Articles
Hubungan Kekuatan Otot Lengan dengan Kemampuan Servis Atas pada Pemain Bola Voli Club Portenang
Ni Komang Indah Pradnya Utami;
I Made Yoga Parwata;
Agung Wahyu Permadi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.289 KB)
AbstrakDalam permainan bola voli terdapat beberapa keterampilan teknik, salah satunya adalah servis atas. Servis merupakan tanda untuk memulai permainan dan serangan pertama untuk memperoleh poin. Untuk dapat melakukan servis atas dengan baik harus memiliki kondisi fisik yang baik salah satunya kekuatan otot lengan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis atas pada pemain bola voli. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional korelasi. Penentuan sampel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 15 orang. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 (p<0,05) dan nilai pearson correlation yaitu 0,943 yang berarti terdapat korelasi sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis atas bola voli.AbstractIn a volleyball there are several technical skills, one of which is the upper serve. Serve is the signal to start the game and the first attack to earn points. Must have good physical condition to serve well, one of which is arm muscle strength. The purpose of this study was to determine the relationship between arm muscle strength and upper serve ability in volleyball players using cross sectional correlation method. Determination of the sample using inclusion and exclusion criteria obtained a sample of 15 people. The results of this study were analyzed using the pearson product moment correlation test with the value of Sig. (2-tailed) 0.000 (p <0.05) and the pearson correlation value is 0.943 which means that there is a very strong correlation. Based on the results of this study, it can be concluded that there is a correlation between arm muscle strength and upper serve ability in volleyball.
Dampak Latihan Senam Terhadap Kebugaran Daya Tahan Kardiorespirasi Pada Lanjut Usia Di Kabupaten Karangasem
I Gusti Agung Yuda Paradita Cahyana;
I Made Yoga Parwata;
Agung Wahyu Permadi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 5 No. 02 (2023): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/jsi.v5i02.55
Lanjut usia adalah proses alami pada individu berusia 60 tahun ke atas. Penuaan pada lansia mengakibatkan berbagai perubahan fisiologis yang harus dialami oleh mahluk hidup sehingga diperlukan upaya meningkatkan kebugaran dengan aktivitas fisik yaitu berolahraga. Olahraga yang cocok untuk lansia adalah senam, rutin berolahraga dapat memperlambat proses kemunduran dan dapat meningkatkan kebugaran daya tahan kardiorespirasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak latihan senam terhadap kebugaran daya tahan kardiorespirasi lansia. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bentuk pre eksperimen dengan one group pre-test dan post-test design menggunakan Teknik concesutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian pre-test nilai VO2 Max dengan rerata 8,74 dan post-test nilai VO2 Max dengan rerata 13,24 dengan selisih 4,5. Setelah dilakukan uji Normalitas mendapatkan hasil >0.05 yaitu jarak tempuh sebelum senam 0.867 dan setelah senam 0.453, hasil VO2 Max sebelum senam 0.435 dan setelah senam 0.753 sehingga ditarik kesimpulan semua variabel berdistribusi normal. Uji Homogenitas nilai sig jarak tempuh dan hasil VO2 Max >0.05 yaitu 0.552 dan 0.875 sehingga dapat disimpulkan bahwa jarak tempuh dan hasil VO2 Max berasal dari varians yang sama (homogen) antara jarak tempuh sebelum dan setelah senam. Uji t tes nilai sig (2-tailed) dari jarak tempuh dan VO2 Max <0,05 yaitu 0,000 disimpulkan bahwa latihan senam memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap jarak tempuh dan hasil VO2 Max. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya dampak latihan senam lansia terhadap kebugaran daya tahan kardiorespirasi.
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Kelincahan pada Pemain Futsal Club Sikumana
Maria Alfonsa Delegori Dhobe;
I Made Yoga Parwata;
Agung Wahyu Permadi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36002/js.v2i2.2598
Kelincahan salah satu aspek kondisi fisik yang banyak diperlukan dalam cabang olahraga futsal. Hasil IMT dapat diperoleh dengan cara menghitung berat badan dalam satuan (kg) dan tinggi badan (m2). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kelincahan pada pemain futsal club Sikumana. Penelitian dilakukan pada laki-laki umur 20-25 tahun. Metode penelitian kuantitatif dengan studi korelasi analisis statistik deskriptif. Sampel penelitian terdiri 25 orang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran IMT dengan mengukur tinggi dan berat badan sampel, sedangkan pengukuran kelincahan dengan illinois agility test. Untuk menguji hipotesis penelitian ini dengan uji korelasi pearson product moment. Hasilnya ada hubungan antara IMT dengan kelincahan pada pemain futsal dengan nilai signifikan 0,000 yang menunjukkan adanya korelasi antara kedua variabel serta angka koefisien korelasi 0,694 menunjukkan hubungan antara kedua variabel sangat kuat. Hasilnya bahwa ada hubungan antara IMT dengan kelincahan pada pemain futsal club Sikumana.
Hubungan Kekuatan Otot Lengan dengan Kemampuan Servis Atas pada Pemain Bola Voli Club Portenang
Ni Komang Indah Pradnya Utami;
I Made Yoga Parwata;
Agung Wahyu Permadi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36002/js.v1i1.1949
AbstrakDalam permainan bola voli terdapat beberapa keterampilan teknik, salah satunya adalah servis atas. Servis merupakan tanda untuk memulai permainan dan serangan pertama untuk memperoleh poin. Untuk dapat melakukan servis atas dengan baik harus memiliki kondisi fisik yang baik salah satunya kekuatan otot lengan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis atas pada pemain bola voli. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional korelasi. Penentuan sampel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 15 orang. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 (p<0,05) dan nilai pearson correlation yaitu 0,943 yang berarti terdapat korelasi sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis atas bola voli.AbstractIn a volleyball there are several technical skills, one of which is the upper serve. Serve is the signal to start the game and the first attack to earn points. Must have good physical condition to serve well, one of which is arm muscle strength. The purpose of this study was to determine the relationship between arm muscle strength and upper serve ability in volleyball players using cross sectional correlation method. Determination of the sample using inclusion and exclusion criteria obtained a sample of 15 people. The results of this study were analyzed using the pearson product moment correlation test with the value of Sig. (2-tailed) 0.000 (p <0.05) and the pearson correlation value is 0.943 which means that there is a very strong correlation. Based on the results of this study, it can be concluded that there is a correlation between arm muscle strength and upper serve ability in volleyball.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi Pada Petani Lansia
I Gusti Putra Agung Rama Prananda;
Agung Wahyu Permadi;
I Putu Darmawijaya
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36002/js.v1i1.1960
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan daya tahan kardiorespirasi pada petani lansia di desa mambal munduk kedampal. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang memiliki satu variabel independen dan satu variabel dependen. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 20 sampel. Metode yang digunakan untuk mengukur daya tahan kardiorespirasi yaitu dapat diukur dengan menggunakan six minute walking test, sedangkan nilai IMT didapatkan dari hasil penghitungan berat badan (kg) dan tinggi badan (m2). Hasil penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan nilai signifikan 0,000 dan koefesien korelasi sebesar -0,736. Hasil penelitian ini terdapat korelasi negatif yang signifikan antara IMT dengan daya tahan kardiorespirasi pada petani lansia di desa Mambal munduk Kedampal. Dapat disimpulkan, semakin meningkat nilai IMT akan menurunkan nilai daya tahan kardiorespirasi pada petani lansia.Kata kunci: Lansia, Indeks Massa Tubuh, VO2Max.AbstractThis study aims to determine the relationship between body mass index and cardiorespiratory endurance in elderly farmers in the village of Mambal Munduk Kedampal. The type of research used is cross sectional which has one independent variable and one dependent variable. The number of samples obtained as many as 20 samples. The method used to measure cardiorespiratory endurance is that it can be measured using the six minute walking test, while the BMI value is obtained from the results of calculating body weight (kg) and height. (m2). The results of the study used the Pearson Product Moment correlation test with a significant value of 0.000 and a correlation coefficient of -0.736. The results of this study there is a significant negative correlation between BMI and cardiorespiratory endurance in elderly farmers in the village of Mambal Munduk Kedampal. It can be concluded, the increasing BMI value will decrease the value of cardiorespiratory endurance in elderly farmers. Keywords: Elderly, Body Mass Index, VO2 Max.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kebugaran Kardiorespirasi Pada Mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura
David Satrya Wibowo;
Agung Wahyu Permadi;
I Made Astika Yasa
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36002/js.v1i1.1962
AbstrakKebugaran kardiorespirasi dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari agar tubuh tidak mengalami kelelahan yang berlebihan. Ketika tubuh melakukan aktivitas yang berlebihan maka kelelahan akan muncul setelah melakukan aktivitas, sehingga membuat tubuh akan cepat tertidur. Tidur atau istirahat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi tubuh agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas tidur dan kebugaran kardiorespirasi berupa VO2Max. Penelitian ini menggunakan metode korelasional untuk menemukan seberapa erat hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan populasi dalam penelitian ini mahasiswa Fisioterapi Universitas Dhyana Pura. Sampel penelitian ini merupakan mahasiswa laki-laki yang berjumlah 24 orang. Kualitas tidur diukur dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kebugaran kardiorespirasi diukur menggunakan 15 Minutes Balke Test. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan nilai signifikan 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0.732. Hasil dalam penelitian ini menunjukan terdapat korelasi positif yang signifikan antara kualitas tidur dengan kebugaran kardiorespirasi. Dapat disimpulkan jika tubuh memiliki kualitas tidur yang baik maka kebugaran kardiorespirasi baik juga dan sebaliknya.Kata kunci: Mahasiswa, Kualitas Tidur, VO2Max.AbstractCardiorespiratory fitness is needed to support daily activities so that the body does not experience excessive fatigue. When the body does excessive activity, fatigue will appear after doing the activity, thus making the body fall asleep quickly. Sleep or rest is needed to restore the body's condition so that it can carry out daily activities. This study aims to determine whether there is a relationship between sleep quality and cardiorespiratory fitness in the form of VO2Max. This study uses the correlational method to find out how closely the relationship between these variables and the population in this study are students of Physiotherapy at Dhyana Pura University. The sample of this study were male students, totaling 24 people. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and cardiorespiratory fitness was measured using the 15 Minutes Balke Test. The results of the study used the Pearson Product Moment correlation test with a significant value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.732. The results in this study showed that there was a significant positive correlation between sleep quality and cardiorespiratory fitness. It can be concluded that if the body has good sleep quality, then cardiorespiratory fitness is good and vice versa.Keywords: Student, Sleep Quality, VO2 Max.
Hubungan Kekuatan Otot Lengan terhadap Ketepatan Servis Bawah pada Pemain Voli di SMA Negeri 1 Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali
Ni Komang Ayu Trisna Devi;
I Made Yoga Parwata;
Agung Wahyu Permadi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36002/js.v1i2.2316
Abstract Arm muscle strength is a necessary biomotor component to perform a good lower serve. This study aims to find out the relationship of arm muscle strength to lower serve accuracy in volleyball players at SMA Negeri 1 Kediri. This study uses quantitative methods with correlation studies in the form of non-experimental descriptive statistical analysis. The samples in this study were 37 people aged 16–18 who were selected by purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The results of this study were analyzed using a Pearson product moment correlation test with a significant value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.921 which meant that the relationship between the two variables was very strong, positive in a direction Based on this study, there is a correlation between arm muscle strength and lower serve accuracy in volleyball players. Keywords:Arm muscle strength, Lower service, Push up test Abstrak Kekuatan otot lengan merupakan komponen biomotorik yang diperlukan dalam melakukan servis bawah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan servis bawah pada pemain voli di SMA Negeri 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi korelasi berupa analisis statistik deskriptif non eksperimental. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang yang berusia 16-18 tahun yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan nilai signifikan 0,000 dan koefisien korelasi 0,921 yang berarti hubungan antar kedua variabel sangat kuat yang bersifat positif yang searah. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara kekuatan otot lengan terhadap ketepatan servis bawah pada pemain voli. Kata kunci:Kekuatan otot lengan, Servis bawah, Tes push up
Hubungan Masa Kerja terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi (VO2Max) pada Pekerja Penyapu Jalan
I Gusti Ayu Dewi Antari;
Agung Wahyu Permadi;
I Putu Darmawijaya
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36002/js.v1i2.2327
Abstrak Daya tahan kardiorespirasi salah satu komponen kebugaran fisik yang diperlukan pekerja penyapu jalan untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja terhadap daya tahan kardiorespirasi (VO2Max). Penelitian ini dilakukan pada perempuan rentang umur 40-50 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan rancangan penelitian study cross sectional non eksperimental. Sampel penelitian terdiri dari 26 orang pekerja penyapu jalan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengukuran masa kerja dilakukan dengan wawancara kepada sampel, sedangkan tes jalan 6 menit untuk mengukur daya tahan kardiorespirasi (VO2Max). Uji hipotesis menggunakan uji korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel dengan nilai signifikan 0,000 yang menunjukan adanya korelasi antara kedua variabel serta angka koefisien korelasi -0,778 menunjukkan hubungan antara kedua variabel yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan korelasi bertanda negatif yang berarti korelasi yang dihasilkan berbanding terbalik atau tidak searah.Kata kunci: masa kerja, daya tahan kardiorespirasi (VO2Max), tes jalan 6 menit Abstract Cardiorespiratory endurance components of the road sweeper's physical fitness in order to work well. The purpose of this study was to determine the relationship between length of service and cardiorespiratory endurance (VO2Max). The study was conducted on women aged 40-50 years. The research method used is quantitative using a non-experimental cross-sectional research design. The research sample consisted of 26 street sweepers who were selected by purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Measurement of working period was done by interviewing samples, and 6 minute walking test to measure cardiorespiratory endurance (VO2Max). Hypothesis testing uses Spearman rank correlation to determine the relationship between the two variables with a significance value of 0.000 which indicates a correlation between the two variables and the correlation coefficient of -0.778 indicates a strong relationship. The results of this study indicate that the correlation is negative, which means that the resulting correlation is inversely proportional.Keywords: working period, cardiorespiratory endurance (VO2 Max), 6 minute walking test
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP VO2MAX PADA LANJUT USIA
Karba, Septuaginta Kristian;
Permadi, Agung Wahyu;
Parwata, I Made Yoga
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/htj.v10i1.1001
Lansia merupakan kelompok populasi yang rentan terhadap penurunan kemampuan fisik dan kesehatan umum. VO2Max, yang merupakan ukuran kapasitas maksimum seseorang dalam menggunakan oksigen selama aktivitas fisik, telah terbukti menjadi indikator penting dari kebugaran kardiorespirasi pada lansia. Lansia cenderung mengurangi aktivitasnya yang akan berdampak pada kebugaran jasmaninya. Kurangnya aktivitas fisik pada lansia dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap daya tahan kardiovakuler (VO2Max) pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analisis deskriptif non eksperimental. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kuisioner Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan Six Minute Walking Test. Penelitian yang dilakukan menggunakan uji korelasi momen produk pearson didapatkan nilai signifikan 0,000 dan koefisien korelasi 0,947 yang artinya adanya korelasi yang sangat kuat kearah positif antara aktivitas fisik dan daya tahan kardiovaskuler (VO2Max).
PENERAPAN LATIHAN PERNAPASAN TERHADAP PENGEMBANGAN SANGKAR TORAKS PADA PEROKOK KONVENSIONAL AKTIF
Kusuma, I Komang Pramana Darma;
Permadi, Agung Wahyu;
Parwata, I Made Yoga
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/htj.v10i1.1005
Perilaku merokok merupakan salah satu penyebab masalah kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan berbagai penyakit. Salah satu dampak dari aktivitas merokok terhadap kesehatan yaitu dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berpengaruh pada penurunan sangkar toraks sehingga aktivitas menjadi terganggu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan kombinasi pursed lip breathing dan maximal inspiratory exercise terhadap pengembangan sangkar toraks pada perokok konvensional aktif. Metode yang digunakan yaitu One groups pre-test and post-test design. Hasil analisis data penelitian pada uji normalitas yang menggunakan Shapiro Wilk Test pada kelompok kombinasi, untuk hasil pre-test sebesar 0,144 dan post-test sebesar 0,482 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji Hipotesis menggunakan uji paired sample t-test dengan hasil sig sebesar 0,000 yang berarti p < 0,05 sehingga terdapat peningkatan yang signifikan pada kelompok sampel setelah diberikan latihan kombinasi pursed lip breathing dan maximal inspiratory exercise., kesimpulan yang dapat diambil yaitu terdapat peningkatan pada pengembangan sangkar toraks setelah diberikannya latihan pernapasan kombinasi pursed lip breathing dan maximal inspiratory exercise terhadap perokok konvensional aktif.