Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Kokristal, Koamorf, Kompleks Inklusi, dan Dispersi Padat dalam Upaya Modifikasi Sifat Fisikokimia Zat Aktif Farmasi Nadya Azzahra; Fitrianti Darusman; Aulia Fikri Hidayat
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13451

Abstract

Abstract. Modification of the physicochemical properties of active pharmaceutical ingredients is an important step in enhancing the solubility and bioavailability of drugs. Several modifications that can be implemented include cocrystals, coamorphous systems, inclusion complexes, and solid dispersions. Cocrystals involve the formation of new crystals with the active ingredient and a coformer, which can improve solubility and stability. Coamorphous systems are amorphous systems that utilize a mixture of the active ingredient with a coformer to enhance solubility. Inclusion complexes use host molecules like cyclodextrins to encapsulate the active ingredient, thereby increasing its stability and solubility. Solid dispersions involve the distribution of the active ingredient in a polymer matrix to enhance solubility and dissolution rate. These modifications of the physicochemical properties of active pharmaceutical ingredients will improve the solubility and bioavailability of drugs in the body. Abstrak. Modifikasi sifat fisikokimia zat aktif farmasi merupakan langkah penting dalam meningkatkan kelarutan dan bioavalabilitas obat. Beberapa modifikasi sifat fisikokimia yang dapat dilakukan adalah kokristal, koamorf, kompleks inklusi, dan dispersi padat. Kokristal melibatkan pembentukan kristal baru dengan zat aktif dan koformer yang dapat meningkatkan kelarutan dan stabilitas. Koamorf adalah sistem amorf yang memanfaatkan campuran zat aktif dengan koformer untuk memperbaiki kelarutan. Kompleks inklusi menggunakan molekul host seperti siklodekstrin untuk mengenkapsulasi zat aktif, meningkatkan stabilitas dan solubilitasnya. Dispersi padat melibatkan distribusi zat aktif dalam matriks polimer untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi. Modifikasi sifat fisikokimia zat aktif farmasi ini akan meningkatkan kelarutan dan bioavalabilitas obat di dalam tubuh.
P-Glikoprotein sebagai Transporter Effluks yang Dapat Mempengaruhi Absorpsi Obat Oral Millati Hanifa Suparno; Fitrianti Darusman; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14438

Abstract

Abstract. Oral drug administration is the most frequent route of administration for drug delivery systems. Oral drug administration designates members of the ATP binding cassette (ABC) transporter superfamily. In competitive inhibitors, when a substrate attempts to bind to the P-gp protein transport site for translocation, the competitive inhibitor competes with the drug substrate to occupy all accessible protein transport sites, so that P-gp cannot bind to the drug substrate...whereas in non-competitive inhibitors, the inhibitor binds to all osteris modulation sites and non-competitively inhibits protein efflux...Because of this non-competitive inhibitors are also known as non-transport inhibitors. Drug or substrate can enter the cell membrane through filtration, simple diffusion, or specialized transport..Drug efflux begins with drug identification by P-gp followed by ATP binding and hydrolysis..The energy generated from ATP hydrolysis is used to remove the substrate from the cell membrane through the central aperture.There are three models of P-gp-mediated drug efflux, namely the classical pore pump model, hydrophobic vacuum cleaner (HVC) model, and flippase model. Abstrak. Administrasi obat secara oral adalah rute pemberian yang paling sering untuk sistem penghantaran obat. Pemberian obat oral menunjuk anggota dari superfamily ATP binding cassette (ABC) transporter. 80% obat yang menghasilkan efek sistema oral.Pada inhibitor kompetitif, ketika substrat mencoba berikatan dengan situs transpor protein P-gp untuk translokasi, inhibitor kompetitif bersaing dengan substrat obat untuk menempati semua situs transpor protein yang dapat diakses, sehingga P-gp tidak dapat berikatan dengan substrat obat..Sedangkan pada inhibitor non-kompetitif, inhibitor berikatan dengan semua situs modulasi osteris dan secara non-kompetitif menghambat efluks protein..Karena itu inhibitor non-kompetitif juga dikenal sebagai inhibitor non-transport .Obat atau substrat dapat memasuki membran sel melalui filtrasi, difusi sederhana, atau transpor khusus..Efluks obat diawali dengan identifikasi obat oleh P-gp yang dilanjutkan dengan pengikatan dan hidrolisis ATP..Energi yang dihasilkan dari hidrolisis ATP digunakan untuk mengeluarkan substrat dari membran sel melalui lubang pusat (central aperture).Terdapat tiga model efluks obat yang dimediasi P-gp, yaitu classical pore pump model, hydrophobic vacuum cleaner (HVC) model, dan flippase model.
Glimepiride sebagai Antidiabetika Oral pada Diabetes Melitus Tipe 2 Dwi Oktariani; Fitrianti Darusman; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14952

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a non-infectious disease with a high prevalence in the world. It has become a growing global problem. The International Diabetes Federation estimates the holistic prevalence of diabetes mellitus to be 540 million in 2021, increasing to 783 million in 2045. So far there is currently no cure for diabetes, but pharmacological therapy may be required to maintain blood glucose levels as close to normal as possible and to delay the development of diabetes-related health problems. Glimepiride is used as an oral antihyperglycemic agent, which is effective and well tolerated in the treatment of type 2 diabetes. This study aims to determine the physicochemical properties and mechanism of glimepiride in reducing blood glucose levels and to determine the advantages of glimepiride from other antidiabes. Glimepirid is an active pharmaceutical substance with the characteristics of a white to almost white powder that is practically insoluble in water, has two polymorphic forms, namely forms I and II. Glimepiride lowers blood sugar levels by binding to sulfonylurea receptors (SUR) ATP-sensitive potassium channels on pancreatic β-cells. Glimepiride lowers blood sugar levels well at low doses, has a fast onset of action, and the side effect of hypoglycemia is lower than other insulin secretagogues. Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan pravelensi yang tinggi di dunia. Penyakit ini telah menjadi masalah global yang terus berkembang. Federasi Diabetes Internasional memperkirakan prevalensi diabetes melitus secara holistik merupakan 540 juta di tahun 2021, dan meningkat menjadi 783 juta di tahun 2045. Sejauh ini belum ada obat untuk diabetes, tetapi terapi farmakologis mungkin diperlukan untuk mempertahankan kadar glukosa darah sedekat mungkin dengan normal dan untuk menunda perkembangan masalah kesehatan terkait diabetes. Glimepiride digunakan sebagai agen antihiperglikemik oral, yang efektif dan dapat ditoleransi dengan baik dalam pengobatan diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui sifat fisikokimia dan mekanisme glimepirid dalam menurunkan kadar glukosa darah serta mengetahui kelebihan glimepirid dari antidiabes lainnya. Glimepirid merupakan zat aktif farmasi dengan pemerian serbuk putih sampai hampir putih yang praktis tidak larut dalam air, memiliki dua bentuk polimorf, yaitu bentuk I dan II. Glimepirid menurunkan kadar gula darah dengan berikatan dengan reseptor sulfonilurea (SUR) saluran kalium sensitif ATP pada sel β pankreas. Glimepirid menurunkan kadar gula darah dengan baik pada dosis rendah, memiliki onset kerja yang cepat, serta efek samping hipoglikemia yang lebih rendah dari secretagog insulin lainnya.
Karbamazepin sebagai Antiepileptic Agent Syifa Nur Oktaviani; Fitrianti Darusman
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i1.3165

Abstract

Abstract. Epilepsy is a chronic neurological disorder that affects 65–70 million people globally. It occurs in all sexes and at all ages, especially in childhood and adolescence, and increases with age. Carbamazepine is a commonly prescribed antiepileptic drug which is a first-line drug for partial seizures, belonging to the Biopharmaceutical Classification System (BCS) class II, which means that carbamazepine has high membrane permeability (almost 90% of carbamazepine is absorbed in the gastrointestinal tract) and low water solubility. low (solubility practically insoluble in water, soluble in ethanol and in acetone). Carbamazepine has 3 forms of polymorphism. Carbamazepine is an antiepileptic that works on voltage-gated sodium channels, often referred to as sodium channel blockers, which play an important role in the initiation and propagation of neuronal action potentials. Carbamazepine is highly bound to plasma proteins ranging from 75-80% of the total plasma concentration. Bioavailability ranges from 75-85%. Carbamazepine induces its own metabolism, causing increased clearance, shortened serum half-life, and progressive decrease in serum levels. Abstrak. Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang mempengaruhi 65–70 juta orang secara global. Itu terjadi pada semua jenis kelamin dan di segala usia, terutama di masa kanak-kanak, remaja,dan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Karbamazepin merupakan obat antiepilepsi yang biasa diresepkan yang merupakan obat lini pertama untuk kejang parsial, tergolong dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yang artinya bahwa karbamazepin memiliki permeabilitas membran yang tinggi (hampir 90% karbamazepin diabsorbsi di saluran pencernaan) dan kelarutan dalam air yang rendah (Kelarutannya praktis tidak larut dalam air, larut dalam ethanol dan dalam aseton). Karbamazepin memiliki 3 bentuk polimorfisme. Karbamazepin merupakan antiepilepsi yang bekerja pada voltage-gated  sodium channel sering disebut  dengan sodium  channel  blockers berperan   penting   dalam   inisiasi   dan propagasi    aksi    potensial    neuron. Karbamazepin sangat terikat dengan protein plasma berkisar antara 75-80% dari total konsentrasi plasma. Bioavailabilitas berkisar antara 75-85%. Karbamazepin menginduksi metabolismenya sendiri, menyebabkan peningkatan klirens, memperpendek waktu paruh serum, dan penurunan kadar serum secara progresif.
Sediaan Serum Mikroemulsi dan Aplikasinya sebagai Antioksidan Kulit Shannie Megaliane; Ratih Aryani; Fitrianti Darusman
Jurnal Riset Farmasi Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v4i1.3756

Abstract

Abstract. The main problem with the skin, especially facial skin, which tends to be uncovered and is directly exposed to free radicals, which can harm the skin, such as UV rays, causing dry skin, aging and dark spots to appear on the skin. Therefore, antioxidant preparations are needed to reduce these free radicals. Microemulsion serum is a cosmetic preparation that contains high concentrations ands effective in treating skin problems with a clear and thermodynamically stable appearance. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: What is the rate of penetration of microemulsion preparations on the skin? What is the antioxidant activity of microemulsion preparations? Researchers use the literature study method, by searching for literature in the form of journals using online media such as Google Scholar, Pubmed, and other journal sites with the technique of collecting various scientific literature both primary and secondary. The results of this study were antioxidant compounds in microemulsion serum preparations that had a better penetration rate than non-microemulsion preparations and the antioxidant activity of microemulsion preparations was stronger than without microemulsion due to modification of the particle size to be smaller. Abstrak. Permasalahan utama pada kulit terutama pada kulit wajah yang cenderung tidak tertutupi dan langsung terpapar faktor radikal bebas yang dapat membahayakan kulit seperti sinar UV sehingga menimbulkan kulit kering, penuaan dan muncul bintik-bintik hitam pada kulit. Oleh karena itu, diperlukan sediaan antioksidan untuk meredam radikal bebas tersebut. Serum mikroemulsi merupakan sediaan kosmetika yang mengandung zat aktif  dan efektif dalam mengatasi permasalahan kulit dengan tampilan yang jernih dan stabil secara termodinamika. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana laju penetrasi sediaan mikroemulsi pada kulit? Bagaimana aktivitas antioksidan pada sediaan mikroemulsi? Peneliti menggunakan metode studi pustaka, dengan mencari literatur berupa jurnal menggunakan media online seperti Google Scholar, Pubmed, dan situs jurnal lainnya dengan Teknik pengumpulan berbagai literatur ilmiah baik primer maupun sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah senyawa antioksidan dalam sediaan serum mikroemulsi memiliki tingkat laju penetrasi yang lebih baik dibandingkan sediaan tanpa mikroemulsi dan aktivitas antioksidan yang dimiliki sediaan mikroemulsi lebih kuat dibandingkan tanpa mikroemulsi akibat adanya modifikasi ukuran partikel menjadi lebih kecil.
PENINGKATAN KELARUTAN DAN LAJU DISOLUSI GLIMEPIRID MELALUI METODE KOKRISTALISASI Fitrianti Darusman
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kokristalisasi glimepirid (GMP) dengan asam oksalat (AO) menggunakan metode penggilingan dan pelarutan (menggunakan pelarut aseton). Diagram fase sistem biner GMP-AO digunakan untuk identifikasi awal pembentukan interaksi antar kedua komponen serta ditegaskan kembali dengan analisis mikroskopik menggunakan alat pemanas (hot stage) yang dihubungkan dengan mikroskop polarisasi. Padatan hasil kokristalisasi dikarakterisasi dengan metode analisis termal (Differential Scanning Calorymetry), difraktometri sinar-X serbuk (Powder X-Ray Diffraction), spektrofotometri inframerah (Fourier Transform-Infra Red) dan mikroskopi (Scanning Electron Microscope). Hasil identifikasi dan karakterisasi menunjukkan interaksi eutektik antara kedua fase kristalin GMP-AO dalam keadaan padat pada perbandingan molar 3:7, dengan titik eutektik pada temperatur 128,7°C. Selanjutnya, uji kelarutan dan laju disolusinya menggunakan media dapar fosfat pH 7,4. Kelarutan dan laju disolusi GMP hasil kokristalisasi meningkat dibandingkan dengan campuran fisika dan senyawa tunggalnya.
Studi Interaksi Senyawa Turunan Saponin dari Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi L.) sebagai Antiseptik Alami secara In Silico Darusman, Fitrianti; Fakih, Taufik Muhammad
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.3.229-235.2020

Abstract

Christinin merupakan senyawa turunan glikosida saponin yang paling banyak terdapat dalam daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.). Terdapat empat tipe christinin yaitu christinin-A, B, C, dan D yang diduga memiliki aktivitas sebagai antimikroba yang efektif terhadap bakteri dan jamur, seperti Staphylococcus epidermidis, Echerichia coli, dan Candida albicans yang sering menyebabkan infeksi pada permukaan kulit yang biasanya dapat diatasi dengan penggunaan cairan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi serta mengeksplorasi afinitas dan interaksi molekular antara senyawa christinin-A, B, C, dan D terhadap makromolekul target pada Staphylococcus epidermidis, Echerichia coli dan Candida albicans dengan menggunakan simulasi penambatan molekular secara in silico. Molekul senyawa uji terlebih dahulu dioptimasi geometri dengan menggunakan perangkat lunak GaussView 5.0.8 dan Gaussian09. Konformasi terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul target dengan menggunakan perangkat lunak MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Interaksi yang terbentuk selanjutnya diamati dengan menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio 2020.  Berdasarkan hasil dari simulasi penambatan molekular, senyawa christinin memiliki afinitas yang baik terhadap makromolekul target pada Staphylococcus epidermidis, Echerichia coli dan Candida albicans. Dengan demikian, senyawa tersebut diprediksi dapat digunakan sebagai kandidat komponen utama dari antiseptik alami.
Formulasi dan Karakterisasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Esomeprazol Magnesium Trihidrat Darusman, Fitrianti; Dwiatama, Aprian; Priani, Sani Ega
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.10-20.2023

Abstract

Esomeprazol magnesium trihidrat merupakan obat golongan proton pump inhibitor (PPI) yang dapat digunakan dalam pengobatan tukak lambung dengan menghambat sekresi asam lambung. Namun esomeprazol dikategorikan ke dalam BCS kelas 2 dengan kelarutan yang buruk dalam air sehingga dapat berdampak pada kemampuan disolusi dan bioavailabilitasnya. SNEDDS umum digunakan untuk meningkatkan kelarutan obat lipoflilik dimana SNEDDS merupakan campuran zat aktif, minyak, surfaktan, dan ko-surfaktan yang akan membentuk nanoemulsi minyak dalam air secara spontan ketika kontak dengan fase cair dengan agitasi yang ringan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui formula SNEDDS esomeprazol magnesium trihidrat yang paling baik serta mengetahui karakteristiknya. SNEDDS diformulasikan menggunakan fase minyak berupa VCO, surfaktan berupa tween 80, dan ko-surfaktan berupa PEG 400. Sediaan SNEDDS dilakukan evaluasi berupa persen transmitan, dispersibilitas, robustness, stabilitas termodinamika, indeks bias, ukuran globul, PDI, zeta potensial, dan uji disolusi. Hasil menunjukkan bahwa SNEDDS esomeprazol magnesium trihidrat dengan rasio minyak:Smix 1:6 dan perbandingan Smix 2:1 mampu membentuk nanoemulsi secara spontan dan stabil berdasarkan uji stabilitas termodinamika, dihasilkan rata-rata ukuran globul 78,03 nm, nilai PDI 0,667, nilai zeta potensial -14,57 mV, dan dapat meningkatkan kecepatan disolusi yang lebih baik dibandingkan bentuk murninya.
Peranan Metode Desain Eksperimen dalam Formulasi Sediaan Farmasi Triandri Permana; Fitrianti Darusman
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i1.2695

Abstract

Abstract. To develop high-quality pharmaceutical products, traditional approaches based on univariate or trial-and-error methods that cause some problems such as non-reproducible methods, high costs, and time-consuming. To overcome this drawback, a new concept of experimental design has been applied. Experimental design is a statistical method that is widely used in the pharmaceutical industry in the implementation of quality by design. This method is used to establish quantitative relationships between potential critical parameters (related to the product, process, method) and the determined response (e.g. product quality). Based on the description, the formulation of the problem in this study is what experimental design methods can be used in the development and formulation of pharmaceutical preparations?. This research was conducted using Journal review method with literature study. Collection techniques with various scientific literature both primary and secondary. In the announcement of data and Journal searches used online-based searches such as Pubmed, Science Direct, and Google Scholar. The results of this study are factorial design, complete factorial design, fractional factorial design, Plackett-burman design, central composite design, box-Behnken designs, and mixed design are experimental designs that can be used in the development and formulation of pharmaceutical preparations. Abstrak. Untuk mengembangkan produk farmasi yang berkualitas tinggi, pendekatan tradisional berdasarkan metode univariat atau coba-coba menyebabkan beberapa masalah seperti metode yang tidak reprodusibel, biaya yang tinggi, dan memakan waktu. Untuk mengatasi kelemahan ini, konsep baru yaitu desain eksperimen telah diterapkan. Desain eksperimen merupakan metode statistik yang digunakan secara luas di industri farmasi dalam implementasi quality by besign. Metode ini digunakan untuk membangun hubungan kuantitatif antara parameter kritis potensial (terkait dengan produk, proses, metode) dan respons yang ditentukan (misalnya kualitas produk). Berdasarkan uraian tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu metode desain eksperimen apa saja yang dapat digunakan dalam pengembangan dan formulasi sediaan farmasi?. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode review jurnal dengan studi pustaka. Teknik pengumpulan dengan berbagai literatur ilmiah baik primer maupun sekunder. Pada pengumulan data dan pencarian jurnal digunakan pencarian berbasis online seperti Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil dari penelitian ini yaitu desain faktorial, desain faktorial lengkap, desain faktorial fraksional, desain Plackett-burman, central composite design, box-Behnken designs, dan desain campuran merupakan desain eksperimen yang dapat digunakan dalam pengembangan dan formulasi sediaan farmasi.
PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS 3R Oemar, Hirawati; Orgianus, Yan; Khuza’i, Rodliyah; Darusman, Fitrianti; Legina Ayu Kusumah, Dea; Hamdi Azwir, Hery
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.222 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v6i2.1267

Abstract

Sampah plastik menjadi perhatian karena meningkatkan pecemaran udara, tanah, dan laut. Tingginya tingkat sampah plastik di Indonesia terjadi karena tingginya minat masyarakat pada kemasan plastik yang sangat praktis. Kegiatan yang dilakukan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah memberikan bantuan kepada pengusaha mikro kantin di bawah binaan 3iKB yang berjualan di sekitar Kampus Universitas Islam Bandung. Isu lain yang dihadapi para pedagang mikro ini adalah menjaga kebersihan lingkungan. Pada Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan sosialisasi tentang menjaga kebersihan lingkungan dengan memberikan pelatihan tentang cara pengelolaan sampah agar tercipta kantin yang halal, bersih sanitasi, dan ramah lingkungan. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan pelatihan dan menyebarkan kuesioner pengolahan sampah dengan konsep 3R sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil pelatihan menunjukan bahwa peserta memahami manfaat pemilahan sampah serta mengetahui tata cara pengolahan sampah dengan pola 3R. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata peningkatan pengetahuan masyarakat sebanyak 20,88%, peningkatan sikap sebanyak 13,02%, dan peningkatan perilaku sebanyak 14,32%.
Co-Authors Amila Amila Anan Suparman Anan Suparman Annisa Meilani Aprian Dwiatama Aprian Dwiatama Astrid Feinisa Khairani Aulia Fikri Hidayat Azyyati Adzhani Budi Prabowo Soewondo Cepy Hadiansyah Cepy Hadiansyah, Cepy Dara Azalea Wahdah Debby Prihasti Ayustine Dewi, Mentari Luthfika Dinnanda Yussepina Wulansari Dinnanda Yussepina Wulansari Dwi Oktariani Dwi Syah Fitra Ramadhan Dwiatama, Aprian Endah Rahayu Endah Rahayu, Endah Fia Siti Nopalia Firda Aulia Jannati Frida Anggita Amalia Gina Fuji Nurfarida Gita Cahya Eka Darma Hamdi Azwir, Hery Hanifa Rahma Hanifa Rahma Hilda Aprilia, Hilda Hirawati Oemar Inayah Fitri Wulandari Inayah Fitri Wulandari Indra Topik Indra Topik, Indra Jihan Sahira Khodimul Haramain Khuza’i, Rodliyah Larasati Sofiyandini Legina Ayu Kusumah, Dea Marillia, Viola Mega Suryani Putri Mentari Lutfika Dewi Mentari Luthfika Dewi Millati Hanifa Suparno Muhamad Rizqy Maulana Muhammad Sultan Ramadhan Mutiara Haifania Nadya Azzahra Nawang Wulan Rachmatillah Prastowo Putri Niken Fitria Yuliar Nurrayyan Nurrayyan Nurrayyan, Nurrayyan Nyayu Ista Yulita Putri, Nawang Wulan Rachmatillah Prastowo Rachmat Mauludin Rachmat Mauludin Ratih Aryani Riza Ramadhan Saadiya Noerman Sani Ega Priani Shannie Megaliane Silvi Sandi Putri Sitorus, Mido Ester Soewandhi, Sundani N Sundani N Soewandhi Syafanisa Alifia Rahma Syifa Nur Oktaviani Syifa Siti Fatimah Azzahro Syilfiana Anwar Taufik Muhammad Fakih Teti Sofia Yanti Tia Aulia Silvianti Triandri Permana Uci Ary Lantika Uci Ary Lantika Ulfa Siti M Viola Marillia Widad Aghnia Shalannandia Widad Aghnia Shalannandia Yan Orgianus Yerisy, Linggih Elra Yukeu Fazriah Yukeu Fazriah, Yukeu Zalfa Ainun Rozak