Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI DAN EDUKASI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH DIMASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KONSUMSI MINUMAN HERBAL LEMON DAN MADU PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN LEGOK Mila Triana Sari; Haflin Haflin
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 2 (2021): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i2.1243

Abstract

Pandemi Covid-19 masih berlangsung sampai saat ini dengan proses penyebaran penyakit yang sangat cepat. Orang-orang dari segala jenis usia sangat rentan terhadap infeksi Covid-19 terutama orang dengan kondisi imunitas rendah. Upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mampu bertahan pada masa pandemi Covid19 ini adalah menerapkan protokol kesehatan, melaksanakan vaksinasi serta meningkatkan imunitas tubuh. Peningkatan imunitas tubuh dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sehat dan minuman herbal yaitu lemon dan madu. Minuma herbal lemon dan madu kaya dengan vitamin c, antioksidan, anti inflamasi serta detoksifikasi yang membantu membersihkan tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi Covid-19. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Kelurahan Legok, Kota Jambi, pada tanggal 03 Juli 2021 yang dimulai  dari  jam  14.00  –  15.30,  yang  bertujuan meningkatkan  pengetahuan  dan  imunitas  tubuh dengan minuman herbal lemon dan madu pada masyarakat Kelurahan Legok. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan koordinasi dengan RW dan RT 28 Kelurahan Legok sebagai tempat sasaran pengabdian, kemudian tim PKM menyiapkan media sosialisasi dan edukasi, alat serta bahan yang digunakan untuk pembuatan minuman herbal, selanjutnya dilakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi  tentang  upaya  peningkatan imunitas  tubuh  dengan  minuman  herbal,  serta  pemberian Minuman herbal lemon dan madu pada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh 26 orang masyarakat termasuk ketua RT 28 dan tokoh masyarakat, dan tim pengabmas Stikes Baiturrahim.Hasil kegiatan masyarakat RT 28 Kelurahan Legok mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai, denGan semangat dan aktif, serta meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang cara meningkatkan imunitas tubuh dengan minuman herbal madu dan lemon, serta dapat menerapkan untuk membuat dan mengkonsumsi minuman herbal lemon dan madu dalam kehidupan sehari hari sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.Kata Kunci :Sosialisasi Edukasi Masyarakat,Imunitas tubuh,Minuman herbal, Madu Lemon
EDUKASI KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MENGATASI STIGMATISASI GANGGUAN JIWA DI DESA PENYENGAT OLAK MUARO JAMBI Daryanto Daryanto; Erna Heryani Heryani; Rohaida Rohaida; Mila Triana Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1383

Abstract

Stigmatisasi pada orang dengan gangguan jiwa masih sering terjadi di lingkungan keluarga dan  masyarakat. Penderita gangguan jiwa di Desa penyengat Olak merupakan yang tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Penyengat Olak yaitu 18  orang. Keluarga dan masyarakat belum memahami cara mencegah stigmatisasi. Permasalahan Mitra adalah rendahnya pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang stigmatisaasi gangguan jiwa. Edukasi keluarga dan masyarakat merupakan solusi untuk mengatasi stigmatisasi gangguan jiwa. Edukasi dilaksanakan dari bulan April sd Oktober 2021. Pertemuan edukasi dihadiri  41 orang yaitu keluarga pasien, kader kesehatan, perangkat desa, RT, tokoh Agama dan tenaga kesehatan. Peserta juga diberi buku pegangan cara mengatasi stigmatisasi gangguan jiwa. Evaluasi pemberian materi menggunakan kuesioner pengetahuan dan Standardized Stigmatization Quesionaire. Kegiatan edukasi dapat meningkatkan skor rerata pengetahuan stigmatisasi gangguan jiwa dari 5,7  menjadi 7,4 secara  signifikan (Pv 0,000). Skor stigmatisasi gangguan jiwa keluarga dan masyarakat dari rerata 29,83 menjadi 30,85 secara signifikan  (0,000). Hasil menunjukkan bahwa pemberian edukasi bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan tentang stigma dan mengurangi stigma gangguan jiwa. Keluarga dan masyarakat dapat menggunakan Buku Pegangan sebagai pedoman mencegah stigmatisasi. Perawat kesehatan Jiwa bersama Pemerintah Desa hendaknya membina keluarga pasien dan kader kesehatan guna mencegah stigmatisasi pada orang gangguan jiwa secara berkesinambungan.Kata Kunci: Edukasi Masyarakat, Keluarga, Stigmatisasi Gangguan Jiwa.
SOSIALISASI DAN EDUKASI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH DIMASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KONSUMSI MINUMAN HERBAL LEMON DAN MADUPADA MASYARAKAT DI KELURAHAN LEGOK Mila Triana Sari; Haflin Haflin
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 2 (2021): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i2.1244

Abstract

Pandemi Covid-19 masih berlangsung sampai saat ini dengan proses penyebaran penyakit yang sangatcepat. Orang-orang dari segala jenis usia sangat rentan terhadap infeksi Covid-19 terutama orangdengan kondisi imunitas rendah. Upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mampu bertahanpada masa pandemi Covid-19 ini adalah menerapkan protokol kesehatan, melaksanakan vaksinasiserta meningkatkan imunitas tubuh. Peningkatan imunitas tubuh dapat dilakukan denganmengkonsumsi makanan sehat dan minuman herbal yaitu lemon dan madu. Minuman herbal lemondan madu kaya dengan vitamin c, antioksidan, anti-inflamasi serta detoksifikasi yang membantumembersihkan tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi Covid-19.Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Kelurahan Legok, Kota Jambi, pada tanggal 03 Juli 2021 yangdimulai dari jam 14.00 – 15.30, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan imunitas tubuhdengan minuman herbal lemon dan madu pada masyarakat Kelurahan Legok. Pelaksanaan kegiatanpengabdian ini diawali dengan koordinasi dengan RW dan RT 28 Kelurahan Legok sebagai tempatsasaran pengabdian, kemudian tim PKM menyiapkan media sosialisasi dan edukasi, alat serta bahanyang digunakan untuk pembuatan minuman herbal, selanjutnya dilakukan kegiatan sosialisasi danedukasi tentang upaya peningkatan imunitas tubuh dengan minuman herbal, serta pemberianMinuman herbal lemon dan madu pada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh 26 orang masyarakattermasuk ketua RT 28 dan tokoh masyarakat, dan tim pengabmas Stikes Baiturrahim.Hasil kegiatanmasyarakat RT 28 Kelurahan Legok mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai, dengan semangatdan aktif, serta meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang cara meningkatkanimunitas tubuh dengan minuman herbal madu dan lemon, serta dapat menerapkan untuk membuat danmengkonsumsi minuman herbal lemon dan madu dalam kehidupan sehari-hari sebagai upayapencegahan penularan Covid-19.Kata Kunci :SosialisasiEdukasi Masyarakat,Imunitas tubuh, Minuman herbal, Madu Lemon
EDUKASI DAN KAMPANYE KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI ERA PANDEMI COVID-19 BAGI ANAK PANTI ASUHAN Mila Triana Sari; Miko Eka Putri; Daryanto Daryanto; Etri Yanti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1078

Abstract

Corona virus(Covid-19)  merupakan penyakit infeksi yang penyebarannya sangat cepat sekarang ini. Anak-anak termasuk ke dalam kelompok usia yang sangat rentan terhadap penularan Covid-19 dari lingkungan sekitarnya, termasuk dalam hal ini adalah anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Salah satu upaya untuk  meminimalisir penularan Covid-19  pada anak di panti asuhan,  perlu dilakukan edukasi untuk mengajarkan bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat yang menjadi protokol pegangan Covid-19. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di panti asuhan Ummi al Ikhlas, Kelurahan Mayang Mengurai Kota Jambi, pada tanggal  9 Januari 2021 yang dimulai dari jam 08.30 – 11.30, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran anak panti asuhan terkait prilaku hidup bersih dan sehat serta perubahan sikap dan perilaku untuk hidup sehat secara mandiri, meliputi cara memakai masker, cara mencuci tangan 6 langkah memakai sabun dan air mengalir, serta etika batuk yang benar. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah  edukasi, diskusi, tanya jawab serta demonstrasi dan redemonstrasi. Kegiatan ini dihadiri oleh 37 peserta termasuk pengasuh panti asuhan, tim pengabmas Stikes Baiturrahim serta  anak-anak panti asuhan Ummi al-Ikhlas. Hasil kegiatan Pengasuh dan anak anak panti asuhan memiliki sikap yang positif tentang pentingnya PHBS dalam upaya pencegahan penularan covid-19, dan seluruh penghuni panti asuhan Ummi Al- Ikhlas setuju untuk menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari hari mereka terutama pada masa pandemi covid-19 ini. Perlu dilakukan kegiatan pendampingan untuk pemantauan pola Hidup Bersih dan Sehat yang dilakukan oleh pengasuh panti atau dari anak asuh yang sudah remaja membimbing adik-adiknya agar dapat konsisten melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, sehingga dapat membantu anak-anak panti asuhan untuk dapat menambah wawasan dan keterampilan untuk meningkatkan hidup sehat dan terhindar dari penularan Covid-19.
EDUKASI LANSIA SEHAT DAN BAHAGIA (SMART) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS TEMPINO MUARO JAMBI Mila Triana Sari; Daryanto Daryanto
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang paling beresiko terkena Covid-19, dikarenakan lansia umumnya memiliki beberapa penyakit komorbid serta tingginya angka mortalitas pada lansia. Salah satu upaya untuk pencegahan penularan Covid-19 pada lansia ialah dengan langkah promotif dan preventif, salah satunya dengan pemberian edukasi pada lansia. Selain itu, perlu juga diperhatikan agar lansia tetap sehat dan bahagia di masa pandemi Covid-19 sehingga kualitas hidup lansia tetap terjaga dan resiko tertular Covid-19 pada lansia dapat dikurangi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia tentang protokol kesehatan dan upaya lansia sehat dan bahagia di masa pandemi Covid-19, dengan jumlah lansia sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pendampingan para lansia untuk berkumpul diruang aula. Kemudian, penyampaian informasi dilakukan dengan slide power point tentang protokol kesehatan dan upaya lansia sehat dan bahagia, video, kartu SMART, demonstrasi teknik relaksasi nafas dalam serta diakhiri dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menambah pengetahuan para lansia tentang pencegahan terjadinya infeksi Covid-19, meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penularan serta menjadi lansia yang SMART. Kata Kunci: Lansia, Covid-19, SMART ABSTRACT The elderly are the group most at risk of contracting Covid-19, because the elderly generally have several comorbid diseases and high mortality rates in the elderly. One of the efforts to prevent Covid-19 transmission in the elderly is by promoting and preventive measures, one of which is by providing education to the elderly. In addition, it should also be noted that the elderly remain healthy and happy during the Covid-19 pandemic so that the quality of life for the elderly is maintained and the risk of contracting Covid-19 in the elderly can be reduced. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and attitudes of the elderly about health protocols and efforts for healthy and happy elderly people during the Covid-19 pandemic, with 20 elderly people. The method of implementing this community service activity begins with the assistance of the elderly to gather in the hall. Then, the delivery of information is carried out with power point slides on health protocols and efforts for healthy and happy elderly people, videos, SMART cards, demonstrations of deep breathing relaxation techniques and ends with a question and answer session. The results of this community service activity are expected to increase the knowledge of the elderly about preventing the occurrence of Covid-19 infection, increasing awareness of the danger of transmission and becoming SMART elderly. Keywords: Elderly, Covid-19, SMART
Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruangan dengan Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Jambi Mila Triana Sari; Miko Eka Putri; Daryanto Daryanto
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i3.2963

Abstract

Nursing service management is an important aspect in moving nursing services towards good quality nursing services, accepted by patients as nursing service subjects. This research is a quantitative research with a cross sectional design. The population is all nurses in the Jambi Mental Hospital inpatient room as many as 113 people. Sampling using purposive sampling with a sample of 56 people. The results of the study showed that the results of statistical tests obtained P Value of 0.026. This shows that the function of the head of the room management is related to the performance of the implementing nurse. The conclusion is that there is a significant relationship between the management function of the head of the room and the performance of the nurses at the Jambi Mental Hospital.
Pemenuhan asupan gizi pada masyarakat “suku anak dalam (SAD)” yang menderita penyakit infeksi Listautin Listautin; Mila Triana Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i3.10249

Abstract

Background: Infectious diseases in Jambi Province are still a health problem that is ranked second out of the ten largest diseases. Prevention of infectious diseases still needs to be done to reduce the increase in morbidity, namely by fulfilling nutritional intake.Purpose: To identify the relationship between the compliances of nutritional intake in the "tribe of suku anak dalam (SAD)” community who suffers from infectious diseasesMethod: Quantitative by using cross-sectional design. The population in this study is the inner tribe community with a sample of 33 respondents. Sampling was done by means of Simple Random Sampling. The research was conducted in the Work Area of the Pematang Kabau Health Center, Jambi Province, in October 2022. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis, namely the chi square test.Results: Fulfilment of good nutritional intake for the presence of infectious diseases was found to be less, namely as many as 3 respondents (13.6 percent) than respondents with poor nutritional intake, found as many as 19 respondents (86.4 percent). While the fulfillment of good nutrition in the absence of infectious diseases was 6 respondents (54.5 percent) more than poor nutritional intake in the absence of infectious diseases by 5 respondents (45.5 percent).Conclusion: p-value 0.005 (> 0.05) which means that there is a significant relationship between the fulfillment of nutritional intake and infectious diseases.Keywords: Compliances; Nutritional Intake; Tribe Of Suku Anak Dalam (SAD); Community; Infectious DiseasesPendahuluan: Penyakit infeksi di Provinsi Jambi masih menjadi masalah kesehatan yang menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbesar. Pencegahan penyakit infeksi masih sangat perlu dilakukan untuk menekan bertambahnya angka kesakitan yaitu dengan pemenuhan asupan gizi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemenuhan asupan gizi pada masyarakat “suku anak dalam (SAD)” yang menderita penyakit infeksiMetode: Kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah komunitas SAD dengan jumlah sampel 33 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Penelitian di lakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Kabau Provinsi Jambi pada Oktober 2022. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji chi square. Hasil: Pemenuhan asupan gizi baik terhadap adanya penyakit infeksi yang diderita ternyata lebih sedikit yaitu sebanyak 3 responden (13.6 persen) daripada responden dengan asupan gizi tidak baik didapatkan sebanyak 19 responden (86.4 persen). Sedangkan pemenuhan gizi baik terhadap tidak ada penyakit infeksi sebanyak 6 responden (54.5 persen) lebih banyak daripada asupan gizi tidak baik terhadap tidak adanya penyakit infeksi sebanyak 5 responden (45.5 persen). Simpulan: P value 0.005 (>0.05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pemenuhan asupan gizi terhadap penyakit infeksi.
Auditory hallucinations in schizophrenia: Psychoeducation among caregivers to help patients develop effective coping strategies Daryanto Daryanto; Mohammad Syukri; Sri Martini; Sri Endriyani; Mila Triana Sari
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 5 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i5.12881

Abstract

Background: Hallucinations are common symptoms experienced by patients with schizophrenia. These hallucinations pose difficulties in control, becoming a burden for caregivers providing care. Meanwhile, psychoeducation utilizing modules and videos to treat auditory hallucinations has not been previously implemented. Psychoeducation is beneficial in managing caregiver burden, yet the psychoeducation content hasn't been specific to auditory hallucinations.Purpose: To determine the influence of psychoeducation using modules and videos to help patients develop effective coping strategies, and burden among caregiversMethod: A quantitative study with a pre-experimental design using a pre-test and post-test approach. This research was conducted to measure caregiver burden before and after the intervention. The intervention involved providing psychoeducation using modules and videos for caring for auditory hallucinations, while the control group received psychoeducation using only modules. The study was conducted at the outpatient clinic of Jambi Regional Mental Hospital from July to September 2023.Results: There was a significant difference in caregiver burden (p-value 0.000) in the intervention group before and after treatment. There was a significant difference in caregiver burden (p-value 0.000) in the control group before and after treatment. There was no significant difference in caregiver burden (p-value 0.161) between the intervention and control groups one month after the intervention.Conclusion: Psychoeducation with modules and videos can reduce caregiver burden in schizophrenia patients. Psychiatric nurses should educate caregivers using modules and videos for caring for auditory hallucinations as part of reducing the caregiving burden.Suggestion: Healthcare professionals should also provide psychoeducation using auditory hallucination care modules and videos to caregivers on managing the caregiving burden for individuals with schizophrenia experiencing auditory hallucinations. Caregivers are encouraged to understand the module book and video on auditory hallucination care as a form of continued care at home for individuals with schizophrenia experiencing auditory hallucinations.
The Correlation Between Nutritional Status and The Incidence of Hypertension in Productive Age Utma Nidiya Pangesti; Aisah Aisah; Mila Triana Sari
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v2i3.178

Abstract

Hypertension is when blood vessels have high blood pressure, systolic blood pressure ≥140 mmHg or diastolic blood pressure ≥90 mmHg. The prevalence of hypertension globally is 22% of the total world population. Basic health research 2018 reported that the incidence of hypertension was 34.1%. The Jambi City Health Office reported the number of hypertension cases at 25,846 cases, and data from the Simpang IV Sipin Health Center in Jambi City showed the number of people with hypertension in January-March as many 652 cases. This study aims to determine the factors associated with the incidence of hypertension in productive age at the Simpang IV Sipin Health Center in Jambi City. The design used in this study is a quantitative research with a cross sectional approach. This research was conducted at the Simpang IV Sipin Health Center in January-June 2023. The population in this study is patients who visited the Simpang IV Sipin Health Center, with a total of 96 people in January-March 2023. The sample amounted to 53 respondents. The sampling technique is accidental sampling. The data analysis used was univariate and bivariate analysis using chi-square statistical test. The results of this study are that there is a relationship between nutritional status (0.022) with the incidence of hypertension in productive age at the Simpang IV Sipin Health Center. In this study, it can be concluded that there is a relationship between nutritional status and the incidence of hypertension at productive age, so the researchers recommend that the Simpang IV Sipin Health Center in Jambi City provide health education to hypertension sufferers with the theme "Ideal body weight as a first step in preventing and treatment of hypertension”.
Pendekatan Persaga (Perawat Sahabat Keluarga) untuk Meningkatkan Kemandirian pada Keluarga Binaan di Kelurahan Legok Mila Triana Sari; Miko Eka Putri; Daryanto Daryanto
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.567

Abstract

The Healthy Indonesia program begins with a family approach, which is a government program that begins with healthy families, one of which is in the working area of the Putri Ayu Health Center, to be precise, in Legok Village. Families with family members who experience health problems, directly or indirectly will affect the family system. Family friend nurse (Persaga) is a community service program as well as a learning method that makes the family a partner in implementing activities. This program involves students and mentors in dealing with health problems in the community through a family approach so that they can provide experience and understanding related to nursing theory and real applications in solving problems. The purpose of this service is to increase the degree of health in the family by providing assistance to families who meet the criteria for assisted families based on the PERSAGA (Friends of the Family Nurse) approach. This community service will be carried out in the Legok Village, Danau Sipin District in December 2022 - January 2023. The method used is a survey approach, studies, lectures, discussions, demonstrations, simulations, observations and home care. The Community Service Team focuses on community service activities for families who have health problems, counseling according to health problems, making IEC media, demonstrations of herbal therapy, to support the success of the program and suitability with the objectives of the problems in the assisted families. Activities are carried out by integrating courses, and several nursing theories used, namely Friedman, Florence Nightiangle, Dorothea Oream, Marta E Roger, Roy and so on. The outputs obtained are increased knowledge and skills so that families are independent in carrying out family health tasks.