Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KEMAMPUAN DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DALAM MELARUTKAN BATU GINJAL KALSIUM Oom Komalasari; Yoppi Iskandar; Moelyono Moekti Wardojo
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia) leaves are used as medicine of kidney stones by society of Ogan Komering Ulu, but the ability to dissolve kidney stones clinically unproven yet. The study aimed to obtain information about capabilities of ethanol extract and fractions from Binahong leaves to dissolve kidney stones. Binahong leaves extract obtained by maceration using ethanol 96%, and then fractionated to obtain n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction. Each of the fractions and extracts was dissolved in 10 mL aquadest with various concentrations of 2%, 4% and 8% referred as the testing solvent. A total of 100 mg of calcium kidney stone powder with particle size of 60/80 was soaked in the testing solvent then it was incubated at 37°C for 5 hours while stirring for 1 minute in every 1 hour. Level of dissolved calcium kidney stones in testing solvent was determined by using Atomic Absorption Spectrophotometry method at a wavelength of 422.7 nm. The research result showed that the average of the lowest solubility of calcium kidney stone was in concentration of 2% from extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction which were 2.83 mg/L; 2.02 mg/L; 2.67 mg/L and 7.19 mg/L,while the highest solubility was in concentration of 8% from extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction which were 5.87 mg/L; 3.72 mg/L; 5.25 mg/L; 9.22 mg/L. Based on the analysis of calcium levels using SPSS 19 with 2-way ANOVA method, there was significant difference of each treatment in dissolving calcium because p < 0.05 on trust level 95%. Water fraction had the best ability to dissolve calcium kidney stone, followed by extract and fraction of ethyl acetat and fraction of n-hexane.
ARTIKEL REVIEW : PENERAPAN STANDAR KEAMANAN PEGAWAI DI APOTEK DAN INTERVENSI APOTEKER DALAM LAYANAN KONSELING PASIEN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ni Made Widya Sukma Santi; Hani Nuraini; Yoppi Iskandar
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.11934

Abstract

Pada Bulan Desember 2019, terdeteksi coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) yang penyakitnya disebut Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Virus ini ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei di Cina. Saat ini, kasus COVID-19 yang telah dikonfirmasi telah dilaporkan di banyak negara termasuk Eropa, Amerika Utara, Afrika dan Asia, dan WHO telah menjadikannya sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Jelas bahwa pandemi COVID-19 telah menjadi peristiwa kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi di seluruh dunia. Sebagai professional kesehatan yang paling mudah diakses, apoteker yang bertugas di Apotek memiliki peran penting dalam pengendalian dan pencegahan penyakit menular untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain serta memberi nasihat mengenai tindakan pencegahan perilaku, deteksi dini dan rujukan dari orang yang dicurigai berisiko lebih tinggi terinfeksi.
AKTIVITAS ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK ETANOL BUAH LABU SIAM (Sechium edule Sw.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Yunita - Hermayanti; Ahmad - Muhtadi; Yoppi - Iskandar
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.942 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v2i2.29

Abstract

AbstrakLabu Siam (Sechium edule) memiliki banyak senyawa kimia dan sering digunakan sebagai obat, salah satunya adalah sebagai antihiperkolesterolemia. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antihiperkolesterolemia ekstrak etanol buah labu siam terhadap kadar kolesterol total, HDL-kolesterol, dan LDL-kolesterol tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi secara eksogen (pakan lemak tinggi) dan secara endogen (propiltiourasil 0,01% secara oral) dengan metode enzimatik CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase Phenol Aminoantipyrine) dan metode pengendapan. Bahan uji diberikan secara oral dengan dosis 125 mg/Kg, 250 mg/Kg, dan 500 mg/Kg berat badan tikus selama 10 hari. Simvastatin 10 mg/Kg BB digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dari masing-masing perlakuan terhadap parameter yang diukur pada α = 0,01. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak etanol buah labu siam memiliki aktivitas antihiperkolesterolemia yang dapat menurunkan kadar kolesterol total, LDL-kolesterol, dan menaikkan kadar HDL-kolesterol. Dosis terbaik dari ekstrak etanol buah labu siam pada penelitian ini adalah 500 mg/Kg BB. Kata kunci : Labu siam (Sechium edule), Antihiperkolesterolemia, Ekstrak etanol. AbstractChayote (Sechium edule) has many chemical compounds and is often used as a drug, one of them is as antihypercholesterolemic. The study has been conducted to determine the activity of ethanol extract antihypercholesterolemic chayote fruit on serum total cholesterol, HDL-cholesterol, and LDL-cholesterol white male Wistar rats which was induced by exogenous and endogenous with the CHOD-PAP enzymatic method and precipitation method. The tested materials were given orally at doses of 125 mg/Kg, 250 mg/Kg, and 500 mg/Kg of rat body weight for 10 days. Simvastatin was used as a standard. Results of this research showed that there were significant differences of each treatment on parameters which was measured at α = 0.01. This research proved that the ethanol extract of chayote fruit has an antihypercholesterolemic activities that can reduce total cholesterol, LDL-cholesterol, and raise HDL-cholesterol levels. The best doses of chayote ethanol extract in this research was 500 mg/Kg BW.  Keywords: Chayote (Sechium edule), Antihypercholesterolemic, Ethanol extract
PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK PADA MASA PANDEMIK COVID-19 KHOIRIYAH, SHAHNAZ DESIANTI; Majid, Tiara Salsabila; Berliana, Alif Virisy; Iskandar, Yoppi
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27324

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian merupakan pedoman yang digunakan tenaga kefarmasian dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian di apotek saat pandemik COVID-19 dapat dilakukan secara online untuk meminimalkan pasien keluar rumah namun tetap mengutamakan keefektifan pengobatan dan kepatuhan pasien. Apotek juga dapat melakukan pengiriman obat secara langsung ke tempat tinggal pasien untuk tetap memastikan pasokan obat pasien di rumah. Saat masa pandemik penting untuk memberikan edukasi kepada pasien untuk tidak meminum obat yang kadaluwarsa karena kekurangan obat atau untuk menghindari kunjungan farmasi, serta mendorong pasien untuk menggunakan jasa konsultasi online dan jasa pengiriman obat ke tempat tinggal yang disediakan oleh apotek jika memungkinkan. Pelayanan kefarmasian lainnya yaitu mengedukasi pasien terutama pasien dengan penyakit kronis mengenai penyakit dan terapi yang dijalani untuk meningkatkan kepatuhannya dalam pengobatan. Dengan demikian pelayanan kefarmasian di apotek tetap dapat dilakukan dengan modifikasi-modifikasi yang dapat meminimalkan penyebaran dan penularan COVID-19.Kata kunci: Standar Pelayanan Kefarmasian, Pelayanan Kefarmasian, COVID-19.
Review Artikel: Efektifitas, Efisiensi, dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Mobile Health untuk Diabetes Mellitus Tipe-2 Yu'tika, Anugerah; Iskandar, Yoppi; Indarwati, Asti Yulia
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.53658

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular kronis dengan pravelensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. MHealth adalah salah satu intervensi kesehatan seluler berbasis teknologi yang dipakai sebagai upaya peningkatan pengobatan diabetes mellitus tipe 2. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan efektifitas, efisiensi, dan kemudahan penggunaan aplikasi mobile health pada pasien DM tipe 2. Metode penulisan ini menggunakan pencarian pada database Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci seperti, effectivity, efficiency, usability, mHealth dan DM tipe 2 dengan menggunakan 40 artikel yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2018 sampai 2023. Penggunaan aplikasi mobile health dapat memberikan efikasi dengan penurunan kadar HbA1c, gula darah puasa 2 jam post prandial, dan profil lipid pada pasien DM tipe 2 dengan efisiensi dari segi klinis dan ekonomis. Selain itu terkait kemudahan penggunaan aplikasi diabetes bagi pasien DM tipe 2 bervariasi dengan didukung oleh latar belakang sosial dan pendidikan pengguna. Peran tenaga kesehatan professional sangat diperlukan untuk mempromosikan aplikasi mobile health sekaligus cara penggunaannya.Keywords: Efektivitas, efisiensi, mobile health, diabetes mellitus tipe-2ABSTRACTType 2 diabetes mellitus is a chronic non-communicable disease with increasing prevalence, including in Indonesia. MHealth is one of the technology-based cellular health interventions used as an effort to improve the treatment of type 2 diabetes mellitus. The purpose of this paper is to describe the effectiveness, efficiency, and ease of use of mobile health applications in type 2 DM patients. This writing method uses searches on the Pubmed and Google Scholar databases with keywords such as, effectivity, efficiency, usability, mHealth and DM type 2 using 40 relevant articles published between 2018 and 2023. The use of mobile health applications can provide efficacy with reduced HbA1c levels, 2-hour postprandial fasting blood sugar, and lipid profiles in type 2 DM patients with clinical and economical efficiency. In addition, the ease of use of diabetes applications for type 2 DM patients varies with the support of the user's social and educational background. The role of health professionals is very necessary to promote mobile health applications as well as how to use them.Keywords: Effectiveness, efficiency, mobile health, type-2 diabetes mellitus
Studi Literatur: Penggunaan Antihistamin Dalam Terapi Kondisi Alergi Pada Masa Kehamilan Isman, Hasna Siti Munifah; Iskandar, Yoppi
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.47338

Abstract

Antihistamin merupakan salah satu obat yang paling umum digunakan selama kehamilan dimana sekitar 10-15% wanita menggunakan obat antihistamin untuk meredakan mual dan muntah, serta gejala alergi selama masa kehamilannya. Pemilihan dan penggunaan obat-obatan pada masa kehamilan termasuk obat antihistamin dalam manajemen kondisi alergi perlu memperhatikan serta mempertimbangkan berbagai aspek, terutama terkait keamanannya baik bagi ibu maupun janin. Tujuan studi literatur ini yaitu untuk membahas terkait obat antihistamin sebagai terapi kondisi alergi, penggunaannya pada masa kehamilan, serta profil keamanannya bagi wanita hamil dengan mengumpulkan data dan informasi melalui pencarian literatur jurnal penelitian yang diakses secara daring melalui laman database Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect. Antihistamin generasi kedua lebih disukai dari generasi pertama baik pada pasien hamil maupun tidak hamil. Cetirizine atau loratadine lebih direkomendasikan berdasarkan pada data keamanan yang sangat baik dan telah direkomendasikan dalam banyak pedoman untuk kondisi alergi selama kehamilan, namun dengan tetap mempertimbangkan rasio risiko/manfaat bagi ibu dan kehamilannya.
Pengukuran Ketergunaan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Sobat DM dengan Metode System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ) Sufi, Nadia Adhani; Iskandar, Yoppi; Rindarwati, Asti Yunia
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.51015

Abstract

Diabetes melitus (DM) diketahui sebagai penyakit tidak menular disebabkan peningkatan gula darah (hiperglikemia). Jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan memunculkan berbagai macam komplikasi, diantaranya adalah retinopati, nefropati, neuropati, dan penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. Maka dari itu, kadar gula darah pada pasien diabetes harus dijaga agar tetap normal. Sobat DM merupakan aplikasi yang diperuntukkan untuk pasien diabetes dalam membantu menjaga gaya hidupnya sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur ketergunaan, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan aplikasi Sobat DM bagi pasien DM dengan metode System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ). Metode yang dilakukan meliputi pembuatan media pengisian kuesioner, penyebaran kuesioner kepada responden, dan pengolahan data responden. Hasil penilaian aplikasi Sobat DM menggunakan metode SEQ menunjukkan bahwa mayoritas responden masih kesulitan dalam menggunakan aplikasi, khususnya pada fitur lapor efek samping dan membaca artikel. Sementara itu, pada penilaian menggunakan metode SUS menunjukkan nilai SUS 56,875 dengan skor keberterimaan “Marginal”, grade score “D”, dan adjective rating “Poor”. Dari hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan dari aplikasi agar dibuat lebih sederhana lagi untuk memudahkan pengguna dan meningkatkan usability dari aplikasi. 
Artikel Review: Aktivitas Imunomodulator Tanaman dari Suku Asteraceae Mei, Kaila Keyshia; Iskandar, Yoppi
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.38128

Abstract

Imunitas merupakan suatu reaksi pertahanan tubuh terhadap bahan asing, terdapat suatu kondisi dimana sistem imun dapat terganggu sehingga menyebabkan penyakit seperti autoimun, alergi, dan imunodefisiensi. Saat ini terdapat obat sintetik yang dapat mengobati kelainan imun, tetapi obat sintesik memiliki efek samping. Sehingga diperlukan pengobatan alternatif yang penggunaannya dinilai lebih aman. Asteraceae merupakan suku tumbuhan terbesar kedua dalam kingdom Plantae yang tersebar luas di seluruh dunia. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah beberapa tanaman dari suku Asteraceae yang memiliki aktivitas imunomodulator. Metode yang digunakan dengan cara pencarian pada aplikasi Google Chrome secara daring yang berasal dari Google Scholar, PubMed, ResearchGate, situs jurnal lain. Terdapat beberapa tanaman suku Asteraceae yang memiliki aktivitas imunomodulator diantaranya Ageratum Conyzoides (L.); Artemisia annua L.; Artemisia argyi H. Lev. & Vaniot; Baccharis dracunculifolia DC.; Chromolaena odorata (Lf.) King & Robinson; Cichorium intybus L.; Cynara scolymus L.; Echinacea laevigata (C. L. Boynt. & Beadle) S.F. Blake; Echinacea purpurea (L.) Moench; Echinacea purpurea (L.) Moench; Erigeron floribundus (Kunth) Sch.Bip.; Psacalium peltatum (Kunth) Cass.; Tanacetum parthenium (L.) Sch.Bip.; Tridax procumbens L.Kata kunci: Asteraceae, Imunomodulator, Sistem imun
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Bawang Hitam Rumaseuw, Ellen Stephanie; Iskandar, Yoppi; Halimah, Eli
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.37973

Abstract

Negara Indonesia memiliki keberanekaragaman hayati jenis tanaman yang tersebar di seluruh wilayah. Bawang hitam merupakan produk olahan bawang putih yang telah melalui proses pemanasan optimal pada suhu 70oC selama 21 hari. Bawang hitam dapat menjadi herbal terstandar bila telah melalui uji kualitas dan keamanan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat keamanan ekstrak etanol bawang hitam. Uji keamanan dengan cara uji toksisitas akut dengan 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, kelompok I (5 mg/kg BB), kelompok II (50 mg/kg BB), Kelompok III (300 mg/kg BB), kelompok IV (2000 mg/kg BB). Penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa parameter standar bawang hitam memenuhi parameter standar umum tumbuhan Indonesia. Pemberian ektrak etanol bawang hitam menimbulkan gejala-gejala toksik ringan selama pengamatan pada uji toksisitas akut dan memperoleh nilai LD50 > 2000 mg/kg BB yang termasuk pada kategori 4 pada OECD Guidelines for The Testing of Chemicals.
Review Artikel: Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Tanaman Faloak (Sterculia quadrifida) Octaviany, Salma Tri; Iskandar, Yoppi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4754

Abstract

Indonesia memiliki sangat banyak aneka ragam flora dan fauna yang sangat bermanfaat, salah satunya tanaman faloak. Faloak (Sterculia quadrifida) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan menjadi obat tradisional, sehingga masyarakat dapat disembuhkan dari berbagai penyakit, seperti hepatitis, diabetes, dan rheumatoid arthritis. Tanaman ini banyak dikembangkan pemanfaatannya untuk Kesehatan di Pulau Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Review artikel ini dilakukan dengan melakukan kajian literatur ilmiah melalui penelusuran literatur dengan pencarian artikel dalam database jurnal penelitian melalui website internet. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman faloak, antara lain flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas farmakologi pada tanaman faloak, seperti antioksidan, antihiperglikemik, antiinflamasi, antipiretik, dan antibakteri. Masih belum banyak penelitian yang menjelaskan mengenai kandungan kimia dan aktivitas farmakologi yang ada pada tanaman faloak, sehingga diperlukan untuk penelusuran artikel untuk membahas kandungan kimia dan aktivitas farmakologi tanaman faloak secara ringkas dan sederhana.