Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Enhancing Edu-Ecotourism in Batudulang Village, Batulanteh District, Sumbawa Regency: Strategies and Potential Development Ananda Putri, Widya; Suteja, I Wayan; Abdullah, Ajuar
Advances in Tourism Studies Vol. 1 No. 2 (2023): Advances in Tourism Studies
Publisher : Centre for Tourism Studies and Journal Publication of Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ats.v1i2.14

Abstract

This study aims to describe the potential of edu-ecotourism and formulate strategies for developing edu-ecotourism in Batudulang Village, Batulanteh District, Sumbawa Regency. This research is descriptive and qualitative. The study starts by identifying existing potential and analyzing supporting and inhibiting factors, followed by using the SOAR technique to identify opportunities. Data collection techniques include field observations, interviews, and documentation, with informants selected through purposive samplings, such as the Head of Batulanteh Production Forest Management Center, the Secretary of Batudulang Village, the Batudulang Tourism Awareness Group, and the Head of Village-Owned Enterprises. The strategy for edu-ecotourism development is based on the SOAR analysis, which focuses on developing all existing potentials, including natural resources such as biodiversity (flora and fauna) and the beauty of the landscape, as well as the natural topography potential of the area and the local community's culture. All these potentials can be packaged into one edu-ecotourism package, taking into account market segmentation.
RAN DI DESA RAMBITAN, LOMBOK TENGAH (Tarikan Antara Tradisional dan Modernitas) Ajuar Abdullah; Luh Widiani
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v19i11.1288

Abstract

Sebagai juru masak tradisonal, RAN diperhadapkan dengan dinamika jaman yang akan menguji daya tahan RAN. Sekuat apa antibody yang di miliki RAN dalam menghalau virus modernitas. Untuk menganalisis nilai budaya RAN dan dapat dikembangkan sebagai produk wisata gastronomi di Desa Rambitan, Lombok Tengah menjadi tujuan dalam penelitian ini. Teori yang digunakan adalah teori proses sejarah masyarakat dari Piotr Sztompka, dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa RAN Sasak-Lombok memiliki kekayaan nilai budaya yang tinggi seperti anggota RAN semuahnya laki-laki memiliki keunikan tersendiri dalam tradisi tersebut. Selain itu etika komunikasi dalam penggunaan jasa RAN, pengetahuan lokal seperti mantra, bumbu masak, bahan pangan lokal, teknologi, pengelolaan, dan penyajian, serta nilai sejarah RAN. Namun selama ini RAN hanya eksis di saat pelaksanaan begawe Sasak, dan belum di kemas sebagai atraksi wisata gastronomi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan kekayaan nilai budaya tersebut diatas, RAN sangat potensial untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata gastronomi, sedangkan Desa Rambitan (Sade-Ende) dengan keberadaan RAN akan memperkuat eksistensinya sebagai desa wisata adat di NTB.
Penguatan Sanggar Kain Tenun Tradisional Desa Bonjeruk Melalui Pengabdian Masyarakat KKN STP Mataram Yusri, Lalu Zul; Devega, Lidia; Nasri, Zaenun; Margita, Nikomang Mirawati Tri; Dianata, Riki; Rafi, Brahmantyo Aqila; Firmansyah, Adrian; Aini, Artika Wardatul; Daya, Bq. Niki Cikita Dwi; Atmaja, Darwin Kusuma; Akbar, Gansuli; Widiana, I Putu; Fitriani, Lili; Abdullah, Ajuar
Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STP Mataram di Desa Bonjeruk bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan kain tenun tradisional yang merupakan warisan budaya masyarakat setempat. Latar belakang kegiatan ini berawal dari potensi besar yang dimiliki desa, namun kurangnya pemahaman dan apresiasi terhadap kain tenun menyebabkan penurunan minat generasi muda untuk terlibat dalam industri ini. Metodologi yang diterapkan mencakup pendataan potensi pengerajin tenun, diskusi dengan tokoh masyarakat, dan pembentukan Sanggar Tenun Pusake. Selain itu, tim KKN juga melakukan penggalian data mengenai filosofi dan sejarah kain tenun melalui wawancara dengan para tetua desa, yang kemudian diolah menjadi booklet sebagai media edukasi dan promosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kain tenun, serta minat wisatawan yang meningkat untuk mengenal lebih jauh tentang produk lokal. Pembahasan menunjukkan bahwa keberadaan Sanggar Tenun Pusake sebagai wadah bagi pengerajin akan mempermudah kolaborasi dan promosi kain tenun. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sinergi antara pihak pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa KKN sangat penting dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya, sehingga diharapkan keberlanjutan usaha tenun dapat terjaga dan menjadi salah satu daya tarik wisata yang khas. Kata kunci: KKN, kain tenun, budaya lokal, pengembangan masyarakat, wisata.
GASTRONOMI SASAK-LOMBOK: KAYA RAGAM, KAYA RASA, KAYA BUDAYA Ajuar Abdullah; Luh Widiani
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 8: Maret 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i8.741

Abstract

Makanan adalah identitas setiap suku, dengan pelestarian makanan suku adalah upaya untuk melestarikan budaya suku tersebut. Namun, makanan lokal Sasak-Lombok saat ini diperhadapkan dengan krisis identitas karena gencarnya arus globalisasi dengan segala perangkatnya, salah satunya adalah makanan global yang mempengaruhi makanan lokal baik dari aspek kearifan maupun aspek peminatnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis keragaman budaya makanan Sasak-Lombok, baik dari aspek rasa, ragam, dan sejarahnya. Selain itu, untuk menganalisis upaya pelestarian makanan Sasak-lombok di tengah perkembangan industri pariwisata, digitalisasi, dengan segala dinamikanya.. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini adalah suku Sasak-Lombok memiliki keragaman makanan yang terdiri dari makanan pokok (beras, jagung, ubi-ubian), lauk pauk (daging, ikan, sayuran), dan minuman tradisional (buah-buahan, tuak, dan minuman dari olah sayuran lainnya). Upaya untuk pelestarian makanan sasak-lombok adalah dengan penyediaan SDM, kebijakan, perencanaan, promosi dan pemasaran. Beragam strategi ini dapat terwujud jika semuah komponen bergerak bersama untuk melestarikan dan mengembangkan makanan Sasak-Lombok.