Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA SISWA KELAS V SDN SE-KAPANEWON BAMBANGLIPURO Taufiq, Suhendra; Sarwanti, Sri; Warsihna, Jaka
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan dan efikasi diri terhadap kemandirian belajar dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kemandirian belajar penting untuk meningkatkan keberhasilan, menyelesaikan berbagai tantangan, dan pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan ex post facto. Populasi terdiri dari 333 siswa kelas V SDN se-Kapanewon Bambanglipuro, dengan sampel 172 siswa yang dipilih melalui proportional random sampling berdasarkan Tabel Isaac dan Michael. Data dikumpulkan menggunakan skala psikologi dan dianalisis dengan regresi linier berganda setelah uji prasyarat terpenuhi. Hasil menunjukkan bahwa kedisiplinan (sig. 0,00; t = 16,519) dan efikasi diri (sig. 0,00; t = 13,684) berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar secara parsial, dengan kontribusi masing-masing sebesar 0,616 dan 0,524. Secara simultan, kedisiplinan dan efikasi diri berpengaruh signifikan (sig. 0,00; F = 169,536) dengan kontribusi sebesar 0,667. Hasil penelitian ini diharapkan agar guru melakukan penguatan kedisiplinan dan efikasi diri siswa, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN PERILAKU MENGHARGAI TERHADAP SIKAP KOLABORASI PADA PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA SISWA KELAS V SD NEGERI SE-KAPANEWON PANDAK Handayani, Priliana; Sarwanti, Sri; Fatmasari, Rhini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kepercayaan diri dan perilaku menghargai terhadap sikap kolaborasi pada Profil Pelajar Pancasila sebagai implementasi Kurikulum Merdeka siswa kelas V SD Negeri se-Kapanewon Pandak. Penelitian ini dilaksanakan di 18 SD Negeri dengan populasi siswa kelas V SD Negeri se-Kapanewon Pandak tahun pelajaran 2024/2025. Penentuan sampel menggunakan propotional random sampling dengan jumlah 205 responden. Instrumen yang adalah skala psikologi. Teknik analisis menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Penelitian yang dilaksanakan memberikan hasil bahwa variabel kepercayaan diri berpengaruh signifikan terhadap sikap kolaborasi siswa ditunjukkan oleh nilai uji t 11,171>1,652 dengan sumbangan efektifnya sebesar 38,1%. Variabel perilaku menghargai berpengaruh signifikan terhadap sikap kolaborasi siswa ditunjukkan oleh nilai uji t 11,406>1,652 dengan sumbangan efektifnya sebesar 39,1%. Variabel kepercayaan diri dan perilaku menghargai secara simultan berpengaruh signifikan terhadap sikap kolaborasi siswa dengan nilai uji F sebesar 248,142>3,04 dengan sumbangan efektifnya sebesar 71,1%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri dan perilaku menghargai berpengaruh terhadap sikap kolaborasi pada Profil Pelajar Pancasila sebagai implementasi Kurikulum Merdeka siswa kelas V SD Negeri se-Kapanewon Pandak.
Pendidikan Karakter melalui Permainan Interaktif di Kelas Ratnaningsih, Endah; Sarwanti, Sri
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2346

Abstract

Permainan merupakan aktivitas yang pada umumnya dilakukan oleh anak-anak secara natural, tanpa paksaan dan biasanya tanpa didesak oleh rasa tanggung jawab. Apabila dipahami lebih lanjut, dengan bermain banyak aspek kecrdasan anak yang terasah. Berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan di MI Ma’arif Arrosydin Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Berdasarkan hasil observasi, tidak semua aktivitas dalam kegiatan belajar mengajar yang ada di MI Ma’arif Arrosydin Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap kreativitas dan kontribusi peserta dalam kegiatan ini. Kegiatan belajar mengajar berlangsung secara konvensional, misalnya pengajar memberikan contoh membaca huruf-huruf hijaiyah kemudian peserta langsung menirukan. Belum ada aktivitas yang melibatkan permainan-permainan dalam kegiatan tersebut. Proses belajar mengajar yang biasanya berlangsung secara konvensial perlu mendapat sentuhan istimewa yang akan meningkatkan ketertarikan, keterlibatan, kreativitas, keceriaan anak-anak yang menjadi peserta didik MI Ma’arif Arrosydin Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Mempertimbangkan paparan kondisi di atas, perlu adanya suatu Pemanfaatan Permainan Interaktif bagi Siswa MI Ma’arif Arrosyidin Pucang untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa di Kelas. Program ini memberikan pendampingan bagi para bagi siswa MI Ma’arif Arrosyidin Pucang untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa di Kelas dan praktek langsung dalam kegiatan permainan interaktif yang dilakukan oleh tim pengabdian UNTIDAR bekerja sama dengan pengajar/pembina MI Ma’arif Arrosyidin Pucang.
Pembentukan Guru Berkarakter dengan Meningkatkan Kompetensi Pedagogis Mahasiswa Calon Guru Melalui Peer Mentoring Sarwanti, Sri; Ratnaningsih, Endah
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2347

Abstract

Guru yang berkarakter merupakan dambaan semua mahasiswa calon guru untuk mencapainya. Guru yang berkarakter memenuhi semua kriteria kecakapan atau kompetensi yang meliputi kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keterampilan mengelola pembelajaran menjadi keterampilan khas yang membedakan profesi guru dengan profesi yang lainnya. kemampuan mengelola pembelajaran ini disebut kompetensi pedagogis. seorang guru dituntut untuk memiliki kompetensi pedagogis ini. mahasiswa calon guru juga dituntut untuk memiliki kompetensi pedagogis agar mampu melaksanakan pembelajaran yang berhasil. Kompetensi pedagogis ini bisa ditingkatkan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mentoring. Penelitian ini akan meneliti peran mentoring dalam peningkatan kompetensi pedagogis yang harus dimiliki mahasiswa calon guru untuk bisa menjadi guru yang berkarakter. Mentoring bisa dilakukan oleh beberapa sumber. Menurut observasi peneliti dan hasil wawancara dengan guru-guru pamong di SMA El Shadai Magelang dan SMA Muhammadiyah Muntilan, kompetensi pedagogis mahasiswa praktikan program pengalaman lapangan yang mendukung guru berkarakter masih harus ditingkatkan. Cara paling mengena adalah dengan mentoring yang dilakukan oleh teman sejawat karena prosesnya akan lebih terbuka dan santai. Penelitian ini dilakukan dengan observasi dan pemberian angket. Observasi digunakan untuk mengetahui kondisi karakter mahasiswa calon guru sebelum menjalani peer mentoring. Sedangkan angket digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa akan penerapan mentoring dalam peningkatan karakter guru.
Enhancing Students’ Narrative Writing Skills Through Peer Dynamic Assessment: A Classroom Action Research Sarwanti, Sri; Sotlikova, Rimajon; Winarsih , Dwi
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v14i1.18351

Abstract

This classroom action research aimed to improve students’ narrative writing skills through the implementation of Peer Dynamic Assessment (PDA). The study was conducted in three cycles involving 30 students of the eleventh grade. The data were collected through writing tests, observations, and interviews. The results showed continuous improvement in students’ writing performance. The mean scores increased from 66.5 in the pre-cycle to 73.2 in Cycle I, 78.6 in Cycle II, and 84.8 in Cycle III. The percentage of students achieving the minimum mastery criterion (KKM 75) also rose from 26.7% to 93.3%. Students demonstrated better control of text structure, grammar, vocabulary, and mechanics. Qualitative findings revealed that students were more motivated and aware of their errors through collaborative feedback. These findings indicate that Peer Dynamic Assessment is an effective approach to enhance both cognitive and affective aspects of writing instruction.