Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Artikel Review: Aktivitas Imunomodulator Tanaman dari Suku Asteraceae Mei, Kaila Keyshia; Iskandar, Yoppi
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.38128

Abstract

Imunitas merupakan suatu reaksi pertahanan tubuh terhadap bahan asing, terdapat suatu kondisi dimana sistem imun dapat terganggu sehingga menyebabkan penyakit seperti autoimun, alergi, dan imunodefisiensi. Saat ini terdapat obat sintetik yang dapat mengobati kelainan imun, tetapi obat sintesik memiliki efek samping. Sehingga diperlukan pengobatan alternatif yang penggunaannya dinilai lebih aman. Asteraceae merupakan suku tumbuhan terbesar kedua dalam kingdom Plantae yang tersebar luas di seluruh dunia. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah beberapa tanaman dari suku Asteraceae yang memiliki aktivitas imunomodulator. Metode yang digunakan dengan cara pencarian pada aplikasi Google Chrome secara daring yang berasal dari Google Scholar, PubMed, ResearchGate, situs jurnal lain. Terdapat beberapa tanaman suku Asteraceae yang memiliki aktivitas imunomodulator diantaranya Ageratum Conyzoides (L.); Artemisia annua L.; Artemisia argyi H. Lev. & Vaniot; Baccharis dracunculifolia DC.; Chromolaena odorata (Lf.) King & Robinson; Cichorium intybus L.; Cynara scolymus L.; Echinacea laevigata (C. L. Boynt. & Beadle) S.F. Blake; Echinacea purpurea (L.) Moench; Echinacea purpurea (L.) Moench; Erigeron floribundus (Kunth) Sch.Bip.; Psacalium peltatum (Kunth) Cass.; Tanacetum parthenium (L.) Sch.Bip.; Tridax procumbens L.Kata kunci: Asteraceae, Imunomodulator, Sistem imun
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Bawang Hitam Rumaseuw, Ellen Stephanie; Iskandar, Yoppi; Halimah, Eli
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.37973

Abstract

Negara Indonesia memiliki keberanekaragaman hayati jenis tanaman yang tersebar di seluruh wilayah. Bawang hitam merupakan produk olahan bawang putih yang telah melalui proses pemanasan optimal pada suhu 70oC selama 21 hari. Bawang hitam dapat menjadi herbal terstandar bila telah melalui uji kualitas dan keamanan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat keamanan ekstrak etanol bawang hitam. Uji keamanan dengan cara uji toksisitas akut dengan 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, kelompok I (5 mg/kg BB), kelompok II (50 mg/kg BB), Kelompok III (300 mg/kg BB), kelompok IV (2000 mg/kg BB). Penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa parameter standar bawang hitam memenuhi parameter standar umum tumbuhan Indonesia. Pemberian ektrak etanol bawang hitam menimbulkan gejala-gejala toksik ringan selama pengamatan pada uji toksisitas akut dan memperoleh nilai LD50 > 2000 mg/kg BB yang termasuk pada kategori 4 pada OECD Guidelines for The Testing of Chemicals.
Review Artikel: Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Tanaman Faloak (Sterculia quadrifida) Octaviany, Salma Tri; Iskandar, Yoppi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4754

Abstract

Indonesia memiliki sangat banyak aneka ragam flora dan fauna yang sangat bermanfaat, salah satunya tanaman faloak. Faloak (Sterculia quadrifida) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan menjadi obat tradisional, sehingga masyarakat dapat disembuhkan dari berbagai penyakit, seperti hepatitis, diabetes, dan rheumatoid arthritis. Tanaman ini banyak dikembangkan pemanfaatannya untuk Kesehatan di Pulau Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Review artikel ini dilakukan dengan melakukan kajian literatur ilmiah melalui penelusuran literatur dengan pencarian artikel dalam database jurnal penelitian melalui website internet. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman faloak, antara lain flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas farmakologi pada tanaman faloak, seperti antioksidan, antihiperglikemik, antiinflamasi, antipiretik, dan antibakteri. Masih belum banyak penelitian yang menjelaskan mengenai kandungan kimia dan aktivitas farmakologi yang ada pada tanaman faloak, sehingga diperlukan untuk penelusuran artikel untuk membahas kandungan kimia dan aktivitas farmakologi tanaman faloak secara ringkas dan sederhana.
Antioxidant Activity of Premna serratifolia Linn. Leaf Extracts: A Comprehensive Analysis Using Various Testing Methods Muhaimin, Muhaimin; Iskandar, Yoppi; Hazrina, Aghnia; Hirzan, Rifanza; Khatib, Alfi; Syahri, Wilda
Indonesian Food Science and Technology Journal Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Number 1, December 2024 |IFSTJ|
Publisher : Department of Technology of Agricultural product (THP) Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ifstj.v8i1.37292

Abstract

Premna serratifolia Linn leaf possesses medicinal properties, useful in the treatment of cardiovascular diseases, skin diseases, inflammatory diseases, arthritis, rheumatism, anorexia, jaundice, intestinal worms, bad breath, lung infections, febrifuge, hypolipidemic, antioxidants, antidiabetic, CNS depressant and thalasemia treatment, among other things. The purpose of this study was to investigate the antioxidant effect of P. serratifolia Linn leaf from Indonesia. The leaves of P. serratifolia Linn were extracted with 95% ethanol and fractionated with n-hexane and ethyl acetate. The antioxidant activity was evaluated by various antioxidant assays, including  1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), 2’-azino-bis(3-ethylbenzthiazoline-6-sulfonic acid) (ABTS), nitric oxide scavenging and reducing power ability method. The extracts and fractions contained phytoconstituents such as alkaloid, flavonoid, phenolic, tanin, saponin, and steroid compounds, according to phytochemical analysis. The antioxidant activities were compared to standard antioxidant ascorbic acid. P. serratifolia Linn ethanol leaves extract showed a significant antioxidant activity in DPPH, ABTS, reducing power and nitric oxide scavenging methods compared others. The findings of the present study suggest that P. serratifolia Linn could be a potential source of natural antioxidant that could have greater importance as therapeutic agent in preventing or slowing oxidative stress related degenerative diseases.
REVIEW ARTIKEL: PELAKSANAAN PELAYANAN HOME PHARMACY CARE PADA APOTEK DI INDONESIA Sagitasa, Salsa; Iskandar, Yoppi
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.55424

Abstract

Pelayanan Home Pharmacy Care merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di apotek yang dilakukan oleh apoteker. Pada layanan tersebut, apoteker bertanggung jawab memberikan informasi yang tepat tentang terapi obat, memastikan pasien memahami dan mematuhi penggunaan obat, sehingga meningkatkan keberhasilan terapi, terutama bagi pasien lanjut usia dan penderita penyakit kronis yang diperkirakan akan mengalami peningkatan mencapai 414% daria tahun 1990-2025. Review artikel ini membahas terkait implementasi pelayanan kefarmasian Home Pharmacy Care pada apotek-apotek di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan penelusuran pustaka melalui Google Scholar dan ResearchGate dengan diperoleh sebanyak 25 artikel untuk dianalisis dan dibahas lebih lanjut. Berdasarkan 25 artikel yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa impelementasi Home Pharmacy Care pada apotek di Indonesia masih kurang maksimal. Dari total 377 apotek yang diteleti dalam 25 artikel tersebut, hanya 33 atau sekitar 8.75% apotek yang telah menjalankan pelayanan Home Pharmacy Care dengan maksimal. Sementara itu, 344 apotek lainnya belum maksimal atau belum pernah dilaksanakan karena kendala seperti kurangnya tenaga kefarmasian, kehadiran apoteker yang kurang maksimal, apoteker yang lebih fokus pada manajemen apotek, belum adanya petunjuk teknis yang jelas untuk pelaksanaan Home Pharmacy Care, serta kurangnya pemahaman terkait Home Pharmacy Care itu sendiri
Review Artikel: Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Tanaman Faloak (Sterculia quadrifida) Octaviany, Salma Tri; Iskandar, Yoppi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4754

Abstract

Indonesia memiliki sangat banyak aneka ragam flora dan fauna yang sangat bermanfaat, salah satunya tanaman faloak. Faloak (Sterculia quadrifida) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan menjadi obat tradisional, sehingga masyarakat dapat disembuhkan dari berbagai penyakit, seperti hepatitis, diabetes, dan rheumatoid arthritis. Tanaman ini banyak dikembangkan pemanfaatannya untuk Kesehatan di Pulau Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Review artikel ini dilakukan dengan melakukan kajian literatur ilmiah melalui penelusuran literatur dengan pencarian artikel dalam database jurnal penelitian melalui website internet. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman faloak, antara lain flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas farmakologi pada tanaman faloak, seperti antioksidan, antihiperglikemik, antiinflamasi, antipiretik, dan antibakteri. Masih belum banyak penelitian yang menjelaskan mengenai kandungan kimia dan aktivitas farmakologi yang ada pada tanaman faloak, sehingga diperlukan untuk penelusuran artikel untuk membahas kandungan kimia dan aktivitas farmakologi tanaman faloak secara ringkas dan sederhana.
Evaluation of the Drug Receiving and Storage System at Pharmacy X in Bandung City Based on Technical Instructions for PharmaceuticalService Standards at Pharmacies Ilahi, Ade Rezki; Yoppi Iskandar
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/m3f96783

Abstract

Background: Discrepancies in the quantity of drugs received, damaged packaging, and improper storage that fails to consider drug stability are some of the common issues encountered. Objective: This study aims to evaluate the drug receiving and storage systems at Pharmacy X in Bandung City based on the Technical Guidelines for Pharmaceutical Service Standards in accordance with the Regulation of the Minister of Health No. 73 of 2016. Method: The method used was descriptive observational with a prospective approach through direct observation, interviews, and documentation. Evaluation was conducted on both technical and administrative parameters in the receiving and storage of pharmaceutical preparations. Results: The study showed that the drug receiving system achieved a compliance rate of 85.7%, and the drug storage system achieved 94.44%, both categorized as “Excellent.” Pharmacy X has properly implemented procedures for physical verification, invoice data matching, expiration date and batch number checks. Additionally, drug storage follows the FIFO and FEFO principles, grouping based on dosage forms, and monitoring of room and refrigerator temperatures. The use of an electronic recording system further enhances stock management accuracy and efficiency. This pharmacy has demonstrated compliance with established standards and implemented patient safety principles in pharmaceutical management. These findings indicate that Pharmacy X can serve as a model for professional and high-quality pharmaceutical practice. Conclusion: The implementation of pharmaceutical service standards has been proven to improve service quality and the efficiency of drug distribution systems at the community pharmacy level.