menempatkan Martabak Bangka sebagai warisan hidup dan potensi daya tarik wisata kuliner masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejarah lisan, proses akulturasi, praktik produksi budaya, dan keasliannya, serta untuk mengidentifikasi potensinya sebagai daya tarik wisata kuliner berdasarkan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang berfokus pada usaha Martabak Bangka tradisional di Kota Pangkalpinang yang telah beroperasi sejak tahun 1989. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Martabak Bangka memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat, tercermin dalam konsistensi resepnya, teknik produksi tradisional, dan transmisi pengetahuan kuliner antar generasi. Proses produksi yang terbuka juga memfasilitasi interaksi sosial dan pengalaman budaya yang dapat diamati langsung oleh pengunjung. Temuan ini menunjukkan bahwa Martabak Bangka merupakan warisan hidup dengan potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai objek wisata kuliner berbasis kearifan lokal, sekaligus mendukung pelestarian identitas kuliner daerah.
Sacred Forests and Sustainable Practices: The Role of the Lom Tribe’s Local Wisdom in Disaster Resilience Zakia Ayu Lestari; Randi Syafutra; Sinta Desta Rina
Global Review of Tourism and Social Sciences Vol. 1 No. 3 (2025): Global Review of Tourism and Social Sciences
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/grtss.v1i3.347

Abstract

This study explores the Lom Tribe’s indigenous knowledge in disaster mitigation, emphasizing their early warning systems, sustainable land management, adaptive architecture, and spiritual beliefs. The findings reveal that the Lom Tribe relies on environmental cues such as bird migration, wind patterns, and water levels to predict natural disasters, while their sacred forest conservation and rotational farming techniques help prevent ecological degradation. Additionally, their stilt house architecture reduces flood risks, and spiritual rituals reinforce environmental responsibility and community resilience. Despite these effective strategies, challenges such as modernization, lack of formal documentation, and policy disconnects hinder integration with formal disaster risk management frameworks. This study contributes to the discourse on traditional ecological knowledge (TEK) and community-based disaster risk reduction (CBDRM), advocating for stronger collaboration between indigenous communities, researchers, and policymakers. Future research should explore comparative studies and policy frameworks to formalize indigenous disaster mitigation within national and regional governance systems.