Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI APLIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN DODOL NANGKA DAN SUSU BIJI NANGKA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Nurhayati Nurhayati; Asmawati Asmawati; Syirril Ihromi; Marianah Marianah; Adi Saputrayadi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.888 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3321

Abstract

ABSTRAKDesa kekeri merupakan salah satu desa sentra produksi nangka di Kabupaten Lombok Barat. Produksi buah nangka di desa tersebut melimpah namun tidak diikuti dengan harga jual yang tinggi. Ketika musim buah nangka tiba, harga jual nangka tidak memiliki nilai sedikitpun karena penjualan buah nangka dalam keadaan segar tanpa adanya proses pengolahan lebih lanjut. Berdasarkan kenyataan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk : (1) Memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang nutrisi, manfaat dan olahan buah nangka (2) Menjelaskan dan memberikan percontohan kepada ibu – ibu rumah tangga dan remaja putri tentang aplikasi teknologi pengolahan dodol nangka dan susu biji nangka. (3) Memberikan ketrampilan kepada kelompok masyarakat khususnya ibu – ibu dan remaja putri tentang bagaimana cara meningkatkan pendapatan rumah tangga serta pemenuhan gizi keluarga melalui aplikasi teknologi pengolahan dodol nangka dan susu biji nangka. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dengan sukses dan lancar sesuai dengan rencana. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang nutrisi, manfaat dan olahan nangka. Selain itu juga mampu meningkatkan keterampilan peserta penyuluhan untuk mengolah dodol nangka dan susu biji nangka. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat bagi peserta kegiatan untuk menjadi ide rintisan usaha dodol nangka meningkatkan pendapatan keluarganya serta dapat memenuhi gizi keluarga melalui aplikasi teknologi pengolahan susu biji nangka. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; dodol nangka; susu biji nangka; kekeri. ABSTRACTKekeri village is one of the centers for jackfruit production in West Lombok Regency. The production of jackfruit in the village is abundant but not accompanied by a high selling price. When the jackfruit season arrives, jackfruit's selling price is meager because the sale of jackfruit is fresh without further processing. Based on this fact, service activities were carried out aimed at: (1) Providing understanding and knowledge to the public about nutrition, benefits, and processed jackfruit (2) Explaining and giving examples to housewives and young women about the application of jackfruit dodol and jackfruit seeds milk processing. (3) Providing skills to community groups, especially mothers and young women, on increasing household income and fulfilling family nutrition by applying jackfruit lunkhead and jackfruit seed milk processing. This activity was carried out successfully and smoothly according to plan. This community service activity can increase public knowledge about nutrition, benefits, and processed jackfruit. Besides, it can also improve the extension participants' skills to process jackfruit lunkhead and jackfruit seed milk. It is hoped that this service activity can be useful for activity participants to become a pilot idea for dodol jackfruit business to increase family income and fulfill family nutrition by applying jackfruit seed milk processing. Keywords: community empowerment; jackfruit dodol; jackfruit seed milk; kekeri
PELATIHAN PEMBUATAN TEH KELOR SEBAGAI UPAYA MENJAGA IMUNITAS TUBUH SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Nurhayati Nurhayati; Syirril Ihromi; Asmawati Asmawati; Marianah Marianah; Adi Saputrayadi; Muhammad Jahidin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.078 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4659

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah daun kelor menjadi teh. Metode kegiatan ini dilakukan dengan metode PRA yakni melibatkan masyarakat dalam proses kegiatan. Kegiatan ini telah dilakukan menjadi beberapa tahapan diantaranya : (1) Sosialisasi persiapan kegiatan, (2) Pre test, (3) Penyampaian materi cara pengolahan teh (4) Pelatihan dan demonstrasi pembuatan teh kelor (5) Uji sensoris teh kelor (6) Evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa (1) pengetahuan peserta tentang teh dan bahan baku pembuatan teh meningkat berturut-turut sebesar 73% dan 82%, (2) keterampilan peserta tentang cara membuat teh kelor meningkat sebesar 95%. Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal pengetahuan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, sehingga dapat menjaga imunitas tubuh dalam mencegah penyakit covid 19. Kata kunci: teh kelor; imunitas; covid-19; pelatihan ABSTRACTThis service activity aims to increase the knowledge and skills of participants in processing Moringa leaves into tea. The method of this activity is carried out by the PRA method, which involves the community in the activation process. This activity has been carried out into several stages, including (1) Socialization of preparation for activities, (2) Pre test, (3) Delivery of tea processing methods (4) Training and demonstration of Moringa tea making (5) Moringa tea sensory test (6) Evaluation of the success of activities. The results of the community service activities showed that (1) the participants' knowledge of tea and the raw materials for making tea increased by 73% and 82%, respectively, (2) the skills of the participants on how to make Moringa tea increased by 95%. This activity is expected to be used as a provider of knowledge in meetings of the family's nutritional needs so that it can maintain the body's immunity in preventing Covid 19. Keywords: moringa tea; body immunity; covid-19; training
PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MELALUI PEMBUATAN DAN PEMBAGIAN HANDSANITIZER BERBAHAN BAKU ALAMI DI KOTA MATARAM Earlyna Sinthia Dewi; Syirril Ihromi; Muliatiningsih Muliatiningsih; Suwati Suwati; Karyanik Karyanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5402

Abstract

ABSTRAKPenyebaran COVID-19 telah menyita perhatian masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Covid-19 merupakan penyakit infeksi pernafasan yang dapat ditularkan melalui percikan batuk dan bersin.  Tujuan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan handsanitizer, dan memberikan pengetahuan bahwa hand sanitizer dapat dibuat menggunakan bahan alami yang ada di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kelurahan Taman Seruni, Kelurahan Taman Sari,Kecamatan Ampenan,Kota Mataram.  Metode pengabdian ada dua tahap yaitu sosialisasi tentang pentingnya penggunaan handsanitizer, diiringi dengan pelatihan pembuatan handsanitizer secara mandiri, dan pembagian handsanitizer kepada warga. Hasil yang diperoleh yaitu 100 warga paham pentingnya penggunaan mendapatkan handsanitizer, selain itu warga mendapatkan handsanitizer dari proses pelatihan. Dengan demikian, masyarakat sekitar pada akhirnya dapat menggunakan handsanitizer pada saat keluar rumah. Kata kunci: covid-19; handsanitizer; bahan alami. ABSTRACTThe wide-spread of COVID-19 has confiscates the world community’s attention, Indonesia, too. Covid-19 is a disease of infected respiration which can be transmitted through coughs and sneezes. The aims of the Community Service Activity are to educate people about the importance of using a hand-sanitizer, and to provide knowledge on that hand sanitizers can be produced by using natural materials in the environments. This service activity was carried out in Taman Seruni, Taman Sari Village, Ampenan sub-district, Mataram. The method of the community service consists of two stages,the first stage was socialization about how important to using handsanitizer and how to make independently hand-sanitizers as well as distributing hand-sanitizers to people of Taman Seruni. The result was that 100 residents know the importance of using hand sanitizer,beside the residents get a hand-sanitizer from the training process. Thus, they can use hand-sanitizers when they leave the house. Keywords: covid-19; hand-sanitizer; natural materials
Konsentrasi Penambahan Gula Merah Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Dendeng Ikan Lemuru (Sardinelle longiceps) Suwati Suwati; Syirril Ihromi; Asmawati Asmawati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.23 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.112-119

Abstract

Pada pembuatan dendeng, penambahan gula memberikan rasa manis yang dapat menambah kelezatan dan juga dapat menurunkan kadar air produk serta dapat menambah daya tahan bahan terhadap kerusakan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh penambahan gula merah terhadap sifat kimia dan Organoleptik dendeng ikan lemuru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Rncangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan perlakuan satu faktor yaitu penambahan gula merah. Masing-Masing perlakuan membutuhkan berat sampel (ikan lemuru) sebanyak 250 gram. Data hasil pengamatan dianalisis dengan  analisis keragaman(Analysis of variance) pada taraf nyata 5 % dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan gula merah berpengaruh secara nyata terhadap semua parameter sifat kimia yang diamati yaitu kadar air, kadar protein, dan kadar gula reduksi dan sifat argonoleptik parameter warna, dan aroma, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tekstur dan rasa dendeng ikan lemuru yang diamati. Semakin tinggi penambahan gula merah yang digunakan maka kadar air, kadar kadar proteinnya dan kadar gula reduksi semakin tinggi. Semakin tinggi penambahan gula merah yang digunakan maka skor nilai warna, aroma, rasa dan tekstur cenderung semakin meningkat namun disukai oleh panelis. Perlakuan yang paling disukai oleh panelis yaitu pada perlakuan kelima dengan penambahan gula merah 10%.
PENERAPAN TEKNOLOGI PROSES UNTUK KEBERLANGSUNGAN PRODUKSI MINYAK GORENG KELAPA DI DUSUN BILATEPUNG Nurhayati Nurhayati; Marianah Marianah; Desy Ambar Sari; Asmawati Asmawati; Desy Syafitri; Syirril Ihromi; Mursal Ghazali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.9563

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga keberlangsungan produksi berlangsung secara kontinu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para mitra terkait penerapan teknologi proses untuk menghasilkan minyak goreng kelapa yang berkualitas. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah para pembuat atau pengolah dan penjual minyak goreng kelapa yang ada di Dusun bilatepung Desa Beleka Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Metode kegiatan yang digunakan adalah metode PRA (Partisipatory Rural Appraisal). Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan diantaranya : (1) Koordinasi dan sosialisasi kegiatan, (2) Pelaksanaan kegiatan ini berupa penyuluhan dan pelatihan pengolahan minyak goreng kelapa serta alih teknologi penggunaan mesin parut portable mini, (3) Monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan penggabdian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan mitra terkait penerapan teknologi proses, peningkatan keterampilan mitra dalam mengoperasikan mesin parut kelapa mini portable sehingga meningkatkan kapasitas produksi minyak goreng kelapa yang dihasilkan. Diharapkan kegiatan ini masih bisa dilaksanakan secara kontinu terutama untuk kegiatan pelatihan pengolahan limbah menjadi beberapa produk pangan yang inovatif. Kata kunci: teknologi proses; minyak goreng kelapa ABSTRACTThis service activity aims to increase production capacity so that production continuity takes place continuously and increase the knowledge and skills of partners regarding the application of process technology to produce quality coconut cooking oil. The partners of this service activity are the makers or processors and sellers of coconut cooking oil in Bilatepung Hamlet, Gerung District, and West Lombok Regency. The activity method used is the PRA (Participatory Rural Appraisal) method. This service activity is carried out in several stages of activity including: (1) Coordination and socialization of activities. (2) Implementation of this activity includes counseling and training on coconut cooking oil processing and technology transfer using mini portable grating machines. (3) Monitoring and evaluation. The results of this service activity indicate an increase in partner knowledge regarding the application of process technology and partner skills in operating a mini portable coconut grater machine to increase the production capacity of the produced coconut cooking oil. Hopefully, this activity can still be carried out continuously, especially for training activities on waste processing into several innovative food products. Keywords: process technology; coconut cooking oil 
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN GIZI BURUK DAN STUNTING PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA DI DESA SELAT KABUPATEN LOMBOK BARAT Asmawati Asmawati; Marianah Marianah; Syirril Ihromi; Desy Ambar Sari; Nurhayati Nurhayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.249 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7269

Abstract

Abstrak: Kelor adalah salah satu jenis sayuran yang sangat kaya akan nutrisi, terutama protein, vitamin A, vitamin C dan kalsium. Kelor juga mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol yang dapat berfungsi sebagai antioksidan alami, sehingga sangat baik diberikan kepada anak sebagai tambahan dalam menu makanannya untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk  memberi edukasi dan tambahan ilmu pengetahuan kepada orang ibu – ibu rumah tangga di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat khususnya yang memiliki balita. Peserta kegiatan ini berasal dari ibu – ibu warga Desa Selat yang memiliki balita, kader posyandu yang mewakili setiap Dusun yang ada berjumlah 12 0rang. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu : 1). Sosialisasi persiapan kegiatan 2). Pre-test 3). Penyampaian materi tentang pemanfaatan daun kelor sebagai bahan alternative mencegah gizi buruk dan stunting 4). Post-test untuk mengevaluasi daya serap dan pengetahuan peserta. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu-ibu peserta  sebesar  67,80% (selisih nilai 20,40%) dari nilai sebelum penyampaian materi hanya sebesar 47,40%. Hasil penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu pengetahuan bagi ibu-ibu peserta dalam hal pemanfaatan daun kelor sebagai alternatif pencegahan  gizi buruk dan stunting pada anak balitanya.Abstract: Moringa is a very rich type of vegetable in nutrients, especially protein, vitamin A, vitamin C, and calcium. Moringa also contains bioactive compounds such as polyphenols that can function as natural antioxidants, so it is best given to children as an addition to their diet to optimize their growth and development. This service activity aims to provide education and additional knowledge to housewives, especially toddlers in Selat Village, Narmada District, West Lombok Regency. Participants in this activity came from 12 people Selat Village mothers who have toddlers and posyandu cadres representing each hamlet. Activities are carried out in several stages, namely: 1). Socialization of activity preparation 2). Pre-test 3). Counseling on the use of Moringa leaves as an alternative material to prevent malnutrition and stunting 4). Post-test to evaluate participants' absorption and knowledge. The counseling results showed an increase in the knowledge mother participants by 67.80% (20.40% difference in value) from the value before delivering the material, which was only 47.40%. The results of this counseling are expected to be additional knowledge for participating mothers in terms of using Moringa leaves as an alternative to preventing malnutrition and stunting in their children under five.
PENGEMBANGAN PRODUK TORTILLA DENGAN KOMBINASI TEPUNG JAGUNG, LABU KUNING DAN TEMPE Syirril Ihromi; Dina Putri; Marianah Marianah; Nurhayati Nurhayati
Pro Food Vol. 8 No. 2 (2022): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan )
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v8i2.255

Abstract

Tortilla is a product that uses corn flour as the basic ingredient and is made through the process of cooking, grinding, drying, and frying. Pure corn-based tortillas are high in carbohydrates but low in protein. This study aims to find the best combination formula between corn, pumpkin, and tempe flour, and to determine the effect of the combination formula on chemical and organoleptic properties. The data were analyzed using an experimental design, namely Completely Randomized Design with one factor: a combination of hybrid corn flour, pumpkin and tempe formulas, treatment 1 (50% corn flour, 0% pumpkin flour: 50% tempe flour), 2 (50% corn flour, 10% pumpkin flour: 40% tempe flour), 3 (50% corn flour, 20% pumpkin flour: 30% tempe flour), 4 (50% corn flour, 30% pumpkin flour: 20% tempe flour), 5 (50% corn flour, 40% pumpkin flour : 10% tempe flour) and 6 (50% corn flour, 50% pumpkin flour: 0% tempe flour). The results of the analysis obtained were continued with the Honest Significant Difference test at the 5% level. The parameters observed were water content, ash content, fiber content, protein content, and organoleptic tests (color, aroma, texture, and taste). From chemical and organoleptic properties, the best treatment was found in the T2 treatment with a moisture content of 11.03%, ash content of 3.39%, fiber content of 11. 25%, and protein content of 12.88%, with the slightly brown color of tortillas, slightly like the aroma (the typical aroma of tempe), slightly good taste, and the texture is slightly crunchy.
PELATIHAN PENGOLAHAN NATA DE COCO DAN MINUMAN ANTIOKSIDAN PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA MINYAK KELAPA Nurhayati Nurhayati; Marianah Marianah; Septi Falensia Haris; Lusi Hardianingsih; Syirril Ihromi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14592

Abstract

ABSTRAK                                                               Pengolahan minyak kelapa di industri rumah tangga masih banyak menghasilkan limbah atau produk sampingan terutama yang berasal dari air kelapa. Pemanfaatan air kelapa tidak banyak, oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan pengolahan air kelapa menjadi nata de coco dan minuman antioksidan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolahan minyak kelapa tentang cara mengolah air kelapa menjadi nata de coco dan minuman antioksidan. Mitra yang mengikuti kegiatan ini adalah kelompok pengolah minyak kelapa dan VCO di Dusun Bilatepung, Desa Beleke, Kecamatan Gerung. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan meliputi: (1) Mensosialisasikan jenis-jenis limbah dari industri minyak kelapa; (2) Pelatihan pembuatan aneka produk olahan limbah (3) Monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 80%. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan sebagai peluang usaha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan usaha pengolahan minyak kelapa. Kata kunci: nata de coco; minuman antioksidan; minyak kelapa; pelatihan ABSTRACTProcessing of coconut oil in the home industry still produces a lot of waste or by-products, especially those that come from coconut water. There is not much use of coconut water, therefore it is necessary to carry out training on processing coconut water into nata de coco and antioxidant drinks. The purpose of this service is to increase the knowledge and skills of coconut oil processing on how to process coconut water into nata de coco and antioxidant drinks. The partners who took part in this activity were a group of coconut oil and VCO processing in Bilatepung Hamlet, Beleke Village, Gerung District. The steps for implementing the activities include: (1) Socializing the types of waste from the coconut oil industry; (2) Training on making various processed waste products (3) Monitoring and evaluation. The results of the activity show that this community service activity can increase partners' knowledge and skills by 80%. This activity is expected to be implemented as a business opportunity, so as to increase the income of coconut oil processing. Keywords: nata de coco; antioxidant drinks; coconut oil; training
KAJIAN RASIO BUBUR SALAK (Salacca edulis) DENGAN BUBUR WORTEL (Daucus carota L.) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SIRUP SALAK Muhammad Faisal; Suwati; Syirril Ihromi; Hutasoit Hutasoit
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah salak merupakan buah tropis yang tersebar di Asia tenggara secara khusus Indonesia, yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan minuman. Kombinasi dengan bahan lain untuk memperkaya kandungan gizi sirup yang dihasilkan seperti penambahan dengan buah wortel diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi penambahan bubur salak, wortel dan gula terhadap kadar gula reduksi, kadar beta karoten dan sifat organoleptik sirup salak. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan perlakuan dua faktor yaitu faktor  I terdiri dari 4 level yaitu : W1 = Tanpa perbandingan bubur wortel (100 % bubur salak), W2 = 90 % Bubur salak + 10 % bubur wortel, W3 = 80 % Bubur salak + 20 % bubur wortel dan W4 = 70 % Bubur salak + 30 % bubur wortel. Sedangkan faktor II terdiri dari 2 level yaitu : G1 = kosentrasi gula 25 % dan G2 = Kosentrasi gula 50%. Sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan. Masing-masing perakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga didapatkan 16 unit percobaan. Analisis parameter yang dilakukan meliputi kadar gula reduksi, kadar betakaroten, warna, aroma dan rasa. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam pada taraf nyata 5 % dan diuji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi penambahan bubur salak dan wortel dengan konsentrasi gula berpegaruh nyata terhadap warna dan aroma sirup salak, sedangkan kadar gula reduksi, kadar beta karoten dan uji rasanya berpengaruh tidak nyata. Perlakuan W2G2 (450 gr bubur salak + 50 gr bubur wortel) dan konsentrasi gula 50% memberikan hasil yang terbaik pada uji organoleptik sirup salak
KAJIAN RASIO BUBUR SALAK (Salacca edulis) DENGAN BUBUR WORTEL (Daucus carota L.) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SIRUP SALAK Muhammad Faisal; Suwati; Syirril Ihromi; Hutasoit Hutasoit
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snake fruit is a tropical fruit that is spread throughout Southeast Asia, specifically Indonesia, and can be used as an ingredient in drinks. In making syrup, the raw materials used usually consist of only one type of fresh fruit, so it is necessary to combine it with other ingredients to improve the nutritional content of the resulting syrup, such as adding carrots. The purpose of this study was to determine the effect of adding snake fruit puree, carrots, and sugar on reducing sugar levels, beta-carotene levels, and the organoleptic properties of snake fruit syrup. This study used a CRD (completely randomized design) with treatment of two factors, namely factor I, consisting of four levels: W1 = without comparison of carrot pulp (100% snake fruit puree), W2 = 90% snake fruit puree + 10% carrot puree, W3 = 80% snake fruit puree + 20% carrot puree, and W4 = 70% snake fruit puree + 30% carrot puree. While factor II consisted of 2 levels, namely, G1 = 25% sugar concentration and G2 = 50% sugar concentration, in order to obtain eight treatment combinations Each treatment was repeated twice to obtain 16 experimental units. Parameter analysis carried out included reducing sugar levels, beta-carotene levels, color, aroma, and taste. Observational data were analyzed using analysis of variance at a significant level of 5%. If the treatment is significantly different, then it will be further tested using the Honest Significant Difference (HSD) test at the same level. Combining snake fruit puree and carrots with sugar concentration had a significant effect on the color and aroma of snake fruit syrup, but lowering sugar levels, beta-carotene levels, and taste tests had no effect. The W2G2 treatment (450 g of snake fruit puree and 50 g of carrot puree) and 50% sugar concentration gave the best results in the organoleptic test of snake fruit syrup.