Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

KEMAMPUAN DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DALAM MELARUTKAN BATU GINJAL KALSIUM Oom Komalasari; Yoppi Iskandar; Moelyono Moekti Wardojo
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia) leaves are used as medicine of kidney stones by society of Ogan Komering Ulu, but the ability to dissolve kidney stones clinically unproven yet. The study aimed to obtain information about capabilities of ethanol extract and fractions from Binahong leaves to dissolve kidney stones. Binahong leaves extract obtained by maceration using ethanol 96%, and then fractionated to obtain n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction. Each of the fractions and extracts was dissolved in 10 mL aquadest with various concentrations of 2%, 4% and 8% referred as the testing solvent. A total of 100 mg of calcium kidney stone powder with particle size of 60/80 was soaked in the testing solvent then it was incubated at 37°C for 5 hours while stirring for 1 minute in every 1 hour. Level of dissolved calcium kidney stones in testing solvent was determined by using Atomic Absorption Spectrophotometry method at a wavelength of 422.7 nm. The research result showed that the average of the lowest solubility of calcium kidney stone was in concentration of 2% from extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction which were 2.83 mg/L; 2.02 mg/L; 2.67 mg/L and 7.19 mg/L,while the highest solubility was in concentration of 8% from extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction which were 5.87 mg/L; 3.72 mg/L; 5.25 mg/L; 9.22 mg/L. Based on the analysis of calcium levels using SPSS 19 with 2-way ANOVA method, there was significant difference of each treatment in dissolving calcium because p < 0.05 on trust level 95%. Water fraction had the best ability to dissolve calcium kidney stone, followed by extract and fraction of ethyl acetat and fraction of n-hexane.
ARTIKEL REVIEW : PENERAPAN STANDAR KEAMANAN PEGAWAI DI APOTEK DAN INTERVENSI APOTEKER DALAM LAYANAN KONSELING PASIEN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ni Made Widya Sukma Santi; Hani Nuraini; Yoppi Iskandar
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.11934

Abstract

Pada Bulan Desember 2019, terdeteksi coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) yang penyakitnya disebut Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Virus ini ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei di Cina. Saat ini, kasus COVID-19 yang telah dikonfirmasi telah dilaporkan di banyak negara termasuk Eropa, Amerika Utara, Afrika dan Asia, dan WHO telah menjadikannya sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Jelas bahwa pandemi COVID-19 telah menjadi peristiwa kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi di seluruh dunia. Sebagai professional kesehatan yang paling mudah diakses, apoteker yang bertugas di Apotek memiliki peran penting dalam pengendalian dan pencegahan penyakit menular untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain serta memberi nasihat mengenai tindakan pencegahan perilaku, deteksi dini dan rujukan dari orang yang dicurigai berisiko lebih tinggi terinfeksi.
AKTIVITAS ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK ETANOL BUAH LABU SIAM (Sechium edule Sw.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Yunita - Hermayanti; Ahmad - Muhtadi; Yoppi - Iskandar
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.942 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v2i2.29

Abstract

AbstrakLabu Siam (Sechium edule) memiliki banyak senyawa kimia dan sering digunakan sebagai obat, salah satunya adalah sebagai antihiperkolesterolemia. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antihiperkolesterolemia ekstrak etanol buah labu siam terhadap kadar kolesterol total, HDL-kolesterol, dan LDL-kolesterol tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi secara eksogen (pakan lemak tinggi) dan secara endogen (propiltiourasil 0,01% secara oral) dengan metode enzimatik CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase Phenol Aminoantipyrine) dan metode pengendapan. Bahan uji diberikan secara oral dengan dosis 125 mg/Kg, 250 mg/Kg, dan 500 mg/Kg berat badan tikus selama 10 hari. Simvastatin 10 mg/Kg BB digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dari masing-masing perlakuan terhadap parameter yang diukur pada α = 0,01. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak etanol buah labu siam memiliki aktivitas antihiperkolesterolemia yang dapat menurunkan kadar kolesterol total, LDL-kolesterol, dan menaikkan kadar HDL-kolesterol. Dosis terbaik dari ekstrak etanol buah labu siam pada penelitian ini adalah 500 mg/Kg BB. Kata kunci : Labu siam (Sechium edule), Antihiperkolesterolemia, Ekstrak etanol. AbstractChayote (Sechium edule) has many chemical compounds and is often used as a drug, one of them is as antihypercholesterolemic. The study has been conducted to determine the activity of ethanol extract antihypercholesterolemic chayote fruit on serum total cholesterol, HDL-cholesterol, and LDL-cholesterol white male Wistar rats which was induced by exogenous and endogenous with the CHOD-PAP enzymatic method and precipitation method. The tested materials were given orally at doses of 125 mg/Kg, 250 mg/Kg, and 500 mg/Kg of rat body weight for 10 days. Simvastatin was used as a standard. Results of this research showed that there were significant differences of each treatment on parameters which was measured at α = 0.01. This research proved that the ethanol extract of chayote fruit has an antihypercholesterolemic activities that can reduce total cholesterol, LDL-cholesterol, and raise HDL-cholesterol levels. The best doses of chayote ethanol extract in this research was 500 mg/Kg BW.  Keywords: Chayote (Sechium edule), Antihypercholesterolemic, Ethanol extract
Corn Substitution By Using Cassapro (Cassava Protein) On Kampung Chicken Carcass Hans Yoppi Sinaga, Iskandar Sembiring; Armyn Hakim Daulay; Ma’ruf Tafsin; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.388 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v7i2.2162

Abstract

This research aimed to determine the ability of cassapro to substitute corn in feed onkampung chicken carcass. Experimental design used was completely randomized design (CRD) with5 treatments and 4 replications. Each treatment consists of cassapro P0 (0%) P1(10%) P2(20%)P3(30%) P4(40%). 100 kampung chicken was used this research.The results showed that there were no signifiant effect on cut weight, carcass weight and percentageof carcass due to the administration of cassapro. However, there was a tendency that feed rations P2(40% corn and 20% cassapro) showed good result.
Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian Pada Salah Satu Apotek Di Kota Bandung Sagita DwiDara; Asti Yunia Rindarwati; Raisa N Fadillah; Yoppi Iskandar
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.715 KB) | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i1.67

Abstract

Storage is an act of storing and securing medicines in a protected place. Drug quality is essential to be maintained through storage. An improper storage system can cause drug ineffectiveness. The research objective was to evaluate the drug storage system at the Bandung Pharmacy. The research method used is descriptive observation, and the evaluation is carried out by observing the activities in the pharmacy. The results showed that the drug storage system in one of the pharmacies in the city of Bandung complies with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 73 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards at Pharmacies, which is 80%, where this value is included in the "Good" storage criteria.
STUDI KOMPARATIF KOMPOSISI KIMIA DAN KHASIAT KULIT BATANG DAN DAUN FAMILI STERCULIACEAE Samuel David Makoil; Yoppi Iskandar; Aliya Nur Hasanah
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v14i2.2575

Abstract

Sterculiaceae, merupakan famili terbesar dalam ordo malvales yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan 68 genus dan lebih dari 1100 spesies. Di berbagai Negara daun spesies sterculia dilaporkan memberikan manfaat yang lebih luas dan memiliki nilai ekonomis dibandingkan dengan kulit batang, namun di Indonesia pemanfaatan sebagai obat tradisional dan eksplorasi penelitian umumnya dilakukan terhadap kulit batang spesies sterculia dengan referensi yang masih terbatas. Hal ini berdampak pada pengembangan potensi tanaman berkhasiat obat, ketersediaan dan budidaya tanaman jangka panjang. Atas dasar pemikiran tersebut, kajian pustaka terkait komposisi kimia, potensi dan manfaat dari kulit batang dan daun tanaman Famili Sterculiaceae dibutuhkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi komparatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka yang sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, data yang dikumpulkan kemudian dikaji. Hasil dari kajian pustaka menunjukkan bahwa bagian daun dari tanaman Famili Sterculiaceae mengandung senyawa golongan alkaloid, fenil propanoiddan flavonoid dengan aktivitas farmakologi digunakan untuk mengobati sakit mata, difteri, sakit keputihan, anti inflamasi, antidepresan, antibakteri, anti TBC, antimikroba, diabetes, antioksidan, antifungi, antiulcer, dan digunakan untuk anestesi, sedangkan pada kulit batang mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, dan terpenoid dengan aktivitas untuk mengobati sembelit, disentri, sudorofik, antimalaria, antibisa ular, batuk kering, diabetes, sakit ginjal, sakit perut, obat lambung, antioksidan, anti inflamasi, antiproliferatif, analgesik, antimikroba, antibakteri, antivirus, antileishmanial, diuretik, dan antihelmentik. Baik di dalam daun maupun di kulit batang terdapat senyawa yang belum diketahui termasuk kedalam golongan metabolit sekunder, sehingga eksplorasi terkait tanaman ini masih terbuka.
PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK PADA MASA PANDEMIK COVID-19 KHOIRIYAH, SHAHNAZ DESIANTI; Majid, Tiara Salsabila; Berliana, Alif Virisy; Iskandar, Yoppi
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27324

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian merupakan pedoman yang digunakan tenaga kefarmasian dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian di apotek saat pandemik COVID-19 dapat dilakukan secara online untuk meminimalkan pasien keluar rumah namun tetap mengutamakan keefektifan pengobatan dan kepatuhan pasien. Apotek juga dapat melakukan pengiriman obat secara langsung ke tempat tinggal pasien untuk tetap memastikan pasokan obat pasien di rumah. Saat masa pandemik penting untuk memberikan edukasi kepada pasien untuk tidak meminum obat yang kadaluwarsa karena kekurangan obat atau untuk menghindari kunjungan farmasi, serta mendorong pasien untuk menggunakan jasa konsultasi online dan jasa pengiriman obat ke tempat tinggal yang disediakan oleh apotek jika memungkinkan. Pelayanan kefarmasian lainnya yaitu mengedukasi pasien terutama pasien dengan penyakit kronis mengenai penyakit dan terapi yang dijalani untuk meningkatkan kepatuhannya dalam pengobatan. Dengan demikian pelayanan kefarmasian di apotek tetap dapat dilakukan dengan modifikasi-modifikasi yang dapat meminimalkan penyebaran dan penularan COVID-19.Kata kunci: Standar Pelayanan Kefarmasian, Pelayanan Kefarmasian, COVID-19.
Review Artikel: Efektifitas, Efisiensi, dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Mobile Health untuk Diabetes Mellitus Tipe-2 Yu'tika, Anugerah; Iskandar, Yoppi; Indarwati, Asti Yulia
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.53658

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular kronis dengan pravelensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. MHealth adalah salah satu intervensi kesehatan seluler berbasis teknologi yang dipakai sebagai upaya peningkatan pengobatan diabetes mellitus tipe 2. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan efektifitas, efisiensi, dan kemudahan penggunaan aplikasi mobile health pada pasien DM tipe 2. Metode penulisan ini menggunakan pencarian pada database Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci seperti, effectivity, efficiency, usability, mHealth dan DM tipe 2 dengan menggunakan 40 artikel yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2018 sampai 2023. Penggunaan aplikasi mobile health dapat memberikan efikasi dengan penurunan kadar HbA1c, gula darah puasa 2 jam post prandial, dan profil lipid pada pasien DM tipe 2 dengan efisiensi dari segi klinis dan ekonomis. Selain itu terkait kemudahan penggunaan aplikasi diabetes bagi pasien DM tipe 2 bervariasi dengan didukung oleh latar belakang sosial dan pendidikan pengguna. Peran tenaga kesehatan professional sangat diperlukan untuk mempromosikan aplikasi mobile health sekaligus cara penggunaannya.Keywords: Efektivitas, efisiensi, mobile health, diabetes mellitus tipe-2ABSTRACTType 2 diabetes mellitus is a chronic non-communicable disease with increasing prevalence, including in Indonesia. MHealth is one of the technology-based cellular health interventions used as an effort to improve the treatment of type 2 diabetes mellitus. The purpose of this paper is to describe the effectiveness, efficiency, and ease of use of mobile health applications in type 2 DM patients. This writing method uses searches on the Pubmed and Google Scholar databases with keywords such as, effectivity, efficiency, usability, mHealth and DM type 2 using 40 relevant articles published between 2018 and 2023. The use of mobile health applications can provide efficacy with reduced HbA1c levels, 2-hour postprandial fasting blood sugar, and lipid profiles in type 2 DM patients with clinical and economical efficiency. In addition, the ease of use of diabetes applications for type 2 DM patients varies with the support of the user's social and educational background. The role of health professionals is very necessary to promote mobile health applications as well as how to use them.Keywords: Effectiveness, efficiency, mobile health, type-2 diabetes mellitus
Studi Literatur: Penggunaan Antihistamin Dalam Terapi Kondisi Alergi Pada Masa Kehamilan Isman, Hasna Siti Munifah; Iskandar, Yoppi
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.47338

Abstract

Antihistamin merupakan salah satu obat yang paling umum digunakan selama kehamilan dimana sekitar 10-15% wanita menggunakan obat antihistamin untuk meredakan mual dan muntah, serta gejala alergi selama masa kehamilannya. Pemilihan dan penggunaan obat-obatan pada masa kehamilan termasuk obat antihistamin dalam manajemen kondisi alergi perlu memperhatikan serta mempertimbangkan berbagai aspek, terutama terkait keamanannya baik bagi ibu maupun janin. Tujuan studi literatur ini yaitu untuk membahas terkait obat antihistamin sebagai terapi kondisi alergi, penggunaannya pada masa kehamilan, serta profil keamanannya bagi wanita hamil dengan mengumpulkan data dan informasi melalui pencarian literatur jurnal penelitian yang diakses secara daring melalui laman database Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect. Antihistamin generasi kedua lebih disukai dari generasi pertama baik pada pasien hamil maupun tidak hamil. Cetirizine atau loratadine lebih direkomendasikan berdasarkan pada data keamanan yang sangat baik dan telah direkomendasikan dalam banyak pedoman untuk kondisi alergi selama kehamilan, namun dengan tetap mempertimbangkan rasio risiko/manfaat bagi ibu dan kehamilannya.
Pengukuran Ketergunaan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Sobat DM dengan Metode System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ) Sufi, Nadia Adhani; Iskandar, Yoppi; Rindarwati, Asti Yunia
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.51015

Abstract

Diabetes melitus (DM) diketahui sebagai penyakit tidak menular disebabkan peningkatan gula darah (hiperglikemia). Jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan memunculkan berbagai macam komplikasi, diantaranya adalah retinopati, nefropati, neuropati, dan penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. Maka dari itu, kadar gula darah pada pasien diabetes harus dijaga agar tetap normal. Sobat DM merupakan aplikasi yang diperuntukkan untuk pasien diabetes dalam membantu menjaga gaya hidupnya sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur ketergunaan, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan aplikasi Sobat DM bagi pasien DM dengan metode System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ). Metode yang dilakukan meliputi pembuatan media pengisian kuesioner, penyebaran kuesioner kepada responden, dan pengolahan data responden. Hasil penilaian aplikasi Sobat DM menggunakan metode SEQ menunjukkan bahwa mayoritas responden masih kesulitan dalam menggunakan aplikasi, khususnya pada fitur lapor efek samping dan membaca artikel. Sementara itu, pada penilaian menggunakan metode SUS menunjukkan nilai SUS 56,875 dengan skor keberterimaan “Marginal”, grade score “D”, dan adjective rating “Poor”. Dari hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan dari aplikasi agar dibuat lebih sederhana lagi untuk memudahkan pengguna dan meningkatkan usability dari aplikasi.