Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Psychotherapies for posttraumatic stress disorder applied for people in indonesia: A scoping review Ninik Yunitri; Christina Yeni Kustanti; Fauzi Ashra; Slametiningsih Slametiningsih; Nuraenah Nuraenah; Rani Septiawantari; Nurlia Ikaningtyas
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v11i1.2226

Abstract

Background: Posttraumatic stress disorder (PTSD) occurs as triggered or exposure to traumatic events. Psychotherapies have been proven to be effective and superior for people with PTSD. Several psychotherapies have been developed with different approaches. Yet the application of psychotherapy is rarely found and provided by professionals to those who need it in Indonesia. Purpose: This study aimed to figure out the application of PTSD psychotherapies for people with PTSD based on studies conducted in Indonesia. Methods: The review was reported following the PRISMA statement for scoping reviews. A systematic screening was performed in CINAHL, Cochrane library, Embase, Portal Garuda, PubMed, Scopus, as well as manual searches without language and date restrictions. The quality of the study was determined based on the risk of bias. Cochrane risk of bias 2.0 (RoB 2.0) and MINORS were used to evaluate the risk of bias of RCT and quasi-experimental studies, respectively. Results: Five RCTs and four quasi-experimental studies published from 2008 to 2022 (n=465) were employed in this review. Three types of therapies were conducted for people with PTSD; five CBT studies, two EMDR studies, and two SHAT studies, performed in one day up to six weeks, one to 15 sessions, and 30 to 60 minutes for each session. All studies evaluated PTSD as the primary outcome, while the most measured secondary outcomes were depression and anxiety symptoms. Conclusions: CBT was the most frequent therapy for Indonesian people with PTSD, followed by EMDR and SHAT. The application of therapies varied in frequency, duration, length of therapy, and component. Further research on the implementation of various types of psychotherapy for people with PTSD will be required.
Pemberdayaan “Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin” melalui Program Remaja Bersih Narkoba Fransiska, Mellia; Hidayati, Hidayati; Susanti, Evi; Zoni, Henri; Putra, Yuhendri; Ashra, Fauzi; Kustanto, Debby Ratno; Ramadanti, Indah Putri; Masnarivan, Yoko
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1078

Abstract

Diperlukan upaya sinergis antara pemerintah, kepolisian, perguruan tinggi, lembaga adat, dan masyarakat dalam penanggulangan narkoba di Kota Bukittinggi mengingat meningkatnya penyalahgunaan narkoba dari 67 kasus tahun 2022 menjadi 100 kasus di 2023. Tujuan PkM ini adalah meningkatkan partisipasi "Tungku nan tigo sajarangan, tali nan tigo sapilin" dalam penanggulangan narkoba melalui Program Remaja Bersih Narkoba (Raja Benar). Metode: Sosialisasi melalui analisis situasi dan advokasi mitra (LKAAM dan Satresenarkoba Kota Bukittinggi), edukasi melalui pelaksanaan kegiatan workshop, penerapan teknologi yaitu pembentukan manajemen dan desain Raja Benar, pendampingan dan evaluasi melalui pengukuran pengetahuan pre dan post kegiatan, pembentukan manajemen Raja Benar, dan desain Raja Benar. Hasil: Tahap Persiapan, koordinasi dan advokasi tim dengan Mitra untuk menentukan jadwal kegiatan dan peserta. Tahap Pelaksanaan, Lokakarya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 September 2024 di Aula UPN Bukittinggi. Workshop dihadiri oleh 25 peserta dari LKAAM, Satgas Narkoba Bukittinggi, LKAAM se-Kota Bukittinggi, KAN Kurai 5 Jorong, Kepala TrantibHumas se-Kota Bukittinggi, Alim Ulama, Parik Paga Nagari Kurai dan pers koran Singgalang. Narasumber Ketua LKAAM, Satgas Narkotika, dan Dosen UPN Bukittinggi. Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan pretest pengetahuan peserta. Kegiatan dibuka oleh MC, pemaparan materi oleh ketiga narasumber yang dipimpin oleh moderator dan dilanjutkan dengan diskusi panel, pembentukan pengurus Raja Benar, yang akan ditetapkan oleh Rektor UPN, menyepakati desain Raja Benar, dan setelah itu dilakukan post-test pengetahuan peserta dan diakhiri dengan pencatatan testimoni para peserta aktivitas. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan berupa peningkatan pengetahuan peserta worskshop sebelum dan sesudah kegiatan, pembentukan pengurus Raja Benar, disepakatinya prototipe Raja Benar di Kota Bukittinggi, dan adanya testimoni positif dari peserta kegiatan
Self-care and quality of life among patients with breast cancer Mega Herawati; Fauzi Ashra; Ayu Nurdiyan
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 6 (2025): Volume 8 Number 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i6.1137

Abstract

Background: Breast cancer is the most common cancer found in women worldwide and is the second cause of cancer-related deaths after lung cancer. Breast cancer has several treatments including chemotherapy, radiotherapy, hormonal therapy, and mastectomy. Impaired physical mobility can cause self-care deficits, self-care dramatically affects the quality of life of Breast Cancer patients, but further research is needed to what extent self-care can affect the quality of life of patients. Purpose: Knowing the relationship between self-care and the quality of life of Breast Cancer patients in the Surgery Room of Dr. Achmad Mochtar Hospital Bukittinggi. Method: Mixed methods with explanatory design. The sampling technique used was a total sampling of 50 respondents for quantitative purposes and a purposive sampling technique of 5 participants for qualitative purposes. Quantitative Self-care measurement using the Barthel Index questionnaire, quality of life measurement using the SF-36 questionnaire, and qualitative using an in-depth interview guide. Qualitative data analysis using the chi square and qualitative statistical test using keywords, subcategories, categories and themes. Results: The quantitative research results show a relationship between self-care and the quality of life of breast cancer patients by sig 0.011. In qualitative research, the lower the self-care of breast cancer patients, the worse the quality of life in breast cancer patients. Conclusion: Self-care in breast cancer patients, qualitative research, the lower the self-care of breast cancer patients, the worse the quality of care. life in breast cancer patients.
Pemberdayaan Komunitas Raja Benar dalam Roadshow Edukasi dan Pembentukan Duta Gen-Berani sebagai Strategi Inovatif Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif pada Remaja Fransiska, Mellia; Husna, Elfira; Masnarivan, Yoko; Susanti, Evi; Ashra, Fauzi; Putra, Yuhendri; Fatria, Erian; Soasa, Cindy; Salsabila, Salsabila
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1199

Abstract

Penggunaan zat adiktif seperti rokok, tembakau, dan alkohol masih menjadi masalah kesehatan di Sumatera Barat. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, dari 28.384 responden tercatat 24,8% merupakan perokok aktif, dengan 21,3% merokok setiap hari. Sementara itu, perilaku mengunyah tembakau hanya ditemukan pada 0,5% responden setiap hari, dan 97,4% tidak pernah melakukannya. Konsumsi alkohol tercatat sangat rendah, hanya 0,6% yang pernah mengonsumsi, sedangkan 99,4% tidak pernah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2024 “Tungku Nan Tigo Sajarangan, Tali Nan Tigo Sapilin” yang berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui komunitas RAJA BENAR di Bukittinggi. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan komunitas RAJA BENAR yang telah terbentuk melalui pelaksanaan roadshow edukasi dan pembentukan Duta Gen-Berani sebagai upaya pencegahan penggunaan zat adiktif pada remaja di SMAN 4 Bukittinggi. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi dan advokasi mitra, edukasi melalui roadshow, penerapan teknologi dengan pembentukan Duta Gen-Berani serta posko Gen-Berani, pendampingan dan evaluasi menggunakan pengukuran pengetahuan pretest dan posttest. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan (koordinasi dan advokasi mitra), pelaksanaan roadshow pada 3 September 2025, diikuti 51 peserta yang terdiri dari siswa, kepala sekolah, guru, perwakilan Dinas Kesehatan, Polresta Bukittinggi, LKAAM, serta tim PkM UPN Bukittinggi. Rangkaian kegiatan mencakup pretest, pemaparan materi, diskusi panel, pelantikan Duta Gen-Berani yang disahkan melalui SK kepala sekolah, post-test, serta pendokumentasian testimoni. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dan testimoni positif dari siswa maupun pemangku kepentingan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pemberdayaan komunitas dan peran duta remaja dalam pencegahan penggunaan zat adiktif.
Pengaruh Intervensi Mobilisasi Dini Terstruktur Terhadap Kemandirian Activity Daily Living Pasien Stroke Iskemik Fase Akut di Ruang Rawat Inap Merapi Rsomh Bukittinggi Junita Irawaty Lispandon Siboro; Fauzi Ashra; Mellia Fransiska
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54548

Abstract

Abstrak Pasien stroke iskemik pada fase akut umumnya mengalami gangguan fungsi motorik yang berdampak langsung terhadap terjadi penurunan kapasitas pasien dalam melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari (Activity Daily Living). Keadaan imobilisasi pada periode awal perawatan dapat memperlambat pemulihan fungsional serta meningkatkan ketergantungan pasien terhadap bantuan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan yang sistematis dan terencana, salah satunya melalui mobilisasi dini terstruktur yang mengacu pada teori konservasi Levine untuk mendukung pemulihan kemandirian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi mobilisasi dini yang terencana terhadap tingkat kemandirian aktivitas kehidupan sehari-hari pada pasien stroke iskemik fase akut. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimen menggunakan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen. Total responden yang terlibat berjumlah 43 orang, yang terdiri atas 22 responden pada kelompok intervensi dan 21 responden pada kelompok kontrol (21 orang). Kelompok intervensi diberikan mobilisasi dini terstruktur selama lima hari dengan frekuensi dua kali per hari dan durasi 15–30 menit, sementara itu kelompok kontrol memperoleh perawatan yang mengikuti standar operasional rumah sakit. Penilaian kemandirian ADL dilakukan menggunakan Barthel Index pada tahap sebelum maupun setelah pemberian intervensi. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemandirian ADL yang signifikan pada kelompok yang mendapatkan intervensi mobilisasi dini terstruktur (p<0,001). Selain itu, ditemukan adanya perbedaan nilai rata-rata kemandirian ADL yang signifikan antara kelompok yang memperoleh intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai statistik t sebesar 8,025. Mobilisasi dini terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian Activity Daily Living pada pasien stroke iskemik fase akut. Intervensi ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam praktik asuhan keperawatan sebagai upaya mendukung pemulihan fungsi dan meningkatkan kemandirian pasien sejak tahap awal perawatan. Kata Kunci: Kemandirian ADL; mobilisasi dini terstruktur; stroke iskemik; teori Levine
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU DENGAN PERAWATAN YANG DILAKUKAN DI RUMAH KEPADA BALITA YANG MENDERITA COMMON COLD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMA KAUM I KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2012 Ashra, Fauzi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v3i1.178

Abstract

Kecemasan merupakan pengalaman subjektif yang tidak dapat diobservasi secara langsung dan merupakan sumber penting dalam usaha memelihara keseimbangan hidup. Perubahan kondisi/kesehatan anak termasuk saat anak menderita Common Cold akan menimbulkan kecemasan pada ibu dengan tingkatan yang berbeda-beda. Common Cold merupakan salah satu penyakit yang angka kunjungannya banyak setiap bulan yaitu ± 200 balita perbulan di Puskesmas Lima Kaum I. Balita yang menderita Common Cold membutuhkan perawatan dirumah yang baik oleh ibu agar tidak terjadi komplikasi. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crosssectional. Pengambilan sampel dengan metode accidental sampling, dengan jumlah sampel 50 orang. Penelitian ini dilakukan bulan Juni 2012 di Puskesmas Lima Kaum I. Alat pengumpulan data untuk kecemasan menggunakan HRS-A (Hamilton Rating Scale For Anxiety) dan untuk perawatan dirumah menggunakan 15 pertanyaan tertutup. Variabel yang diteliti yaitu tingkat kecemasan ibu dan perawatan yang dilakukan di rumah pada balita yang menderita Common Cold. Dari hasil penelitian pada umumnya (60%) ibu berpendidikan menengah atas, dan bahkan (18%) berpendidikan tinggi. Berdasarkan pekerjaan sebagai Ibu rumah tangga (50%) dan (50%) lainnya bekerja sebagai petani, pedagang,guru dan PNS. Tingkat kecemasan ibu pada umumnya (58%) mengalami cemas sedang, (24%) cemas ringan dan (18%) cemas berat. Perawatan dirumah yang dilakukan ibu hampir setengah (46%) dengan kualias cukup,(30%) kurang, dan (24%) baik. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan ibu dengan perawatan yang dilakukan di rumah kepada balita yang menderita Common Cold dimana P< 0,05.
Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu dengan Perawatan yang dilakukan di Rumah Kepada Balita yang Menderita Common Cold di Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar Tahun 2012 Ashra, Fauzi; Sari, Dian
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.195

Abstract

Comon Cold adalah masalah besar yang mengancam Indonesia dan banyak negara diseluruh dunia. Hasil pendataan Depkes RI yang diakumulasi pada tanggal 30 Desember 2012, Indonesia mengalami peningkatan angka Penderita commomn cold selama tahun 2012 mencapai angka 34.645 Penderita. Angka kematian common cold pada tahun 2012 di Indonesia mencapai 726 orang.Tingkat keberhasilan terapi ARV sangat tergantung pada tingkat kepatuhan penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dan sikap penderita dengan kepatuhan minum obat antiretroviral di Poliklinik Serunai Wilayah Kerja Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar Tahun 2012. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yang dilakukan di Poliklinik Serunai RSUD Dr. Achmad Moctar Bukittingi dari tanggal 16-18 Juli 2013. Populasi penelitian ini adalah pasien terinfeksi common cold sebanyak 16 penderita dengan sampel berjumlah 16 penderita. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket.Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan komputer menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisa univariat menunjukkan 61,5% responden memiliki motivasi tinggi, 68,8% responden memiliki sikap positif, 68,8% responden yang patuh. Hasil analisa bivariate menunjukkan p=0,036 terdapat hubungan yang bermakna Antara motivasi pasien PENDERITA dengan kepatuhan minum obat ARV, p=0,013 terdapat hubungan bermakna Antara sikap pasien PENDERITA dengan kepatuhan minum obat ARV. Dapat disimpulkan bahwa penderita yang memiliki motivasi tinggi dan sikap yang positif sebagian besar patuh meminum obat ARV(antiretroviral). Saran untuk pendamping agar dapat memotivasi anggota bimbingan untuk lebih meningkatkan motivasi dan sikap penderita terhadap kepatuhan minum obat agar mencapai keberhasilan dalam terapi tersebut dan mengurangi angka kegagalan terapi.
PENGARUH PEMBERIAN TEH ROSELLA TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR TABIT KOTA PAYAKUMBUH Husna, Elfira; ashra, Fauzi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v5i1.219

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang jumlahnya akan terus meningkat dimasa yang akan datang. Menurut laporan badan kesehatan dunia atau World Health Organisation (WHO), pada tahun 2000 dianggarkan sebanyak 171 juta jiwa menderita diabetes mellitus tipe 2 dan diperkirakan pada 2030 akan terjadi peningkatan sebanyak 195 juta jiwa lagi yang akan menderita diabetes mellitus tipe 2. Studi populasi diabetes mellitus tipe 2 di berbagai Negara oleh WHO menunjukkan jumlah penderita diabetes mellitus pada tahun 2000 di Indonesia menempati urutan ke 4 terbesar dengan 8,426 juta orang dan diperkirakan akan menjadi sekitar 21,257 juta pada tahun 2030. Penderita diabetes mellitus bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teh rosella terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 sampai dengan 20 agustus tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Eksperiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tabit dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purpossive sampling. Jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 12 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Independent Sampel Test. Hasil uji statistik menyeluruh nilai p=0,006 (p
Efektivitas Senam Otak terhadap Perubahan Skor Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia Ringan di Panti Sosial Treshna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2014 Ashra, Fauzi; Junios, Junios
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.234

Abstract

Menurut WHO tahun 2009 salah satu infeksi nasokomial adalah infeksi luka pasca operasi, dimana hal ini bisa menjadi penyebab utama morbiditas, mortalitas. Resiko terjadinya infeksi setelah pembedahan dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk didalamnya, umur pasien, status nutrisi dan obesitas. Berdasarkan pengambilan data di RSUD pada tahun 2012 ditemukan 49 pasien yang menjalani operasi laparatomi, hamper 50% orang diantaranya mengalami infeksi pada luka post operasi dan pada tahun 2013 dari 61 pasien yang menjalani operasioperasi laparatomi, 50% orang diantaranya mengalami infeksi luka operasi, dimana terdapat peningkatan kejadian infeksi luka post operasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan tejadinya infeksi luka pasien post laparatomi. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 30 orang, dengan pengolahan data menggunakan chi-squere. Alat yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi. Variabel yang diteliti adalah umur, status nutrisi, obesitas dan infeksi luka psien post laparomi. Penelitian ini menunjukan 72,7 % responden yang berumur >60 tahun beresiko terhadap infeksi post laparatomi, 71,4% responden dengan status nutrisi buruk, 71,4% responden mengalami obesitas dan 33,3% responden yang terjadinya infeksi luka post laparatomi. Analisis bivariat, ada hubungan umur (p value 0,001), status nutrisi (p value 0,026) dan obesitas ( p value 0,111) dengan terjadinya infeksi pada pasien post laparatomi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, status nutrisi dan obesitas dengan terjadinya infeksi pada pasien post laparatomi di RSUD Achmad Darwis Suliki, disarankan pada pihak RSUD agar bisa memberikan penyuluhan tentang upaya preventif terjadinya infeksi.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN TERAPI DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE (GFCF) PADA ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) KHUSUS AUTIS AL-IKHLAS BUKITTINGGI TAHUN 2014 Kurnia Sari, Yade; ashra, Fauzi; Sari, Dian
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i1.242

Abstract

Autisme merupakan gangguan pervasive yang mencakup gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan emosi. Data UNESCO pada tahun 2011 mencatat, sekitar 35 juta orang penyandang autisme di dunia. Diperkirakan jumlah penyandang autisme di Indonesia sekitar 2,4 juta orang, dan bertambah sekitar 500 orang penyandang baru tiap tahunnya. Diet GFCF adalah diet yang dilakukan dengan menghilangkan sumber bahan makanan/minuman yang mengandung kasein dan gluten. Penerapan diet GFCF akan memberikan hasil yang maksimal apabila dilakukan sesuai dengan aturannya, secara konsisten, serta dibarengi oleh pengawasan yang ketat serta peran orang tua yang optimal dalam mengurangi gejala yang dialami oleh anak autisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua terhadap kepatuhan terapi dalam menerapkan diet GFCF. Desain penelitian adalah Deskriptif Korelasional yang dilakukan mulai bulan Maret sampai September 2014 melalui pengisian kuesioner, jumlah sampel 55 orang tua di Sekolah Luar Biasa (SLB) Khusus Autisme Al-Ikhlas Bukittinggi dengan tekhnik pengambilan sampel Cross Sectional. Hasil penelitian didapatkan hanya sebagian besar 30 orang tua (54,5%) yang berperan optimal, sedangkan 38 orang tua (69,1%) yang tidak patuh dalam menerapkan terapi diet GFCF. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan bermakna yang diperoleh p value=0,013, maka p value < 0,05 jadi terdapat hubungan bermakna antara peran orang tua dengan kepatuhan terapi diet GFCF. Saran pada penelitian ini adalah perlu dikembangkannya penelitian mengenai pengaruh dari peran orang tua terhadap kepatuhan terapi diet GFCF pada perkembangan anak autisme sebagai salah satu intervensi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.