Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perbedaan Proses Penyembuhan Luka Operasi Antara Jahitan Menggunakan Skin Stapler Dan Benang Sintetis Monofilamen Pada Pasien Trepanasi Susi Milwati; Ekowati Retnaningtyas
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Terapan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v(3)i(1)y(2017).page:42-49

Abstract

Penyembuhan luka operasi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti bahan dasar benang yang dipakai menjahit luka. Pada operasi trepanasi, bahan benang yang sering digunakan untuk menutup luka adalah skin stapler dan benang sintetis monofilamen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan proses penyembuhan luka operasi antara jahitan menggunakan skin stapler dan benang sintetis monofilamen pada pasien trepanasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi analitik dengan pendekatan komparatif. Sampel berjumlah 30 orang responden, terdiri atas 15 responden menggunakan skin stapler, dan 15 responden menggunakan benang sintetis monofilamen dengan teknik pengambilan sampel aksidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengobservasi proses penyembuhan luka yang dilaksanakan pada hari ke 4 dan hari ke 7 setelah operasi menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian di analisa menggunakan uji statistik Mann Whitney, didapatkan nilai signifikansi p sebesar 0,018. Hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan proses penyembuhan luka operasi antara jahitan menggunakan skin stapler dan benang sintetis monofilamen pada pasien trepanasi.
The Relationship between Learning Motivation and Learning Achievement in Students Organizing in the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Surabaya Hidayati, Siti Rohmatul; Reliani, Reliani; Nasrullah, Dede; Retnaningtyas, Ekowati
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.787 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.1.3.2016.31-45

Abstract

Background: The results of interviews of 15 students who have low motivation are because students who are too active in organizations will generally be distracted by organizational activities such as meetings and activities outside of lectures, especially for students who have not been able to manage the time between lectures and the organization so that the consequence is that students One of the reasons for low motivation and learning achievement is that the academic score is not enough, even if it is not passed on time Learning achievement can be influenced by motivation, among others, starting from the stimulus process (stimulation) given to students can be accepted or rejected. If the stimulus is not accepted, it means that the stimulus cannot influence learning achievement. However, if students receive the stimulus well, then there is attention from the student, and the stimulus effectively affects learning achievement. If the stimulus is accepted, students understand this stimulus and proceed to the next process. After that, students process the stimulus so that there is a willingness to learn for the stimulus's sake. Finally, with the support of facilities and encouragement from the environment, the stimulus affects action or changes in student motivation to be more active in learning.Objective: To explore the relationship between learning motivation and learning achievement in students who organize at the Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) the academic year 2014-2015.Methods: Cross-sectional approach to correlational analytic research.Results: The research results of 65 students organized at FIK UMSurabaya academic year 2014-2015 found the right learning motivation, namely as many as 33 (51%). The research results of 65 students organized at FIK UMSurabaya academic year 2014-2015 found outstanding learning achievement, namely 37 (58%).Conclusion: There is a relationship between learning motivation and student learning achievement in organizations at FIK UMSurabaya academic year 2014-2015.
Hubungan Kepuasan Pasien Dengan Minat Menggunakan pelayanan Kesehatan di Puskesmas. Refi Andi Alamsyah; Ekowati Retnaningtyas; Nining Loura Sari
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v2i2.133

Abstract

Pelayanan jasa kesehatan yang ada di Puskesmas saat ini menuntut peningkatan mutu. Mutu pelayanan kesehatan sangat terkait dengan kepuasan. Konsumen yang puas akan jasa yang diterimanya akan cenderung menggunakan jasa pelayanan kesehatan dimasa yang akan datang. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan pasien dengan minat menggunakan jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas Dinoyo-Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil dari pasien yang berobat di Puskesmas Dinoyo-Malang sebanyak 50 sampel, dengan menggunakan total sampling. Pengambilan data melalui pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi dengan di analisa secara statistik, untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil pengujian dengan =0,05 didapatkan =0,00 dengan koefisien korelasi r =0.480, indikasi ini menunjukkan yang signifikan. Artinya semakin tinggi tingkat kepuasan pasien maka minat mereka untuk kembali menggunakan jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut juga akan cenderung semakin tinggi. Berdasarkan hasil diatas diharapkan diadakan penelitian lanjutan dengan memperluas variabel yang dapat mempengaruhi minat pasien menggunakan jasa pelayanan kesehatan.
EDUKASI DAN PELATIHAN KADER KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PESERTA PROLANIS Fadila, Rizki; Retnaningtyas, Ekowati; Dewiyani, AAI Citra; Ningrum, Herlinda Dwi; Purnamasari, Ayu Tyas
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v9i1.5248

Abstract

The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is an effort to improve the quality of life for chronic disease sufferers through regular health monitoring and proper management. However, the level of adherence of Prolanis participants to follow the program remains a major challenge. One way to improve participant adherence is by involving health cadres who act as a link between participants and healthcare facilities. This Community Service activity aims to implement education and training for health cadres to increase participant adherence in following Prolanis. The results of the Community Service activity show an increase in cadres' knowledge about Prolanis and their skills in communicating with participants. In addition, cadres were educated to carry out measurements of height, weight, Body Mass Index (BMI), as well as blood sugar and blood pressure measurements. It can be concluded that training health cadres plays an important role in improving Prolanis participants' adherence, and this activity is expected to support the success of Prolanis implementation.
Comparative electrical impedance analysis of blood in normal and diabetes mellitus patients under fasting and postprandial conditions Widodo, Chomsin Sulistya; Khoriyanto, Farid; Retnaningtyas, Ekowati
Science, Technology, and Communication Journal Vol. 6 No. 1 (2025): SINTECHCOM Journal (October 2025)
Publisher : Lembaga Studi Pendidikan dan Rekayasa Alam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59190/stc.v6i1.330

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) alters blood biophysics, yet most bioelectrical impedance spectroscopy (BIS) studies examine only glucose and overlook hematological or morphological factors. This comparative study analyzed venous blood samples from normoglycemic individuals (n = 5) and type 2 diabetes mellitus (T2DM) patients (n = 5) under fasting and postprandial conditions. Assessments included glucose, hemoglobin, complete blood count, erythrocyte morphology, and wide-band BIS (100 Hz – 100 kHz). T2DM patients consistently showed higher impedance than controls, with partial reductions postprandially but clear intergroup separation. Morphological analysis revealed an increased number of abnormal erythrocytes, including schistocytes, teardrops, and elliptocytes, consistent with membrane remodeling and hemorheological disturbance. Wide-band BIS detected frequency-dependent signatures shaped by glucose, hemoglobin, membrane capacitance, and cytoplasmic resistance. By integrating biochemical, hematological, and morphological data, this study established a multidimensional electrohematological profile of diabetes. Including both fasting and postprandial states addressed a key gap in previous BIS work and emphasized the clinical relevance of postprandial variability. These findings highlight BIS as a promising, non-invasive adjunct for diabetes monitoring, with translational potential for hybrid diagnostic strategies, wearable sensors, and point-of-care technologies.
Diabetes Self Management Education Assistance on The Quality of Life in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Buana, Chandra; Tarwoto, Tarwoto; Retnaningtyas, Ekowati; Harmonis, Rita; Sridiany, Sridiany
Journal of World Science Vol. 2 No. 5 (2023): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v2i2.143

Abstract

Patients with DM in the district. Rejang Lebong reached 382 cases, and 9 people died from this disease in 2020. Diabetes Self Management Education (DSME) is a program designed to provide understanding and skills in caring for DM sufferers daily at home. This subject of this study was to analyze the effect of DSME administration on the quality of life in type 2 DM patients in the PKM Perumnas area, Rejang Lebong district. This research is a quasi-experimental study with a pretest and posttest approach with a control group design. The sampling technique used consecutive sampling involving 30 respondents, divided into 15 respondents in the treatment group and 15 in the control group. Bivariate analysis in the form of a parametric test, namely the dependent t-test and independent t-test with ? = 0.05. Researchers use computer programs for data processing and statistical analysis. The mean quality of life for DM patients was 36.20 with a standard deviation of 10.79 and p = 0.000 <0.05. This shows that after the intervention, there is an increase in the quality of life of DM patients by 36.20. There is an effect of Diabetes Self-Management Education (DSME) on the Quality of Life of Diabetes Mellitus (DM) Patients in Kab. Rejang Lebong in 2022. Education is essential for patients to change their behaviour and self-management independently to improve the quality of life of DM patients.
The Relationship between Nutritional Status and Physical Activity with Work Productivity Among Production Employees at PT. Agung Karya Atta Malang City Wahyudi, Aldi Faisa; Sukijar, Suwoyo; Retnaningtyas, Ekowati; Kholidah, Diniyah
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Volume 2 No 2 Bulan Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v2i2.735

Abstract

Masalah gizi seseorang menggambarkan konsumsi zat gizi yang tidak mencukupi atau melebihi kebutuhannya. Salah satu faktor dalam menilai status gizi seseorang adalah aktivitas fisik. Seseorang yang mengalami obesitas biasanya cenderung lebih malas dalam beraktivitas sehingga kebugaran jasmani seseorang menurun. Tingkat aktivitas fisik dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status gizi dan aktivitas fisik dengan produktivitas kerja pada karyawan produksi di PT. Agung Karya Atta. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 76 responden. Data diambil menggunakan kuesioner oleh responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan program spss dengan uji statistik regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel status gizi dengan produktivitas kerja (p-value 0,001), dan ada hubungan antara variabel aktivitas fisik dengan produktivitas kerja (p-value 0,029). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan produktivitas kerja, dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan produktivitas kerja. Diharapkan karyawan bagian produksi dapat mencapai keseimbangan yang baik antara status gizi, aktivitas fisik dan produktivitas kerja. Kata Kunci : Status Gizi, Aktivitas Fisik, Produktivitas Kerja
Analisis Tingkat Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mengenai Lockout/Tagout (LOTO) terhadap Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) dalam Lockout/Tagout (LOTO) Pekerja Divisi Manufactur dan Divisi Enggenering pada PT. X Kabupaten Banyuwangi Dea Artha Melati; Ekowati Retnaningtyas; Diniyah Kholidah
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v2i3.4149

Abstract

PT.X is a business located in Banyuwangi district, East Java. PT.X is engaged in manufacturing which produces mineral water. PT.X Banyuwangi's work procedures have implemented K3 in its work processes. The Lockout/Tagout (LOTO) locking and marking system has been implemented, but unsafe behavior is still found by workers when carrying out work processes using the Lockout/Tagout (LOTO) system, such as not using PPE during machine repair/maintenance processes, and not installing tags. . . during repairs. This research aims to analyze the level of K3 knowledge about Lockout/Tagout regarding unsafe actions in implementing Lockout/Tagout among workers at PT. In general, this research is a type of quantitative research. The aim of using the crosstab method is to identify data patterns, such as the distribution of variable preferences based on the level of knowledge in carrying out actions. The results of the analysis were that 3 respondents in the good knowledge category carried out unsafe actions in the high category representing 37.5% of the total respondents, 5 respondents in the good knowledge category carried out unsafe actions in the low category representing 62.5% of the total respondents. total respondents. Then for the poor knowledge level category, there were 13 respondents who carried out unsafe actions in the high category, representing 56.5% of the total respondents, and 10 respondents who had poor knowledge levels carried out unsafe actions in the low category. representing 43.5% of the total respondents.
PEMENUHAN KEBUTUHAN DARAH MELALUI KEGIATAN DONOR DARAH DI KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG: KEBUTUHAN DARAH MELALUI KEGIATAN DONOR DARAH DI KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG Putu Eka Sudiwati , Ni Luh; Panggayuh, Ardi; Lukita Ariani , Nia; Retnaningtyas, Ekowati; Susatia, Budi; Hupitoyo
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 1 No 2 (2024): JPPMI- Oktober 2024
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v1i2.58

Abstract

Ketersedian, keamanan, dan kemudahan akses terhadap produk darah harus dapat dijamin oleh pemerintah. Pemenuhan kebutuhan darah tergantung kepada kemauan dan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela. UDD PMI perlu melakukan kegiatan rekrutmen donor untuk memperoleh pendonor darah sukarela berisiko rendah. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu membantu pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Malang melalui kegiatan donor darah serta merekrut pendonor baru untuk dapat menjadi pendonor lestari.. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu partisipasi langsung masyarakat melalui kegiatan donor darah. Tahapan dalam kegiatan ini terbagi menjadi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Melalui kegiatan ini, diperoleh 11 pendonor baru dan 39 pendonor berulang. Karakteristik pendonor yaitu lebih banyak pendonor laki-laki dibandingkan pendonor perempuan, golongan darah paling banyak yaitu golongan darah O dan seluruh pendonor memiliki Rhesus positif. Perlu dilakukan kegiatan donor darah secara rutin di Kecamatan Tumpang sebagai upaya pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Malang
Guidance of Blood Donor Volunteer Groups to Become Sustainable Donors in Tumpang Village, Malang Regency.: Pendampingan Calon Pendonor Darah Usia Muda untuk Membentuk Pendonor Lestari di Desa Tumpang Kabupaten Malang Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Panggayuh, Ardi; Retnaningtyas, Ekowati; Hupitoyo, Hupitoyo; Kurniawati, Atik; Susatia, Budi
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 4 No. 2 (2025): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v4i2.457

Abstract

Pelestarian donor adalah upaya untuk mempertahankan pendonor darah sukarela untuk dapat melakukan donor darah secara berkesinambungan dan teratur dalam hidupnya. Pendonor lestari ini akan selalu berupaya dapat mendonorkan darahnya secara rutin setiap 2-3 bulan sehingga secara tidak langsung pendonor akan menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan persyaratan dalam melakukan donor darah. Pemerintah dan Pemerintah daerah mengatur pengerahan dan pelestarian pendonor darah untuk menjamin kecukupan ketersediaan darah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarat dilaksanakan di Desa Tumpang Kabupaten Malang dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kepada siswa SMA Diponegoro Tumpang mengenai kriteria, manfaat, waktu donor, dan kiat menjaga kesehatan. Melakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, cek kadar gula darah, asam urat dan kolesterol untuk siswa, guru dan tenaga administrasi. Melaksanakan kegiatan donor darah bekerja sama dengan UTD PMI Kabupaten Malang yang diikuti oleh 75 orang pendonor yang bertempat di MI NU Sumber Pasir Tumpang, bekerja sama dengan UTD PMI Kabupaten Malang dan relawan donor darah Desa Sumber Pasir.