Claim Missing Document
Check
Articles

TEMAN SEBAYA, PAPARAN PORNOGRAFI DAN BUDAYA DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA BAWANG TIKAR KABUPATEN OKUT Jayantiningsih, Putu Pebri; Sari, Erma Puspita; Ernawati, Wahyu; Sari, Intan
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i3.33267

Abstract

Sebagian besar kasus pernikahan dini pada remaja terdeteksi di negara berkembang. Menurut data UNICEF menunjukan penurunan perkawinan anak yang berjalan lambat dari tahun ke tahun, namum jumlah nya masih menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan angka perkawinan anak tertinggi di Asia tengara setelah Kamboja. Kebaruan penelitian karena meneliti pengaruh teman sebaya, paparan pornografi dan budaya dengan pernikahan usia dini. Tujuan peneliti untuk menganalisis pengaruh teman sebaya, paparan pornografi dan budaya dengan pernikahan usia dini di desa bawang tikar tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini semua remaja yang ada di desa Bawang Tikar dengan jumlah 89 remaja. Sampel penelitian ditentukan teknik Accidental Sampling yaitu semua remaja yang ada di desa bawang tikar. Data di analisis dengan uji Chi-Square. Hasil analisis di dapatkan bahwa pengaruh teman sebaya (P-value =0,015), paparan pornografi (P-value=0,001) dan budaya (P-value= 0,000) berhubungan secara signifikan dengan pernikahn usia dini. Kesimpulannya terdapat hubungan pengaruh teman sebaya, paparan pornografi dan budaya dengan pernikahan usia dini.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DI UPTD PUSKESMAS BURNAI MULYA KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN 2024 Suriyani, Nengah; Aquari, Bina; Ernawati, Wahyu; Handayani, Sri
Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal of Health Technology) Vol. 21 No. 2 (2025): 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jtk.v21i2.2770

Abstract

Background: Hypertension in pregnancy is one of the leading causes of maternal and fetal mortality worldwide. The World Health Organization (WHO) reports that hypertension accounts for approximately 12–14% of total maternal deaths globally. Factors such as knowledge, maternal age, and history of hypertension are important determinants in the occurrence of pregnancy-induced hypertension. Objective: This study aims to investigate the relationship between knowledge level, age, and history of hypertension with the occurrence of hypertension in pregnant women at the UPTD Burnai Mulya Health Center in OKU Timur District in 2024. Method: This is a quantitative study with a cross-sectional design. The population consisted of 190 pregnant women, and a sample of 57 individuals was selected using non-random sampling. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of p<0.05. Results: Among the 30 respondents with poor knowledge, 66.7% experienced hypertension (p=0.000). Among the 35 respondents in the high-risk age group, 51.4% experienced hypertension (p=0.012). Among the 28 respondents with a history of hypertension, 67.9% experienced hypertension (p=0.000). There was a significant association between the three variables and the occurrence of hypertension. Conclusion: Level of knowledge, high-risk age, and history of hypertension were significantly associated with the occurrence of hypertension in pregnant women. It is recommended that midwives be more proactive in providing education and regular blood pressure monitoring to prevent pregnancy complications.
Pengaruh Aspek Psikologis Terhadap Kesiapan Wanita Usia Subur Dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Di Puskesmas Tanjung Raja Ogan Ilir 2024 Ernawati, Wahyu; dhamayanti, Reffi; Mastina
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 22 No. No 2 (2024): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v22iNo 2.301

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu bentukdeteksi dini kanker payudara yang efektif dan sederhana, terutama bagiperempuan dalam usia reproduktif. Namun, kesiapan individu dalammelaksanakan tindakan ini kerap dipengaruhi oleh faktor psikologis,seperti persepsi terhadap risiko, tingkat kecemasan, serta motivasipribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspekpsikologis terhadap kesiapan wanita usia subur dalam melakukandeteksi dini kanker payudara setelah diberikan intervensi edukasipsikologis. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimentaldengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sebanyak 50wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Raja,Kabupaten Ogan Ilir, dipilih menggunakan metode purposive sampling.Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang dimodifikasi dariChampion’s Health Belief Model Scale (CHBMS). Intervensi edukasiberfokus pada peningkatan pemahaman tentang risiko kanker, manfaatdeteksi dini, serta penguatan motivasi dan kepercayaan diri. Hasilanalisis menunjukkan bahwa proporsi aspek psikologis kategori baikmeningkat dari 36% menjadi 78%, sementara kesiapan deteksi dinimeningkat dari 34% menjadi 80%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p= 0,008, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikanantara aspek psikologis dengan kesiapan deteksi dini. Kesimpulannya,edukasi psikologis mampu meningkatkan kesiapan wanita usia suburdalam melakukan tindakan pencegahan kanker payudara secara mandiri. Disarankan agar intervensi serupa diterapkan di layanan kesehatan tingkat dasar.
Hubungan Antara Menarche dan Pengetahuan Ibu Usia 40–60 Tahun dengan Kejadian Menopause Anggraini, Arie; Ernawati, Wahyu
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 4 No 2 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v4i2.1065

Abstract

Menurut WHO, setiap tahun sekitar 25 juta perempuan di dunia diperkirakan mengalami menopause, dengan Asia sebagai wilayah tertinggi kasus gejala awal menopause. Di Indonesia, prevalensi perempuan yang memasuki menopause sebesar 7,4% dari populasi, meningkat menjadi 11% pada tahun 2010, dan naik lagi menjadi 14% pada tahun 2015. Peningkatan ini dipengaruhi oleh bertambahnya usia harapan hidup dan perbaikan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia menarche dan pengetahuan ibu usia 40–60 tahun dengan kejadian menopause. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan seluruh ibu usia 40–60 tahun di RT 14 RW 03 Kelurahan Sukajaya Palembang sebanyak 36 orang sebagai sampel (sampling jenuh). Pengumpulan data dilakukan pada 10–18 Februari 2023 dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 23 responden (63,9%) sudah menopause, 13 responden (36,1%) belum menopause; menarche cepat dialami 17 orang (47,2%) dan menarche lambat 19 orang (52,8%); pengetahuan baik dimiliki 13 orang (36,1%), sedangkan 23 orang (63,9%) memiliki pengetahuan kurang. Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia menarche dengan kejadian menopause (p = 0,019) dan antara pengetahuan dengan kejadian menopause (p = 0,003), dengan p < 0,05. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi dan penyuluhan kesehatan tentang menopause agar ibu lebih siap dalam menghadapinya.
Pengetahuan dan Sikap Siswa SMA Negeri 12 Palembang terhadap Kehamilan Remaja Tahun 2024 Ernawati, Wahyu; Rahmawati, Eka
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 4 No 2 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v4i2.1084

Abstract

Kehamilan remaja merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang berdampak luas terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap siswa SMA Negeri 12 Palembang terhadap kehamilan remaja. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa kelas XI, dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik (60%) dan sikap positif terhadap pencegahan kehamilan remaja (72%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan siswa masih rendah meskipun sikap cenderung positif, sehingga diperlukan peningkatan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan.
Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Terhadap Pelaksanaan Senam Hamil di Puskesmas Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir Dewi, Ratna; Ernawati, Wahyu
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 5 (2024): Oktober 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i5.1473

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses alami yang dialami oleh seorang wanita yang menyebabkan perubahan fisik dan psikis akibat perubahan hormonal dan anatomi pada ibu hamil sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada kehamilan trimester ketiga seperti sembelit, sering buang air kecil, edema, insomnia, nyeri pinggang, sakit kepala, varises dan kesulitan bernapas. Senam hamil merupakan salah satu bentuk olah raga untuk memperkuat dan menjaga elastisitas otot dinding perut, ligamen dan otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pendidikan terhadap pelaksanaan senam hamil. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Sampelnya adalah ibu hamil trimester III (>28 minggu) yang berkunjung ke Puskesmas Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir diperoleh dengan teknik Accidental Sampling sebanyak 32 responden. Hasil uji statistik chi square menunjukkan terdapat pengetahuan (p = 0,017) dan pendidikan ibu (p = 0,008) dengan pelaksanaan senam hamil. Terdapat hubungan pengetahuan dan Pendidikan ibu terhadap pelaksanaan senam hamil pada ibu hamil di puskesmas sungai pinang.
HUBUNGAN UMUR IBU, PARITAS DAN PEKERJAAN DALAM PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS TOTOREJO Ayu Ketut Dianasari, Gusti; Yulizar, Yulizar; Ernawati, Wahyu; Aisyah, Siti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.293

Abstract

Indonesia is a country that has a large population. Indonesia is the 4th country with the largest population, namely in 2022 there are 2,757,738 people (Central Bureau of Statistics, 2023). According to Riskesdas (2018) the proportion of contraceptive use in women aged 10-54 years is as follows: condoms (1.1%), fem), 3 month injection (42.4%), no family planning (27.1%). The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age, parity, and work in use at the Totorejo Health Center. This type of research uses a research designcross sectional. The population in this study is all family planning acceptors in 2022 with a total of 4874 family planning acceptors. The sample in this study used the Slovin formula so that 98 family planning acceptors were obtained using a sampling techniquesystematic random sampling. Data were analyzed by testChi-Square. Univariate analysis found that 3-month injectable family planning acceptors totaled 59 respondents (60.2%), which was greater than acceptors who did not use 3-month injectable family planning, totaling 38 respondents (39.8%). The results of the bivariate analysis found that there was a significant relationship between maternal age where the value (P-Value = 0.001), there is a significant relationship between parities where the value (P-Value = 0.000), there is a significant relationship between jobs where (P-Value= 0.007) in the use of 3-month injectable birth control. The conclusion is that there is a relationship between mother's age, parity, and occupation with the use of 3-month injectable birth control. It is hoped that couples of childbearing age will choose contraception according to the needs of the mother.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pekerjaan Ibu dengan Kejadian Diare Pada Balita Ernawati, Wahyu; Dhamayanti, Reffi; Widiastini, Putu Monna Frisca
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i2.762

Abstract

Diarrhea is accompanied by spotting fluid or liquid , more than 3 times in 24 hours. According to UNICEF (The United Nations Children's Fund) in 2019 , diarrhea is the number two cause of death in the toddler in the world. In development country only 39 % patients get serious handling. Plaju health center in 2018 there were 297 toddlers suffering diarrhea and in 2019 there is an increasing from the previous year of 541 hit diarrhea. Influencing factor of the incidence of diarrhea, among them are education, employment, the age of a toddler, environmental, nutritional, social, economic, food / drink is consumed, and the factors of lactose ( milk formula) . The purpose of this research was to find out the relationship between education and employment mother with Diarrhea in Toddlers in Plaju health center in 2023. This research use Random Sampling method using simple random sampling technique in which data concerning the independent variables (Education and Employment of mother) and dependent variables (the incidence of Diarrhea) in univariate and bivariate analysis The research results obtained are signifficant relationships between education and incidence of diarrhea in the Plaju health center Palembang in 2023 (p value = 0.045) . There is a signifficant relationship between maternal employment and incidence of diarrhea in the Plaju health center in 2023 (p value = 0.050).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Frekuensi Pemeriksaan Kehamilan di Puskesmas Teluk Kijing Tahun 2024 Erika Lemestri; Intan Sari; Wahyu Ernawati; Putu Lusita Nati Indriani
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v14i2.514

Abstract

To reduce MMR in Indonesia, one of the efforts that can be made is to implement a health program for pregnant women in the form of Antenatal Care (ANC). Antenatal Care (pregnancy check-ups) aims to recognize and identify problems so that pregnancy health can be maintained, so that the mother and child are in the best possible condition at the time of delivery. The study aims to Factors Related to the Frequency of Pregnancy Check-ups at Teluk Kijing Public Health Center in 2024. This study design uses an analytical survey with a cross-sectional method. The population in this study were all pregnant women in the third trimester who checked their pregnancy in the work area of ​​Teluk Kijing Health Center, Musi Banyuasin Regency from January to December 2023, totaling 350 pregnant women. The sampling technique in this study was accidental sampling, namely samples were taken from respondents who happened to come to Teluk Kijing Health Center when the study was conducted. The analysis technique used Univariate, Bivariate (Chi square). Based on the results of the Chi Square statistical test, there was a partial relationship between economic status and the frequency of pregnancy check-ups at Teluk Kijing Health Center in 2024, the results obtained a p value = 0.002, there was a partial relationship between education and the frequency of pregnancy check-ups at Teluk Kijing Health Center in 2024, the results obtained a p value = 0.001, there was a partial relationship between knowledge and the frequency of pregnancy check-ups at Teluk Kijing Health Center in 2024, the results obtained a p value = 0.004. It is expected that the results of this study can be a picture for the health center to further improve health services, especially pregnancy examination services
Penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri Di Kota Palembang Anggraini, Arie; Ernawati, Wahyu
JURNAL PENGABDIAN KADER BANGSA Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kader Bangsa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jpkb.v2i1.1131

Abstract

Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, during this period many changes occur from biological, psychological, intellectual and economic changes. [1]. Based on data from the World Health Organization (WHO), as many as 33% of women experience reproductive health problems with poor conditions [3]. Meanwhile, based on data from the Global School Health Survey (GSHS), it states that around 3.3% of adolescents aged 15 to 19 years are diagnosed with AIDS, and there are only around 9.9% of adolescents aged 15-19 years who know about HIV/AIDS, as many as 0.7% of women and 4.5% of men stated that they had had sexual relations (Free Sex) [4]. The method used in this activity is counseling with lectures, and media slide presentations, leaflets, and flip charts. The target of this counseling is adolescent girls. This activity is measured by pretest evaluation, posttest with 15 questions to participants about reproductive health, reproductive health disorders and prevention of reproductive health disorders. The activity went well and had minimal obstacles. Reproductive health education for adolescent girls increased participants' knowledge by an average of 36.8 points. Fifty-three participants (88.3%) experienced a score increase of ≥ 36, while only seven (11.7%) experienced a score increase of ≤ 36.