Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Potensi Tanaman Obat Indonesia sebagai Kandidat Terapi Pendukung pada Demam Berdarah Dengue Terza Aflika Happy; Linda Septiani; Risti Graharti; Femmy Andrifianie
Medula Vol 16 No 3 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i3.2030

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in Indonesia, with high morbidity and mortality rates. Since the current management of DHF is primarily supportive, identifying effective complementary therapies has become an important research priority. Indonesia possesses extraordinary biodiversity, including numerous medicinal plants rich in bioactive secondary metabolites with potential therapeutic properties. This study aimed to review the potential of Indonesian medicinal plants as candidates for supportive therapy in DHF based on available scientific evidence. A literature review was conducted by analyzing national and international publications related to medicinal plants and dengue infection. The findings indicate that several Indonesian medicinal plants, including Phyllanthus niruri L., Psidium guajava, Carica papaya L., and Ipomoea batatas, demonstrate promising potential as supportive therapies for DHF. Their therapeutic effects are mainly attributed to bioactive compounds such as flavonoids, quercetin, saponins, tannins, alkaloids, and polyphenols, which exhibit antiviral, anti-inflammatory, antioxidant, and immunomodulatory activities. These compounds may also promote thrombopoiesis by stimulating granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF) and interleukin-3, thereby contributing to platelet recovery. In addition, they help reduce oxidative stress, suppress excessive pro-inflammatory cytokine production, and preserve vascular endothelial integrity, potentially preventing disease progression and plasma leakage. Overall, Indonesian medicinal plants represent promising candidates for complementary supportive therapy in DHF. Nevertheless, further preclinical investigations and well-designed clinical trials are required to confirm their efficacy, safety, optimal dosage, and mechanisms of action before they can be recommended for routine clinical practice.
Literature Review: Potensi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) dalam Inovasi Sediaan Topikal serta Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Ni Komang Sumantri; Ramadhan Triyandi; Femmy Andrifianie; Tri Umiana Soleha
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1188

Abstract

Penyakit infeksi dan stres oksidatif merupakan permasalahan kesehatan yang terus berkembang, seiring dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik dan kebutuhan akan sumber antioksidan alami. Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) merupakan tanaman obat asli Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif, meliputi flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan minyak atsiri, yang diketahui memiliki beragam aktivitas farmakologis. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak daun sirih merah dalam inovasi sediaan topikal, serta mengkaji aktivitas antibakteri dan antioksidannya berdasarkan bukti ilmiah terkini. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate menggunakan kata kunci yang relevan, dengan batasan tahun publikasi 2022-2026. Dari 101 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel utama dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah berhasil diformulasikan ke dalam berbagai sediaan topikal, yaitu gel, nano spray gel, krim, dan salep, dengan evaluasi fisik yang memenuhi standar kefarmasian. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol 90% dengan nilai IC₅₀ sebesar 34,53 ppm (kategori sangat kuat). Aktivitas antibakteri menunjukkan efektivitas terhadap berbagai patogen termasuk MRSA, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, dan Propionibacterium acnes, dengan pola dose-dependent yang konsisten. Berdasarkan hasil kajian literatur, ekstrak daun sirih merah memiliki potensi farmakologis yang signifikan sebagai bahan aktif dalam pengembangan sediaan topikal berbasis bahan alam. Aktivitas antioksidan yang kuat serta kemampuan menghambat berbagai bakteri patogen menunjukkan bahwa tanaman ini berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi alami untuk infeksi kulit dan kondisi yang berkaitan dengan stres oksidatif.