Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi Interpersonal Guru terhadap Perilaku Belajar Siswa Beragama Buddha: The Influence of Teachers' Interpersonal Communication on the Learning Behavior of Buddhist Students Tejo Ismoyo; Uswatun Khasanah; Taridi Taridi
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Research Articles, April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8018

Abstract

Teacher interpersonal communication is an important component of learning that shapes teacher-student interactions. The quality of effective communication can influence students' learning behavior in attention, participation, discipline, and academic responsibility. Observations at Pelita Bangsa Elementary School found suboptimal student learning behavior, including low concentration, low participation, and poor discipline. This condition indicates the importance of examining the influence of teacher interpersonal communication on the learning behavior of Buddhist students. This study aims to analyze the levels of teacher interpersonal communication and Buddhist student learning behavior, and the influence of teacher interpersonal communication on student learning behavior at Pelita Bangsa Elementary School. This study used a quantitative, correlational design through field research. The sample consisted of 38 Buddhist students. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. The reliability test showed a Cronbach's Alpha of 0.975 for teacher interpersonal communication and 0.981 for learning behavior. Data analysis used simple linear regression and product-moment correlation with SPSS. The results of the study showed t = 7.740 > t table = 1.688 (p < 0.05), a correlation coefficient (R) of 0.790, and a determination coefficient (R²) of 0.625. Teacher interpersonal communication accounted for 62.5% of student learning behavior, while other factors influenced 37.5%. In conclusion, teacher interpersonal communication has a positive and significant influence on the learning behavior of Buddhist students at Pelita Bangsa Elementary School. It is an important factor in optimizing learning.
PAÑCA-SĪLA BUDDHIS Lisniasari Lisniasari; Tejo Ismoyo
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i1.16

Abstract

Pengetahuan mengenai Pañca-sīla buddhis sebagai landasan hidup bagi setiap umat Buddha sangatlah penting. Oleh karena itu, penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengkaji Pañca-sīla buddhis dari segi kepustakaan. Penelitian mengenai Pañca-sīla buddhis diteliti secara kualitatif dengan menggunak studi kepustakaan yang mengandalkan buku, artikel, jurnal maupun literatur terkait untuk mengetahui fakta-fakta ilmiah mengenai variabel penelitian terkait. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa Pañca-sīla buddhis merupakan dasar moral utama Buddhis terdiri dari (1) bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup (Pānātippātā Veramani Sikkhāpadam Samā-diyāmi); (2) Bertekad melatih diri menghindari pencurian atau mengambil barang yang tidak diberikan (Adinādānā veramaņĩ sikkhāpadaņ samādiyāmi); (3) Bertekad melatih diri menghindari dari perbuatan asusila (Kāmesumicchācārā veramaņĩ sikkhāpadaņ samādiyāmi); (4) Bertekad melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar atau berbohong (Musāvādā veramaņĩ sikkhāpadaņ samādiyāmi); (5) bertekad menghindari minuman yang menyebabkan lemahnya kesadaran (Surāmerayamajjhapamādatthānā veramaņĩ sikkhāpadaņ samādiyāmi). Praktek pañca-sīla buddhis mengarah pada peningkatan pengendalian diri dan kekuatan kepribadian. Tujuan pelaksanaan pañca-sīla buddhis sebagai landasan moral bagi umat Buddha, memuat dua tujuan; Pertama, memungkinkan manusia untuk hidup bersama dalam komunitas beradab dengan saling percaya dan menghormati. Kedua, merupakan titik awal perkembangan spiritual menuju pembebasan. Buddha mengemukakan manfaat dari pelaksanaan pañca-sīla buddhis di dalam Māhaparinībbānā-suttā kepada para perumah tangga antara lain: membuat orang bertambah kaya, mendatangkan nama baik, menimbulkan percaya diri dalam pergaulan dengan berbagai golongan manusia, memberi ketenangan disaat menghadapi kematian, setelah meninggal dunia, akan terlahir kembali dialam surga. Penelitian ini kemudian mempunyai kontribusi terhadap ketekunan dan kegiatan umat Buddha dalam melaksanakan Pañca-sīla buddhis sekaligus untuk memperkaya kajian Buddha Dharma di Indonesia.
KONSEP PENDIDIKAN DALAM PANDANGAN AGAMA BUDDHA Tejo Ismoyo
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v2i1.19

Abstract

Kebutuhan manusia bukanlah hanya sandang, pangan dan papan melainkan pendidikan juga merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Hal ini dimungkinkan untuk mewujudkan manusia yang memiliki pengetahuan yang baik, sehingga pembangunan mental manusia akan tetap berjalan dengan baik meskipun perkembangan zaman terus melaju pesat seiring berjalannya waktu. Tujuan penelitian ini kemudian adalah untuk mendukung pembangunan moral dalam pendidikan karakter melalui pendidikan agama. Metodologi penelitian yang kemudian digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan buku, jurnal maupun literatur terkait lainnya, yakni studi kepustakaan (library research). Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data, diketahui bahwa agama Buddha merupakan salah satu agama yang memandang bahwa pendidikan perlu ditanamkan pada setiap manusia sebagai upaya untuk melindunginya dari tindakan kejahatan atau perbuatan yang salah dan mengakibatkan penderitaan. Buddhism memandang pentingnya pendidikan untuk membantu manusia mewujudkan kebahagiaan. Pertama, seseorang harus mempelajari pengetahuan atau mengembangkan teori, selanjutnya seseorang harus bijaksana untuk mempraktikkan dengan sebaik-baiknya pengetahuan yang diperolehnya, dengan demikian seseorang akan mendapatkan hasil sesuai pengetahuan dan praktik yang telah dikembangkan. Adapun implikasi atau kontribusi daripada penelitian ini adalah pembentukan konsep pendidikan dalam pandangan agama Buddha, serta memperkaya wawasan Buddha Dharma bagi umat Buddha Nusantara.