Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MEDIAPSI

Pelatihan untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Mengenai Pendampingan pada Remaja Putri dengan Intellectual Disabilities Tingkat Sedang Usia 10–13 Tahun Menghadapi Menstruasi Pertama Fitria, Ika
Mediapsi Vol 2, No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.528 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.02.2

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya ibu memiliki pengetahuan tentang pendampingan pada remaja putri dengan intellectual disabilities tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama (menarche). Remaja putri dengan intellectual disabilities tingkat sedang pada umumnya mengalami perubahan fisik dan hormon yang hampir sama dengan remaja pada umumnya. Tetapi mereka memiliki kapasitas intelektual terbatas untuk memahami perubahan yang terjadi pada saat menstruasi dan mengembangkan kemandirian dalam mengurusnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan seorang pendamping yaitu ibu untuk membantu mereka melewati menarche dengan optimal. Agar bisa menjadi pendamping yang optimal terdapat tiga unsur utama yang hendaknya dimiliki oleh ibu yaitu memiliki pengetahuan, melakukan perubahan irama, dan menunjukkan kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh modul pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pendampingan pada remaja putri 10–13 tahun dengan intellectual disabilities tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama. Pelatihan ini menggunakan pendekatan adult learning dan mengacu pada teori pendampingan dari Mayeroff (1971). Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental, dengan desain one group pretest–posttest. Pengukuran dilakukan dengan memberikan kuesioner mengenai pendampingan sebelum dan sesudah pelatihan. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang ibu yang memiliki putri usia 10–13 tahun, belum menarche, dan mengalami intellectual disabilities tingkat sedang. Pengujian statistik terhadap pengukuran pengetahuan ibu dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank untuk sampel kecil dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai Wilcoxon T=0 < Critical Value=0.03 yang berarti program pelatihan yang dilakukan memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pendampingan pada remaja putri dengan intellectual disabilities usia 10–13 tahun tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama.
Pelatihan untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Mengenai Pendampingan pada Remaja Putri dengan Intellectual Disabilities Tingkat Sedang Usia 10–13 Tahun Menghadapi Menstruasi Pertama Fitria, Ika
Mediapsi Vol 2 No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.02.2

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya ibu memiliki pengetahuan tentang pendampingan pada remaja putri dengan intellectual disabilities tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama (menarche). Remaja putri dengan intellectual disabilities tingkat sedang pada umumnya mengalami perubahan fisik dan hormon yang hampir sama dengan remaja pada umumnya. Tetapi mereka memiliki kapasitas intelektual terbatas untuk memahami perubahan yang terjadi pada saat menstruasi dan mengembangkan kemandirian dalam mengurusnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan seorang pendamping yaitu ibu untuk membantu mereka melewati menarche dengan optimal. Agar bisa menjadi pendamping yang optimal terdapat tiga unsur utama yang hendaknya dimiliki oleh ibu yaitu memiliki pengetahuan, melakukan perubahan irama, dan menunjukkan kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh modul pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pendampingan pada remaja putri 10–13 tahun dengan intellectual disabilities tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama. Pelatihan ini menggunakan pendekatan adult learning dan mengacu pada teori pendampingan dari Mayeroff (1971). Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental, dengan desain one group pretest–posttest. Pengukuran dilakukan dengan memberikan kuesioner mengenai pendampingan sebelum dan sesudah pelatihan. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang ibu yang memiliki putri usia 10–13 tahun, belum menarche, dan mengalami intellectual disabilities tingkat sedang. Pengujian statistik terhadap pengukuran pengetahuan ibu dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank untuk sampel kecil dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai Wilcoxon T=0 < Critical Value=0.03 yang berarti program pelatihan yang dilakukan memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pendampingan pada remaja putri dengan intellectual disabilities usia 10–13 tahun tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama.
Prediktor Internal dan Eksternal Suicidal Ideation Remaja Fitria, Ika; Yusainy, Cleoputri; Rahma, Ulifa; Rachmayani, Dita
Mediapsi Vol 11 No 1 (2025): JUNI IN PRESS
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2025.011.01.1139

Abstract

The desire to survive is a basic human instinct, but the transitions and role changes in adolescence could paradoxically trigger suicidal ideation. In this correlational study (N = 202, 86.14% female; age range 12-20 years, Mage = 19, SDage = 2.77), we examined the extent to which adolescents' suicidal ideation (Scale for Suicide Ideation: SSI) could be predicted by levels of their perceived social support (Multidimensional Scale of Perceived Social Support: MSPSS), self-efficacy (General Self-Efficacy Scale), and depression (Beck Depression Inventory: BDI-II). We found that these three variables simultaneously predicted suicidal ideation by 52%. Self-efficacy perceived social support, and depression also partially predicted suicidal ideation (11.2%, 29.2%, and 47.12%). Mental health promotion, prevention programs, and coping strategies focusing on suicidal ideation would benefit from an early identification of how these three variables may interact with each other in adolescents.