Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EDUKASI DAN PENDAMPINGAN LATIHAN WEIGHT TRAINING PADA ATLET FORKI KABUPATEN JEPARA Muhibbi, Muhammad; Yogaswara, Andre; Ramadhan, Ahmad Teguh
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.3110

Abstract

Karate merupakan seni bela diri yang lahir di Jepang dan dipengaruhi oleh seni bela diri Tiongkok yang disebut kempo. Ilmu bela diri ini hanya digunakan dengan tangan kosong dan tidak memegang atau menggunakan senjata. Organisasi yang menaungi olahraga karate di Indonesia adalah Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI). Tujuan utama dari olahraga karate ini adalah pertahanan diri dan perlindungan diri dari ancaman serta menjaga kesehatan. Olahraga karate sangat digemari di kalangan pelajar dan remaja di Kabupaten Jepara. Banyak kompetisi bergengsi yang diselenggarakan baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional. Kabupaten Jepara telah banyak melatih atletnya dengan baik, namun instruktur karate Kabupaten Jepara masih memerlukan pelatihan dan dukungan yang intensif untuk mencapai prestasi optimal. Untuk menjaga performa atlet tetap optimal maka diperlukan suatu model latihan. Salah satu bentuk latihannya adalah latihan kekuatan. Latihan kekuatan adalah latihan yang menggunakan beban untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengerahkan kekuatan dengan tujuan meningkatkan kekuatan, daya tahan otot, hypertropi, performa atlet, atau kombinasi dari tujuan-tujuan tersebut.
Pengembangan desa menuju destinasi ecoedu sport tourism: Optimalisasi potensi olahraga tradisional Anam, Khoiril; Irawan, Fajar Awang; Susilowati, Nurdian; Muhibbi, Muhammad
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i3.22277

Abstract

Menurut RPJMDes Muncar tahun 2019-2025, ada 1.104 keluarga miskin sosial dan 313 keluarga yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni. Desa Muncar memiliki potensi besar untuk menjadi Ecoedu Sport Tourism, karena memiliki pemandangan pedesaan yang masih asri. Terdapat wisata air river tubing di sungai serang. Selain keindahan alamnya, Desa Muncar memiliki banyak seni dan budaya yang tersebar di berbagai dusun. Selain itu, ada berbagai permainan tradisional yang menjadi kearifan lokal di Desa. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendorong pengembangan Desa Muncar menjadi destinasi Ecoedu Sport Tourism dengan mengoptimalkan potensi olahraga tradisional. Metode pelaksanaan Pengabdian ini disusun untuk keberhasilan mengatasi permasalahan mitra. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Service Learning. Pada pengabdian ini, tim pengabdi memfokuskan terhadap penanganan permasalahan di sektor pariwisata. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu: 1) Studi literatur tentang olahraga tradisional sebagai Ecoedu Sport Tourism mengacu analisis SWOT, 2) Pengenalan kembali permainan tradisional bagi anak-anak di Desa Muncar, 3) Sosialisasi dan pelatihan olahraga tradisional, dan 4) Forum Group Discussion (FGD) tentang desa wisata. Hasil yang didapat yaitu 1) Kertas kerja komitmen bersama antar stakeholder Desa Muncar yang ditandatangani & tersusunnya hasil analisis SWOT Desa Muncar, 2) Peningkatan kapasitas pokdarwis dan pengelola wisata dalam mengenal berbagai ragam olahraga tradisional. Tindak lanjut dari pengabdian di tahun pertama ini yaitu akan dilakukannya kegiatan penguatan di sektor promosi wisata Desa Muncar untuk dilaksanakan pengabdian di tahun kedua dari tiga tahun yang direncanakan.
Pengaruh Latihan Plyometric terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai pada Atlet Taekwondo Ahad Agafian Dhuha; Muhammad Muhibbi; Andre Yogaswara; Sayid Fariz Bin Seh Abubakar; Agung Widodo
Journal of Sport Coaching and Physical Education Vol. 9 No. 2 (2024): November 2024 (Sports Science and Global Growth Challenge)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to increase the explosive power of leg muscles in taekwondo athletes because in the match requires good explosive power to be able to kick hard and fast so as to produce points and win. The research method used was a quasi-experiment, with a vertical jump research instrument to measure explosive power, the research design used in this study was one group pre-test and post-test. The population in this study were 20 taekwondo athletes from the new temple dojang in Semarang city, the sampling technique used was total sampling. The results in this study average pre-test vertical jump was 28.8 cm, after being given plyometric squat jump training for 16 times of training then a post-test was carried out with an average post-test vertical jump result of 33.7 cm. so that after being given plyometric squat jump training the average increased by 4.9 cm or in a percentage of 33%. The conclusion in this study is that there is a significant effect of plyometric squat jump training on increasing explosive power of leg muscles, so this training method can be used as a reference in training explosive power of leg muscles.
Effect of post-training meals on blood glucose and blood pressure in young soccer athletes: Intervention and correlational study Dewi, Luthfia; Nugraheni, Kartika; Mustakim, Mustakim; Rosidi, Ali; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad
Jurnal Keolahragaan Vol. 13 No. 1: April 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v13i1.77883

Abstract

Macronutrient content of post-exercise meal is a fundamental for achieving optimal recovery following exercise training. This study aimed to analyze the effects of a high-fat meal consumed after training on blood glucose and pressure levels in young male soccer athletes. Furthermore, examining the relationship among body composition variables was a secondary objective. A pre-post intervention study was conducted with 34 male soccer athletes (age: 16 ± 0.8 years). Participants consumed a high-fat meal (-45% of total intake 1061 kcal) immediately after strenuous training. Blood samples were collected at baseline, immediately post-training, and 1 h post-training to assess trends in blood glucose and pressure levels. Bioelectrical impedance analysis (BIA) was used to measure participant characteristics. Statistical analysis was performed using one-way repeated measures ANOVA followed by post hoc Bonferroni tests to determine significant differences between groups. Pearson correlation analysis was conducted to examine the relationships among the body composition variables. The average skeletal muscle mass and body fat percentage were approximately 59% and 24.6%, respectively. Glucose levels remained unchanged immediately after training but increased significantly by ~17% (p < 0.001) 1 h later. Systolic blood pressure (SBP) decreased by ~5% (p = 0.03) at 1 h post-training, while diastolic blood pressure (DBP) exhibited minimal change (p = 0.06). A correlation analysis indicated an inverse relationship between body mass and skeletal muscle mass, contrasting with the linear relationship between body mass and body fat. The results suggest that a high-fat meal consumed after exercise may lead to an increase in glucose levels 1 h post-exercise. The slight reduction in SBP observed 1 h post-training may represent a normal physiological response to exercise. Since the current study did not have the exercise-only group, further research is needed to confirm whether the change of the blood glucose levels was mainly from the diet.
Efektivitas Coaching Clinic Peraturan Pertandingan Petanque Terhadap Interpretasi Atlet dan Pelatih Kabupaten Pati Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh; Ramadhan, Ahmad Teguh
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v5i2.3109

Abstract

Petanque merupakan salah satu olahraga yang berkembang dan salah satu olahraga prestasi. Petanque sudah dipertandingkan pada event tingkat daerah, nasional, dan internasional. Pertandingan petanque diatur peraturan resmi yang dikeluarkan oleh Federation Internationale de Petanque et Jeu Provencal (FIPJP) yang merupakan induk internasional dari olahraga petanque dan berasal dari Negara Prancis. Dalam pertandingan petanque banyak ditemukan kejadian-kejadian yang krusial dikarenakan olahraga yang menggunakan ketelitian. Atlet dan pelatih/official dari Kabupaten Pati belum sepenuhnya mengetahui/memahami peraturan pertandingan petanque yang dibuktikan dari hasil observasi dan pre-test. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan/pemahaman dan keterampilan terhadap peraturan pertandingan petanque pada atlet dan pelatih/official Kabupaten Pati setelah diberikan coaching clinic. Penelitian ini menggunakan metode treatment dengan desain one group sample pre-test and post-test dan sampel yang digunakan berjumlah 36 orang. Penelitian ini menghasilkan: 1) terdapat peningkatan atlet dari aspek pengetahuan sebesar 31,3%, pemahaman 36,7%, keetrampilan 38,0%, dan tingkat kepuasan 44,0%; 2) terdapat penignkatan pelatih/official dari aspek pengetahuan sebesar 26,7%, pemahaman 26,7%, keterampilan 36,7%, dan tingkat kepuasan 43,3%. Simpulan dari penelitian ini yaitu program coaching clinic efektif dan mampu meningkatkan kompetensi secara signifikan terkait peraturan pertandingan olahraga petanque. Saran yang diberikan penulis yaitu lebih aktif mengikuti kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MAHASISWA BERJALAN KAKI DIKAJI DARI SISI KEBUGARAN JASMANI Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Bin Seh Abubakar, Sayid Fariz
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.23296

Abstract

Rendahnya kebiasaan berjalan kaki pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh tingkat kebugaran jasmani, di mana mahasiswa dengan kebugaran jasmani yang rendah cenderung memiliki motivasi dan kapasitas fisik yang lebih rendah untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang mempengaruhi rendahnya minat mahasiswa dalam berjalan kaki. Latar belakang dalam penelitian ini adalah banyaknya antrian mahasiswa ketika akan menaiki lift, banyaknya mahaiswa dalam menggunakan kendaraan dibandingkan berjalan kaki. Populasi dalam penelitian ini adalah mahaiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Semarang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel mahasiswa angkatan 2023 sebanyak 19 mahasiswa. Metode dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, instrumen penelitian yang digunakan menggunakan tes lari cooper untuk mengukur daya tahan dan wall sit untuk mengukur kekuatan otot tungkai. Analisa data yang digunakan berupa mengklasifikasikan hasil penelitian. Hasilnya, rata-rata daya tahan mahasiswa Ilmu Keolahragaan masuk dalam kategori dibawah rata-rata dan rata-rata kekuatan otot tungkai masuk dalam kategori rata-rata. Kesimpulannya, rendah minat mahasiswa untuk berjalan kaki menaiki anak tangga salah satunya dipengaruhi oleh daya tahan yang dibawah rata-rata dan kekuatan otot tungkai sehingga dibutuhkan peningkatan kondisi fisik untuk menunjang kegiatan sehari hari dan peningkatan prestasi.
Survei Kemampuan Motorik Terhadap Siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) Hasan, Cahulul Rizaldy; Muhibbi, Muhammad; Fuad, Muhammad Nur
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v13i1.91913

Abstract

Kompetensi motorik adalah kemampuan seseorang untuk melakukan berbagai keterampilan motorik dengan efektivitas, kemahiran, dan koordinasi yang baik, yang berperan penting dalam perkembangan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan motorik siswa KKO di SMP Negeri. Sampel dalam penelitian adalah seluruh siswa KKO di SMPN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes yaitu right run boomerang test, lempar tangkap bola kasti, Stand Strok test, lari cepat 30 meter. Instrumen penelitian ini menggunakan Motor Ability Test yang meliputi tes Kelincahan, tes Koordinasi, tes Keseimbangan, tes kecepatan. Berdasarkan hasil penelitian. Tingkat kemampuan motorik siswa laki-laki sebanyak 3 siswa (6%) kategori Sangat Tinggi, sebanyak 14 siswa (29%) dalam kategori Tinggi, 16 siswa (33%) dalam kategori Sedang, sebanyak 12 siswa (24%) dalam kategori Kurang, dan 4 siswa (8%) dalam kategori Sangat Kurang. Tingkat kemampuan motorik siswa Perempuan terdapat 4 siswa (9%) kategori Sangat Tinggi, 11 siswa (24%) dalam kategori Tinggi dan Kurang, sebanyak 16 siswa (36%) termasuk Kategori Sedang dan 3 siswa (7%) dalam kategori Sangat Kurang. Dari hasil analisis kemampuan motorik dapat disimpulkan bahwa siswa laki-laki cenderung memiliki kemampuan motorik yang lebih baik pada aspek kelincahan dan kecepatan, sedangkan siswa perempuan unggul pada aspek keseimbangan dan koordinasi. Temuan ini menekankan pentingnya program pelatihan dan kurikulum pendidikan jasmani yang disesuaikan berdasarkan gender untuk mengoptimalkan perkembangan motorik siswa.
Olahraga Sebagai Kegiatan Positif Pada Siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen Muhibbi, Muhammad; Yogaswara, Andre; Dhuha, Ahad Agafian; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.189

Abstract

Latar belakang: Kualitas hidup yang baik akan tercipta salah satunya melalui kegiatan yang positif. Banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan anak remaja salah satunya dengan berolahraga. Ditinjau dari pengertian, tujuan dan manfaat olahraga, olahraga merupakan kegiatan yang positif jika dilakukan dengan benar dan baik. Dalam olahraga terdapat nilai-nilai yang positif diantaranya; kejujuran, fair play, sportif, empati, simpati, sikap mental yang baik, tanggung jawab, menghormati orang lain, disiplin, motivasi, dan kerjasama. Metode:  Kegiatan pengabdian ini berbentuk Community-Based Participatory Research (CBPR). Desain dalam penelitian pengabdian ini menggunakan pre-test post-test group design. Teknik pengambilan data dalam penelitian pengabdian ini menggunakan teknik observasi, kuesioner (angket), wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan terkait teknik pengambilan data yaitu; panduan observasi, penyebaran angket, panduan wawancara, dan kamera/analisis dokumen-dokumen sebelumnya. Dalam penelitian pengabdian ini menjelaskan pentingnya berolahraga dengan hasil penelitian terdapat peningkatan dari tiga indikator (pemahaman, motivasi, dan ketertarikan) sebanyak 22,71%. Kesimpulan: Pentingnya kegiatan positif terhadap siswa SMP dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh orang tua maupun guru di sekolah, dan terciptanya siswa yang berkarakter baik. Salah satu kegiatan positif tersebut yaitu melakukan olahraga di waktu luang. Alangkah lebih baiknya kalau setiap sekolahan memberikan dukungan penuh terhadap siswa untuk melakukan kegiatan olahraga dengan menyediakan sarana prasarana seperti ekstrakurikuler.
Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Atlet Bolabasket PPLOP Jawa Tengah Ditinjau dari Segi Kondisi Fisik Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i2.2627

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah atlet bolabasket PPLOP Jawa Tengah yang mengalami kekalahan dalam beberapa pertandingan yang diikuti. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui faktor apakah yang menyebabkan kekalahan pada beberapa pertandingan yang diikuti. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan melakukan survey menggunakan instrument pengukuran komponen kondisi fisik yang dibutuhkan atlet bolabasket yaitu tes kecepatan menggunakan tes lari 20 meter, tes kelincahan menggunakan shuttle run, tes daya ledak menggunakan vertical jump dan tes daya tahan menggunakan balke test. Sampel dalam penenlitian ini 10 atlet bolabasket PPLOP Jawa Tengah. Analisis data yang digunakan dengan cara memasukan hasil penelitian kedalam instrument tes yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Hasil penelitian ini komponen fisik kecepatan 2 atlet kategori sangat baik, 4 atlet kategori baik, 2 atlet kategori cukup dan 2 atlet kategori sangat kurang. Komponen kelincahan 10 atlet kategori sangat baik. Komponen daya ledak 9 atlet kategori sangat kurang dan 1 atlet kategori kurang. Komponen daya tahan 6 atlet kategori sangat baik, 2 atlet kategori cukup dan 2 atlet kateogi sangat kurang. Kesimpulan dibutuhkan peningkatan komponen daya ledak untuk membantu atlet dalam pertandingan seperti melakukan jump shoot, lay up dan melakukan serangan dengan cepat dan kuat.
Implementasi Indeks Kinerja Utama 3 melalui Asistensi Atlet Cabang Olahraga Angkat Berat, Sepak Takraw, dan Dansa dalam Persiapan Porprov XVI Anam, Khoiril; Indardi, Nanang; Sumartiningsih, Sri; Nurrachmad, Limpad; Muhibbi, Muhammad
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 3 (2023): Vol 5, No 3 (2023) : Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v5i3.47196

Abstract

Pemusatan latihan dan pembinaan atlet merupakan hal krusial dalam mencapai prestasi olahraga yang tinggi. Namun, di kabupaten Jepara, terdapat tantangan dalam hal penerapan ilmu pengetahuan olahraga (sport Science) oleh pelatih dan kurangnya pemusatan latihan atlet. Untuk mengatasi permasalahan ini  solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian adalah melakukan asistensi langsung kelapangan dengan metode ceramah, diskusi dan praktikum. Ini mencakup penyusunan program latihan, penerapan sport science selama proses latihan dan evaluasi hasil latihan. Dengan menerapkan ilmu pengetahuan olahraga dan strategi yang tepat, diharapkan kualitas latihan dan kinerja atlet dapat ditingkatkan, serta mempersiapkan mereka dengan baik untuk kejuaraan tingkat Provinsi.