Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Studi Literatur Perilaku Merokok Elektrik (Vape) Pada Remaja Menurut Social Cognitive Theory Tahun 2021-2025 Sanyatul Khasanah; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.151

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan remaja Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada remaja yang sebelumnya merupakan perokok konvensional, tetapi juga pada mereka yang langsung memulai kebiasaan merokok dengan vape. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena rokok elektrik berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok elektrik pada remaja berdasarkan pendekatan Social Cognitive Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Literatur dikumpulkan melalui basis data elektronik seperti PubMed dan Google Scholar, dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gaya hidup, persepsi individu terhadap risiko dan manfaat vape, serta motivasi personal. Sementara itu, faktor eksternal mencakup pengaruh teman sebaya, keberadaan anggota keluarga pengguna rokok elektrik, serta paparan iklan rokok elektrik di berbagai media. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku merokok elektrik pada remaja merupakan hasil interaksi antara faktor individu dan lingkungan sosial, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang komprehensif dan berbasis lingkungan.
Penerapan Social Cognitive Theory Terhadap Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Elektrik (Vape) pada Remaja Luqman Effendi; Siti Rosdiana
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.153

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja semakin meningkat dan berisiko membentuk kebiasaan merokok sejak usia dini. Perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan proses belajar melalui pengamatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan Social Cognitive Theory (SCT) dalam menjelaskan pencegahan dan pengendalian perilaku vaping pada remaja. Studi ini merupakan literature review yang dilakukan melalui database Google Scholar, Portal Garuda, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang tahun 2021–2025. Sebanyak delapan artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa perilaku vaping pada remaja berkaitan dengan pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan keluarga, paparan media sosial, serta rendahnya self-efficacy. Komponen SCT seperti modeling, outcome expectations, dan self-efficacy terbukti berperan dalam membentuk perilaku tersebut. Dapat disimpulkan bahwa SCT efektif digunakan sebagai dasar dalam memahami perilaku vaping dan merancang upaya pencegahan. Penguatan self-efficacy, keterlibatan keluarga dan sekolah, serta pengendalian promosi vape diperlukan untuk menekan penggunaan vape pada remaja.
Niat, Norma Sosial, dan Kontrol Diri dalam Perilaku Kurang Tidur Remaja: Tinjauan Literatur Berbasis Theory of Planned Behavior Shafiyya Azzahra Erwina Sari; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.155

Abstract

Perilaku kurang tidur pada remaja menjadi masalah kesehatan yang semakin umum dan dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial serta konteks sosial. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang menyebabkan perilaku kurang tidur pada remaja dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Pendekatan ini menekankan bagaimana sikap, norma yang dirasakan, dan control perilaku memengaruhi niat dan Tindakan individu. Penelitian dilakukan dengan menelaah berbagai artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang berkaitan dengan perilaku tidur remaja dan hubungannya dengan elemen TPB. Hasil analisis menunjukkan bahwa pandangan remaja yang menganggap begadangn sebagai hal biasa, pengaruh dari teman sebaya, dan lingkungan, serta kemampuan rendah dalam mengelola aktivitas malam dan penggunaan perangkat digital, berkontribusi pada perilaku kurang tidur. Temuan ini menunjukkan bahwa TPB bisa menjadi kerangka teoritis yang sesuai untuk memahami perilaku tidur remaja dan dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang intervensi promosi kesehatan yang lebih efektif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi aktifitas fisik pada remaja dengan pendekatan Health Belief Model: Studi Literatur 2020-2025 Ariel Ardiansyah; Luqman Effendi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.158

Abstract

Perubahan gaya hidup akibat kemajuan teknologi membuat remaja semakin jarang bergerak dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan aktivitas sedentari, seperti bermain gawai dan media sosial. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Penelitian ini untuk mengetahui Faktor - faktor yang mempengaruhi aktifitas fisik pada remaja dengan pendekatan health belief model Penelitian menggunakan metode Literature Review, yang dilakukan dengan meneliti berbagai studi yang bersumber dari publikasi baik nasional maupun internasional. Literatur diambil dari sumber-sumber elektronik termasuk PubMed, dan Google Scholar dan telah dipublikasikan Tahun 2020-2025. Hasil perilaku aktivitas fisik pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, terutama faktor individu dan lingkungan sosial. Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut sejalan dengan pendekatan Health Belief Model, di mana persepsi, keyakinan, dan dukungan lingkungan berperan penting dalam membentuk perilaku aktivitas fisik pada remaja.