Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Pedagogi Hayati

Pengaruh Problem Based Instruction (PBI) Pada Siswa dengan Tingkat Motivasi Belajar Terhadap Penguasaan Konsep Biologi Siswa SMA Batik 1 Surakarta Hindrasti, Nur Eka Kusuma; Karyanto, Puguh; P., Riezky Maya
Pedagogi Hayati Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Pedagogi Hayati
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.265 KB)

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian adalah mengetahui: 1) pengaruh PBI terhadap penguasaan konsep pokok bahasan pencemaran lingkungan biologi siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta , 2) pengaruh motivasi belajar siswa terhadap penguasaan konsep biologi pokok bahasan pencemaran lingkungan siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta, dan 3) interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap penguasaan konsep biologi pokok bahasan pencemaran lingkungan siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental Research) menggunakan Randomized Control Only Design. Model pembelajaran dan motivasi belajar siswa sebagai variabel bebas dan penguasaan konsep biologi sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester genap SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011, dengan sampel siswa kelas X-5sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X-4sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data penguasaan konsep biologi digunakan teknik tes dan lembar observasi. Pengukuran motivasi belajar biologi menggunakan angket. Pengukuran penguasaan konsep menggunakan tes hasil belajar ranah kognitif  berupa tes obyektif yang berbentuk pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan Analisis Varians (ANAVA) Dua Jalan dan tes uji lanjut menggunakan Bonferroni.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : 1) Model pembelajaran PBIberpengaruh nyata terhadap penguasaan konsep biologi siswa SMA Batik 1 Surakarta (sig. 0,0089), 2) Motivasi belajar berpengaruh nyata terhadap penguasaan konsep biologi siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta(sig. 0,063; 0,00; 0,002), dan 3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap penguasaan konsep biologi siswa kelas X SMA Batik  1 Surakarta(sig. 0,26).
Framework Literasi Kelautan Sebagai Acuan Pembelajaran Sains di Negara Maritim Bony Irawan; Nur Eka Kusuma Hindrasti
Pedagogi Hayati Vol 2 No 1 (2018): Pedagogi Hayati Jurnal ilmiah Pendidikan Biologi : Literasi dan kearifan Lokal da
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v2i1.413

Abstract

Pembangunan kemaritiman nasional yang sedang digalang di Indonesia harus didukung oleh sistem pendidikan yang menjalankan fungsinya dalam mendidik calon warga negara. Agar pembangunan kemaritiman itu berhasil, siswa harus dididik secara sistematis pada bangku sekolah untuk memiliki literasi kelautan yang baik. Selama ini pengetahuan tentang kelautan tidak menjadi fokus dan hanya mendapat porsi kecil pada kurikulum pendidikan nasional. Akibatnya siswa Indonesia tidak memiliki pengetahuan, sikap, dan persepsi yang positif terhadap laut. Standar kurikulum yang berlaku di Indonesia tidak memiliki mata pelajaran khusus tentang ilmu kelautan. Materi dan pengetahuan penting tentang laut yang harus dimiliki calon warga negara ini dapat diintegrasikan kedalam mata pelajaran terkait, terutama biologi. Agar integrasi ini berjalan baik, diperlukan adanya standar isi pengetahuan kelautan yang dapat diacu oleh guru dalam mengembangkan prses pembelajaran. Penulis merumuskan sebuah framework literasi kelautan yang memuat pengetahuan esensial yang harus dikuasai siswa pada jenjang sekolah menengah. Framework literasi kelautan ini dirumuskan dengan mempertimbangkan standar ocean literacy yang berlaku secara internasional, dengan memperhatikan kondisi dan kearifan lokal Indonesia. Terdapat tujuh prinsip penting yang dirinci oleh 45 konsep dasar. Framework ini merangkum wawasan kelautan yang esensial untuk diintegrasikan kedalam pembelajaran yang terkait di sekolah. Selain itu framework ini juga dapat dijadikan acuan oleh pengelola akuarium dan taman, science park, dan pusat informasi informal lain. Diharapkan framework ini dapat memudahkan tugas guru dalam mengintegrasikan pengetahuan kelautan kedalam pembelajaran
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Aspek Advanced Clarification dan Inference pada Konsep Sistem Pencernaan Di Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang Oktaviani Dwi Putri; Nevrita; Nur Eka Kusuma Hindrasti
Pedagogi Hayati Vol 3 No 2 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i2.1141

Abstract

ABSTRACT: The purpose of this study is to describe students' critical thinking skills in the aspects of advanced clarification and inference of the XI MIPA class of SMA Negeri 2 Tanjungpinang. The population of this study were all students of class XI MIPA of SMA Negeri 2 Tanjungpinang consisting of 7 classes with a total of 259 students. The sample in this study amounted to 146 taken with cluster random sampling techniques. Data collection techniques through tests in the form of questions were developed using indicators of critical thinking skills. Test instruments are used to determine students' critical thinking skills in the aspects of advanced clarification and inference. Based on data analysis, it is known that the average percentage in the advanced clarification aspect is 63% with a category and 62% inference. So the conclusion in this study that the ability to think critically in the advanced clarification and inference aspects of class XI MIPA students of SMA Negeri 2 Tanjungpinang in the category is quite critical. ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek advanced clarification dan inference kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang yang terdiri dari 7 kelas dengan total 259 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 146 yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data melalui tes berupa soal yang dikembangkan menggunakan indicator kemampuan berpikir kritis. Intrumen tes digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek advanced clarification dan inference. Berdasarkan analisis data maka diketahui rata-rata persentase pada aspek advanced clarification adalah 63% dengan kategori dan inference 62%. Maka kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kemampuan berpikir kritis pada aspek advanced clarification dan inference siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang pada kategori cukup kritis.
Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Asesmen Autentik Keterampilan Abad ke-21 untuk Mahasiswa Pendidikan Biologi Nur Eka Kusuma Hindrasti; Trisna Amelia; Mufida Nofiana
Pedagogi Hayati Vol 4 No 2 (2020): Pedagogi Hayati Volume 4 Nomor 2 2020
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v4i2.2638

Abstract

ABSTRACT. This study aims to analyze the need for the development of authentic 21st century skills assessment instruments for biology education students. This needs analysis research is an early stage of development research consisting of stages 1) need assessment, 2) identification of component scale (literature study), 3) developing and writing items' component, and 4) field testing, validity, and reliability analysis. This descriptive study uses a questionnaire technique to collect data in the form of lecturer and student responses regarding the need for authentic assessment instruments for 21st century skills. Data analysis was performed using simple statistics, namely percentage and also qualitatively. Based on the results of the research, it was found that prospective biology teacher students admitted that lecturers had already assessed 21st century skills, but the lecturers considered that they had not been maximal in assessing 21st century skills because the instruments used were modest, not developed properly (not validated), and have not measured the real skills of students. So that it is important to do research and development of authentic assessment instruments for 21st century skills. ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen asesmen autentik keterampilan abad ke-21 untuk mahasiswa pendidikan biologi. Penelitian analisis kebutuhan ini merupakan tahapan awal penelitian pengembangan yang terdiri dari tahap 1) need assessment, 2) identification of component scale (studi literatur), 3) developing and writing items’ component, dan 4) field testing, validity, and reliability analysis. Penelitian deskriptif ini menggunakan teknik angket untuk mengumpulkan data berupa respon dosen dan mahasiswa terkait kebutuhan instrumen asesmen autentik keterampilan abad ke-21. Analisis data dilakukan dengan statistik sederhana yaitu persentase dan juga secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa mahasiswa calon guru biologi mengaku dosen sudah melakukan penilaian keterampilan abad ke-21, namun dosen menganggap belum maksimal dalam menilai keterampilan abad ke-21 karena instrumen yang digunakan dibuat sekedarnya, tidak dikembangkan sebagaimana mestinya (tidak dilvalidasi), dan belum mengukur keterampilan mahasiswa yang sesungguhnya. Sehingga penelitian dan pengembangan instrumen asesmen autentik untuk keterampilan abad ke-21 penting untuk dilakukan.