Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pendekatan Kimia Hijau dalam Industri Warisan Budaya: Pengelolaan Limbah Batik Giriloyo, Yogyakarta Rakhman, Khusna Arif; Wahab, Iis Hamsir Ayub; Sundari; Sugrah, Nurfatimah; Nadra, Wawan Suprianto; Agustang, Andi Tenri Pada; Sasmayunita; Sapsuha, Yusri; Hamdiani, Saprini
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/a2jmky14

Abstract

Industri batik tradisional di Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, tidak hanya berfungsi sebagai pusat warisan budaya tetapi juga sebagai penggerak vital perekonomian lokal. Namun, proses produksinya yang tradisional, terutama penggunaan lilin dan pewarna sintetis, berpotensi menimbulkan risiko lingkungan. Studi berbasis kegiatan masyarakat ini menyelidiki bagaimana limbah yang dihasilkan dari produksi batik dikelola dan mengevaluasi efektivitas serta dampak keberlanjutan dari praktik yang ada. Melalui international community service 2025, observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur dengan perajin batik dan tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa Giriloyo telah membangun sistem pengolahan limbah lokal dengan prosedur operasi standar yang jelas. Meskipun tidak ada keluhan lingkungan yang signifikan dari masyarakat di sekitarnya, studi ini mengidentifikasi area-area kunci yang perlu ditingkatkan, terutama rendahnya efisiensi penggunaan kembali lilin (di bawah 10%) dan tidak adanya tahapan pengolahan pewarna yang berkelanjutan. Berlandaskan pada prinsip-prinsip kimia hijau, terutama pencegahan, bahan pengganti yang lebih aman, dan pengurangan limbah. Studi ini merekomendasikan peningkatan teknologi yang terjangkau dan kemitraan strategis untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Temuan ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk industri kerajinan yang berakar pada budaya dan sadar lingkungan di pedesaan. Makalah ini berkontribusi pada wacana yang berkembang tentang ekonomi warisan berkelanjutan dan menyoroti potensi inovasi lokal dalam mencapai ketahanan ekonomi dan pengelolaan lingkungan.
BRANDING BATIK KHAIRUNQU: PENGEMBANGAN MOTIF BATIK KEARIFAN LOKAL MALUKU UTARA Nurfatimah Sugrah; Khusna Arif Rakhman; Dira Ayu Annisa; M. Lubhan Dewo Lasaratu; Sundari Sundari; Iis Ayub Wahab Hamsir; M. Ridha Haykal Amal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5455

Abstract

ABSTRACTThis community service program aims to develop KhairunQu Batik as a university startup by integrating local wisdom from North Maluku into its cultural branding. The program was initiated through the exploration of regional flora and fauna, such as the Paok bird (Pitta maxima), Halmahera angel bird (Semioptera wallacii), Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), Jelyfish (Scyphozoa), Clove (Syzygium aromaticum), Nutmeg (Myristica fragrans), and Butterfly pea flower (Clitoria ternatea), which were transformed into aesthetic batik motifs. Additionally, a distinctive hand-drawn pattern, known as Pusaka Khairun, was designed to emphasize authenticity and cultural heritage. The design process combined traditional and modern elements to ensure harmony and symbolic representation, while branding strategies focused on strengthening identity and market competitiveness. Digital promotion via social media has reached over 300 viewers across Indonesia, while direct promotion through the University of Khairun creative product expo attracted more than 1,000 visitors, with 200 recorded at the KhairunQu Batik stand. These outcomes indicate that university startups can play a strategic role in preserving local wisdom, fostering entrepreneurship, and creating sustainable creative industries. Overall, the project demonstrates that integrating cultural heritage with innovation and branding strengthens both community identity and economic potential, making KhairunQu Batik a representative model for university-based cultural startups.Keywords: Community empowerment, local wisdom, batik branding, creative economy, KhairunQu batikABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan KhairunQu Batik sebagai startup universitas dengan mengintegrasikan kearifan lokal dari Maluku Utara ke dalam branding budayanya. Program ini diinisiasi melalui eksplorasi flora dan fauna daerah, seperti burung Paok (Pitta maxima), Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii), Cakalang (Katsuwonus pelamis), Ubur-ubur (Scyphozoa), Cengkeh (Syzygium aromaticum), Pala (Myristica fragrans), dan bunga Telang (Clitoria ternatea), yang ditransformasikan menjadi motif batik yang estetis. Selain itu, pola batik tulis yang khas, yang dikenal sebagai Pusaka Khairun, dirancang untuk menekankan keaslian dan warisan budaya. Proses desain menggabungkan elemen tradisional dan modern untuk memastikan harmoni dan representasi simbolis, sementara strategi branding difokuskan pada penguatan identitas dan daya saing pasar. Promosi digital melalui media sosial telah menjangkau lebih dari 300 pengunjung di seluruh Indonesia, sementara promosi langsung melalui pameran produk kreatif Universitas Khairun menarik lebih dari 1.000 pengunjung, dengan 200 tercatat di stan Batik KhairunQu. Hasil ini menunjukkan bahwa startup universitas dapat memainkan peran strategis dalam melestarikan kearifan lokal, menumbuhkan kewirausahaan, dan menciptakan industri kreatif yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, proyek ini menunjukkan bahwa memadukan warisan budaya dengan inovasi dan pencitraan merek memperkuat identitas masyarakat dan potensi ekonomi, menjadikan KhairunQu Batik sebagai model representatif bagi perusahaan rintisan budaya berbasis universitas.Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, kearifan lokal, branding batik, ekonomi kreatif, batik KhairunQu
Project-Based Learning in Chemistry: Improving Laboratory Skill through Gravimetric Alkaloid Analysis of Local Natural Materials Nurfatimah Sugrah; Khusna Arif Rakhman; Nur Jannah Baturante; Indra Cipta; Ni Made Wiratini; Agung Abadi Kiswandono; Dimas Saman
PAEDAGOGIA Vol 29, No 2 (2026): PAEDAGOGIA Jilid 29 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v29i2.108402

Abstract

Conventional chemistry laboratory instruction often separates theoretical understanding from practical activities, limiting students’ opportunities to develop integrated knowledge and laboratory skills. Project-Based Learning (PjBL) has been widely recognized as an effective approach to promote active, collaborative, and experiential learning in chemistry education. This study implemented PjBL in an analytical chemistry laboratory course involving 21 students, with samples divided into four groups. Students conducted projects on the isolation and gravimetric determination of alkaloids from local natural materials in North Maluku. Learning outcomes were evaluated through observations of laboratory activities, data analysis, collaboration, and research poster presentations. The imple mentation of PjBL showed high student participation (91.7%) and improved laboratory skills, including chemical handling, gravimetric analysis, data management, and scientific communication. Students successfully produced research reports and posters, while most participants reported enjoyable learning experiences, increased motivation, and improved collaboration and problem-solving skills. Research-based PjBL effectively integrates theoretical knowledge and laboratory practice, while supporting the development of laboratory competence, collaborative learning, and scientific communication skills among chemistry education students.