Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

POTENSI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Kumara Dewi, Ni Wayan Rika; Yasa, Gede Trima; Swari Santi, Made Dwike
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH): Volume 21, No 2, Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i2.3855

Abstract

ABSTRACTRed ginger (Zingiber officinale var. rubrum) is one of the herbal plants that contains phenolic compounds, essential oils, and non-volatile oils. The content of secondary metabolites in red ginger can provide antioxidant activity. This research aimed to determine the potential of 96% ethanol extract of red ginger rhizomes as an antioxidant using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The research method used was a laboratory experiment. The standards used were quercetin and ethanol extract of red ginger rhizome were tested at concentrations of 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, and 125 ppm. The results of the antioxidant activity study showed the IC50 value of the ethanol extract of red ginger rhizome of 46.91 ppm (AAI = 2.3) and the IC50 value of quercetin as a standard of 10.02 ppm. An IC50 value 50 ppm means that the ethanol extract of red ginger rhizome has very strong antioxidant activity, so it has the potential as a natural antioxidant.Keywords:  red ginger (Zingiber officinale var.rubrum), antioxidant, DPPH.ABSTRAKJahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) adalah salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa fenolik, minyak atsiri, dan minyak non volatil. Kandungan metabolit sekunder pada jahe merah mampu memberikan aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak etanol 96% rimpang jahe merah sebagai antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Standar yang digunakan adalah kuersetin dan ekstrak etanol rimpang jahe merah yang diuji pada konsentrasi 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, 125 ppm. Hasil penelitian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol rimpang jahe merah sebesar 46,91 ppm (AAI=2,3) dan nilai IC50 kuersetin sebagai standar sebesar 10,02 ppm. Nilai IC50 50 ppm berarti ekstrak etanol rimpang jahe merah memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, sehingga memiliki potensi sebagai antioksidan alami.Kata kunci: jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum), antioksidan, DPPH.
FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK ETANOL 96% DAGING LABU KUNING (Curcurbita maxima D.) Suastini, Ni Made; Rika Kumara Dewi, Ni Wayan; Prita Artika, Made
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH)-The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i1.3311

Abstract

Latar belakang: Senyawa flavonoid mempunyai sifat antioksidan. Labu kuning mengandung flovanoid dan karotenoid sebagai penguat sel yang mampu menekan ROS (Reactive Oxygen Species) sehingga infeksi regenerative dan penuaan dini pada kulit dapat dicegah. Tujuan: Untuk mengetahui kadar total flavonoid pada labu kuning (Curcurbita maxima D.) Metode: Penelitian ini menggunakan metoda ekperimental laboratorium. Metode ekstraksi yang digunakan maserasi dan skrining fitokimia. Analisis kadar total flavonoid pada ekstrak etanol labu kuning menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil: Variasi konsentrasi ekstrak 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm, dan 100 ppm. Standar yang digunakan kuersetin. Hasil analisis kadar total flavonoid adalah pada konsentrasi 20 ppm (18,23%), 40 ppm (18,50%), 60 ppm (20,11%), 80 ppm (22,40 %), dan 100 ppm (24,05%). Sehingga terlihat peningkatan kadar total flavonoid sesuai dengan peningkatan konsentrasi ekstrak etanol labu kuning. Kesimpulan: Ekstrak etanol labu kuning (Curcurbita maxima D.) mengandung senyawa golongan flavonoid.