Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

POTENSI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Kumara Dewi, Ni Wayan Rika; Yasa, Gede Trima; Swari Santi, Made Dwike
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH): Volume 21, No 2, Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i2.3855

Abstract

ABSTRACTRed ginger (Zingiber officinale var. rubrum) is one of the herbal plants that contains phenolic compounds, essential oils, and non-volatile oils. The content of secondary metabolites in red ginger can provide antioxidant activity. This research aimed to determine the potential of 96% ethanol extract of red ginger rhizomes as an antioxidant using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The research method used was a laboratory experiment. The standards used were quercetin and ethanol extract of red ginger rhizome were tested at concentrations of 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, and 125 ppm. The results of the antioxidant activity study showed the IC50 value of the ethanol extract of red ginger rhizome of 46.91 ppm (AAI = 2.3) and the IC50 value of quercetin as a standard of 10.02 ppm. An IC50 value 50 ppm means that the ethanol extract of red ginger rhizome has very strong antioxidant activity, so it has the potential as a natural antioxidant.Keywords:  red ginger (Zingiber officinale var.rubrum), antioxidant, DPPH.ABSTRAKJahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) adalah salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa fenolik, minyak atsiri, dan minyak non volatil. Kandungan metabolit sekunder pada jahe merah mampu memberikan aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak etanol 96% rimpang jahe merah sebagai antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Standar yang digunakan adalah kuersetin dan ekstrak etanol rimpang jahe merah yang diuji pada konsentrasi 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, 125 ppm. Hasil penelitian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol rimpang jahe merah sebesar 46,91 ppm (AAI=2,3) dan nilai IC50 kuersetin sebagai standar sebesar 10,02 ppm. Nilai IC50 50 ppm berarti ekstrak etanol rimpang jahe merah memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, sehingga memiliki potensi sebagai antioksidan alami.Kata kunci: jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum), antioksidan, DPPH.
FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK ETANOL 96% DAGING LABU KUNING (Curcurbita maxima D.) Suastini, Ni Made; Rika Kumara Dewi, Ni Wayan; Prita Artika, Made
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH)-The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i1.3311

Abstract

Latar belakang: Senyawa flavonoid mempunyai sifat antioksidan. Labu kuning mengandung flovanoid dan karotenoid sebagai penguat sel yang mampu menekan ROS (Reactive Oxygen Species) sehingga infeksi regenerative dan penuaan dini pada kulit dapat dicegah. Tujuan: Untuk mengetahui kadar total flavonoid pada labu kuning (Curcurbita maxima D.) Metode: Penelitian ini menggunakan metoda ekperimental laboratorium. Metode ekstraksi yang digunakan maserasi dan skrining fitokimia. Analisis kadar total flavonoid pada ekstrak etanol labu kuning menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil: Variasi konsentrasi ekstrak 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm, dan 100 ppm. Standar yang digunakan kuersetin. Hasil analisis kadar total flavonoid adalah pada konsentrasi 20 ppm (18,23%), 40 ppm (18,50%), 60 ppm (20,11%), 80 ppm (22,40 %), dan 100 ppm (24,05%). Sehingga terlihat peningkatan kadar total flavonoid sesuai dengan peningkatan konsentrasi ekstrak etanol labu kuning. Kesimpulan: Ekstrak etanol labu kuning (Curcurbita maxima D.) mengandung senyawa golongan flavonoid.
Determination of Total Polyphenol Content in Bali Local Red Pomegranate (Punica granatum L.) Peel Extract Using UV-Vis Spectrophotometry Kumara Dewi, Ni Wayan Rika; Mahardika, Ida Bagus Putra; Swari Santi, Made Dwike; Ugrasena, Putu Yudha
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 22, No 2 (2025): Jurnal Skala Husada (JSH): The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v22i2.4306

Abstract

ABSTRACTPomegranate (Punica granatum L.) peel is a major agro-industrial byproduct rich in bioactive compounds, particularly polyphenols, which have attracted increasing interest for functional food and phytopharmaceutical applications. However, studies specifically analyzing the total polyphenol content of the local Balinese red pomegranate peel are still limited. This study aimed to determine the total polyphenol content and perform phytochemical screening of the red pomegranate peel collected from Bali, Indonesia. The research employed an experimental laboratory design. Red pomegranate peels were collected from Jadi Village, Tabanan Regency, Bali. The peels were dried, powdered, and extracted by maceration using 96% ethanol. Phytochemical screening was performed to detect major secondary metabolites. The total polyphenol content was determined using the Folin-Ciocalteu method with gallic acid as the standard, measured by UV-Vis spectrophotometry at 765 nm. All analyses were conducted in triplicate. The extraction yielded 25.78% of viscous ethanol extract. Phytochemical screening confirmed the presence of flavonoids, tannins, saponins, and steroids/triterpenoids. The standard gallic acid calibration curve showed good linearity with a correlation coefficient (R²) of 0.9916. The total polyphenol content was found to be 147.953 mg GAE/g at 1,000 ppm concentration and 34.136 mg GAE/g at 100 ppm. The findings demonstrate that the local Balinese red pomegranate peel contains significant polyphenolic compounds and secondary metabolites with antioxidant potential. This supports its potential for valorization as a source of natural antioxidants for functional food, nutraceutical, or sustainable packaging applications. Further studies are recommended to assess its antioxidant activity and to compare seasonal and varietal variations.Keywords:  Punica granatum L.; polyphenol content; Folin-Ciocalteu; UV-Vis spectrophotometry; phytochemical screening.ABSTRAKKulit delima (Punica granatum L.) adalah produk sampingan agro-industri utama yang kaya akan senyawa bioaktif, terutama polifenol, yang semakin menarik minat untuk aplikasi makanan fungsional dan fitofarmasi. Namun, studi yang secara khusus menganalisis total kandungan polifenol dari kulit buah delima merah Bali lokal masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menentukan kandungan total polifenol dan melakukan skrining fitokimia pada kulit buah delima merah yang dikumpulkan dari Bali, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain laboratorium eksperimental. Kulit delima merah dikumpulkan dari Desa Jadi, Kabupaten Tabanan, Bali. Kulit buah delima dikeringkan, dihaluskan, dan diekstraksi dengan cara perendaman menggunakan etanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan untuk mendeteksi metabolit sekunder utama. Kandungan total polifenol ditentukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada 765 nm. Semua analisis dilakukan dalam triplikat. Ekstraksi menghasilkan 25,78% ekstrak etanol kental. Skrining fitokimia mengkonfirmasi keberadaan flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid. Kurva kalibrasi asam galat standar menunjukkan linearitas yang baik dengan koefisien korelasi (R²) sebesar 0,9916. Kandungan total polifenol ditemukan sebesar 147,953 mg GAE/g pada konsentrasi 1.000 ppm dan 34,136 mg GAE/g pada 100 ppm. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kulit delima merah Bali lokal mengandung senyawa polifenolik yang signifikan dan metabolit sekunder dengan potensi antioksidan. Ini mendukung potensinya untuk valorizasi sebagai sumber antioksidan alami untuk makanan fungsional, nutraceutical, atau aplikasi kemasan berkelanjutan. Studi lebih lanjut direkomendasikan untuk menilai aktivitas antioksidannya dan membandingkan variasi musiman serta varietas. Kata kunci:Punica granatum L.; kandungan polifenol; Folin-Ciocalteu; spektrofotometri UV-Vis; skrining fitokimia.
ANTIOXIDANT POTENTIAL OF NANO SPRAY GEL FORMULATION FROM FERMENTED RED GINGER EXTRACT (Zingiber officinale var. rubrum) Kumara Dewi, Ni Wayan Rika; Melista Putri, Putu; Shizuka, Ni Putu
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 22 No 2 (2025): Jurnal Skala Husada (JSH): The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v22i2.4134

Abstract

ABSTRACTRed ginger (Zingiber officinale var. rubrum) is a medicinal plant rich in bioactive compounds such as gingerol and shogaol, which possess strong antioxidant activity. Fermentation using the fungus Trichoderma harzianum can enhance the content of these active compounds. This study aims to determine the antioxidant potential of a topical nano spray gel formulation using fermented red ginger extract. The research employed an experimental laboratory method with varying concentrations of fermented red ginger extract at 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75%, and 1% in the nano spray gel formulation. Quercetin was used as a positive control. Antioxidant activity was tested using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. Absorbance measurements were conducted using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 400–600 nm, and the IC₅₀ value was determined using a linear regression equation in Microsoft Excel. The test results showed that the formulation with a 0.75% concentration had an IC₅₀ value of 74.84 ppm and was classified as a strong antioxidant based on Blois classification. The higher the extract concentration, the stronger the antioxidant activity, with the optimal point observed at 0.75%. Based on these results, it can be concluded that red ginger fermentation can enhance antioxidant activity, and the nano spray gel is an effective topical dosage form for delivering active compounds to the skin. This research is expected to serve as a reference for the development of topical herbal formulations based on local plants rich in antioxidants.Keywords:  : red ginger, fermented, nano spray gel, antioxidant, DPPH.ABSTRAKJahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman herbal yang kaya akan senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Fermentasi dengan jamur Trichoderma harzianum dapat meningkatkan kandungan senyawa aktif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dari sediaan topikal nano spray gel yang diformulasikan menggunakan ekstrak fermentasi jahe merah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi ekstrak fermentasi jahe merah sebesar 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1% dalam sediaan nano spray gel. Kuersetin digunakan sebagai kontrol positif. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 400-600 nm, untuk menentukan nilai IC₅₀ didapatkan menggunakan persamaan regresi linear menggunakan Microsoft excel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sediaan dengan konsentrasi 0,75% memiliki nilai IC₅₀ sebesar 74,84 ppm dan tergolong sebagai antioksidan kuat berdasarkan klasifikasi Blois. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin kuat pula aktivitas antioksidannya hingga titik optimum pada konsentrasi 0,75%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fermentasi jahe merah mampu meningkatkan aktivitas antioksidan dan sediaan nano spray gel merupakan bentuk sediaan topikal yang efektif untuk mengantarkan senyawa aktif ke kulit. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sediaan herbal topikal berbasis tanaman lokal yang kaya antioksidan.Kata kunci: jahe merah, fermentasi, nano spray gel, antioksidan, DPPH.
Antiinflamatory Potential of Red Ginger (Zingiber officinale var.rubrum) In Vivo Kumara Dewi, Ni Wayan Rika; Putri, Putu Melista; Susianto, M Kurniawan
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 22 No 2 (2025): Jurnal Skala Husada (JSH): The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v22i2.4171

Abstract

ABSTRACTInflammation is a biological response to infection, irritation, or injury, characterized by redness, heat, swelling, and pain. Anti-inflammatory drugs are commonly used to manage inflammation; however, their side effects have led to increased interest in natural alternatives. This study aimed to evaluate the anti-inflammatory potential of red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) extract in vivo using 25 male white mice (Mus musculus). A post-test only control group design was employed, with mice randomly divided into five groups: negative control (1% CMC-Na), positive control (sodium diclofenac), and treatment groups receiving red ginger extract at concentrations of 0.5%, 1%, and 1.5%. The treatments were applied topically by spraying the footpads after induction with 1% carrageenan. Paw edema was measured using a plethysmometer at specific time intervals. The results showed that the 1.5% red ginger extract had the most significant anti-inflammatory effect, with an average area under the curve (AUC) value of 0.11 mL and anti-inflammatory activity (%AIA) of 25.42%, closely approaching the effect of sodium diclofenac. These findings suggest that red ginger extract has strong potential as a natural anti-inflammatory agent and may serve as an effective herbal alternative to conventional anti-inflammatory therapies.Keywords: red ginger, anti-inflammatory, AUC, %AIA, edema.ABSTRAKInflamasi merupakan respons biologis tubuh terhadap infeksi, iritasi, atau cedera yang ditandai dengan kemerahan, panas, nyeri, dan pembengkakan. Obat antiinflamasi umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi ini, namun efek samping yang ditimbulkan mendorong pencarian alternatif berbahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antiinflamasi ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) secara in vivo pada 25 ekor mencit jantan putih (Mus musculus). Penelitian menggunakan desain post test only control group dan mencit dibagi secara acak dalam lima kelompok: kontrol negatif (CMC-Na 1%), kontrol positif (natrium diklofenak), serta ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5%. Perlakuan diberikan secara topikal dengan cara disemprotkan pada telapak kaki mencit setelah diinduksi menggunakan larutan karagenan 1%. Volume edema diukur menggunakan plethysmometer pada interval waktu tertentu. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah 1,5% memberikan efek antiinflamasi paling signifikan dengan nilai rata-rata area under the curve (AUC) sebesar 0,11 mL dan persentase daya antiinflamasi (%DAI) sebesar 25,42%, mendekati efektivitas natrium diklofenak. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah berpotensi sebagai agen antiinflamasi alami yang efektif.Kata kunci: jahe merah, antiinflamasi, AUC, %DAI, edema
Determination of Total Polyphenol Content in Bali Local Red Pomegranate (Punica granatum L.) Peel Extract Using UV-Vis Spectrophotometry Kumara Dewi, Ni Wayan Rika; Mahardika, Ida Bagus Putra; Swari Santi, Made Dwike; Ugrasena, Putu Yudha
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 22 No 2 (2025): Jurnal Skala Husada (JSH): The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v22i2.4306

Abstract

ABSTRACTPomegranate (Punica granatum L.) peel is a major agro-industrial byproduct rich in bioactive compounds, particularly polyphenols, which have attracted increasing interest for functional food and phytopharmaceutical applications. However, studies specifically analyzing the total polyphenol content of the local Balinese red pomegranate peel are still limited. This study aimed to determine the total polyphenol content and perform phytochemical screening of the red pomegranate peel collected from Bali, Indonesia. The research employed an experimental laboratory design. Red pomegranate peels were collected from Jadi Village, Tabanan Regency, Bali. The peels were dried, powdered, and extracted by maceration using 96% ethanol. Phytochemical screening was performed to detect major secondary metabolites. The total polyphenol content was determined using the Folin-Ciocalteu method with gallic acid as the standard, measured by UV-Vis spectrophotometry at 765 nm. All analyses were conducted in triplicate. The extraction yielded 25.78% of viscous ethanol extract. Phytochemical screening confirmed the presence of flavonoids, tannins, saponins, and steroids/triterpenoids. The standard gallic acid calibration curve showed good linearity with a correlation coefficient (R²) of 0.9916. The total polyphenol content was found to be 147.953 mg GAE/g at 1,000 ppm concentration and 34.136 mg GAE/g at 100 ppm. The findings demonstrate that the local Balinese red pomegranate peel contains significant polyphenolic compounds and secondary metabolites with antioxidant potential. This supports its potential for valorization as a source of natural antioxidants for functional food, nutraceutical, or sustainable packaging applications. Further studies are recommended to assess its antioxidant activity and to compare seasonal and varietal variations.Keywords:  Punica granatum L.; polyphenol content; Folin-Ciocalteu; UV-Vis spectrophotometry; phytochemical screening.ABSTRAKKulit delima (Punica granatum L.) adalah produk sampingan agro-industri utama yang kaya akan senyawa bioaktif, terutama polifenol, yang semakin menarik minat untuk aplikasi makanan fungsional dan fitofarmasi. Namun, studi yang secara khusus menganalisis total kandungan polifenol dari kulit buah delima merah Bali lokal masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menentukan kandungan total polifenol dan melakukan skrining fitokimia pada kulit buah delima merah yang dikumpulkan dari Bali, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain laboratorium eksperimental. Kulit delima merah dikumpulkan dari Desa Jadi, Kabupaten Tabanan, Bali. Kulit buah delima dikeringkan, dihaluskan, dan diekstraksi dengan cara perendaman menggunakan etanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan untuk mendeteksi metabolit sekunder utama. Kandungan total polifenol ditentukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada 765 nm. Semua analisis dilakukan dalam triplikat. Ekstraksi menghasilkan 25,78% ekstrak etanol kental. Skrining fitokimia mengkonfirmasi keberadaan flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid. Kurva kalibrasi asam galat standar menunjukkan linearitas yang baik dengan koefisien korelasi (R²) sebesar 0,9916. Kandungan total polifenol ditemukan sebesar 147,953 mg GAE/g pada konsentrasi 1.000 ppm dan 34,136 mg GAE/g pada 100 ppm. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kulit delima merah Bali lokal mengandung senyawa polifenolik yang signifikan dan metabolit sekunder dengan potensi antioksidan. Ini mendukung potensinya untuk valorizasi sebagai sumber antioksidan alami untuk makanan fungsional, nutraceutical, atau aplikasi kemasan berkelanjutan. Studi lebih lanjut direkomendasikan untuk menilai aktivitas antioksidannya dan membandingkan variasi musiman serta varietas. Kata kunci:Punica granatum L.; kandungan polifenol; Folin-Ciocalteu; spektrofotometri UV-Vis; skrining fitokimia.