Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

THE EFFECTS OF ANGLE OF ATTACK, REYNOLD NUMBERS AND WINGLET STRUCTURE ON THE PERFORMANCE OF CESSNA 172 SKYHAWK Henny Pratiwi
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 10, No 1 (2018): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.775 KB) | DOI: 10.28989/angkasa.v10i1.206

Abstract

This research aims to investigate the effects of angle of attack, Reynold numbers and winglet structure on the performance of Cessna 172 Skyhawk aircraft with winglets variation design. Winglets improve efficiency by diffusing the shed wingtip vortex, which reducing the drag due to lift and improving the wing’s lift over drag ratio. In this research, the specimens are the duplicated of Cesnna 172 Skyhawk wing with 1:40 ratio made of balsa wood. There are three different winglet designs that are compared with the one without winglet. The experiments are conducted in an open wind tunnel to measure the lift and drag force with Reynold numbers of 25,000 and 33,000. It can be concluded that the wings with winglets have higher lift coefficient than wing without winglet for both Reynold numbers. It was also found that all wings with winglets have higher lift-to-drag ratio than wings without winglet where the blended 45o cant angle has the highest value.
Analisis Sikap dan Kepuasan Petani Padi Sawah (Oryza Sativa) Terhadap Program Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4) Oleh UPT. PTPH Provinsi Sumatera Utara Pratiwi, Henny; Jamil, Ahmad; Ilham Riyadh, Muhammad; Nasution, Isnirobit
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 April 2024
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1). untuk mengetahui bagaimana sikap petani padi sawah terhadap program P4 (2). untuk mengetahui berapa besar tingkat kepuasan petani padi sawah terhadap program P4 (3). mengetahui bagaimana pengaruh hubungan antara sikap dan kepuasan petani terhadap program P4. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 dengan responden yang berjumlah 16 orang yang merupakan keseluruhan petani yang menjadi peserta dari program P4. Data penelitian dianalisis dengan metode skala likert dan analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya hasil analisis sikap petani secara keseluruhan pada program P4 di dapat 73,96% menjawab sangat penting, 15,63% menjawab cukup penting, dan 10,42% menjawab penting. Lalu secara keseluruhan analisis kepuasan petani pada program P4 di dapat 30,21% responden menjawab sangat puas, 43,75% menjawab cukup puas, 19,79% menjawab puas dan 6,25% menjawab kurang puas. Lalu variabel sikap dan kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap program P4 serta mampu memberikan penjelasan pada variabel program P4 sebesar 70,80% dan sisanya sebesar 29,20% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk ke dalam penelitian ini.
Analisis Pemasaran Wortel (Daucuscarota)di Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo Pratiwi, Henny; Haris, Heru Maulana; Riyadh, Muhammad Ilham
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 8 No. 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 April 2024
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana alur pemasaran wortel serta tingkat efisiensinya di Desa Merdeka,Kecamatan Merdeka, Kabuapaten Karo. . Sampel yang digunakan dalam penelitian ini 30 responden dengan menggunakan teknik sampel slovin. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, wawancara. Untuk data sekunder diperoleh dari pihak kedua berupa jurnal, buku, lembaga, instansi terkait dan literatur yang terkait. Teknik analisis data dengan menggunakan rumus margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Desa Merdeka terdapat tiga rantai pasok yaitu : Petani – Pengecer – Konsumen, Petani – Pengepul – Pengecer – Konsumen, Petani – Agen – Pengepul – Pengecer – Konsumen, dengan margin pemasaran wortel pemasaran pertama sebesar Rp 4.480/ Kg, saluran kedua sebesar Rp 5.050/Kg sedangkan saluran ketiga sebesar Rp 5.375/Kg. Farmer’s share saluran 1 farmer share yang di peroleh petani sebesar 44%, pada saluran 2 dan 3 farmer share yang di terima petani sebesar 36%. Dan efisiensi saluran 1 efisiensinya sebesar 16,50%, sedangkan untuk saluran 2 efisiensinya sebesar 18,47% dan untuk saluran 3 efisiensinya sebesar 21,82% yang artinya dari ketiga saluran tersebut saluran pertama yang lebih efisien dibandingkan dari saluran dua dan tiga.
Perilaku Petani Dalam Menghadapi Risiko Usaha Tani Padi Sawah (Oryza Sativa L) Pratiwi, Henny; Dharma, Surya; Astu, Novi
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.44449

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana perilaku petani dalam menghadapai risiko usahatani padi sawah di daerah penelitian (2) untuk mengetahui bagaimana tanggapan petani terhadap asuransi pertanian di daerah penelitian (3) untuk mengetahui berapakah tingkat risiko yang dihadapi petani padi sawah di daerah penelitian. Hasil penelitian adaalah (1) sebagian besar petani berperilaku berani terhadap risiko (Risk Taker) sebanyak 78% (18 orang), karena petani mengalokasikan dan menggunakan faktor produksinya secara maksimal, walaupun risiko tetap ada dan itu dianggap sebagai suatu tantangan. Petani berperilaku netral terhadap risiko (Risk Neutral) sebanyak 22% (5 orang), petani ini melihat bahwa pendapatan usahatani mencukupi rumah tangganya. Dan tidak ada petani berperilaku menghindar terhadap risiko ( Risk Averter) karena petani tidak terpengaruh dengan risiko yang dihadapi sebab setiap usaha tidak akan pernah terlepas dari sebuah risiko. (2) Petani beranggapan bahwa asuransi pertanian membutuhkan iuran yang besar dan pengurusan yang rumit dan memakan waktu. Sehingga mereka lebih memilih untuk tetap bertahan dalam kondisi apapun dan juga petani banyak yang tidak mengetahui apa itu Asuransi Pertanian karena kurangnya penyuluhan mengenai program tersebut. (3) Tingkat risiko produksi usahatani padi sawah di Kelompok tani Permerahan I sebesar CV 0,33, risiko biaya sebesar CV 0,12, dan risiko pendapatan sebesar CV 0,47
Hubungan Iklim Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Karyawan di CV Primajaya Logistik Je’El Medan Bunga Aditi; Pratiwi, Henny; Mendrofa, Syah Abadi
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between organizational climate and job satisfaction at CV. Primajaya Logistic Je'El Medan Employess. Job satisfaction is the attitude or feeling of a person to view his job as a matter of being satisfied and dissatisfied, happy or unhappy that concerns a person's feelings of employees or employees for all the work they receive. This study uses a quantitative approach. The sample of this study was 45 people, the sampling technique was the total sampling method. This study uses a Likert scale model. The analysis technique used is Product Moment correlation. The results of this study indicate the rxy correlation coefficient = 0.789 with p = 0,000 (p <0.050), meaning that there is a positive relationship between organizational climate and job satisfaction. With these results, the study hypothesize in this study is that there is a positive relationship between the organizational climate and acceptable job satisfaction. The positive correlation coefficient indicates that the direction of the relationship between the two variables is positive, meaning that the higher the organizational climate, the higher job satisfaction. Organizational climate effectively contributes 69.1% on job satisfaction and 30.9% is influenced by other factors not examined in this study, such as salary factors, company characteristics etc. The empirical mean of job satisfaction variable was 128,01 while the empirical mean of organizational climate variable was 121,08, then for the hypothetical mean variable job satisfaction was 107.5 and the hypothetical mean organizational climate variable was 105. Reviewing the results of the study was declared acceptable.
Analisis Strategi Pemasaran Teh (Camellia Sinensis) Di Pt. Perkebunan Nusantara IV, Sumatera Utara Nasution, Isnirobit; Riyadh, Muhammad Ilham; Pratiwi, Henny; Lutfi Siregar, Mhd.
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Sains Dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/saintek.v5i3.2328

Abstract

Penulisan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Strategi Pemasaran Teh (Camellia Sinensis) Di PT. Perkebunan Nusantara IV, Sumatera Utara dengan Menganalisis bauran pemasaran teh yang dilakukan oleh perusahaan PT. Perkebunan Nusantara IV dan Menganalisis Strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan PT. Perkebunan Nusantara IV. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Metode Analisa Data yang digunakan dalam penelitian ini Menganalisis bauran pemasaran Teh PTPN IV dan Menganalisis Strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan PT. Perkebunan Nusantara IV melalui 3 Tahap yaitu Tahap Masukan mengunakan Matriks IFE (Internal Factors Evaluation) & Matriks EFE (Eksternal Factors Evaluation) dan Tahap Analisis mengunakan Matriks IE (Internal-Eksternal) & Matriks SWOT serta Tahap Pengambilan Keputusan dengan Matriks Quantitative Strategic Planning Matriks (QSPM). Strategi pemasaran adalah upaya untuk memasarkan serta mengenalkan suatu produk maupun jasa pada masyarakat. Bauran Pemasaran merupakan strategi dalam mengkombinasi dan koordinasi kegiatan kegiatan pemasaran supaya dapat hasil yang memuaskan dan program pemasaran berjalan secara optimal dan efektif. Bauran pemasaran dalam penelitian ini terdapat himpunan variabel pemasaran yang terdiri dari 7P yaitu Produk (Product), Harga (Price), Distribusi (Place), dan Promosi (Promotion), Partisipan/Orang (People), Proses (Process), Lingkungan Fisik (Physical evidence). Kesimpulan dari Penelitian ini 1) Bauran Pemasaran yang diteliti oleh Peneliti memiliki 7 variable, yaitu Bauran Produk, Bauran Harga, Bauran Distribusi, Bauran Promosi, Bauran Proses, Bauran Partisipan, Bauran Tampilan Fisik, 2) Produk Teh PTPN IV ini hanya menggunkan bahan baku teh hitam yang terbagi menjadi 2 merek yaitu Teh Butong dan Teh Tobasari dengan Harga Produk Teh Tobasari lebih ekonomis dibandingkan dengan Teh Butong. Sistem Pendistribusian Produk Teh Butong dan Tobasari dilakukan secara langsung dan tidak langsung. 3) Matriks IFE menghasilkan total nilai skor yaitu: 3,35 dan Matriks EFE menghasilkan total nilai skor yaitu: 2,94. 4) Hasil Matriks IE sudah menunjukkan bahwa produk Minuman Teh dengan merek dagang “Teh Butong dan Teh Tobasari” PT. Perkebunan Nusantara IV terletak pada sel IV membutuhkan strategi intensif, strategi integratif dan strategi konsentrasi. 5) Prioritas strategi yang harus diterapkan untuk pemasaran produk Teh di PT. Perkebunan Nusantara IV yaitu, “Meningkatkan Kinerja dengan memanfaatkan inovasi guna untuk meningkatkan penjualan produk”.
Economic Factors Affecting Business Income from Potato Plants (Solanum tuberosum. L) Novrini, Susan; Riyadh, Mhd. Ilham; Pratiwi, Henny
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 3 No. 1 (2024): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v3i1.787

Abstract

Indonesia is an agrarian (agricultural) country where agriculture plays an important role in the national economy. One of the farming businesses that is currently developing is potato cultivation, especially in Mardingding Village, Pematang Silimahuta District, Simalungun Regency. In running and increasing farm production there are three important factors, namely: land area, labor, and capital. However, sometimes the level of agricultural production is influenced by factors beyond the ability of farmers, one of which is natural factors, therefore there is a need for research to help and research is needed to help and analyze what factors affect farming results, especially in plants. potato. In this study, it is explained how the influence of the determinants of potato crop yields, especially in Mardingding Village, Pematang Silimahuta District, Simalungun Regency.
Edukasi Gagasab Anti Korupsi dan Kreatifitas Kerajinan Tangan Pada Siswa-Siswi MIS Terpadu Al-Ikhwan Deli Serdang Pratiwi, Henny; Sinaga, Kalvin; Sulaiman, Fahmi
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 2 No. 01 (2023): Jumas : Jurnal Masyarakat Indonesia
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v2i01.34

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk: 1) mendeksripsikan implementasi kebijakan Pendidikan Anti Korupsi dan Kerajinan Tangan di MIS Al-Ihwan kota Medan ) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Guru BK, Guru PPKn, dan peserta didik MIS Al-Ihwan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan metode mengajar, dan dari sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi Kebijakan Pendidikan Anti Korupsi di MIS Al-Ihwan kota Medan, (a) Kegiatan membuat kerajinan tangan dari benang menjadi gelang, kejujuran , pembiasaan-pembiasaan, (b) Nilainilai yang dikembangkan dalam pendidikan anti korupsi ditanamkan melalui perilaku peserta didik diantaranya kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, keberanian, dan keadilan, c) Implementasi Kebijakan Pendidikan Anti Korupsi di MIS Al-Ihwan kota Medan, dilihat dari beberapa aspek: (1) Komunikasi, dilakukan melalui sosialisasi dan pembiasaanpembiasaan, (b) sarana dan prasarana mendukung, (c) tersedia tempat melakukan penyuluhan dan dukungan dari pihak sekolah. 3) Faktor penghambat: (a) kurangnya pemahaman peserta didik terkait pendidikan anti korupsi, (b) kurangnya sarana sosialisasi tertulis, (c) buku-buku mengenai pendidikan anti korupsi masih terbatas, (d) belum ada struktur birokrasi tersendiri terkait pendidikan anti korupsi
PENGARUH CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN (STUDI KASUS: DI PTPN II SEBELUM MERGERREGIONAL 1 SUPPORT INC PERIODE 2019-2021) Pratiwi, Henny; Prathama, Aditya; Nasution, Khairunisyah; Robit, Isni
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6509

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian Hasil penelitian menunjukan bahwa CSR berpengaruh signifikan serta memiliki hubungan positif terhadap kinerja keuangan yang diukur melalui ROA dan ROE. Dimana hasil pengujian menunjukkan setiap kenaikan pengungkapan kegiatan CSR 1% akan meningkatkan ROA sebesar 12,7%. Sementara setiap kenaikan pengungkapan CSR 1% akan meningkatkan nilai ROE sebesar 45,3%. Pengaruh ini memang tidak terlalu besar oleh karenanya perlu menggunakan lebih banyak variabel sehingga diharapkan pengaruh CSR terhadap kinerja akan memiliki nilai yang lebih besar. bahwa PTPN II memiliki kecenderungan nilai ROA yang lebih kecil dari nilai ROE. Pada tahun 2019 PTPN II memiliki nilai ROA sebesar -0,01%, angka ini menujukkan bahwa perusahaan belum mampu menghasilkan laba bersih yang nilainya diatas -0,01 persen dari total asetnya. Untuk dua tahun berikutnya nilai ROA PTPN II sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian untuk tahun 2021 terjadi kenaikan yang signifikansi yang cukup besar dimana nilai ROA PTPN II sebesar 0,09%. pada tahun 2019 dan 2021 nilai ROE mengalami peningkatan yang cukup drastis, namun hal in sebenarnya disebabkan oleh salah satu lingkup dari perkebunan dari PTPN II yang belum optimal yang mengakibatkan nilai ROE terperosok turun cukup jauh. PTPN II memiliki nilai NOPAT yang kecil. Tahun 2019-2021 nilai rata-rata NOPAT PTPN II mencapai diatas -200 miliar rupiah namun akhirnya mengalami penurunan hampir 25% menjadi -181 miliar rupiah di tahun 2021. SIZE atau ukuran perusahaan terbukti mampu memberikan pengaruh terhadap kinerja keuangan. Namun berkorelasi negatif jika pengukuran kinerja menggunakan ROA dan ROE sementara berkorelasi positif jika penggkuran dengan menggunakan NOPAT.
Influence Entrepreneurial Marketing Against Success Business City Msmes Medan Aditi, Bunga; Suyar, Annisha Suvero; Hasminidiarty, Hasminidiarty; Risal, Taufiq; Pratiwi, Henny
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 2.1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i2.5044

Abstract

The purpose of this study is to identify, assess, and model the impact of entrepreneurial marketing on the success of MSME businesses in Medan City. This study used descriptive quantitative research as its methodology. In this study, the owners and managers of MSMEs in Medan City make up the population. 121 owners and managers of MSMEs in Medan City served as the study's samples, and the sample size was determined using the Hair et al formula and a straightforward random sampling technique. Using the IBM SPSS Statistics 26 program, multiple linear regression was used to evaluate the research data. According to the study's findings, entrepreneurial marketing and financing significantly and favorably influence MSME business success in Medan City. Keywords: Entrepreneurial Marketing, Capital, Business Success, MSMEs