Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSONAL HIGYENE TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN PADA IBU HAMIL DI KLINIK BP ANNISA BANYUASIN Dewi, Ratna; Ernawati, Wahyu; Septiani, Tety
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v15i1.378

Abstract

Based on WHO data, 31.6% of vaginal discharge in pregnant women is caused by candida albicans. Physiological vaginal discharge in pregnant women is normal, so pregnant women must carry out personal hygiene in the genital area during pregnancy so that pathological vaginal discharge does not occur because the impact can cause infertility, pelvic inflammation, premature birth, LBW, KPD, and can cause uterine cancer, pregnancy ectopic, blindness in babies. Research to determine the relationship between knowledge and personal hygiene on the incidence of vaginal discharge in pregnant women at the BP Annisa Banyuasin clinic. Analytical survey research design with a cross sectional approach, the study population was all pregnant women who underwent pregnancy checks at the BP Annisa Banyuasin clinic. The total sampling technique was 85 people. Questionnaire research instrument. Data were analyzed using the Chi Square Test. Results univariate research revealed that 23 (27.1%) pregnant women had good knowledge and 62 (72.9%) had poor knowledge, 33 (38.8%) had good personal hygiene for pregnant women and 52 (61) had poor personal hygiene. 2%), pregnant women who experienced vaginal discharge were 49 (57.6%) and those who did not experience vaginal discharge were 36 (42.4%). The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge and vaginal discharge in pregnant women with a value of P = 0.000 < ? (0.05) and OR = 11.600 and there was a significant relationship between personal hygiene and vaginal discharge in pregnant women with a value P = 0.000 < ? (0 .05) and OR=28.519. Conclusion there is a significant relationship between maternal knowledge and personal hygiene on the incidence of vaginal discharge in pregnant women.
MANFAAT PRENATAL YOGA UNTUK IBU HAMIL Wahyu Ernawati; Allania Hanung; Ratna Dewi; Wahyuningsih
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i3.4172

Abstract

Latar Belakang: Prental yoga menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil agar dapat beradaptasi dengan perubahan fisik dan psikis selama kehamilan serta mempersiapkan persalinan. Tujuan Penelitian: untuk menelaah evidence terkait manfaat prenatal yoga untuk ibu hamil dengan cara mereview. Metode Penelitian: Literatur Review dengan cara mencari di Pubmed, Google Scholar, Science Direct. Kriteria kata kunciyaitu “prenatal yoga”dan “pregnancy”. Setelah dilakukan telah didapatkan artikel nasional dan internasional. Pertanyaan Penelitian: 1) Fisiologis prenatal yoga pada ibu hamil?, 2) Apakah manfaat prenatal yoga pada ibu hamil?, 3) Apakah manfaat prenatal yoga pada janin ? Hasil Penelitian: Dari delapan artikel yang telah direview, terdapat evidence dari delapan artikel yang menunjukkan bahwa ibu yang sedang hamil mengalami perubahan fisiologis dan prenatal yoga dapat mengurangi ketidaknyamanan pada ibu hamil, menurunkan kecemasan, stress, meningkatkan hubungan sosial, membantu dalam persiapan persalinan, menurunkan komplikasi maternal dan neonatal, mempererat hubungan keterikatan ibu dan janin, serta memperbaiki presentasi janin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prenatal yoga merupakan latihan yang bermanfaat bagi ibu hamil dan janin sehingga pelaksanaannya harus terus dipromosikan untuk perawatan kehamilan. Kesimpulan: prenatal yoga merupakan latihan yang bermanfaat bagi ibu hamil dan janin sehingga pelaksanaannya harus terus dipromosikan untuk perawatan kehamilan sehingga ibu dapat melahirkan dengan nyaman dan rileks.
Hubungan pengetahuan, status gizi, dan tingkat stres dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum pada ibu hamil di PMB Yuli Bahriah Palembang tahun 2024 Yanti, Rama; Sari, Erma Puspita; Ernawati, Wahyu; Sari, Intan
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1448

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah gejala mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil. Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering kita jumpai pada kehamilan muda dan dikemukakan oleh 50% dari wanita yang hamil terutama dikemukakan pada primigravida. World Health Organization menyebutkan bahwa kejadian hiperemesis gravidarum sebesar 12.8 % di tahun 2021 dan menurun di tahun 2022 sebesar 12,5% dari seluruh jumlah kehamilan di dunia. Faktor yang mempengaruhi kejadian hiperemesisi gravidarum pada ibu hamil yaitu pengetahuan, dukungan suami, sikap ibu, status gizi, umur, pekerjaan dan tingkat stress. Tujuan penelitian yaitu hubungan pengetahuan, status gizi, dan tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada Ibu Hamil di PMB Yuli Bahriah Palembanng Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian yaitu ibu hamil yang berkunjung di PMB Yuli Bahriah Kertapati mulai bulan Mei-Juni Tahun 2024 berjumlah 40 ibu hamil trimester I dan II di wilayah kerja Praktik Mandiri Bidan Yuli Bahriah Kertapati Kota Palembang. Sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pengetahuan secara parsial dengan hiperemesis gravidarum di PMB Yuli Bahriah Palembang Tahun 2024 dengan p value 0.011, ada hubungan status gizi secara parsial dengan hiperemesis gravidarum di PMB Yuli Bahriah Palembang Tahun 2024 dengan p value 0.000 dan ada hubungan tingkat stres secara parsial dengan hiperemesis gravidarum di PMB Yuli Bahriah Palembang Tahun 2024 dengan p value 0.001. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk senantiasa meningkatkan pelayanan dalam asuhan kehamilan terutama pencegahan hiperemesis gravidarum.
HUBUNGAN UMUR IBU, PARITAS DAN PEKERJAAN DALAM PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS TOTOREJO Ayu Ketut Dianasari, Gusti; Yulizar, Yulizar; Ernawati, Wahyu; Aisyah, Siti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.293

Abstract

Indonesia is a country that has a large population. Indonesia is the 4th country with the largest population, namely in 2022 there are 2,757,738 people (Central Bureau of Statistics, 2023). According to Riskesdas (2018) the proportion of contraceptive use in women aged 10-54 years is as follows: condoms (1.1%), fem), 3 month injection (42.4%), no family planning (27.1%). The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age, parity, and work in use at the Totorejo Health Center. This type of research uses a research designcross sectional. The population in this study is all family planning acceptors in 2022 with a total of 4874 family planning acceptors. The sample in this study used the Slovin formula so that 98 family planning acceptors were obtained using a sampling techniquesystematic random sampling. Data were analyzed by testChi-Square. Univariate analysis found that 3-month injectable family planning acceptors totaled 59 respondents (60.2%), which was greater than acceptors who did not use 3-month injectable family planning, totaling 38 respondents (39.8%). The results of the bivariate analysis found that there was a significant relationship between maternal age where the value (P-Value = 0.001), there is a significant relationship between parities where the value (P-Value = 0.000), there is a significant relationship between jobs where (P-Value= 0.007) in the use of 3-month injectable birth control. The conclusion is that there is a relationship between mother's age, parity, and occupation with the use of 3-month injectable birth control. It is hoped that couples of childbearing age will choose contraception according to the needs of the mother.
Hubungan Pendidikan, Pekerjaan, dan Kepemilikan Jaminan Kesehatan Dengan Pelaksanaan Continuity of Care di Bidan Praktik Mandiri Sendy Asri Ramadani; Dewi Ciselia; Wahyu Ernawati; Siti Aisyah
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.272

Abstract

Kesehatan reproduksi dan maternal merupakan aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Praktik mandiri bidan sebagai penyedia layanan kesehatan di tingkat komunitas memainkan peran kunci dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Salah satu aspek krusial dalam pelayanan kesehatan reproduksi adalah penerapan Continuity of Care (COC), yang mencakup upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan terkoordinasi kepada perempuan sepanjang siklus kehidupan reproduksi mereka. Metode penelitianini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 38 responden dan menggunakan total sampling jadi semua populasi dijadikan sampel 38 responden. Hasil penelitian univariat pada pelaksanaan continuity of care diketahui responden yang melaksanakan continuity of care sesuai standar berjumlah 29 responden (76,3%), dan yang tidak melaksanakan continuity of care tidak sesuai standar berjumlah 9 responden (23,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan variabel pendidikan (p-value = 0.041 dan OR 6.933), pekerjaan (p-value = 0.001 dan OR 0.009), kepemilikan jaminan kesehatan (p-value = 0.003 dan OR 13.417) dengan pelaksanaan continuity of care. Kesimpulan hasil uji tersebut ada hubungan antara pendidikan,pekerjaan dan kepemilikan jaminan kesehatan dengan pelaksanaan continuity of care. Peneliti menyarankan pentingnya meningkatkan pelayanan pada praktik mandiri bidan seperti membuat grup whatsapp bagi ibu hamil, bersalin, nifas dan kb untuk mempermudah pelayanan dan pemantauan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSAANAAN CONTINUITY OF CARE (COC) DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PMB KUSMILAH KECAMATAN SEBERANG ULU1 PALEMBANG 2024 Erlin Aprilia; Eka Rahmawati; erna, Wahyu Ernawati; Erma Puspita Sari
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i1.750

Abstract

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2020 yaitu sebanyak 303 per 100 kelahiran hidup. Kematian ibu meningkat merupakan salah satu kendala pencapaian SDGs. Salah satu penyebab kematian ibu adalah meningkatnya factor tinggi kehamilan yang akan mengakibatkan banyaknya kompikasi pada saat kehamilan dan persalinan. Salah satu program yang dilakukan pemerintah untuk mencegah kompikasi terjadi pada masa kehamilan dan persalinan adalah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan atau biasa kita sebut dengan Antenatal Care,. sementara di Indonesia, terjadi penurunan cakupan kesehatan ibu hamil K4 yaitu 9o,18%. Pada tahun 2018 menjadi 86.85% di tahun 2019, meskipun dari tahun ke tahun cakupan semakin menunjukan penurunan, cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 pada tahun 2019 belum memenuhi target rencana strategi (Renstra) kementerian kesehatan sebesar 74% dan pada masa pandemic hanya 19,2%.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak tempu, jaminan keseahtan dan dukungan keluraga dengan pelaksanaan COC pada Kunjungan ANC. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi 40 ibu hamil sampel sebanyak 40ibu hamil dengan menggunakan metode total sampling. Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square dengan p-value < nilai α = 0,05. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan jarak tempuh dengan pelaksanaan COC pada kunjungan ANC (p-Value 0,000). Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan jaminan kesehatan dengan pelaksanaan COC pada kunjungan ANC (p-Value 0,005). Dan diperoleh ada hubungan dukungan keluarga dengan pelaksanaan COC pada kunjungan ANC (p-Value 0,001). Diharapkan memberikan penyuluhan kepada para ibu hamil untuk lebi rutin memeriksakan kehamilan selama masa kehamilan guna mengetahui kesehatan dan mencegah kompikasi yang terjadi.
DETERMINASI KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI: TINJAUAN DI SMKN 1 LEMPUING JAYA KABUPATEN OKI TAHUN 2024 Mentari, Ni Putu Agi; Sari, Intan; Ernawati, Wahyu; Handayani, Sri
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i3.33272

Abstract

Keputihan merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang paling umum dialami remaja perempuan, dengan prevalensi global mencapai 33% dan 75% perempuan Indonesia pernah mengalaminya minimal sekali seumur hidup. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan simultan terhadap tiga aspek perilaku remaja putri (pengetahuan, motivasi, dan kebiasaan penggunaan sabun pembersih vagina) yang sebelumnya jarang dikaji secara bersamaan dalam konteks remaja sekolah menengah kejuruan di wilayah pedesaan seperti Kabupaten OKI. Studi ini bertujuan untuk meninjau determinasi keputihan pada remaja putri berdasarkan aspek pengetahuan, motivasi, dan kebiasaan penggunaan sabun pembersih vagina di SMKN 1 Lempuing Jaya Kabupaten OKI Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XI berjumlah 193 orang, dengan sampel sebanyak 100 responden yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan signifikan dengan kejadian keputihan (P-value = 0,039), begitu pula dengan motivasi (P-value = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara penggunaan sabun pembersih vagina dengan kejadian keputihan (P-value = 0,591). Dari hasil ini disimpulkan bahwa pengetahuan dan motivasi merupakan determinan penting terhadap kejadian keputihan, sedangkan penggunaan sabun pembersih vagina tidak terbukti berpengaruh secara statistik.
KEJADIAN BABY BLUES PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG PEMATANG Rainontisi, Ni Putu; Sari, Intan; Ernawati, Wahyu; Indriyani, Putu Lusita Nati
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i3.33269

Abstract

Baby blues sering juga disebut Maternity Blues atau postpartum blues diartikan sebagai sindrom gangguan psikologi ringan yang terjadi pada ibu nifas. Postpartum blues di Indonesia mempunyai prevalensi yang tinggi yaitu 37% hingga 67%. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti kejadian baby blues pada ibu nifas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan paritas, dukungan suami dan usia ibu secara simultan kejadian baby blues pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pematang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi semua ibu postpartum di wilayah kerja di Puskesmas Simpang Pematang dengan sampel berjumlah 32 orang. Hasil penelitian ada hubungan signifikan dukungan suami (P-value = 0,000) dan usia ibu (P-value = 0,024) dengan kejadian baby blues di Puskesmas Simpang Pematang serta tidak ada hubungan antara paritas (P-value = 0,473) dengan kejadian baby blues di Puskesmas Simpang Pematang. Faktor yang paling berhubungan adalah dukungan suami. Kesimpulannya dukungan suami dan usia ibu sangat berpengaruh terhadap kejadian baby blues.
TEMAN SEBAYA, PAPARAN PORNOGRAFI DAN BUDAYA DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA BAWANG TIKAR KABUPATEN OKUT Jayantiningsih, Putu Pebri; Sari, Erma Puspita; Ernawati, Wahyu; Sari, Intan
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i3.33267

Abstract

Sebagian besar kasus pernikahan dini pada remaja terdeteksi di negara berkembang. Menurut data UNICEF menunjukan penurunan perkawinan anak yang berjalan lambat dari tahun ke tahun, namum jumlah nya masih menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan angka perkawinan anak tertinggi di Asia tengara setelah Kamboja. Kebaruan penelitian karena meneliti pengaruh teman sebaya, paparan pornografi dan budaya dengan pernikahan usia dini. Tujuan peneliti untuk menganalisis pengaruh teman sebaya, paparan pornografi dan budaya dengan pernikahan usia dini di desa bawang tikar tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini semua remaja yang ada di desa Bawang Tikar dengan jumlah 89 remaja. Sampel penelitian ditentukan teknik Accidental Sampling yaitu semua remaja yang ada di desa bawang tikar. Data di analisis dengan uji Chi-Square. Hasil analisis di dapatkan bahwa pengaruh teman sebaya (P-value =0,015), paparan pornografi (P-value=0,001) dan budaya (P-value= 0,000) berhubungan secara signifikan dengan pernikahn usia dini. Kesimpulannya terdapat hubungan pengaruh teman sebaya, paparan pornografi dan budaya dengan pernikahan usia dini.
Pengaruh Aspek Psikologis Terhadap Kesiapan Wanita Usia Subur Dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Di Puskesmas Tanjung Raja Ogan Ilir 2024 Ernawati, Wahyu; dhamayanti, Reffi; Mastina
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 22 No. No 2 (2024): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v22iNo 2.301

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu bentukdeteksi dini kanker payudara yang efektif dan sederhana, terutama bagiperempuan dalam usia reproduktif. Namun, kesiapan individu dalammelaksanakan tindakan ini kerap dipengaruhi oleh faktor psikologis,seperti persepsi terhadap risiko, tingkat kecemasan, serta motivasipribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspekpsikologis terhadap kesiapan wanita usia subur dalam melakukandeteksi dini kanker payudara setelah diberikan intervensi edukasipsikologis. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimentaldengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sebanyak 50wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Raja,Kabupaten Ogan Ilir, dipilih menggunakan metode purposive sampling.Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang dimodifikasi dariChampion’s Health Belief Model Scale (CHBMS). Intervensi edukasiberfokus pada peningkatan pemahaman tentang risiko kanker, manfaatdeteksi dini, serta penguatan motivasi dan kepercayaan diri. Hasilanalisis menunjukkan bahwa proporsi aspek psikologis kategori baikmeningkat dari 36% menjadi 78%, sementara kesiapan deteksi dinimeningkat dari 34% menjadi 80%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p= 0,008, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikanantara aspek psikologis dengan kesiapan deteksi dini. Kesimpulannya,edukasi psikologis mampu meningkatkan kesiapan wanita usia suburdalam melakukan tindakan pencegahan kanker payudara secara mandiri. Disarankan agar intervensi serupa diterapkan di layanan kesehatan tingkat dasar.