p-Index From 2021 - 2026
5.647
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Potential of 96% Etanol Extract of Bandotan Leaves (Ageratum conyzoides L.) as Larvasida Instar III Culex quinquefasciatus Say Yuningsih, Syiama Nofitri; Putra, Ichsan Luqmana Indra
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.9673

Abstract

The high number of filariasis cases in Indonesia requires efforts to control the population of Culex quinquefasciatus larvae. This study aims to analyse the concentration that is effective in killing Cx. quinquefasciatus larvae for 48 hours, and to analyse the LC50 and LT50 values of bandotan leaf extract within 48 hours. Bandotan leaves were collected from Jamblang village, Sleman, Yogyakarta. The leaves were extracted using 96% ethanol, diluted into five concentrations repeated 5 times. Third instar larvae of Cx. quinquefasciatus were obtained from the Salatiga Environmental Health Laboratory (BBLKL). Larval mortality was analysed using Kruskal-Wallis test and LC50 and LT50 probit analysis. The results obtained showed that 96% ethanol extract of bandotan leaves at concentrations of 1% (positive control) and 9% had an effect on larval mortality, with an LC50 value obtained of 3.88%. The LT50 values at concentrations of 0%, 1%, 3%, 5%, 7%, and 9% were 0 hours; 2.64 hours; 146.90 hours; 102.43 hours; 79, 24 hours; and 53.83 hours. The conclusion of this study is that 96% ethanol extract of bandotan leaves at the concentration used in this study does not have the potential to be used as a larvicide against Cx. quinquefasciatus.
KEANEKARAGAMAN JENIS SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI SEKITAR KAMPUS 4 UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA Indra Putra, Ichsan Luqmana; Setiawan, Haris; Suprihatini, Novilia
Biospecies Vol. 14 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v14i2.12905

Abstract

Keanekaragaman adalah jenis-jenis makhluk hidup yang ada di bumi, baik di daratan, lautan, maupun tempat lainnya, salah satunya semut. Semut dapat ditemukan di berbagai habitat, baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman semut yang berada disekitar kampus 4 UAD Yogyakarta dan mengetahui spesies semut dominan yang ditemukan. Area pengambilan sampel mewakili 4 area sekitar kampus yaitu persawahan, perumahan, kampus, dan lahan kosong. Setiap area pengambilan sampel ditentukan 2 plot dengan ukuran 700 m2 (35 m x 20 m) yang tersebar pada area pengambilan sampel. Kemudian di dalam plot ditentukan 5 subplot dengan ukuran 150 m2 (15 m x 10 m) yang tersebar di dalam plot. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan metode tidak langsung dengan menggunakan jebakan sugar trap dan bait trap. Lima trap dipasang di setiap subplot, sehingga total terdapat 25 jebakan pada masing-masing plot. Semut yang didapatkan kemudian diidentifikasi dengan melihat ciri morfologinya sampai tingkat spesies. Hasil identifikasi kemudian ditabulasikan untuk kemudian dihitung tingkat keanekaragaman semut. Perhitungan tingkat keanekaragaman tersebut dihitung dengan menggunakan rumus Shannon-Wiener dan untuk menghitung dominansi semut menggunakan formula Ludwig dan Reynolds (1981). Hasil penelitian ini, didapatkan tingkat keanekaragaman semut disekitar kampus 4 UAD memiliki tingkat rendah dengan nilai H’ 0,78 yang disebabkan oleh pengaruh dari alih fungsi lahan dan diperoleh spesies semut yang paling melimpah adalah Monomorium minimum dengan jumlah 3734 individu dan yang tidak melimpah yaitu spesies Cardiocondyla elegans dengan jumlah 1 individu.
PERSEBARAN, TINGKAT PARASITASI, DAN TINGKAT PARASITISME Telenomus remus Nixon TERHADAP TELUR Spodoptera frugiperda PADA TANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN SLEMAN, D.I. YOGYAKARTA Putri, Aulia Ramanda; Putra, Ichsan Luqmana Indra
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8957

Abstract

Salah satu musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan populasi Spodoptera frugiperda di lapangan adalah parasitoid. Parasitoid yang telah diketahui potensial dalam mengendalikan populasi S. frugiperda adalah Telenomus remus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis persebaran, tingkat parasitasi, dan tingkat parasitisme T. remus pada telur S. frugiperda di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lahan yang digunakan dalam pengambilan sampel telur ditentukan dengan metode stratified random, sedangkan pengambilan sampel pada lahan penelitian dilakukan dengan metode purposive. Sampel yang diambil berupa telur S. frugiperda dan dipelihara sampai telur menetas menjadi larva atau keluar parasitoidnya. Baik telur yang menetas ataupun tidak kemudian dihitung untuk menentukan tingkat parasitasi dan tingkat parasitisme T. remus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. remus tersebar pada 17 kecamatan di Sleman dengan persebaran tertinggi di Sleman dan Pakem, sedangkan persebaran terendah di daerah Tempel, Minggir, dan Ngaglik. Tingkat parasitasi T. remus terhadap telur S. frugiperda masuk kedalam kategori tinggi cenderung sangat tinggi, sedangkan untuk Tingkat parasitisme mencapai 86%. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa persebaran dan kemampuan parasitasi T. remus terhadap telur S. frugiperda di Sleman tergolong baik. Sehubungan dengan hal tersebut untuk mendukung efektivitas pengendalian hayati ini, perlu dilakukan upaya pengurangan penggunaan pestisida kimia, misalnya melalui penerapan pengendalian hama terpadu (PHT), penggunaan pestisida selektif yang ramah musuh alami, serta peningkatan pelatihan petani terkait konservasi agen hayati.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aditia, Alek Firnanda Akhmad Nizzar Nasikhudin Alfi Nurcahyasari Andika Setyo Budi Any Guntarti Aprilda, Clariza Ninda Aris Setiawan Arlinda Sekar Ayu Hikmawati Aulia Wulanda Aulia Wulanda Aulia, Dwi Ranti Azzahra, Fara Citra Ariani Edityaningrum, Citra Codrat Dwi Nugroho Sulistyo Wati Daud, Intan Dede Maryana Dita Megasari Dwi Setyawan Eriza Via Malinda Fauzi Ahmad Muda Glady Sunggoro Haris Setiawan Hikmawati, Arlinda Sekar Ayu Husni dan Zulfanazli Pudjianto Alfian Rusdy Ihsan Nurkomar Inggita Utami Khairurrizki, Amanda Khusnul Khotimah Khusnul Khotimah Kurnia Suci Maharani Laela Hayu Nurani Lalu Muhammad Irham Lenggar, Benta Listiatie Budi Utami Lyly Nur Indah Sari MA’RUFAH, NILA Malinda, Eriza Via Maolinda Budiarti Misbahul Munir Moh. Mirza Nuryady Muhammad Izzuddin Noor Rahmadi Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Mulyono Mulyono Nanda Dwi Martina Nanda Dwi Martina Nina Restyaningsih Nisrina Az-Zahra Nurlaily Nur Ismiyati Nuri Dwi Astuti Nurul Istiqomah Nurwidodo, Nurwidodo Nurwijayanti Pertiwi, Pelangi Mayang Sukma Pratiwi, Ambar Pravitarani, Faradina Pudjianto Pudjianto Putra, Sigit Surya Putri, Aulia Ramanda Putri, Tasya Aulia Putri, Tasya Triana Raffly Muhammad Dhiaulhaq Ridwan Alfatah Rizki G. Pangestu Sadda Salisa Yahya Saputra, Wahyu Hana Siti Rofida Sri Wijayanti Wulandari Sri Wijayanti Wulandari Suci Resty Rahmadini Sugiyanto - Suprihatini, Novilia Suwartiningsih, Nurul Suwartiningsih, Nurul Tazkiah Unida Tri Liana Marthadella Unida, Tazkiah Utami, Inggita Utami, Nurul Putrie Wikantyoso, Bramantyo Winda Aulia Putri Wulandari, Sri Wijayanti Yahya Hanafi Yuningsih, Syiama Nofitri