Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

OVERWEIGHT IN SCHOOL-AGE CHILDREN AND ITS RISK FACTORS Pratiwi Hariyani Putri; Catur Wulandari; Sa'bania Hari Raharjeng; Dini Setiarsih; Anugrah Linda Mutiarani; Mery Indartiningsih; Choirinah Fadhilatur Rohmah; Aisyah Nur Safitri; Vera Desianti Ika Haryono
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 19 No. 1 (2024): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v19i1.2024.132-142

Abstract

Introduction: According to data from the Basic Health Research in 2018, the prevalence of overweight and obesity among children in East Java Province was 24.27%. This prevalence is still higher than the national average. Aims: This study aims to analyze the risk factors for overweight in school-age children in Tawangsari Village, Sidoarjo Regency, East Java Province. Methods: This study used a case-control design and involved 132 school-age children at 1 and 3 Tawangsari State Elementary Schools, Sidoarjo Regency. The respondents were divided into two groups, namely case and control. The data were analyzed using multiple logistic regression with a significance level at 0.05. Result: The results of the multivariate analysis suggested that sedentary behavior (p = 0.002; Exp(B) = 8.340), sugar intake (p = 0.000; Exp(B) = 9.125) and vegetable and fruit intake (p = 0.007; Exp(B) = 20.643) were significant variables (p < 0.05). Conclusion: School-age children with low levels of physical activity were found to be 8.34 times more likely to be overweight compared to those with high levels of physical activity. In addition, excessive sugar intake and inadequate consumption of vegetable and fruit were associated with a higher likelihood of being overweight in school-age children. However, dietary diversity is not a risk factor for overweight in school-aged children.
Perbedaan Asupan Zat Besi dan Vitamin A Baduta (Bawah Dua Tahun) Sebelum dan Sesudah Edukasi Menggunakan Media “Puzzle Isi Piring Baduta” Mutiarani, Anugrah Linda; Wulandari, Catur; Dwijayanti, Ira; Isyrofi, Atik Qurrota A'yunin Al
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.443-449

Abstract

Background: Iron and vitamin A are important micronutrients for under two years old. Iron deficiency and vitamin A deficiency can cause nutritional problems related to underweight and stunting. Providing a variety of food according to the contents of my plate is one effort to fulfill these nutrients. Mother’s knowledge, attitudes, and behavior influence baby-feeding practices. Objectives: Analyzing differences in under two years old’s iron and vitamin A intake before and after education using the “under two years old’s plate content puzzle” Methods: This type of research used quantitative with a pre-experimental research and one-group pretest-posttest design. The total sample was 67 mothers under two years old in 08 Sub-Village, Keputih Subdistrict, Surabaya City. The sampling method used was total sampling. Collecting data on the nutritional intake of under two years old used 2x24-hour recall. The statistical test used the Wilcoxon sign rank test to see differences in intake.  Results: The study showed a significant difference before and after education in iron and vitamin A intake in under two years old with a p-value=0,000. Conclusions: Education used media “puzzle isi piring baduta” has an effect on iron and vitamin A intake under two years old.
Analisis Penyebab Anemia berdasarkan Siklus Menstruasi, Pola Makan, dan Asupan Gizi pada Remaja Wulandari, Catur; Setiarsih, Dini; Mutiarani, Anugrah Linda; Nuriannisa, Farah; Wahyudi, Alifia Sefty Arruny; Santoso, Risma Defya
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 2 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i2.2024.773-778

Abstract

Background: Students as young women are vulnerable to iron deficiency anemia. Anemia in adolescent girls can be caused by factors such as the menstrual cycle, diet, and nutritional intake Objectives: This research aims to analyze the relationship between the menstrual cycle, diet, intake of protein, iron, and vitamin C with the incidence of anemia in adolescent girls Methods: This observational analytical research involves 104 female students as a sample. Anemia is assessed by measuring the respondent's Hb level. Nutritional intake was assessed using the 24-hour recall method. Data analysis was carried out using the Spearman rank test Results: The research results stated that there was a relationship between the menstrual cycle (p-value 0.000); diet (p-value 0.000); protein intake (p-value 0.012); iron intake (p-value 0.001); Vitamin C intake (p-value 0.002) with the incidence of anemia in adolescent girls. Conclusion: The existence of this relationship means that the menstrual cycle, eating patterns, and nutritional intake are the causes of anemia in adolescent girls
EDUKASI GIZI PADA SINDROM METABOLIC PADA REMAJA DI SMA AL-USWAH Kardina, Rizki Nurmalya; Mutiarani, Anugrah Linda; Wulandari, Catur; Dwijayanti, Ira; Muna, Kuuni Ulfa Naila El; Bimantara, Audra Dimas Syakend; Arbiyanto, Rizqi Aliffiansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36952

Abstract

Remaja cenderung mengalami obesitas karena kurangnya aktivitas yang dilakukan. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa banyak remaja, baik putra maupun putri, masih belum menerapkan gizi seimbang setiap hari. Sebagai hasil dari wawancara sebelumnya dengan sekolah, ditemukan bahwa siswa/siswi masih suka mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula dan lemak, yang membuat mereka mudah menjadi gemuk dan kurangnya aktifitas fisik yang mereka lakukan. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kemampuan siswa siswi terkait dengan gizi seimbang dalam kejadian obesitas yang beresiko pada pra sindrom metabolic yang dapat menyebabkan sindrom metabolic. Metode yang digunakan dengan mengumpulkan siswa/siswi yang ditempatkan pada aula yang ada di SMA AL Uswah Surabaya. Siswa/siswi dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, yang digunakan untuk mengetahui status gizinya, setelah dilakukan skrining dilanjutkan dengan pemberian edukasi terkait dengan obesitas pada remaja. Media edukasi yang digunakan adalah poster, PPT, bookleat yang digunakan untuk umpan balik terkait dengan edukasi yang telah diberikan. Dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait dengan sindrom metabolic khusus terkait dengan obesitas pada remaja digunakan metode pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan pada 45 siswa/siswi di SMA AL Uswah Surabaya didapatkan 15 siswa yang mengalami status gizi obesitas sentral berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Kecenderungan siswa siswi ini sering mengkonsumsi makanan yang manis, berlemak dan asin. Dimana makanan manis berdasarkan wawancara dikonsumsi hampir setiap hari. Berdasarkan hasil pemahaman dan pengetahuan terkait dengan edukasi yang telah diberikan mengalami meningkatan sebesar 90% dimana saat pemberian materi siswa siswi antusias sekali mengikuti serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.