Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Dampak Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Keterampilan Sosial Anak: The Impact of Parents' Socio-Economic Status on Children's Social Skills Atika, Aisyah Nur; Rasyid, Harun
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2018): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v7i2.1601

Abstract

This research was conducted with the aim to analyze regression the influence of parental socioeconomic status on the social skills of 5-6 year olds in Malang Regency. This research was carried out in Kindergaten Karangploso District, Malang Regency. The time of the study was from March to April 2018. The data collection used Harry King's Nomograph method in determining the sample of the population. The total population of 645 with the standard error 5% with a multiplier factor of 1.195. The sample number was 200.1 rounded to 200 samples of the Harry King Nomograph method. Data analysis used the IBM SPSS 20 program. Based on the results of the study it was found there was a significant and positive influence on the parental socioeconomic status on the social skills of children aged 5-6 years in Malang Regency. The better and the higher of the parental socio-economic status, the higher the child's social skills. The implications of research results indicate that the parental socio-economic status can support children's development, so this can be used as a guide for parents to be able to give attention to their children both to the parents of low, middle and high. Governments, communities, teachers, and parents to collaborate and to encourage the spirit to the children.
Perkembangan Motorik Anak Usia Dini 6 Sampai 24 Bulan Ditinjau dari Pemberian ASI Eksklusif Aisiyah, Laily Nur; Saputri, Senny Weyara Dienda; Atika, Aisyah Nur; Widiastuti, Reski Yulina
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1209

Abstract

ASI merupakan sumber nutrisi terpenting bayi, dan direkomendasikan untuk diberikan secara eksklusif selama 6 bulan mulai bayi dilahirkan.  Penelitian-penelitian terdahulu mengenai keterkaitan ASI dengan perkembangan motorik anak menemukan hasil yang bervariasi, sehingga dibutuhkan penelitian empiris dalam lingkup penelitian yang lebih luas.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan perkembangan motorik anak usia dini 6-24 bulan ditinjau dari pemberian ASI eksklusif.  Metode penelitian menggunakan penelitian komparatif, dengan pengambilan data menggunakan metode survei berbantuan kuisioner yang disebarluaskan melalui Google Form.  Subyek penelitian adalah 133 responden ibu yang mempunyai anak di usia 6-24 bulan yang didapatkan melalui metode incidental sampling.  Uji hipotesis menggunakan rumus Mann-Whitney dikarenakan data tidak normal.  Hasil uji hipotesis menemukan nilai signifikansi sebesar 0,180 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan dari perkembangan motorik anak usia dini 6-24 tahun ditinjau dari pemberian ASI eksklusif. 
Optimization of differentiated learning through training on innovative learning activities using Loose Parts Yuniarta Syarifatul Umami; Aisyah Nur Atika
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 10 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v10i1.14967

Abstract

The new paradigm of the Merdeka Curriculum emphasizes the implementation of differentiated learning, aiming to provide enjoyable learning experiences tailored to students' knowledge levels and learning needs. This Community Service Program is designed to train early childhood education (PAUD) teachers to adapt and innovate in Differentiated Learning using Loose Parts. The program targets PAUD teachers at the Cluster Activity Center (PKG) in Jelbuk District, Jember Regency. The participating community comprises 17 PAUD institutions, with a total of 30 PAUD teachers involved. The program is conducted in three stages: socialization, training, and best practice mentoring. Methods employed include lectures, quizzes, and project-based activities. Based on participant satisfaction questionnaires, the results of this community service initiative reveal high satisfaction scores: 96.67 percent in the attitude aspect, 90 percent in the knowledge aspect, and 90 percent in the skills aspect. Furthermore, through best practice activities, teachers achieved optimal knowledge and skill transfer. This will enable them to innovate Differentiated Learning activities using Loose Parts, which can be implemented in the learning activities of their respective PAUD institutions.
Efektivitas Buku The Golden Rule an Alpha Book Berbasis AR dalam Stimulasi Empati Anak Usia Dini Zahra, Fathimatuz; Budyawati, Luh Putu Indah; Atika, Aisyah Nur
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7704

Abstract

Usia dini adalah masa fondasi dasar dalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga perlu distimulasi secara menyeluruh, termasuk sikap empati. Empati merupakan salah satu dari karakter baik yang harus ditanamkan sejak dini dalam kehidupan manusia. Pembekalan sikap empati sedini mungkin dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya penyimpangan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan buku The Golden Rule an Alpha Book berbasis Augmented Reality sebagai media stimulasi empati anak usia dini di TK Dharma Indria 1 Jember. Penelitian ini menggunakan jenis pra eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Data dari penelitian ini diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Penelitian ini memperoleh hasil perhitungan pretest sebesar 56,89 sedangkan posttest menjadi 81,32. Terdapat peningkatan antara nilai pretest dan posttest sebesar 24,43. Perubahan tersebut terlihat setelah pemberian treatment. Anak menunjukkan sikap peduli, seperti senang, sedih, dan menolong orang di sekitarnya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan The Golden Rule an Alpha Book berbasis Augmented Reality efektif sebagai media stimulasi empati anak usia dini.
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA DI TK DHARMA INDRIA II Ayu Tri Agustin; Octavian Dwi Tanto; Yuli Tri Andini; Aisyah Nur Atika; Muchammad Arif Muchlisin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11206

Abstract

ABSTRACT the availability of training opportunities, but also the ways in which principals guide, involve, and place trust in teachers throughout their professional development. Studies on principal leadership and teacher human resource development are still frequently treated as separate areas, even though both intersect in the day-to-day management of educational institutions. This study describes principals’ leadership styles in developing teachers’ human resources across the stages of planning, implementation, monitoring, and evaluation at Dharma Indria II Kindergarten. A descriptive qualitative approach was employed, involving one principal, five teachers, and one administrative staff member selected through purposive sampling. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, then organized through thematic coding and narrative interpretation. The credibility of the findings was strengthened through source, technique, and theoretical triangulation. The principal’s leadership emerged as an adaptive practice that combined direct decision-making when competency needs required immediate attention, deliberation when development agendas were formulated, and the provision of professional autonomy when teachers implemented training outcomes in their classroom practices. These three orientations authoritarian, democratic, and laissez-faire operated situationally rather than as isolated leadership patterns. The findings suggest that teacher human resource development becomes more meaningful when training facilitation is connected to needs assessment, dialogic supervision, and reflection on the application of learning outcomes in classroom practice. ABSTRAK tersedianya pelatihan, tetapi juga dengan cara kepala sekolah mengarahkan, melibatkan, dan memberi kepercayaan kepada guru dalam proses profesionalnya. Kajian mengenai kepemimpinan kepala sekolah dan pengembangan SDM guru masih sering dipisahkan, padahal keduanya bertemu dalam praktik pengelolaan lembaga sehari-hari. Penelitian ini mendeskripsikan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan SDM guru pada tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi di TK Dharma Indria II. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan satu kepala sekolah, lima guru, dan satu tenaga kependidikan yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi selama proses penelitian, lalu ditata melalui pengodean tematik dan interpretasi naratif. Kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Kepemimpinan kepala sekolah tampak sebagai praktik adaptif yang memadukan keputusan langsung ketika kebutuhan kompetensi harus segera ditangani, musyawarah ketika agenda pengembangan dirumuskan, serta pemberian otonomi profesional ketika guru menerapkan hasil pelatihan dalam pembelajaran. Ketiga corak tersebut otoriter, demokratis, dan laissez-faire berfungsi secara situasional, bukan sebagai pola yang berdiri sendiri. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan SDM guru lebih bermakna ketika fasilitasi pelatihan dihubungkan dengan pemetaan kebutuhan, supervisi dialogis, dan refleksi atas penerapan hasil belajar di kelas.