Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Coffee Powder Antioxidant and Acrylamide Activity in Different Processing and Roasting Methods A. Analianasari; D. Berliana; Shintawati Shintawati
International Conference on Multidisciplinary Research Vol 4, No 1 (2021): ICMR
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/pic-mr.v4i1.3792

Abstract

This research aimed to analyze the antioxidant activity of processed ground coffee and the levels of acrylamide in roasted ground coffee at different temperature levels. The research method is a descriptive qualitative method by calculating antioxidant activity with UV-Vis spectrophotometer and acrylamide content by HPLC. The results showed that the levels of acrylamide produced from processing with different roasting levels were still below the tolerance limit and had strong antioxidant activity at various roasting levels with different processing methods. Keywords: Antioxidant, acrylamide, coffee powder
Perilaku Konsumen dalam Pembelian Kopi di Coffe Shop Edy Humaidi; Analianasari Analianasari; Bina Unteawati
AGRIMOR Vol 8 No 2 (2023): AGRIMOR - April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v8i2.1937

Abstract

The purpose of this study was to analyze the factors that influence the purchasing decisions of coffee consumers at the coffee shop, to analyze the factors that influence consumer behavior in buying coffee at the coffee shop. This research was conducted using a survey method. The sampling method in this study was carried out using the Non-Probability Sampling method, namely convenience sampling. The analysis technique used is quantitative descriptive analysis using PLS Structural Equation Modeling (SEM). The results of the analysis show that of the five variables namely atmosphere, price, service quality, product quality, and environment, only the price variable influences the decision to buy coffee in a coffee shop with P-values of 0.013 (<0.05). Among the three variables, namely service quality, customer satisfaction and product quality, only customer satisfaction has an effect on consumer loyalty, with P-values of 0.000 (<0.05). Meanwhile, only the service quality variable has a significant effect on customer satisfaction with a P-value of 0.000 (<0.05).
Pengembangan produk teh kulit buah kopi dari tiga klon kopi robusta Analianasari Analianasari; Dayang Berliana; Eko Win Kenali; Meinilwita Yulia
AGROINTEK Vol 17, No 4 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i4.17150

Abstract

Coffee skin is a waste from green coffee production as much as 40-45% which has the potential as a source of natural antioxidants. The diversity of local Robusta coffee clones in West Lampung as raw materials for the processing of coffee products provides a variety of coffee skins which are thought to have strong antioxidant activity which is useful as a functional drink for coffee skin tea (cascara).The aims of the study werestudy aimed of the study were to identify the sweetness level of coffee cherries skin from three local coffee robusta clones (rope, huerona, and srintil), identify antioxidant activity, test consumer preferences, and calculate the added value of coffee skin tea (cascara). The research method uses DPPH antioxidant activity analysis, consumer preference test (organoleptic hedonic test), and the calculation of added valueadded value calculation using the Hayami method. The results showed that the antioxidant activity of the Rope clone had strong antioxidant activity, the cascara drink on the level of aroma, taste, and liking for cascara tea found no difference between samples based on analysis of variance, but. Still, the cascara drink from the Rope clone had a darker color. The added value generated by the cascara is IDR 27,941 per kilogram of raw materials used
THE ANALYSIS OF COCOA FERMENTATION WITH THE ADDITION OF YEAST AND LACTIC ACID BACTERIA Analianasari Analianasari; M. Perdiansyah Mulia Harahap Hutasuhut; Deary Amethy Zahrotinufus Joen
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v2i1.2896

Abstract

Abstract One of the factors that affect the quality of cocoa beans is post-harvest handling such as the fermentation process. Fermentation plays an important role in determining the final quality of dried cocoa beans. Chocolate flavors can be produced from microbial fermentation from high-quality cocoa bean raw materials by utilizing microbes. This study aims to calculate the number of microbes at the beginning and end of the cocoa bean fermentation process, observing the pH value, temperature, and color of cocoa beans. The treatment carried out is a fermentation variation consisting of: (1) natural fermentation or without the addition of microorganisms; (2) controlled fermentation with the addition of microorganisms consisting of Saccharomyces cerevisiae, Lactic Acid Bacteria simultaneously added at the beginning of fermentation. The addition of microorganisms is 106 CFU / 1kg of cocoa beans each. Fermentation is carried out in a fermentation box with a capacity of 1 kg of fresh cocoa, at room temperature (33-35oC), for 4 days. The analysis carried out includes calculating the number of microbes at the beginning and end of fermentation, measuring pH, and organoleptic observations of the color of fermented cocoa beans. The results of the experiment can be concluded that there is an increase in the addition of mixed inoculum (Saccharomyces cerevisiae and Lactobacillus lactis) affecting the influence of chemical changes of the substrate during fermentation; the temperature value in cocoa fermentation ranges from 30 – 32 oC, the pH value in cocoa fermentation does not have a significant increase; and the color of cocoa beans from mixed inoculum fermentation is close to good with a dominant brown color against purple
DESAIN KEMASAN ANEKA DODOL BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS LIWA LAMPUNG BARAT Analianasari, Analianasari; Berliana, Dayang; Jaya, Tri Sandika
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.999 KB) | DOI: 10.30997/qh.v6i1.1930

Abstract

KWT Sekar Wangi adalah salah satu kelompok penggerak wanita tani untuk memberdayakan wanita membuat olahan dodol berbasis bahan baku lokal sebagai oleh-oleh khas Liwa Lampung Barat. Dodol yang diproduksi beraasal dari bahan baku tomat, labu siam, terong belanda dan kopi.  Dodol sebagai produk oleh-oleh khas Liwa Lampung Barat harus memiliki kekhasan seperti bahan baku dan kemasan produk. Tujuan kegiatan ini adalah mendesain kemasan yang mencirikan kekhasan Kabupaten Lampung Barat dengan menggunakan corak batik ceulugham.  Batik Ceulugham pada kemasan produk dodol diharapkan dapat menonjolkan identitas produk KWT Sekar Wangi sebagai oleh-oleh khas Liwa Lampung Barat. Kegiatan ini untuk mendukung diversifikasi olahan berbasis bahan baku lokal sebagai produk khas oleh-oleh Lampung Barat sebagai kabupaten destinasi wisata di Provinsi Lampung.
PENGUATAN KAPASITAS PRODUKSI KOPI ROBUSTA PREMIUM GAPOKTAN TRIGUNA 4.5 Analianasari, Analianasari; Kenali Win, Eko; Berliana, Dayang; Yulia, Meinilwita
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.581 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i2.3369

Abstract

Tujuan Kegiatan adalah (1) melakukan pembinaan penanganan pasca panen untuk mendapatkan tingkatan mutu kopi beras (green bean) premium (level 1-2), (2) meningkatkan keterampilan penyangraian dengan mesin penyangraian yang dilengkapi pengaturan suhu dan blower untuk proses pendinginan, dan (3) melakukan peningkatan keterampilan kemasan dan (4) melakukan pendampingan pengajuan merk produk kopi bubuk Gapoktan Triguna 4.5 ke DJKI.  Metode Pelaksanaan kegiatan adalah metode pemecahan masalah dilakukan dengan melakukan tahapan sebagai berikut : (1) sosialisasi kegiatan program yang akan disampaikan ke anggota Gapoktan, (2) Melakukan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam pengoperasian mesin penyangraian dengan pengendalian temperature dan pendingin, dan (3) melakukan pendampingan pelatihan kemasan dan (4) pendaftaran merk produk Gapoktan Triguna 4.5. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi, dan demontrasi cara baik penggunaan mesin penyangraian dan pengemasan produk. Hasil Kegiatan dapat diidentifikasikan bahwa proses penguatann kapasitas produksi harus berfokus pada penanganan pasca panen sesuai standar untuk menghasilkan kualitas biji kopi premium, penyangraian menggunakan mesin modern sehingga level penyangraian dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen; peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelatihan kemasan meningkat 100%, dan pendampingan pengajuan hak cipta merek Raosan berjalan dengan baik dan dapat digunakan oleh Gapoktan untuk memperluas jangkauan pemasarannya.Kata Kunci. Pascapanen, kopi premium, pengemasan, merek, gapoktan 
OPTIMALISASI MEDIA ONLINE SEBAGAI SOLUSI PROMOSI PRODUK GAPOKTAN TRIGUNA 4.5 BERBASIS BAHAN BAKU KOPI Analianasari, Analianasari; Eko Win Kenali; Dayang Berliana; Meinilwita Yulia; M. Perdiansyah M harahap
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v9i3.6891

Abstract

Tujuan kegiatan adalah (1) Meningkatkan pengetahuan anggota gapoktan 4.5 dalam memanfaatkan media online berbasis Web, (2) mengoptimalkan media social Intagram, sebagai promosi produk, dan (3) mengoptimalkan e-commerce sebagai media penjualan produk Gapoktan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan, diskusi untuk memecahkan masalah, demontrasi cara untuk meningkatkan keterampilan peserta. Pengembangan web portal link https://raosan.id/ sebagai media informasi tentang Gapoktan Triguna 4.5 dan produk raosan; Pemanfaatan media sosial seperti Instagram sebagai media promosi produk raosan dan media komunikasi dengan konsumen untuk meningkatkan kunjungan dan penjualan pada laman https://instagram.com/kopi_raosan; dan optimalisasi pemanfaatan market place nasional seperti Tokopedia dan Shopee oleh tim marketing Raosan dengan membuka layanan toko online sebagai seller untuk menjual produk raosan ditingkat nasional
DIGITAL MARKETING PRODUK PERTANIAN DI DESA SUKAWARINGIN KECAMATAN BANGUNREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Anggraini, Nuni; Sutarni, Sutarni; Fatih, Cholid; Zaini, M.; Analianasari, Analianasari; Humaidi, Edy
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v1i1.1642

Abstract

Permasalahan yang menyebabkan sistem pemasaran produk pertanian menjadi tidak efisien diantaranya  lemahnya infrastruktur dan informasi pasar, skala pertanian yang masih relatif kecil, kurangnya pengetahuan dari para pelaku pemasaran mengenai grading dan handling, biaya transaksi yang tinggi serta kurangnya kebijakan pemasaran yang baik. Desa Simbawaringin merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah. Sebagian besar masyarakat di Desa Simbawaringin adalah seorang petani.  Permasalahan yang dihadapi oleh masayarakat di Desa Sukawaringin adalah terkait dengan kegiatan pemasaran. Posisi tawar petani yang rendah menyebabkan harga yang diterima oleh petani menjadi rendah sehingga akan berpengaruh terhadap pendapatan petani yang diperoleh. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani maka petani perlu mengatahui sistem pemasaran produk pertanian mulai dari pengadaan bahan baku (input) sampai dengan pemasaran hasil pertanian. Selain itu, pemasaran online (digital marketing) dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menyampaikan informasi produk-produk dalam bidang pertanian, sehingga keterbatasan dalam melakukan transaksi penjualan produk-produk pertanian dapat teratasi, dan dapat menciptkan sistem penjualan yang lebih efektif dan efisien
PENINGKATAN OMZET PENJUALAN KOPI ORGANIK KELOMPOK TANI AMPERA DESA SINDANG PAGAR KECAMATAN SUMBER JAYA LAMPUNG BARAT Eko Win Kenali; Analianasari; Berliana, Dayang; Maulida, Desi; Humaidi, Edy
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v2i1.1921

Abstract

Kopi merupakan produk unggulan Lampung Barat dengan jenis fine Robusta Lampung yangdibudidayakan secara non organik dan organik. Kelompok Tani Ampera sudah dari tahun 2013sampai sekarang, membudidayakan kopi secara organik. Namun pemasaran produk hanya terbataspada wilayah lokal, sertifikat organik sudah kadaluarsa sehingga diperlukan perpanjangan dankeunggulan potensial kopi organik belum dipromosikan secara luas, Upaya untuk mencapai tujuantersebut adalah melakukan : (1) pembinaan inovasi pemasaran dengan media online, denganpembuatan web yang dapat dikelola oleh kelompok (2) pendampingan dokumen untuk perpajangansertifikat organik (3) menganalisis kandungan kopi organik agar dapat dipromosikan sebagai minumanyang memiliki fungsional kesehatan bagi penikmat kopi, (4) menghitung nilai tambah, HPP, dankeuntungan yang diterima kelompok dalam melaksanakan usaha budidaya kopi organik. Metodeyang dilaksanakan adalah metode penyuluhan dan demontrasi cara pada mitra Kelompok TaniAmpera sebanyak 14 orang. Metode penyuluhan pada pendampingan sertifikasi budiaya kopiorganik, penghitungan nilai tambah, hpp dan keuntungan usaha kopi organik, dan Demontrasi carapada penggunaan media online pada pengurus kelompok tani ink website telah dibentuk denganalamat link https://ampera.or.id ; Anggota kelompok Tani sudah dapat melakukan publikasi profilkelompok dalam perluasan produk kopi organik yang dihasilkan.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA SEBAGAI PRODUK UNGGULAN LOKAL ningtyas, kurnia rimadhanti; Sarono; Analianasari; Nugraha Agassi, Taufik; Gina Putri, Pridata; M Perdiansyah MH; Supriyanto
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coir is a fairly large part of the coconut fruit, which is 35% of the total weight of the fruit. Coconut coir consists of fibers and cork that connect one fiber to another. Fiber is a valuable part of coir. Each coconut contains 525 grams of fiber (75% of coir), and 175 grams of cork (25% of coir). The classification of fiber based on its origin is that coconut coir fiber itself is a type of natural fiber derived from the coconut plant, namely the fruit. Coconut coir when decomposed will produce coir fiber (cocofibre) and coir powder (cococoir). The purpose of the activity is to improve the understanding and skills of farmers around the Darul Iman Islamic Boarding School in Tanjung Sari Village, Natar District, to utilize coconut coir waste into products that have local competitiveness, namely brooms and doormats. The activities are carried out by learning by doing with the stages of socialization, counseling, direct implementation direct practice, and evaluation.