Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Septiani, Tety; Dewi, Ratna; Ernawati, Wahyu
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 7 (2024): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14016478

Abstract

Background: Breast care must be introduced to mothers when the pregnancy enters the third trimester (gestational age >28 weeks), the midwife will prepare the mother both physically and psychologically to provide exclusive breastfeeding with breast care counseling. Breast care counseling includes breast and nipple hygiene, breast massage and bra use, all of which aim to increase breast milk production (Fajriani, 2021). Breast care takes the form of breast massage to improve blood circulation, caring for the nipples so they are clean and don't get sore easily. Breast care should be carried out as early as possible during pregnancy in an effort to prepare the shape and function of the breasts before lactation occurs. Lack of preparation for breast care can result in sucking problems in babies due to small or drooping nipples. Another consequence of this is that breast milk production is delayed and the cleanliness of the mother's breasts is not guaranteed, which can endanger the baby's health. The aim of this community service activity (PKM) is to provide education to mothers about breast care techniques. Method: This activity is carried out directly face to face with the target so that it is more effective, convincing and familiarizes the relationship between the instructor and the target as well as a faster response. Results: Mother understands the benefits of breast care and is able to demonstrate breast care techniques again. Conclusion: Explanations about breast care in the form of education and demonstrations provide many positive influences.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSONAL HIGYENE TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN PADA IBU HAMIL DI KLINIK BP ANNISA BANYUASIN Dewi, Ratna; Ernawati, Wahyu; Septiani, Tety
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v15i1.378

Abstract

Based on WHO data, 31.6% of vaginal discharge in pregnant women is caused by candida albicans. Physiological vaginal discharge in pregnant women is normal, so pregnant women must carry out personal hygiene in the genital area during pregnancy so that pathological vaginal discharge does not occur because the impact can cause infertility, pelvic inflammation, premature birth, LBW, KPD, and can cause uterine cancer, pregnancy ectopic, blindness in babies. Research to determine the relationship between knowledge and personal hygiene on the incidence of vaginal discharge in pregnant women at the BP Annisa Banyuasin clinic. Analytical survey research design with a cross sectional approach, the study population was all pregnant women who underwent pregnancy checks at the BP Annisa Banyuasin clinic. The total sampling technique was 85 people. Questionnaire research instrument. Data were analyzed using the Chi Square Test. Results univariate research revealed that 23 (27.1%) pregnant women had good knowledge and 62 (72.9%) had poor knowledge, 33 (38.8%) had good personal hygiene for pregnant women and 52 (61) had poor personal hygiene. 2%), pregnant women who experienced vaginal discharge were 49 (57.6%) and those who did not experience vaginal discharge were 36 (42.4%). The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge and vaginal discharge in pregnant women with a value of P = 0.000 < ? (0.05) and OR = 11.600 and there was a significant relationship between personal hygiene and vaginal discharge in pregnant women with a value P = 0.000 < ? (0 .05) and OR=28.519. Conclusion there is a significant relationship between maternal knowledge and personal hygiene on the incidence of vaginal discharge in pregnant women.
MANFAAT PRENATAL YOGA UNTUK IBU HAMIL Wahyu Ernawati; Allania Hanung; Ratna Dewi; Wahyuningsih
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i3.4172

Abstract

Latar Belakang: Prental yoga menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil agar dapat beradaptasi dengan perubahan fisik dan psikis selama kehamilan serta mempersiapkan persalinan. Tujuan Penelitian: untuk menelaah evidence terkait manfaat prenatal yoga untuk ibu hamil dengan cara mereview. Metode Penelitian: Literatur Review dengan cara mencari di Pubmed, Google Scholar, Science Direct. Kriteria kata kunciyaitu “prenatal yoga”dan “pregnancy”. Setelah dilakukan telah didapatkan artikel nasional dan internasional. Pertanyaan Penelitian: 1) Fisiologis prenatal yoga pada ibu hamil?, 2) Apakah manfaat prenatal yoga pada ibu hamil?, 3) Apakah manfaat prenatal yoga pada janin ? Hasil Penelitian: Dari delapan artikel yang telah direview, terdapat evidence dari delapan artikel yang menunjukkan bahwa ibu yang sedang hamil mengalami perubahan fisiologis dan prenatal yoga dapat mengurangi ketidaknyamanan pada ibu hamil, menurunkan kecemasan, stress, meningkatkan hubungan sosial, membantu dalam persiapan persalinan, menurunkan komplikasi maternal dan neonatal, mempererat hubungan keterikatan ibu dan janin, serta memperbaiki presentasi janin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prenatal yoga merupakan latihan yang bermanfaat bagi ibu hamil dan janin sehingga pelaksanaannya harus terus dipromosikan untuk perawatan kehamilan. Kesimpulan: prenatal yoga merupakan latihan yang bermanfaat bagi ibu hamil dan janin sehingga pelaksanaannya harus terus dipromosikan untuk perawatan kehamilan sehingga ibu dapat melahirkan dengan nyaman dan rileks.
Hubungan pengetahuan, status gizi, dan tingkat stres dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum pada ibu hamil di PMB Yuli Bahriah Palembang tahun 2024 Yanti, Rama; Sari, Erma Puspita; Ernawati, Wahyu; Sari, Intan
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1448

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah gejala mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil. Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering kita jumpai pada kehamilan muda dan dikemukakan oleh 50% dari wanita yang hamil terutama dikemukakan pada primigravida. World Health Organization menyebutkan bahwa kejadian hiperemesis gravidarum sebesar 12.8 % di tahun 2021 dan menurun di tahun 2022 sebesar 12,5% dari seluruh jumlah kehamilan di dunia. Faktor yang mempengaruhi kejadian hiperemesisi gravidarum pada ibu hamil yaitu pengetahuan, dukungan suami, sikap ibu, status gizi, umur, pekerjaan dan tingkat stress. Tujuan penelitian yaitu hubungan pengetahuan, status gizi, dan tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada Ibu Hamil di PMB Yuli Bahriah Palembanng Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian yaitu ibu hamil yang berkunjung di PMB Yuli Bahriah Kertapati mulai bulan Mei-Juni Tahun 2024 berjumlah 40 ibu hamil trimester I dan II di wilayah kerja Praktik Mandiri Bidan Yuli Bahriah Kertapati Kota Palembang. Sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pengetahuan secara parsial dengan hiperemesis gravidarum di PMB Yuli Bahriah Palembang Tahun 2024 dengan p value 0.011, ada hubungan status gizi secara parsial dengan hiperemesis gravidarum di PMB Yuli Bahriah Palembang Tahun 2024 dengan p value 0.000 dan ada hubungan tingkat stres secara parsial dengan hiperemesis gravidarum di PMB Yuli Bahriah Palembang Tahun 2024 dengan p value 0.001. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk senantiasa meningkatkan pelayanan dalam asuhan kehamilan terutama pencegahan hiperemesis gravidarum.
Penyuluhan Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan tentang Prenatal Yoga di PMB Permata Banyuasin Ernawati, Wahyu; Sari, Intan; Dewi, Ratna; Aquari, Bina; Arif, Ahmad
JURNAL PENGABDIAN KADER BANGSA Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kader Bangsa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jpkb.v1i1.844

Abstract

Pregnancy is a reproductive process that requires special attention so that it runs smoothly because it involves the lives of the mother and fetus (Elisabeth, 2020). Prenatal yoga is one way to prepare mothers physically and psychologically, including reducing anxiety before giving birth. Prenatal Yoga helps expectant mothers prepare themselves to face childbirth with confidence, happiness, comfort, without fear, as well as strengthening and forming body posture. The aim of this service is to increase the knowledge and participation of pregnant women in carrying out prenatal yoga exercises to improve health and reduce discomfort during pregnancy. The steps for this activity consist of establishing relationships, submitting proposals and setting schedules, as well as involving an evaluation process with a question and answer session. This counseling includes lecture methods, discussions, practices, and audio-visual media during prenatal yoga. The result of this community service activity is that 60% of pregnant women had poor knowledge about prenatal yoga before receiving counseling. After being provided with information about prenatal yoga, the knowledge of pregnant women increased by about 90%. The recommendation from the community service group to pregnant women is to improve their health by practicing prenatal yoga, including body movements and breathing techniques that can provide a relaxing effect, help reduce physical stress, and facilitate the delivery process.
HUBUNGAN UMUR IBU, PARITAS DAN PEKERJAAN DALAM PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS TOTOREJO Ayu Ketut Dianasari, Gusti; Yulizar, Yulizar; Ernawati, Wahyu; Aisyah, Siti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.293

Abstract

Indonesia is a country that has a large population. Indonesia is the 4th country with the largest population, namely in 2022 there are 2,757,738 people (Central Bureau of Statistics, 2023). According to Riskesdas (2018) the proportion of contraceptive use in women aged 10-54 years is as follows: condoms (1.1%), fem), 3 month injection (42.4%), no family planning (27.1%). The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age, parity, and work in use at the Totorejo Health Center. This type of research uses a research designcross sectional. The population in this study is all family planning acceptors in 2022 with a total of 4874 family planning acceptors. The sample in this study used the Slovin formula so that 98 family planning acceptors were obtained using a sampling techniquesystematic random sampling. Data were analyzed by testChi-Square. Univariate analysis found that 3-month injectable family planning acceptors totaled 59 respondents (60.2%), which was greater than acceptors who did not use 3-month injectable family planning, totaling 38 respondents (39.8%). The results of the bivariate analysis found that there was a significant relationship between maternal age where the value (P-Value = 0.001), there is a significant relationship between parities where the value (P-Value = 0.000), there is a significant relationship between jobs where (P-Value= 0.007) in the use of 3-month injectable birth control. The conclusion is that there is a relationship between mother's age, parity, and occupation with the use of 3-month injectable birth control. It is hoped that couples of childbearing age will choose contraception according to the needs of the mother.
Hubungan Pendidikan, Pekerjaan, dan Kepemilikan Jaminan Kesehatan Dengan Pelaksanaan Continuity of Care di Bidan Praktik Mandiri Sendy Asri Ramadani; Dewi Ciselia; Wahyu Ernawati; Siti Aisyah
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.272

Abstract

Kesehatan reproduksi dan maternal merupakan aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Praktik mandiri bidan sebagai penyedia layanan kesehatan di tingkat komunitas memainkan peran kunci dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Salah satu aspek krusial dalam pelayanan kesehatan reproduksi adalah penerapan Continuity of Care (COC), yang mencakup upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan terkoordinasi kepada perempuan sepanjang siklus kehidupan reproduksi mereka. Metode penelitianini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 38 responden dan menggunakan total sampling jadi semua populasi dijadikan sampel 38 responden. Hasil penelitian univariat pada pelaksanaan continuity of care diketahui responden yang melaksanakan continuity of care sesuai standar berjumlah 29 responden (76,3%), dan yang tidak melaksanakan continuity of care tidak sesuai standar berjumlah 9 responden (23,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan variabel pendidikan (p-value = 0.041 dan OR 6.933), pekerjaan (p-value = 0.001 dan OR 0.009), kepemilikan jaminan kesehatan (p-value = 0.003 dan OR 13.417) dengan pelaksanaan continuity of care. Kesimpulan hasil uji tersebut ada hubungan antara pendidikan,pekerjaan dan kepemilikan jaminan kesehatan dengan pelaksanaan continuity of care. Peneliti menyarankan pentingnya meningkatkan pelayanan pada praktik mandiri bidan seperti membuat grup whatsapp bagi ibu hamil, bersalin, nifas dan kb untuk mempermudah pelayanan dan pemantauan.
Penyuluhan tentang Pentingnya Pemeriksaan USG pada Ibu Hamil di Desa Tanjung Kurung Kabupaten PALI Ernawati, Wahyu; Dewi, Ratna; Putri, Lutfia Rahma Dewi; Pirmansyah , Aditya; Livia, Sinta; Juliana, Siti; Sulistyorini, Yusi; Hastuti, Yuli; Sakira, Amanda; Handyani, Selvia; Aditya Pirmansyah
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): JLIPM - AGUSTUS
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penting ultrasonografi (USG) dalam mengoptimalkan pelayanan antenatal (ANC) bagi ibu hamil di Desa Tanjung Kurung, sekaligus menekankan pentingnya dalam memantau kesehatan janin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya satu pemeriksaan USG sebelum 24 minggu kehamilan untuk memberikan informasi penting tentang usia kehamilan, anomali kongenital, dan kesehatan janin. Namun, hanya sekitar 30% ibu hamil di Indonesia yang menjalani USG karena rendahnya kesadaran dan keterbatasan biaya, sehingga meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Untuk mengatasi hal ini, inisiatif perawatan kesehatan telah ditetapkan untuk menyediakan layanan ANC, memastikan ibu hamil menerima pemantauan yang tepat. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Februari 2025 bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap USG, yang melibatkan diskusi edukatif yang mendorong partisipasi aktif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman di kalangan masyarakat, menyoroti sifat interaktif dari sesi-sesi tersebut, termasuk segmen tanya jawab. Temuan tersebut mengungkap bahwa peningkatan pengetahuan tentang USG dapat mengarah pada perilaku mencari layanan kesehatan yang proaktif, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan hasil kesehatan ibu dan janin, serta pengurangan angka kesakitan dan kematian yang terkait dengan komplikasi kehamilan
DETERMINASI KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI: TINJAUAN DI SMKN 1 LEMPUING JAYA KABUPATEN OKI TAHUN 2024 Mentari, Ni Putu Agi; Sari, Intan; Ernawati, Wahyu; Handayani, Sri
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i3.33272

Abstract

Keputihan merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang paling umum dialami remaja perempuan, dengan prevalensi global mencapai 33% dan 75% perempuan Indonesia pernah mengalaminya minimal sekali seumur hidup. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan simultan terhadap tiga aspek perilaku remaja putri (pengetahuan, motivasi, dan kebiasaan penggunaan sabun pembersih vagina) yang sebelumnya jarang dikaji secara bersamaan dalam konteks remaja sekolah menengah kejuruan di wilayah pedesaan seperti Kabupaten OKI. Studi ini bertujuan untuk meninjau determinasi keputihan pada remaja putri berdasarkan aspek pengetahuan, motivasi, dan kebiasaan penggunaan sabun pembersih vagina di SMKN 1 Lempuing Jaya Kabupaten OKI Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XI berjumlah 193 orang, dengan sampel sebanyak 100 responden yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan signifikan dengan kejadian keputihan (P-value = 0,039), begitu pula dengan motivasi (P-value = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara penggunaan sabun pembersih vagina dengan kejadian keputihan (P-value = 0,591). Dari hasil ini disimpulkan bahwa pengetahuan dan motivasi merupakan determinan penting terhadap kejadian keputihan, sedangkan penggunaan sabun pembersih vagina tidak terbukti berpengaruh secara statistik.
KEJADIAN BABY BLUES PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG PEMATANG Rainontisi, Ni Putu; Sari, Intan; Ernawati, Wahyu; Indriyani, Putu Lusita Nati
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i3.33269

Abstract

Baby blues sering juga disebut Maternity Blues atau postpartum blues diartikan sebagai sindrom gangguan psikologi ringan yang terjadi pada ibu nifas. Postpartum blues di Indonesia mempunyai prevalensi yang tinggi yaitu 37% hingga 67%. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti kejadian baby blues pada ibu nifas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan paritas, dukungan suami dan usia ibu secara simultan kejadian baby blues pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pematang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi semua ibu postpartum di wilayah kerja di Puskesmas Simpang Pematang dengan sampel berjumlah 32 orang. Hasil penelitian ada hubungan signifikan dukungan suami (P-value = 0,000) dan usia ibu (P-value = 0,024) dengan kejadian baby blues di Puskesmas Simpang Pematang serta tidak ada hubungan antara paritas (P-value = 0,473) dengan kejadian baby blues di Puskesmas Simpang Pematang. Faktor yang paling berhubungan adalah dukungan suami. Kesimpulannya dukungan suami dan usia ibu sangat berpengaruh terhadap kejadian baby blues.