Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PETRISSAGE BACK MASSAGE KOMBINASI ESSENTIAL OIL LAVENDER TERHADAP SKALA NYERI KALA 1 FASE AKTIF DI DESA KARANGSUKO Andikasari, Eprilia Redita; Wijayanti, Tut Rayani Aksohini
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15305

Abstract

Labor pain during the active phase of the first stage of labor is an intense experience for laboring mothers. Petrissage back massage combined with lavender essential oil can be an effective non-pharmacological pain management alternative. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of petrissage back massage combined with lavender essential oil in reducing pain levels in laboring mothers during the active phase of the first stage. This was a pre-experimental study with a one-group pretest and posttest design, involving 25 laboring mothers. The intervention was petrissage back massage combined with lavender essential oil for 15 minutes. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Pain levels were then compared using the Wilcoxon test. The analysis showed that the majority of pain scores in the pre-intervention phase were 8 (64%) and in the post-intervention phase were 7 (56%). The Wilcoxon test showed a p-value of <0.001, with a Z-value of -4.320. The study concluded that petrissage back massage combined with lavender essential oil is effective in reducing pain levels in the active phase of the first stage of labor.Keywords: petrissage massage; lavender essential oil; labor pain; active phase of first stage of laborABSTRAK Nyeri persalinan kala 1 fase aktif merupakan pengalaman yang intens bagi ibu bersalin. Petrissage back massage kombinasi essential oil lavender dapat menjadi alternatif manajemen nyeri non-farmakologis yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas petrissage back massage kombinasi essential oil lavender untuk menurunkan tingkat nyeri pada ibu bersalin kala 1 fase aktif. Penelitian ini merupakan studi pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest and posttest, yang melibatkan 25 ibu bersalin. Intervensi yang dilakukan adalah petrissage back massage kombinasi essential oil lavender selama 15 menit. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) pada fase sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya tingkat nyeri dibandingkan dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas skor tingkat nyeri pada fase sebelum intervensi adalah 8 (64%) dan pada fase sesudah intervensi adalah 7 (56%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p adalah <0,001, dengan nilai Z adalah -4,320. Sebagai kesimpulan, dinyatakan bahwa petrissage back massage kombinasi essential oil lavender efektif untuk menurunkan tingkat nyeri kala 1 fase aktif persalinan.Kata kunci: petrissage massage; essential oil lavender; nyeri persalinan; kala 1 fase aktif
Pengaruh Pijat Bayi Usia 3-6 Bulan Terhadap Kuantitas Tidur Bayi Di PMB Tiwuk Kabupaten Lumajang Triasmawarni, Silvia; Wijayanti, Tut Rayani Aksohini
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 1 (2025): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v5i1.134

Abstract

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar bayi yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Namun, gangguan tidur masih sering terjadi pada bayi usia 3–6 bulan, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya stimulasi fisik yang menenangkan. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah pijat bayi, yang dipercaya dapat memberikan efek relaksasi dan meningkatkan kualitas serta kuantitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan kelompok tunggal (one group) dan rancangan pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah 30 bayi berusia 3–6 bulan yang dipilih melalui teknik total sampling di wilayah kerja PMB Tiwuk Kabupaten Lumajang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,02 yang lebih kecil dari nilai α (0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kuantitas tidur bayi sebelum dan sesudah intervensi pijat bayi. Intervensi sederhana seperti pijat bayi dapat digunakan sebagai salah satu metode non-farmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur bayi. Hasil ini sejalan dengan teori bahwa stimulasi sentuhan pada bayi dapat memberikan rasa nyaman dan relaksasi, yang pada akhirnya meningkatkan waktu tidur bayi
Pengaruh Pemberian Pisang Ambon Terhadap Kenaikan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trisemester 3 Di Polindes Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo Wulansari, Dewi; Wijayanti, Tut Rayani Aksohini
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v10i2.505

Abstract

Kapasitas seorang ibu kemudian janin yang dikandungnya dalam memperoleh suplai oksigen yang memadai selama kehamilan dapat terhambat akibat anemia, suatu kondisi yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin maupun sel darah merah. Kekurangan zat besi dalam asupan harian, meningkatnya kebutuhan metabolik, gangguan absorpsi, serta perdarahan hebat turut berkontribusi terhadap munculnya anemia pada ibu hamil. Terdapat pendekatan farmakologis, seperti suplementasi zat besi, kemudian intervensi non-farmakologis untuk menangani anemia. Salah satu alternatif non-farmakologis ialah konsumsi Pisang Ambon (varietas pisang tertentu). Buah ini kaya akan zat besi, vitamin C, serta vitamin B6 yang berperan dalam sintesis hemoglobin kemudian eritrosit. Kebutuhan zat besi selama kehamilan dapat tercukupi dengan mengonsumsi dua buah Pisang Ambon setiap hari. Riset ini mengadopsi desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest kelompok kontrol. Populasi terdiri dari ibu hamil trimester tiga yang mengalami anemia di wilayah Polindes Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Sebanyak tiga puluh partisipan dibagi secara merata ke dalam kelompok kontrol kemudian intervensi. Selama dua pekan, kelompok intervensi diberikan dua buah Pisang Ambon setiap hari. Kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Easytouch GCHB. Berdasarkan analisis statistik dengan uji Paired T-test (nilai p = 0.000), konsumsi Pisang Ambon secara bermakna meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester tiga yang mengalami anemia.
Pengaruh Konsumsi Jantung Pisang terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas di Praktek Mandiri Bidan Wahyu Surawati Saida, Saida; Tut Rayani Aksohini Wijayanti
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i3.175

Abstract

Latar Belakang :Salah satu aspek paling krusial demi memastikan generasi berikutnya memenuhi standar tinggi kita ialah tersedianya dukungan nutrisi yang memadai bagi bayi, yang disalurkan melalui ASI. Tim riset di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Wahyu Surawati berupaya menyelidiki apakah konsumsi bunga pisang oleh ibu pascapersalinan mampu meningkatkan produksi ASI. Tujuan : Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak mengonsumsi jantung pisang terhadap kelancaran ASI bagi ibu menyusui. Metode : Riset ini mengaplikasikan metode quasi-eksperimental dengan menggunakan teknik total sampling, studi ini melibatkan ibu menyusui sebagai populasi. Riset ini menerapkan rancangan pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi dalam studi ini adalah para ibu nifas yang menyusui dan seluruh populasi dijadikan sampel. Pengambilan sampel secara total sampling, melalui observasi yang diisi secara langsung lewat kuesioner oleh para responden selama tujuh hari, partisipan mengonsumsi 200 gram ramuan jantung pisang pada pagi serta malam hari. Hasil : Rata-rata produksi ASI per hari sebelum intervensi adalah 288,24 ml dan setelah konsumsi jantungpisang, rata-rata meningkat menjadi 597,65 ml. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (α < 0,05), menandakan peningkatan signifikan dalam volume ASI pada ibu pascapersalinan di PMB Wahyu Surawati setelah mengonsumsi jantung pisang. Kesimpulan : Ada pengaruh konsumsi jantung pisang terhadap peningkatan produksi asi pada ibu nifas di PMB Wahyu Surawati. riset ini dapat menambah pemahaman ibu menyusui sera dapat diaplikasikan secara nyata  
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN (PRANAYAMA) TERHADAP PENGURANGAN KELUHAN IBU HAMIL TRIMESTER III Tut Rayani Aksohini Wijayanti
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.182 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1248

Abstract

Proses kehamilan melibatkan berbagai perubahan antara lain fisik, psikologis serta fisiologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Perubahan fisiologis dan psikologis diperlukan guna melindungi fungsi normal ibu dalam menyediakan kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil sangat membutuhkan tubuh yang segar dan bugar. Latihan teknik pernapasan (pranayama) sangat diperlukan saat kondisi seperti ini. Mekanisme ini diawali dengan terciptanya suasana relaksasi alam sadar yang secara sistematis membimbing pada keadaan relaks yang mendalam. Terciptanya suasana relaksasi akan menciptakan tubuh santai, nafas menjadi lambat dan memberikan pengaruh positif terhadap keseluruhan system sirkulasi dan jantung untuk beristirahat dan mengalami proses peremajaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Teknik Pernapasan (Pranayama) Terhadap Pengurangan Keluhan Ibu Hamil Trimester III. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy-eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah pretest-postest only control group. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tehnik sampling purposive sampling. Hasil uji statistic didapatkan nilai p = 0,005 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara keluhan ibu hamil sebelum dilakukan teknik pernapasan (pranayama) dan setelah dilakukan teknik pernapasan (pranayama). Sebaiknya tenaga kesehatan dalam hal ini bidan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya dalam mengurangi keluhan ibu hamil trimester III dengan mengajarkan dan membantu ibu hamil menerapkan yoga hamil di rumah.Kata Kunci : Keluhan Trimester III, Pranayama, Ibu Hamil
PENGARUH METODE ZILGREI TERHADAP LAMA KALA 1 FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN Wijayanti, Tut Rayani Aksohini; Rani Safitri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.636 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1673

Abstract

Kala 1 persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus hingga pembukaan lengkap. Terdapat beberapa hambatan yang sering ditemukan pada Kala 1 misalnya kontraksi yang tidak adekuat. Hal ini dapat diatasi dengan terapi non farmakologis yaitu metode Zilgrei. Metode Zilgrei merupakan metode yang dapat mendorong janin pada posisi yang ideal dan membuat tahap-tahap pembukaan persalinan menjadi lancar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian metode Zilgrei terhadap lama kala 1 fase aktif pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperiment dengan pendekatan one-shot case study. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 32 sampel dengan teknik pengambilan Purposive Sampling. Instrument penelitian ini menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya sampel mengalami kala 1 fase aktif cepat (≤ 6 jam) sejumlah 26 sampel (81%) dan sebagian kecil mengalami kala 1 fase aktif normal (6 jam) sejumlah 6 sampel (19%). Berdasarkan hasil analisis uji One Sample T-Test diperoleh nilai signifikan p-value (0,000<0,05). Kesimpulan yang dapat diperoleh yaitu ada pengaruh metode Zilgrei terhadap lama kala 1 fase akif pada ibu bersalin. Metode Zilgrei ini dapat diaplikasikan pada persalinan sehingga dapat mempercepat lama Kala 1.
PREGNANCY ANEMIA EDUCATION AND MONITORING PROGRAM IN BANDUNGREJOSARI URBAN VILLAGE Retnaningsih, Reny; Anik Sri Purwanti; Tut Rayani Aksohini Wijayanti; Zainal Alim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v7i2.62718

Abstract

Introduction: Anaemia in pregnancy is a major public health issue linked to adverse maternal and neonatal outcomes, particularly in developing countries. In Bandungrejosari Village, Malang City, anaemia affects about 35% of pregnant women. This program aimed to implement community-based education and monitoring programme in improving knowledge, adherence to iron supplementation, and haemoglobin levels. Methods: Community service was conducted with 20 pregnant women purposively selected from Puskesmas Janti. Eligible participants had a gestational age of ≥12 weeks and no haematological disorders. Data were collected using validated questionnaires on knowledge and adherence, and haemoglobin levels were measured using a portable hemoglobinometer. Statistical analysis employed paired t-tests and chi-square tests with a significance level of p < 0.05. Results: The program significantly improved knowledge levels, with mean increases ranging from 38% to 42% (p < 0.001). Adherence to iron supplementation rose from 57% to 90%, while the prevalence of anaemia decreased from 35% to 18%. The mean haemoglobin concentration increased from 10.5 ± 0.8 g/dL to 12.2 ± 0.7 g/dL (p < 0.001). Conclusion: The findings demonstrate that a community-based anaemia education and monitoring programme can effectively enhance knowledge, adherence to supplementation, and haemoglobin status among pregnant women. The authors declare no potential conflict of interest in conducting this study.
Relationship Between Husband's Support and the Completeness of Basic Immunization Christine Manialup; Tut Rayani Aksohini Wijayanti; Reny Retnaningsih
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 5 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v5i1.242

Abstract

Immunization is one of the most important health activities necessary for improving children's health, helping prevent various infectious diseases. Despite its crucial role, many children still miss out on receiving complete basic immunization, a concerning public health issue. Among the various factors influencing the successful implementation of immunization programs, the support of family members, particularly husbands, plays a critical role. This study aims to explore the relationship between the support provided by husbands and the basic immunization status of children. A quantitative research design with a cross-sectional approach was employed in this study. The sample consisted of 40 respondents, selected through purposive sampling. The study used the Chi-Square test for data analysis to determine any significant associations between the variables. The results indicate a significant relationship between husband support and the basic immunization status, with a p-value of 0.02. The findings suggest that social support, especially from husbands, is essential in encouraging mothers to ensure their children receive complete immunization. The support not only involves emotional and informational backing but also practical assistance, such as accompanying the mother to health facilities or assisting in scheduling appointments. By involving husbands in the immunization process, mothers may experience less stress and greater encouragement, leading to higher rates of immunization compliance. These results emphasize the importance of engaging family members, particularly husbands, in health initiatives aimed at improving child health outcomes. Public health programs should consider strategies to enhance family involvement, particularly targeting husbands, to achieve better immunization rates and, consequently, improved public health among children
Exploring the Connection Between Breastfeeding Practices and Milk Production Levels in New Mothers Dhea Nazlyta Rusman; Tut Rayani Aksohini Wijayanti; Sulistiyah Sulistiyah
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 5 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v5i1.244

Abstract

The World Health Organization (WHO), UNICEF, and the Ministry of Health strongly advocate for the initiation of breastfeeding within the first hour after birth, exclusive breastfeeding for the first six months, and continued breastfeeding up to two years alongside safe and nutritious complementary feeding. Despite these recommendations, one of the main barriers to achieving exclusive breastfeeding is insufficient breast milk production. This study aimed to investigate the relationship between breastfeeding frequency and milk production adequacy among postpartum mothers. To achieve this, an analytical study with a cross-sectional design was conducted, involving 38 participants. Data was collected through questionnaires that assessed breastfeeding patterns, milk production, and other related factors. The data were analyzed using the Chi-square test to determine any significant associations. The univariate analysis revealed that the majority of postpartum mothers (60.5%) reported irregular breastfeeding patterns, and more than half (55.3%) of the participants stated that they experienced inadequate milk production. Further analysis through bivariate tests showed a significant association between the frequency of breastfeeding and the adequacy of milk production, with a p-value of 0.003. This suggests that mothers who breastfeed more regularly may experience better milk production, which can contribute to healthier infant nutrition. These findings highlight the importance of encouraging regular breastfeeding practices in the early postpartum period to enhance milk supply. Improving awareness and providing support for mothers in establishing a consistent breastfeeding routine could play a crucial role in overcoming challenges related to inadequate milk production and achieving the recommended exclusive breastfeeding practices. Further research may be needed to explore other factors that contribute to successful breastfeeding and milk production.
Relationship Between Knowledge Level of Adolescent Girls About The Effect of Warm Water on Dysminorhea Pain Fransiska Marhaba; Tut Rayani Aksohini Wijayanti; Reny Retnaningsih
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 5 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v5i1.245

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) experienced by each woman is different, some are slightly disturbed but some are very disturbed to the point of being unable to carry out daily activities and making them have to rest or even be absent from school. Data in the UKS book records show that 16 female students were treated at the UKS where 13 (81.2%) complained of pain during menstruation. The purpose of this study was to determine the effect of warm compresses on reducing dysmenorrhea pain in female adolescents. The type of quantitative research with a pre-experimental research design on the one group pretest and post-test group design research approach. The population of this study was female adolescents who experienced menstrual pain with a sample of 30 female adolescents using a purposive sampling technique. Data collection used an observation sheet. Univariate and bivariate analysis (Wilcoxon test). The results of this study showed that the average menstrual pain in adolescents before being given warm compresses was 4.7 and after being given warm compresses was 1.4. There is an effect of warm compresses on reducing menstrual pain in female adolescents (p-value = 0.000). Advice for young women is to apply warm compresses to reduce pain during menstruation.