Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analysis of Resist Printing Using Pigment Dyes Haris, Muhammad Naoval; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Murty, Daru Anggara; Widadi, Zahir; Agama, Dimas Pandu Setia
Kreator Vol. 11 No. 2 (2024): Kreator
Publisher : P3M Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/kreator.v11i2.1432

Abstract

Resist printing is one of the textile printing techniques that utilizes the difference in affinity between dyes and resist agents to create patterns or motifs on fabric. This study aims to evaluate the efficiency of this method in producing patterns with good color fastness and optimal motif sharpness. The resist agent used is Diammonium Phosphate (DAP). Pigment dyes were chosen due to their water-insoluble characteristics, requiring an emulsion thickener to adhere to the fabric fibers. The study involves the use of varying concentrations of reactive dyes during the dyeing process and variations in the timing of alkali addition during and after the fixation process. The results of the color fastness test to washing and rubbing showed generally good outcomes and can be further improved to enhance motif clarity in the future.
Pelatihan Sablon DTF di SMK Negeri 3 Pekalongan: Meningkatkan Keterampilan Siswa dalam Teknologi Transfer Printing Haris, Muhammad Naoval; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Maghfiroh, Maghfiroh; Murty, Daru Anggara; Agama, Dimas Pandu Setia; Ramadhani, Farchan Mushaf Al
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan sablon Direct to Film (DTF) menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan kreatif untuk mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan pada peserta didik Kompetensi Keahlian Teknik Penyempurnaan Tekstil di SMK Negeri 3 Pekalongan. Sablon DTF merupakan teknologi cetak modern yang dapat memindahkan motif pada kertas film ke kain. Selain itu sablon DTF lebih efisien dan praktis dibandingkan sablon manual. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada peserta didik agar peserta didik dapat mengembangkan jiwa wirausaha setelah pasca lulus dari sekolah serta memahami kondisi industri kreatif kedepannya. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, peserta didik diharapkan memahami urutan proses sablon DTF hingga siap untuk dipasarkan. Evaluasi keberhasilan pelatihan ini dilakukan dengan penilaian hasil refleksi pre-test dan post-test yang dilakukan saat berlangsungnya proses pelatihan tersebut. Hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa peserta didik merasa senang dan sangat antusias dalam pelaksanaan pelatihan sablon DTF.
Penciptaan Motif Ragam Hias Batik Interior Dari Transformasi Bentuk Fisual Warisan Budaya Tak Benda Di Pulau Jawa Sasongko, Leja Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Lestari, Hutami Puji
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v8i1.7911

Abstract

          Pokok masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana cara memperkenalkan warisan budaya tak benda di Pulau Jawa yang sudah mulai asing bagi generasi muda di Indonesia. melalui media kain batik yang dibuat khusus untuk penggunaan interior. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan ragam hias motif batik interior yang terinspirasi dari aneka ragam warisan budaya tak benda yang ada di Pulau Jawa, yang divisualisasikan dengan teknik penggayaan deformasi, stilasi dan distorsi ke dalam kain batik interior. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode kualitatif deskriptif,dengan wawancara, studi pustaka, observasi, dokumentasi, dan studi visual. Hasil penelitian ini yaitu berupa batik kain panjang untuk interior, yang didalamnya terdiri dari ragam hias utama yang terinspirasi dari warisan budaya tak benda yang berada di Pulau Jawa, ragam hias pendukung berupa balon udara, perahu dan sekar jagad serta isen-isen. Terdapat 8 ragam hias utama yaitu Reog Ponorogo, Jaranan, Wayang, Keris, Jamu, pencak Silat, Gamelan, dan Batik. Pembuatan ragam hias batik interior ini yaitu dengan cara merubah bentuk visual warisan budaya tak benda menjadi ragam hias batik dengan menggunakan teknik penggayaan deformasi, stilasi dan distorsi. Batik interior dibuat dengan ukuran 110 x 215 cm. Hiasan dinding interior dibuat menyesuaikan Panjang dan lebar dinding. Aspek penggunaan batik interior ini menggunkan pendekatan alih wahana yang digunakan sebagai penghias dinding untuk ruang tamu dengan bentuk ragam hias yang dekoratif dan filosofis.
Pelatihan Teknik Cabut Warna pada Totebag sebagai Pengembangan Kompetensi Siswa di SMK Negeri 3 Pekalongan Haris, Muhammad Naoval; Lestari, Rizki; Murty, Daru Anggara; Maghfiroh, Maghfiroh; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Widadi, Zahir; Ramadhani, Farchan Mushaf Al; Nuris, M. Adha; Agama, Dimas Pandu Setia; Suryani, Ririn; Adhifa, Saghira Nurul; Basyaib, Fainuzha Farhan
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i2.165

Abstract

Latar Belakang: Sektor tekstil memainkan peranan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia, terutama di wilayah Pekalongan. Pada industri yang terus berkembang, keahlian dalam teknik pewarnaan dan desain tekstil menjadi elemen kunci dalam meningkatkan inovasi produk serta daya saing. Tujuan: Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan industri tekstil lokal dengan memperkenalkan teknik pewarnaan inovatif kepada generasi muda. Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan empat tahapan yaitu investigasi, persiapan, tindakan dan refleksi berupa pre-test dan post-test. Hasil: Setelah proses pelatihan, peserta memahami perbedaan proses pencelupan dan pencapan, penggunaan zat warna reaktif, dan proses pelaksanaan teknik cabut warna pada bahan tekstil seperti totebag. Hal itu dibuktikan dengan analisis pre-test dan post-test. Kesimpulan: Pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan teknis siswa, namun juga memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja dan potensi berwirausaha di sektor industri tekstil kreatif.
Edukasi Pencegahan Diare dan Dehidrasi pada Kelompok PKK Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang: Health Education on Diarrhea and Dehydration Prevention for the Women's Group of PKK (Family Welfare and Empowerment Organization) in Mojo Village of Pemalang Indonesia Endriyatno, Nur Cholis; Walid, Muhammad; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Efrillia, Erin; Sobirin, Arif; Danendra, Daffa; Nisa’, Fiki Nahdiyatun; Setyowati, Titis; Mubarok, Jauful Iqbal
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6812

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi di Indonesia. Bahaya dari diare adalah dehidrasi yaitu tubuh akan banyak kehilangan air dan garam. Maka dari itu salah satu penanganan diare dengan pencegahan dehidrasi yaitu diberikan larutan gula garam (LGG). Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui edukasi pencegahan diare dan dehidrasi pada kelompok PKK desa Mojo, Kecamatan Ulujami, kabupaten Pemalang, provinsi Jawa Tengah. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan alternatif Participatory Action Research (PAR). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman Masyarakat mengenai pencegahan diare dan dehidrasi yang tercermin dari adanya peningkatan pada nilai posttest terhadap pretes. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah kegiatan pengabdian telah berhasil dilakukan dibuktikan dengan nilai posttest >90%. Diharapkan dengan adanya pengabdian ini taraf kesehatan di desa Mojo akan semakin meningkat.
Kinetic and Equilibrium Study of Synthetic Dye Adsorption Using Alkali-Activated Scallop Shells as Sustainable Adsorbents Muhammad Naoval Haris; Aditya Dimas Wahyu Sasongko; Farchan Mushaf Al Ramadhani
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 2 (2025): February-April
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/2nbjnr75

Abstract

Scallop shells are abundant in Indonesia, particularly along the northern coast of Java Island in Pekalongan Regency. These shells serve as natural adsorbents for removing synthetic textile dyes from aqueous solutions due to their high mineral content, especially calcium carbonate. Adsorption experiments were conducted to evaluate the potential of scallop shells as adsorbents for removing vat dye solutions. Adsorption kinetics were analyzed using pseudo-first-order and pseudo-second-order models in both linear and non-linear forms. The results showed that the non-linear pseudo-first-order model best described the adsorption process, with a qe value of 0.98982 mg/g. Equilibrium studies using Langmuir, Freundlich, and Jovanovic isotherm models indicated that the linear Freundlich model provided the best fit, with an R² of 0.99969, suggesting a heterogeneous adsorption process. These findings confirm that scallop shells are effective and eco-friendly adsorbents for textile dye removal and hold promise for sustainable water treatment. Further studies are suggested under real industrial conditions.
Perbandingan efektivitas penggunaan air laut, air sumur, air PDAM pada proses nglorod batik Mizwar, Afifah Al Insyiroh; Maghfiroh, Maghfiroh; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 1 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v2i1.337

Abstract

Proses nglorod merupakan tahap penting dalam pembuatan batik karena menentukan keberhasilan pelepasan malam dari kain, yang berpengaruh pada ketahanan warna dan kualitas akhir produk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan air laut, air sumur, dan air PDAM dalam proses nglorod. Metode yang digunakan meliputi observasi, eksperimen, studi literatur, dan wawancara. Sampel batik dicelup menggunakan zat warna naftol, lalu dilakukan proses nglorod dengan empat jenis air berbeda: air laut, air sumur, air PDAM, dan air sumur yang terkontaminasi air rob. Efektivitas diukur berdasarkan persentase pelepasan malam pada kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air PDAM mencapai efektivitas tertinggi dengan 100% pelepasan malam, diikuti oleh air sumur sebesar 80%, air sumur terkontaminasi rob sebesar 40%, dan air laut sebesar 20%. Tingkat salinitas air terbukti berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelepasan malam; semakin tinggi salinitas, semakin sulit malam terlepas. Kesimpulannya, penggunaan air dengan salinitas rendah seperti air PDAM direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil batik. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi perajin batik dalam memilih sumber air yang optimal untuk proses produksi.
Branding Kota Pekalongan: Integrasi budaya dan teknologi dalam meningkatkan wisata dan investasi Widadi, Zahir; Maghfiroh, Maghfiroh; Murty, Daru Anggara; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Haris, Muhammad Naoval
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.662

Abstract

Penelitian ini membahas strategi branding Kota Pekalongan berbasis budaya dan teknologi untuk meningkatkan daya tarik wisata dan investasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada posisi Pekalongan sebagai The World’s City of Batik, dengan tantangan globalisasi dan kebutuhan pemanfaatan teknologi digital dalam pembangunan kota. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui analisis literatur, dokumen, dan prosiding akademik terkait branding, budaya, dan smart city. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batik sebagai identitas budaya memiliki peran sentral dalam memperkuat citra kota. Integrasi teknologi smart city (Artificial Intelligence, Geographic Information System, Internet of Things, serta media digital) mendukung promosi, memperluas pasar batik, dan memperkaya pengalaman wisatawan. Branding berbasis budaya–teknologi juga menciptakan peluang investasi pada sektor pariwisata, industri kreatif, dan pendidikan batik. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur TIK, literasi digital yang rendah, dan risiko komodifikasi budaya, yang dapat diatasi melalui kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat. Kesimpulannya, branding berbasis budaya dan teknologi merupakan strategi efektif untuk memperkuat identitas Pekalongan, meningkatkan daya saing wisata, menarik investasi, serta membangun ekosistem kota yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Edukasi Pengolahan Daun Mint Sebagai Minuman Teh Antioksidan Di Kelurahan Banyurip Kota Pekalongan Endriyatno, Nur Cholis; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Julian, Rixzal Azis; Zatalina, Fildzah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i3.4953

Abstract

Di Kelurahan Banyurip Pekalongan masyarakat telah membudidayakan tanaman mint di pekarangan rumah. Dari observasi lapangan masyarakat belum mengetahui cara pengolahan daun mint beserta manfaatnya untuk kesehatan, ditambah lagi letak geografis Kota Pekalongan yang merupakan jalur pantura dimana potensi radikal bebas yang berasal dari asap kendaraan perlu diwaspadai. Untuk menanggulangi hal tersebut, tim pengabdian mengusulkan alternatif melalui kegiatan pengabdian dengan tema edukasi pengolahan daun mint sebagai minuman teh antioksidan. Sasaran pengabdian yaitu Kelompok Wanita Tani yang diberikan pengetahuan tentang pemanfaatan daun mint mulai dari persiapan daun mint, pembuatan bubuk teh herbal daun mint, pembuatan teh daun mint, dan penyeduhan teh daun mint. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pretest, penyampaian materi dan praktik simulasi, dan diakhiri posttest. Dari hasil evaluasi pengabdian terjadi peningkatan pemahaman masyarakat sebelum diberikan materi sebesar 9-32% dan sesuah diberikan materi meningkat menjadi 91-100%, maka dapat dikatakan pengabdian masyarakat berjalan sukses.
Edukasi Pencegahan Diare dan Dehidrasi pada Kelompok PKK Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang: Health Education on Diarrhea and Dehydration Prevention for the Women's Group of PKK (Family Welfare and Empowerment Organization) in Mojo Village of Pemalang Indonesia Endriyatno, Nur Cholis; Walid, Muhammad; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Efrillia, Erin; Sobirin, Arif; Danendra, Daffa; Nisa’, Fiki Nahdiyatun; Setyowati, Titis; Mubarok, Jauful Iqbal
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6812

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi di Indonesia. Bahaya dari diare adalah dehidrasi yaitu tubuh akan banyak kehilangan air dan garam. Maka dari itu salah satu penanganan diare dengan pencegahan dehidrasi yaitu diberikan larutan gula garam (LGG). Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui edukasi pencegahan diare dan dehidrasi pada kelompok PKK desa Mojo, Kecamatan Ulujami, kabupaten Pemalang, provinsi Jawa Tengah. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan alternatif Participatory Action Research (PAR). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman Masyarakat mengenai pencegahan diare dan dehidrasi yang tercermin dari adanya peningkatan pada nilai posttest terhadap pretes. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah kegiatan pengabdian telah berhasil dilakukan dibuktikan dengan nilai posttest >90%. Diharapkan dengan adanya pengabdian ini taraf kesehatan di desa Mojo akan semakin meningkat.