Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Farmaka

Review Artikel: Aktivitas Antioksidan Kolagen dari Berbagai Hewan VICANIA RAISA RAHMAN; NASRUL WATHONI
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27830

Abstract

Stress oksidatif adalah ketidakseimbangan pembentukan ROS (reactive oxygen species) dan pertahanan oksidan yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit neurodegeneratif, hipertensi, mempercepat penuaan, dan inflamasi. Sehingga perlu kolagen tambahan untuk mencegah efek dari ROS. Salah satu antioksidan tambahan adalah kolagen pada hewan ternak dan biota laut. Review artikel ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kolagen hewan yang mempunyai aktivitas antioksidan. Parameter yang digunakan untuk menentukan efektivitas kolagen hewan sebagai antioksidan adalah dari IC50. Hasil pengujian antioksidan dari 20 kolagen hewan menunjukkan aktivitas antioksidan dengan kategori kuat dan lemah.Kata Kunci: Kolagen, hewan, biota laut, antioksidan.
Peranan Hormon Pertumbuhan Terhadap Penyembuhan Luka Diabetes ARVENDA REZKY PRATAMA; Nasrul Wathoni; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.548 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12483

Abstract

Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh insulin. Salah satu komplikasi kronis yang disebabkan oleh diabetes adalah diabetic foot ulcer (DFU) yang disebabkan oleh neuropati perifer dan terganggunya penyembuhan luka. DFU yang parah dapat menyebabkan biaya rumah sakit yang tinggi bahkan hingga amputasi. Tahap-tahap pnymbuhan luka yang terdiri dari hemostatis, inflamasi, proliferasi dan remodeling. Pada review ini dijelaskan peranan hormon pertumbuhan untuk mempercepat penyembuhan luka dan contoh aplikasinya.
SIKLODEKSTRIN SOLUSI PENGEMBANGAN OBAT BARU DIAH PERMATA SARI; MARLINE ABDASSAH; NASRUL WATHONI
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.19107

Abstract

Pengembangan suatu senyawa untuk mendapatkan obat baru sangat diperlukan. Banyaknya senyawa obat yang memiliki keterbatasan sehingga memerlukan suatu pengembangan, salah satunya adalah keterbatasan dalam tingkat kelarutan. Untuk mengatasi kekurangan ini sehingga membutuhkan solusi yang tepat. Siklodekstrin merupakan salah satu eksipien yang dapat digunakan dalam metode kompleksasi. Siklodekstrin memiliki struktur yang berongga sehingga dapat mengikat senyawa aktif yang memiliki keterbatasan dalam kelarutan dengan cara kompleksasi. Siklodekstrin memiliki permukaan yang hidrofilik dan rongga yang hidrofobik, bagian rongga yang hidrofobik berperan dalam memasukan senyawa obat yang bertsifat hidrofobik. Kata Kunci : Siklodekstrin, Kompleksasi dan Kelarutan.
Kitosan sebagai Eksipien dalam Sistem Penghantaran Obat Baru HISBAN HAMID ARIFKI; NADYA NURUL ZAMAN; WENNI HARTATI P. PAKPAHAN; KATARINA SILALAHI; INDAH PERTIWI; NASRUL WATHONI
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.028 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17781

Abstract

Teknologi di bidang farmasi terus berkembang, salah satunya saat ini dikembangkan  formulasi sediaan obat dengan teknologi Novel Drug Delivery System yang dapat memaksimalkan proses penghantaran obat. Tujuan pembuatan artikel review ini memberikan gambaran tentang kitosan sebagai eksipien alami yang digunakan dalam sistem penghantaran obat baru. Kitosan sebagai polimer alami memiliki sifat biokompatibilitas, biodegradabilitas, relatif murah, non-toksisitas, alergenisitas rendah sehingga banyak dipilih sebagai zat eksipien dalam sediaan NDDS. Metode yang telah banyak digunakan yaitu menjadikan kitosan dan zat aktif ke dalam bentuk microsphere dan nanocomposites, namun pemilihan metode sangat bergantung kepada sifat fisikokimia zat aktif yang digunakan. Saat ini, penggunaan kitosan sebagai eksipien NDDS sangat berperan penting dalam meningkatkan bioavaibilitas obat di dalam tubuh dalam periode tertentu agar tercapai efek terapi yang maksimal.
SELULOSA MIKROKRISTAL : ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN APLIKASI DALAM BIDANG FARMASETIK Ina Widia; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.189 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13068

Abstract

Selulosa mikrokristal merupakan selulosa murni yang diisolasi dari alfa selulosa. Selulosa mikrokristal dapat diisolasi dari beberapa sumber alam seperti tanaman berkayu, kulit kapas, jerami, ampas tebu dengan tahapan delignifikasi menggunakan larutan basa, bleaching, dan hidrolisis α-selulosa dengan menggunakan larutan asam encer pada suhu  tinggi. Karakterisasi selulosa mikrokristal dapat dilakukan melalui uji organoleptik, analisis kualitatif, uji pati, kelarutan, susut pengeringan, pH, daya alir dan sudut diam, kompresibilitas, serta dengan menggunakan instrumen Fourier Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscope Energy-Dispersive X-ray Spectrofotometry (SEM-EDS), dan Difraktometer sinar-x.  Aplikasi selulosa mikrokristal dalam bidang farmasetik dapat digunakan sebagai pengisi tablet untuk metode kempa langsung, selain itu dapat berfungsi juga sebagai pengikat, penghancur tablet, mempercepat sistem penyampaian obat, dan pembawa padat yang tidak larut air.Kata kunci : selulosa mikrokristal, isolasi, karakterisasi, aplikasi dalam bidang farmasetik.
HYDROGEL UNTUK RECCURENT APHTHOUS STOMATITIS Nia Yuniarsih; Muchtaridi Muchtaridi; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.802 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17237

Abstract

Recurrent Aphthous Stomatitis merupakan penyakit ulseratif mukosa mulut yang belum diketahui dengan pasti penyebabnya hingga saat ini, sehingga pengobatan yang diberikan hanya untuk mengurangi rasa sakit dan memperkecil ukuran ulkus. Formulasi yang dimodifikasi memberikan cara yang cukup efektif untuk mengatasi cepat atau tidaknya obat larut atau terbawa oleh cairan mukosa mulut sehingga dapat memperpanjang kontak obat dengan ulkus. Dalam pembuatan sediaan lepas terkendali, polimer memiliki peran penting. Ada  banyak polimer yang dapat digunakan untuk kontrol pelepasan obat dan membutuhkan pertimbangan fisiologis dan fisikokimia. Polimer dapat digunakan sebagai hidrogel film yang dirancang untuk memisahkan lesi mukosa dari lingkungan rongga mulut, dan dengan demikian mengurangi resiko terbawanya obat oleh air liur dari pengobatan lokal yang diberikan. Aplikasi ini dapat meningkatkan durasi kontak antara zat aktif dan lesi sehingga meningkatkan efektivitas terapi, mengurangi ketidaknyamanan  pasien dan membawa obat  lebih cepat dari pada gel. Artikel ini bertujuan untuk melihat berbagai macam polimer yang dapat digunakan dalam sediaan hidrogel untuk pengobatan RAS
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN VAKSIN PNEUMONIA DI BERBAGAI NEGARA Fanny Seftiani Dwi Saputri; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.047 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22281

Abstract

Pnemonia adalah penyakit infeksi yang menyerang sistem pernafasan bawah akut disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumonia dan merupakan salah satu penyakit yang memiliki presentase besar menyebabkan kematian. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif  yang optimal yaitu dengan menggunakan vaksin pneumonia (Pneumococcal Conjugate Vaccine) yang diduga memiliki hasil cost-effective. Cost Effectiveness Analysis (CEA) merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui efektivitas biaya dari penggunaan vaksin pnemonia di beberapa negara. Berdasarkan lima studi literature berbagai negara yaitu Cina, Filipina, Malaysia, Turki, Korea, Paraguay, Kolombia, United Kingdom, Peru, Taiwan, Belanda dapat diketahui setiap vaksin menghasilkan efektivitas dan biaya yang berbeda setiap negara. Umumnya, vaksin pnemokokus dapat digunakan sebagai upaya preventif penyakit pneumoni yang cost effective.
Review Artikel : Aktivitas Farmakologi Cassia fistula Linn Nita Sari; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.998 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13054

Abstract

Cassia fistula atau Trengguli adalah tanaman tropis yang memiliki banyak manfaat. Secara empiris, orang menggunakan Cassia fistula sebagai penyembuh pencahar dan luka. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menguji aktivitas farmakologi Cassia fistula sebagai antibakteri, antijamur, antioksidan, laksatif, hepatoprotektor, nefroprotektor, anti inflamasi, antipiretik, antitusif, antiulcer, antelmentik, inhibitor asetilkolinesterase, anti aging, penyembuhan luka, dan hipolipidemik. Review ini akan membahas tentang beberapa aktivitas farmakologi ekstrak Cassia fistula dari berbagai pelarut dan dari beberapa bagian tanaman.Kata kunci: Cassia fistula, Golden Shower, Aktivitas Farmakologis.
Karakterisasi Efisiensi Penjerapan pada Nanopartikel Natrium Diklofenak dalam Sediaan Topikal PUTRI EKA SAVITRY; NASRUL WATHONI
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3598.06 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17593

Abstract

Sistem penghantar nanopartikel telah banyak dijumpai karena memiliki berbagai keuntungan, di antaranya dapat meningkatkan pelepasan zat aktif. Natrium diklofenak merupakan jenis obat analgesik yang memiliki waktu paruh singkat serta efek samping berbahaya bagi pencernaan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Rute permberian secara topikal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Sistem penghantaran obat melalui kulit telah banyak mengalami perkembangan, salah satunya dilakukan modifikasi ukuran partikel menjadi nanopartikel guna memanfaatkan keuntungannya sebagai sistem penghantar obat untuk meningkatkan penetrasi obat melalui stratum korneum. Karakterisasi nanopartikel menjadi hal yang penting dilakukan untuk mendapatkan nanopartikel yang optimal melalui berbagai teknik pembuatan nanopartikel. Salah satu karakterisasi yaitu menghitung efisiensi penjerapan/efisiensi enkapsulasi sebab menjadi kriteria penting apabila penggunaan zat aktif dengan harga yang tinggi. Review ini meninjau efisiensi penjerapan natrium diklofenak dalam berbagai polimer dan teknik nanopartikel yang digunakan dalam sediaan topikal. Kata kunci : Nanopartikel, natrium diklofenak, efisiensi penjerapan, sediaan topikal
Artikel Review : Diagnosis dan Regimen Pengobatan Skabies MAYANG KUSUMA DEWI; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.208 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.12898

Abstract

Abstrak Skabies merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. Infeksi tungau ini dapat menyebabkan gatal-gatal yang sangat hebat. Skabies ditandai dengan lesi. Terdapat dua lesi pada skabies yaitu lesi spesifik (liang atau terowongan) dan lesi nonspesifik (papula, vesikel dan ekskoriasi). Tempat  khas dari tubuh yang biasanya tekena skabies adalah jari-jari, pergelangan tangan, lipatan aksila, perut, bokong, dan alat kelamin. Riview artikel ini bertujuan untuk mengetahui beberapa macam metode diagnosis dan pilihan terapi yang tepat pada skabies. Diagnosis pasti dapat dilakukan dengan cara preparasi KOH, biopsi, dermoskopi dan pembesaran fotografi digital, serta burrow ink test (BIT). Pengobatan skabies dapat dilakukan secara oral maupun topikal. Ivermektin digunakan secara oral sedangkan permetrin, lindane, benzyl benzoate, crotamiton dan sulfur yang diendapkan digunakan secara topikal. Berdasarkan beberapa penelitian, pengobatan lini pertama skabies adalah dengan obat topikal krim permetrin 5%.