Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

A Framework for Integrating Vernacular Architecture and Healing Environment Principles for Resilient Post-Disaster Housing Ardiansyah, Ahmad Farid; Soetjipto , Jojok Widodo; Ratnaningsih , Anik
RUAS Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2026.024.01.7

Abstract

Post-disaster housing is typically designed to meet immediate shelter needs, yet it often overlooks environmental adaptability, cultural continuity, and psychological recovery. This study proposes a multi-criteria framework by integrating principles of vernacular architecture and healing environments. A mixed-method approach was used, combining literature synthesis, criteria formulation, expert validation, and TOPSIS-based prioritization. Eight design criteria were assessed: ventilation, natural lighting, transitional spaces, building materials, cultural relevance, flexibility and resilience, sustainability, and psychological support. Expert judgment evaluated each criterion across two dimensions—vernacular and healing principles—followed by normalization, weighting, and ranking using TOPSIS.  The results indicate that building materials achieved the highest performance score (Pi = 0.504), followed closely by transitional spaces (0.496), cultural relevance (0.495), and psychological support (0.491). However, the minimal variation between scores suggests that these criteria should not be treated as a strict hierarchy, but rather as an integrated design system. This framework offers a practical basis for developing post-disaster housing that is not only functional but also environmentally responsive, culturally sensitive, and supportive of occupant well-being.
Factors in Improving the Safety of Railway Level Crossing Infrastructure in Indonesia Kresna Bayu Mahaputera; Jojok Widodo Soetjipto; Erno Widayanto
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 2 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i2.52189

Abstract

Railway level crossings in Indonesia remain significant accident-prone areas, contributing to nearly 70% of total railway incidents. Various solutions have been implemented to reduce the risk of accidents at level crossings, including converting them into non-level crossings. However, selecting the most appropriate infrastructure alternative is often challenging because it involves multiple factors, making the process time-consuming and prone to conflict. This study aims to identify and rank the factors influencing improvements in level crossing infrastructure safety using a descriptive-analytical approach. Five main criteria are established in this study—safety, technical, economic, environmental, and social—which are further divided into several relevant sub-criteria based on previous literature. Data were collected through questionnaires distributed to nine expert respondents from government agencies, railway operators, and consulting firms. The results show that accident history, structural durability, maintenance costs, sustainable drainage, and traffic impacts are the most prioritized factors. These findings highlight the need for a quantitative, holistic, and multidimensional approach to decision-making, considering the high level of complexity and potential conflicts of interest among stakeholders. This research provides a foundation for formulating more objective and sustainable policies in designing future alternatives for non-level crossing infrastructure.
Model Perancangan Pemeliharaan Bangunan Gedung Menggunakan Building Information Modeling (BIM) Jojok Widodo Soetjipto; Ilham Kahfi Zarkasi; Anita Trisiana
Jurnal Permukiman Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2023.18.1-15

Abstract

Pemeliharaan gedung sangat diperlukan untuk operasional gedung tersebut dalam rangka menjaga keandalan dan kinerja bangunan agar sesuai dengan umur ekonominya. Banyak bangunan gedung yang pemeliharaannya sangat buruk dari segi teknis, administratif, maupun ketersediaan anggarannya sehingga diperlukan model perancangan pemeliharaan yang tepat sesuai kebutuhan operasional bangunan tersebut. Disisi lain perkembangan teknologi informasi digital semakin cepat dan luas penggunaannya. Salah satunya adalah Building Information Modeling (BIM) yang seluruh proses aktivitasnya bekerja secara kolaboratif dan integratif. Oleh karena itu, rancangan model ini bertujuan untuk menyusun model perancangan pemeliharaan bangunan gedung yang tepat menggunakan BIM. Metode yang digunakan adalah menerapkan standar pemeliharaan bangunan gedung di Indonesia (Permen PU No. 24/PRT/M/2008) pada aplikasi pendukung BIM yaitu Autodesk Revit (untuk memvisualisasi gedung 3D) dan Autodesk BIM 360 Ops (untuk menajemen pemeliharaan). Sebagai studi kasus adalah Perancangan Pengelolaan Pemeliharaan Stasiun Walini yang merupakan salah satu stasiun kereta cepat Jakarta – Bandung dengan komponen bangunan yang sangat moderen, komplek, dan rumit. Model perancangan pemeliharaan dilakukan melalui tahapan: (i) pemodelan bangunan menggunakan Autodesk Revit berdasarkan shop drawing dalam bentuk 3D dan dapat diaplikasikan untuk kebutuhan 4D dan 5D; (ii) mengekspor hasil Autodesk Revit ke aplikasi Autodesk BIM 360 Ops karena aplikasi ini memiliki kemampuan menyimpan database semua kegiatan operasi dan pemeliharaan gedung; dan (iii) melakukan simulasi perancangan pemeliharaan menggunakan aplikasi Autodesk BIM 360 Ops. Hasil rancangan model ini menunjukkan bahwa dengan teknologi BIM dapat dijadikan model perancangan pemeliharaan yang sangat detail, akurat, efektif, efisien, dan terintegrasi.
The Optimasi Penggunaan Besi Tulangan Menggunakan Cutting Optimization Pro pada Proyek Bangunan Gedung Anik Ratnaningsih; Alyssa Fatiha Rahma; Jojok Widodo Soetjipto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1313

Abstract

Abstrak   Waste material pada proyek konstruksi berdampak pada pemborosan biaya dan penurunan efisiensi pekerjaan. Salah satu sumber utama waste berasal dari penggunaan besi tulangan yang belum dioptimalkan dalam perhitungan kebutuhan dan pola pemotongan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan besi tulangan untuk mengurangi waste material pada pekerjaan pembesian menggunakan Software Cutting Optimization Pro (SCOP). Studi kasus dilakukan pada proyek Pembangunan Rusun Dosen Politeknik Pekerjaan Umum Kota Semarang. Data shop drawing dan bill of quantity (BoQ) dimodelkan menggunakan Building Information Modelling (BIM) untuk menghasilkan estimasi kebutuhan besi melalui Quantity Take Off (QTO). Data QTO selanjutnya dianalisis menggunakan SCOP untuk memperoleh pola pemotongan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SCOP mampu menurunkan persentase waste besi hingga di bawah 1% pada seluruh diameter tulangan. Waste terkecil terjadi pada tulangan D13 sebesar 0,053% dan terbesar pada tulangan D25 sebesar 0,76%, dengan penghematan biaya sebesar Rp 8.885.235,60.   Kata kunci: waste, optimasi, pembesian, gedung       Abstract   Waste material in construction projects leads to cost overruns and reduced work efficiency. One of the main sources of waste is the suboptimal use of reinforcing steel in quantity estimation and cutting patterns. This study aims to optimize the use of reinforcing steel to reduce material waste in reinforcement work using Software Cutting Optimization Pro (SCOP). A case study was conducted on the construction of the Lecturer Housing Project of Politeknik Pekerjaan Umum Kota Semarang. Shop drawings and bill of quantity (BoQ) data were modeled using Building Information Modelling (BIM) to generate reinforcement quantity estimates through the Quantity Take Off (QTO) process. The QTO data were then analyzed using SCOP to obtain optimal cutting patterns. The results show that the application of SCOP reduced rebar waste to below 1% for all analyzed diameters. The lowest waste occurred in D13 rebars at 0.053%, while the highest waste was found in D25 rebars at 0.76%, resulting in a cost saving of IDR 8,885,235.60.   Keywords: waste, optimization, reinforcement, building
Optimalisasi Waste Material Besi pada Proyek Pembangunan Struktur Atas Gedung Melalui Penerapan BIM oril dwi yuniar orillya putri; Jojok Widodo Soetjipto; Anik Ratnaningsih
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1314

Abstract

Abstrak   Waste material konstruksi dapat memberikan dampak besar pada proyek pembangunan gedung, terutama pada inefisiensi anggaran proyek dan penurunan kinerja proyek. Faktor penyebab timbulnya waste adalah kurangnya optimalisasi dalam pemakaian besi tulangan karena perencanaan volume dan pola pemotongan yang kurang tepat. Artikel ini mengambil studi kasus pada proyek pembangunan Waron Hospital Women & Children’s Specialist Surabaya. Tujuan artikel ini untuk mengoptimalkan pola potongan besi menggunakan metode Software Cutting Optimization Pro (SCOP) guna mendapatkan pola potongan besi paling optimal untuk mengurangi waste material. Data yang digunakan berupa shop drawing dan bill of quantity. Pemodelan berbasis Building Information Modelling (BIM) menggunakan Software Revit untuk visualisasi 3D, dengan output yang tercapai berupa Quantity Take Off (QTO). Dilanjut dengan menganalisis data QTO menggunakan SCOP untuk menghasilkan pola potongan besi paling optimal. Hasil dari penelitian Berdasarkan hasil analisis waste material besi pada pekerjaan struktur balok plat, dan kolom didapatkan waste terkecil pada pekerjaan kolom sebesar 0,15%, dilanjut dengan pekerjaan plat sebesar 0,22%, dan yang tertinggi pada pekerjaan balok sebesar 0,34%. Hasil optimasi pola potongan ini dapat menghemat biaya sebesar Rp15.426.435,96.   Kata kunci: BIM, waste, optimasi, besi, gedung, SCOP     Abstract   Construction waste can have a significant impact on building construction projects, particularly in terms of project budget inefficiency and reduced project performance. The cause of waste is the lack of optimization in the use of reinforcing steel due to improper planning of volume and cutting patterns. This article takes a case study of the Waron Hospital Women & Children’s Specialist Surabaya construction project. The objective of this article is to optimize steel cutting patterns using the Software Cutting Optimization Pro (SCOP) method to achieve the most optimal steel cutting patterns and reduce waste material. The data used includes shop drawings and bills of quantity. Building Information Modeling (BIM)-based modeling was conducted using Revit software for 3D visualization, with the output being a Quantity Take Off (QTO). The QTO data was then analyzed using SCOP to generate the most optimal steel cutting patterns The results of this article show that the lowest waste was found in column work at 0.15%, followed by plate work at 0.22%, while the highest waste was in beam work at 0.34%. This optimization of steel cutting patterns can save costs amounting to Rp15.426.435,96.   Keywords: BIM, waste, optimization, reinforcement, building, SCOP
The Optimasi Penggunaan Besi Tulangan Menggunakan Cutting Optimization Pro pada Proyek Bangunan Gedung Anik Ratnaningsih; Alyssa Fatiha Rahma; Jojok Widodo Soetjipto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1313

Abstract

Abstrak   Waste material pada proyek konstruksi berdampak pada pemborosan biaya dan penurunan efisiensi pekerjaan. Salah satu sumber utama waste berasal dari penggunaan besi tulangan yang belum dioptimalkan dalam perhitungan kebutuhan dan pola pemotongan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan besi tulangan untuk mengurangi waste material pada pekerjaan pembesian menggunakan Software Cutting Optimization Pro (SCOP). Studi kasus dilakukan pada proyek Pembangunan Rusun Dosen Politeknik Pekerjaan Umum Kota Semarang. Data shop drawing dan bill of quantity (BoQ) dimodelkan menggunakan Building Information Modelling (BIM) untuk menghasilkan estimasi kebutuhan besi melalui Quantity Take Off (QTO). Data QTO selanjutnya dianalisis menggunakan SCOP untuk memperoleh pola pemotongan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SCOP mampu menurunkan persentase waste besi hingga di bawah 1% pada seluruh diameter tulangan. Waste terkecil terjadi pada tulangan D13 sebesar 0,053% dan terbesar pada tulangan D25 sebesar 0,76%, dengan penghematan biaya sebesar Rp 8.885.235,60.   Kata kunci: waste, optimasi, pembesian, gedung       Abstract   Waste material in construction projects leads to cost overruns and reduced work efficiency. One of the main sources of waste is the suboptimal use of reinforcing steel in quantity estimation and cutting patterns. This study aims to optimize the use of reinforcing steel to reduce material waste in reinforcement work using Software Cutting Optimization Pro (SCOP). A case study was conducted on the construction of the Lecturer Housing Project of Politeknik Pekerjaan Umum Kota Semarang. Shop drawings and bill of quantity (BoQ) data were modeled using Building Information Modelling (BIM) to generate reinforcement quantity estimates through the Quantity Take Off (QTO) process. The QTO data were then analyzed using SCOP to obtain optimal cutting patterns. The results show that the application of SCOP reduced rebar waste to below 1% for all analyzed diameters. The lowest waste occurred in D13 rebars at 0.053%, while the highest waste was found in D25 rebars at 0.76%, resulting in a cost saving of IDR 8,885,235.60.   Keywords: waste, optimization, reinforcement, building
Optimalisasi Waste Material Besi pada Proyek Pembangunan Struktur Atas Gedung Melalui Penerapan BIM oril dwi yuniar orillya putri; Jojok Widodo Soetjipto; Anik Ratnaningsih
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1314

Abstract

Abstrak   Waste material konstruksi dapat memberikan dampak besar pada proyek pembangunan gedung, terutama pada inefisiensi anggaran proyek dan penurunan kinerja proyek. Faktor penyebab timbulnya waste adalah kurangnya optimalisasi dalam pemakaian besi tulangan karena perencanaan volume dan pola pemotongan yang kurang tepat. Artikel ini mengambil studi kasus pada proyek pembangunan Waron Hospital Women & Children’s Specialist Surabaya. Tujuan artikel ini untuk mengoptimalkan pola potongan besi menggunakan metode Software Cutting Optimization Pro (SCOP) guna mendapatkan pola potongan besi paling optimal untuk mengurangi waste material. Data yang digunakan berupa shop drawing dan bill of quantity. Pemodelan berbasis Building Information Modelling (BIM) menggunakan Software Revit untuk visualisasi 3D, dengan output yang tercapai berupa Quantity Take Off (QTO). Dilanjut dengan menganalisis data QTO menggunakan SCOP untuk menghasilkan pola potongan besi paling optimal. Hasil dari penelitian Berdasarkan hasil analisis waste material besi pada pekerjaan struktur balok plat, dan kolom didapatkan waste terkecil pada pekerjaan kolom sebesar 0,15%, dilanjut dengan pekerjaan plat sebesar 0,22%, dan yang tertinggi pada pekerjaan balok sebesar 0,34%. Hasil optimasi pola potongan ini dapat menghemat biaya sebesar Rp15.426.435,96.   Kata kunci: BIM, waste, optimasi, besi, gedung, SCOP     Abstract   Construction waste can have a significant impact on building construction projects, particularly in terms of project budget inefficiency and reduced project performance. The cause of waste is the lack of optimization in the use of reinforcing steel due to improper planning of volume and cutting patterns. This article takes a case study of the Waron Hospital Women & Children’s Specialist Surabaya construction project. The objective of this article is to optimize steel cutting patterns using the Software Cutting Optimization Pro (SCOP) method to achieve the most optimal steel cutting patterns and reduce waste material. The data used includes shop drawings and bills of quantity. Building Information Modeling (BIM)-based modeling was conducted using Revit software for 3D visualization, with the output being a Quantity Take Off (QTO). The QTO data was then analyzed using SCOP to generate the most optimal steel cutting patterns The results of this article show that the lowest waste was found in column work at 0.15%, followed by plate work at 0.22%, while the highest waste was in beam work at 0.34%. This optimization of steel cutting patterns can save costs amounting to Rp15.426.435,96.   Keywords: BIM, waste, optimization, reinforcement, building, SCOP