Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Determinan Konsumsi Fast food pada Remaja dengan Pendekatan Social Cognitive Theory: Studi Literatur 2021-2025 Rifa Salsa Nabilla; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.142

Abstract

Perubahan gaya hidup dan globalisasi telah mendorong pergeseran pola konsumsi masyarakat, khususnya remaja, dari makanan tradisional menuju makanan cepat saji (Fast Food). Masalahnya, Fast food umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan garam, sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah gizi dan berbagai penyakit degeneratif. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi makanan cepat saji pada remaja berdasarkan pendekatan Social Cognitive Theory. Penelitian menggunakan metode Literature Review, yang dilakukan dengan meneliti berbagai studi yang bersumber dari publikasi baik nasional maupun internasional. Literatur diambil dari sumber-sumber elektronik termasuk PubMed, dan Google Scholar dan telah dipublikasikan Tahun 2021-2025. Konsumsi makanan cepat saji pada remaja dipengaruhi terutama oleh pengaruh teman sebaya, paparan media massa, dan besarnya uang saku. Pengetahuan dan sikap sebagai faktor personal yang paling sering diteliti namun hasilnya cenderung tidak berpengaruh. Orang tua perlu memperhatikan teman sebaya dan mengendalikan uang saku sebagai upaya mengendalikan konsumsi makanan cepat saji.
Cues to Action Prediktor Perilaku Merokok pada Remaja: Studi Literatur Tahun 2018-2024 Esti Nur fadila; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.148

Abstract

Merokok pada usia remaja masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang sulit dikendalikan karena dipengaruhi oleh faktor individu, sosial, dan lingkungan. Health Belief Model (HBM) sering digunakan sebagai kerangka teoritis untuk memahami perilaku kesehatan, termasuk perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran komponen HBM dalam menjelaskan perilaku merokok pada remaja melalui pendekatan studi literatur. Kajian dilakukan terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2018–2024 dan diperoleh dari basis data Google Scholar serta PubMed sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Hasil telaah menunjukkan bahwa keterkaitan antara konstruk HBM dan perilaku merokok remaja menunjukkan temuan yang bervariasi. Komponen perceived susceptibility hanya didukung oleh sekitar setengah dari studi yang ditinjau, sedangkan perceived severity dan perceived benefits menunjukkan hubungan yang lebih lemah. Perceived barriers ditemukan berpengaruh pada sebagian penelitian, namun tidak konsisten. Sebaliknya, cues to action menjadi komponen yang paling sering berhubungan dengan perilaku merokok remaja, terutama yang bersumber dari faktor eksternal seperti pengaruh orang tua, teman sebaya, dan media. Sementara itu, self-efficacy merupakan komponen yang paling jarang diteliti dan memiliki bukti pengaruh yang sangat terbatas. Kajian ini menyimpulkan bahwa HBM belum sepenuhnya efektif dalam menjelaskan perilaku merokok pada remaja karena karakteristik dampak merokok yang bersifat jangka panjang. Oleh sebab itu, upaya pencegahan sebaiknya lebih menitikberatkan pada faktor pemicu eksternal dan lingkungan sosial remaja.
Studi Literatur Perilaku Merokok Elektrik (Vape) Pada Remaja Menurut Social Cognitive Theory Tahun 2021-2025 Sanyatul Khasanah; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.151

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan remaja Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada remaja yang sebelumnya merupakan perokok konvensional, tetapi juga pada mereka yang langsung memulai kebiasaan merokok dengan vape. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena rokok elektrik berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok elektrik pada remaja berdasarkan pendekatan Social Cognitive Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Literatur dikumpulkan melalui basis data elektronik seperti PubMed dan Google Scholar, dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gaya hidup, persepsi individu terhadap risiko dan manfaat vape, serta motivasi personal. Sementara itu, faktor eksternal mencakup pengaruh teman sebaya, keberadaan anggota keluarga pengguna rokok elektrik, serta paparan iklan rokok elektrik di berbagai media. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku merokok elektrik pada remaja merupakan hasil interaksi antara faktor individu dan lingkungan sosial, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang komprehensif dan berbasis lingkungan.
Penerapan Social Cognitive Theory Terhadap Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Elektrik (Vape) pada Remaja Luqman Effendi; Siti Rosdiana
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.153

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja semakin meningkat dan berisiko membentuk kebiasaan merokok sejak usia dini. Perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan proses belajar melalui pengamatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan Social Cognitive Theory (SCT) dalam menjelaskan pencegahan dan pengendalian perilaku vaping pada remaja. Studi ini merupakan literature review yang dilakukan melalui database Google Scholar, Portal Garuda, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang tahun 2021–2025. Sebanyak delapan artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa perilaku vaping pada remaja berkaitan dengan pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan keluarga, paparan media sosial, serta rendahnya self-efficacy. Komponen SCT seperti modeling, outcome expectations, dan self-efficacy terbukti berperan dalam membentuk perilaku tersebut. Dapat disimpulkan bahwa SCT efektif digunakan sebagai dasar dalam memahami perilaku vaping dan merancang upaya pencegahan. Penguatan self-efficacy, keterlibatan keluarga dan sekolah, serta pengendalian promosi vape diperlukan untuk menekan penggunaan vape pada remaja.
Niat, Norma Sosial, dan Kontrol Diri dalam Perilaku Kurang Tidur Remaja: Tinjauan Literatur Berbasis Theory of Planned Behavior Shafiyya Azzahra Erwina Sari; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.155

Abstract

Perilaku kurang tidur pada remaja menjadi masalah kesehatan yang semakin umum dan dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial serta konteks sosial. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang menyebabkan perilaku kurang tidur pada remaja dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Pendekatan ini menekankan bagaimana sikap, norma yang dirasakan, dan control perilaku memengaruhi niat dan Tindakan individu. Penelitian dilakukan dengan menelaah berbagai artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang berkaitan dengan perilaku tidur remaja dan hubungannya dengan elemen TPB. Hasil analisis menunjukkan bahwa pandangan remaja yang menganggap begadangn sebagai hal biasa, pengaruh dari teman sebaya, dan lingkungan, serta kemampuan rendah dalam mengelola aktivitas malam dan penggunaan perangkat digital, berkontribusi pada perilaku kurang tidur. Temuan ini menunjukkan bahwa TPB bisa menjadi kerangka teoritis yang sesuai untuk memahami perilaku tidur remaja dan dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang intervensi promosi kesehatan yang lebih efektif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi aktifitas fisik pada remaja dengan pendekatan Health Belief Model: Studi Literatur 2020-2025 Ariel Ardiansyah; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.158

Abstract

Perubahan gaya hidup akibat kemajuan teknologi membuat remaja semakin jarang bergerak dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan aktivitas sedentari, seperti bermain gawai dan media sosial. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Penelitian ini untuk mengetahui Faktor - faktor yang mempengaruhi aktifitas fisik pada remaja dengan pendekatan health belief model Penelitian menggunakan metode Literature Review, yang dilakukan dengan meneliti berbagai studi yang bersumber dari publikasi baik nasional maupun internasional. Literatur diambil dari sumber-sumber elektronik termasuk PubMed, dan Google Scholar dan telah dipublikasikan Tahun 2020-2025. Hasil perilaku aktivitas fisik pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, terutama faktor individu dan lingkungan sosial. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut sejalan dengan pendekatan Health Belief Model, di mana persepsi, keyakinan, dan dukungan lingkungan berperan penting dalam membentuk perilaku aktivitas fisik pada remaja.  
Tinjauan Pustaka: Determinan Perilaku Kurang Tidur pada Remaja Berdasarkan Social Conogtive Theory Divya Salsabilla Vemala Putri; Luqman Effendi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6961

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan, termasuk pola tidur. Saat ini, perilaku kurang tidur atau begadang menjadi masalah yang umum terjadi pada remaja, yang sering dikaitkan dengan tuntutan akademik, penggunaan gawai yang berlebiha, serta pengaruh lingkungan sosial. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak negative terhadap kesejahteraan fisik mental, dan prestasi belajar. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis determinan perilaku kurang tidur pada remaja berdasarkan Social Conogtive Theory (SCT). SCT menekankan adanya interaksi antara faktor personal, lingkungan, dan perilaku dalam membentuk suatu perilaku kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi deskripsi berbasis tinjauan literatur terhadap jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan perilaku kurang tidur remaja dan komponen (SCT). Hasil kajian menunjukan bahwa perilaku kurang tidur pada remaja di pengaruhi oleh faktor personal seperti pengetahuan, sikap, dan seld-efficacy, serta faktor lingkungan seperti pengaruh teman sebaya, peran keluarga, dan paparan media digital. Selain itu, proses pembelajaran observasional dan penguatan pwerilaku turut berperan dalam mempertahankan kebiasaan tidur yang tidak sehat.
Determinan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja Menurut Teori Health Belief Model (HBM): Studi Literatur Tahun 2019-2024 Sitatul Hajah Fatimah; Luqman Effendi
Inovasi Kesehatan Global Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v3i1.2768

Abstract

Premarital sex is sexual intercourse outside of legal or religious marriage. This behavior can cause various problems such as sexually transmitted diseases, unplanned pregnancies, and encourage early marriage. Analyzing the determinants of adolescent premarital sex based on the Health Belief Model. Using a literature review approach, this study analyzes several academic references such as journals, books, encyclopedias, and others that discuss the topic of premarital sex among adolescents based on the Health Belief Model (HBM) Theory. This study uses seven journals, with sources from the last six years. The study began in October-November 2025. Based on the analysis, there is a relationship between perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, perceived self-efficacy, cues to action, and premarital sex behavior among adolescents. The conclusion shows that in all seven studies, the main components of HBM are significantly related to this behavior. For adolescents, it is recommended to better understand premarital sex behavior by seeking appropriate information and selecting positive friends and social environments so as not to be influenced by negative things or the urge to engage in premarital sex behavior.