p-Index From 2021 - 2026
6.008
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Muchammad Muchammad
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

INVESTIGASI EFEKTIVITAS BIOMASSA BAMBU PADA GASIFIER DOWNDRAFT TERBUKA Muhammad Fahd Fachrizal; Muchammad Muchammad; M.S.K. Tony Suryo Utomo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa bambu merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar dalam konversi energi. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengubah biomassa menjadi energi adalah gasifikasi. Gasifikasi biomassa melibatkan proses konversi bahan organik menjadi gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Penelitian investigasi kinerja gasifikasi biomassa bambu pada gasifier downdraft terbuka dengan variasi perlakuan biomassa kering, kuyup, dan campuran menggunakan tekanan hisap 11cmH2O bertujuan untuk mengetahui kadar tar gasifikasi biomasa bambu pada gasifier downdraft terbuka dengan perlakuan variasi kering, kuyup, dan campuran, mengetahui suhu reaktor gasifikasi biomassa bambu pada gasifier downdraft terbuka dengan perlakuan variasi kering, kuyup, dan campuran. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental, setelah itu merancang untuk mengetahui informasi terkait dengan kinerja biomassa bambu pada tiga variasi perlakuan kering, kuyup, dan campuran. Sedangkan untuk hasil eksperimen bambu yang kompatibel dengan dengan sistem gasifikasi downdraft terbuka dengan kondisi kuyup dan campuran sedangkan untuk kondisi bambu kering tidak kompatibel dengan sistem gasifikasi downdraft terbuka.
ANALISIS RISIKO AKIBAT LEDAKAN GAS HIDROGEN PADA STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR HIDROGEN TIPE TERTUTUP MENGGUNAKAN SOFTWARE FLACS Yoga Surya Ramadhana Djohar; Budi Setiyana; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun pengisian hidrogen (Hydrogen Refueling Station) merupakan salah satu infrastruktur kunci dalam pengembangan energi bersih, namun berpotensi menimbulkan bahaya serius apabila terjadi kebocoran gas hidrogen bertekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sebaran tekanan, temperatur, dan heat flux akibat kebocoran gas hidrogen pada tangki berkapasitas 52 liter di HRS dengan variasi kondisi operasi dan lingkungan. Simulasi dilakukan pada tangki dengan tekanan operasi 150 bar, 350 bar, dan 500 bar, serta dua kondisi kecepatan angin, yaitu 2 m/s dan 4 m/s, untuk mengevaluasi pengaruh tekanan tangki dan kecepatan angin terhadap besaran parameter bahaya di sekitar sumber kebocoran menggunakan software FLACS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan tekanan tangki menyebabkan kenaikan tekanan, temperatur, dan heat flux pada posisi target yang paling dekat dengan jarak 1.30 meter dari titik kebocoran. Nilai maksimum yang diperoleh pada target terdekat secara berturut-turut adalah tekanan sebesar 0,170 bar, temperatur sebesar 1442,743 K, dan heat flux sebesar 95,759 kW/m². Hubungan yang hampir berbanding lurus antara kenaikan tekanan tangki dan peningkatan parameter bahaya ini mengindikasikan bahwa kondisi operasi bertekanan lebih tinggi di HRS memerlukan perhatian khusus dalam perancangan sistem keselamatan, penentuan zona berbahaya, serta penyusunan prosedur operasi dan mitigasi risiko.
ANALISIS PENGARUH CUT SWEEP RATIO PADA LILY IMPELLER TERHADAP DISTRIBUSI DISSOLVED OXYGEN DI TAMBAK UDANG MARINE SCIENCE TECHNO PARK – UNDIP Jourdy Jhonova Sucandra Cakranegara; Mohammad Tauviqirrahman; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri budidaya perikanan, khususnya budidaya udang di Indonesia, menghadapi tantangan yang signifikan seperti polusi organik, kekurangan oksigen, dan tingginya konsentrasi amonia dan karbon dioksida. Permasalahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kotoran ikan, pakan yang tidak dimakan, dan limbah. Sistem aerasi, seperti roda dayung, diffuser, dan aerator yang digerakkan oleh impeller, digunakan untuk meningkatkan transfer dan sirkulasi oksigen. Lily Impeller, yang merupakan perkembangan terkini, memiliki penggunaan energi yang lebih rendah dan efisiensi oksigenasi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi cut sweep rasio terhadap distribusi oxigen terlarut di tambak udang Vaname Marine Science Techno Park. Studi ini menemukan bahwa perubahan cut sweep ratio berdampak pada distribusi oxigen terlarut kolam, tekanan dinamis, dan kecepatan aliran. Dengan distribusi oxigen terlarut terbesar dan tekanan dinamis maksimum 11,5 Pa serta kecepatan aliran maksimum 0,151 m/s, varian "no cut" menunjukkan hasil terbesar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hanya di sekitar aerator yang memiliki kadar oxigen terlarut yang cukup tinggi untuk menopang kehidupan udang, oleh karena itu, diperlukan aerator tambahan untuk memastikan oxigen terlarut didistribusikan secara merata ke seluruh tambak.
PENGUKURAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MENGGUNAKAN LOAD CELL DENGAN METODE PENIMBANGAN STATIS Marcell Hasudungan Baringbing; Berkah Fajar TK; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bakar merupakan objek vital dalam berbagai industri terutama pada mesin pembakaran dan energi dalam khususnya bahan bakar mesin diesel, sehingga pengukuran konsumsi bahan bakar sangat penting dianalisis untuk mengetaui efisiensi penggunaan bahan bakar oleh mesin tersebut. Pada penelitian ini dibahas hasil pengukuran dari pengembangan load cell dalam mengukuran konsumsi bahan bakar dan laju aliran bahan bakar, kemudian hasil pengukuran dari penelitian ini akan dibandingkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengkuran konsumsi bahan bakar dengan metode penimbangan statis dengan mengikuti standar ISO (Internasional Organization for Standardization). dimana hasil pembacaan load cell akan ditampilkan pada logic panel dan kemudian dihubungkan ke laptop untuk mendapatkan data akuisisi. Hasil pengukuran konsumsi bahan bakar pada masing masing beban adalah  13,26732 liter/jam (50 kw), 17,22772 (75kw), 28,16831 (100 kw). Hasil laju aliran bahan bakar ditampilkan dalam bentuk grafik pada bagian pembahan di penelitian ini. Nilai error pada hasil pengukuran ini yaitu systematic errors  dan random errors . Penggunaan load cell pada pengukuran konsumsi bahan bakar di penelitian ini menunjukkan data yang akurat dan memiliki nilai error yang sangat kecil.
INVESTIGASI NUMERIK TERHADAP MEDAN ALIRAN SIPHONIC ROOF OUTLET TIPE NON-BOWL LAMINAR FLOW (NOFMIF) Wahyu Prayogo; Syaiful Syaiful; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan siphonic pada sistem drainase air hujan pada gedung-gedung besar berguna untuk meningkatkan laju debit aliran dan berfungsi untuk mengurangi intensitas turbulensi aliran fluida. Studi ini difokuskan pada simulasi numerik aliran melalui siphonic pada downpipe sistem drainase. Dalam studi numerik ini, siphonic roof outlet (SRO) tipe Non-bowl Fin Laminar Flow (NOFMIF) dengan baffle plate concave dipasang pada base plate pipa downpipe. Analisis medan aliran pada siphonic outlet tipe NOFMIF dilakukan pada multiphase model dengan variasi fraksi udara 0% sampai 30%. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan prosentase udara pada system siphonic menyebabkan berturut-turut penurunan tingkat laju aliran dan negative pressure 0,02% dan 0,079% pada setiap kenaikan 5% udara. Peningkatan prosentase udara juga menyebabkan penurunan intensitas turbulen 0,048% pada setiap kenaikan 5% udara. Pola aliran pada SRO memperlihatkan fenomena dimana terjadi konsentrasi fraksi udara di bawah baffle plate berbentuk concave-rectangular.
STUDI NUMERIK PENGARUH JUMLAH DAN UKURAN LUBANG SUDU PADA PERFORMA AERASI TAMBAK UDANG VANNAMEI MARINE SCIENCE TECHNO PARK – UNDIP Muhamad Ari Ariayuda; Muchammad Muchammad; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang vaname (L. vannamei) banyak dibudidayakan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan jenis udang yang lain. Pada budidaya udang, oksigen terlarut merupakan faktor penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang sehingga penggunaan aerator khususnya paddlewheel aerator untuk membantu pemenuhan oksigen terlarut merupakan salah satu hal yang krusial. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui variasi jumlah dan ukuran lubang pada sudu yang paling optimal untuk memenuhi kebutuhan oksigen terlarut pada tambak udang. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) pada sebuah sudu dalam domain fluida yang memiliki kecepatan inlet untuk mengetahui nilai intensitas turbulensi yang berbanding lurus dengan pencampuran dissolved oxygen dari udara ke air. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi sudu dengan jumlah lubang 16 dan lubang berukuran 16 mm menghasilkan intensitas turbulensi yang paling baik dibandingkan dengan sudu variasi lain yaitu sebesar 16,8% sehingga dapat mencampur oksigen terlarut dari udara ke air dengan baik. Kesimpulannya, jumlah dan ukuran lubang pada sudu aerator berpengaruh terhadap performa dari paddlewheel aerator dikarenakan tingkat intensitas turbulensi yang menunjukan pencampuran dissolved oxygen terpengaruhi dari jumlah dan ukuran lubang sudu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pengembangan desain paddlewheel aerator sehingga penggunaan aerator dapat mencapai hasil yang optimal.
DEHUMIDIFIKASI UDARA TERTUTUP MENGGUNAKAN DESSICCANT SILICA GEL Febrian Nur Asa; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan udara merupakan suatu sistem yang kita gunakan untuk banyak keperluan dalam kehidupan seharihari. Pengering udara/dehumidifier merupakan sistem yang berfungsi untuk memisahkan uap air pada udara sekitar untuk menjadikannya udara kering. Udara lembab dapat menimbulkan efek negatif pada manusia dan lingkungan sekitar antara lain adalah dapat terjadinya infeksi pada saluran pernapasan, tumbuhnya jamur pada ruangan lembab, terjadinya pengkaratan pada mesin dan peralatan pada ruangan lembab, dan banyak lagi. Sistem sorbent dehumidifier tertutup yang merupakan salah satu jenis desiccant dehumidifier dimana bekerja dengan menggunakan material desiccant silica gel dalam proses penyerapan uap air. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah dengan menggunakan beragam variasi setting pada dehumidifier sistem tertutup untuk mengetahui tingkat penyerapan yang efektif pada sistem ini. Dari pengujian yang dilakukan, didapat hasil dimana suhu pemanasan berpengaruh pada kelembaban udara awal, pada suhu 40°C kelembaban udaranya lebih rendah daripada pada suhu 30°C. Kecepatan udara dan ketebalan material desiccant berpengaruh terhadap tingkat penyerapan air dalam udara.
UJI EFEKTIVITAS AIR COOLER DENGAN SUHU FLUIDA DINGIN KONSTAN (STEADY STATE) Muhammad Tafarel Firjatullah; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat penukar kalor (heat exchanger) banyak digunakan pada berbagai instalasi industri, antara lain pada: boiler, kondensor, cooler, cooling tower. Sedangkan pada kendaraan adalah radiator yang pada dasarnya berfungsi sebagai alat penukar kalor. Tujuan perpindahan kalor di dalam proses industri diantaranya adalah untuk memanaskan atau mendinginkan fluida hingga mencapai kalor tertentu yang dapat memenuhi persyaratan untuk proses selanjutnya. oleh karena itu, penting dilakukannya penelitian untuk menghasilkan heat exchanger yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh efektivitas dan efisiensi air cooler heat exchanger dengan suhu fluida dingin yang konstan (steady state) saat maksimum serta pengaruh variasi kecepatan aliran pompa dan fan terhadap kinerjanya. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada air cooler heat exchanger dengan variasi debit air sebesar 0 L/min, 2,5L/min, 5L/min dan variasi kecepatan udara sebesar  1,67 m/s, 2,5 m/s, dan 3,34 m/s. Pengamatan dan perbandingan yang dilakukan adalah pengamatan suhu udara yang keluar dari kipas dengan suhu paling minimum hingga mencapai kondisi steady state. Hasil uji eksperimental menunjukkan bahwa efektivitas terbaik didapat dengan nilai sebesar 0,608696 dan efisiensi terbaik didapat dengan nilai 96%, hasil terbaik ini diperoleh ketika air cooler heat exchanger dioperasikan dengan variasi debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s. Kondisi operasional dengan debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s menjadi kondisi operasional terbaik karena banyaknya jumlah air yang mengalir melalui heat exchanger sehingga  meningkatkan kapasitas pendinginan dan kecepatan udara yang rendah memberikan waktu kontak yang cukup antara udara dan permukaan heat exchanger.
STUDI PENGARUH KETINGGIAN DAN KEMIRINGAN SUDUT STEP TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN THERMAL PADA BACKWARD-FACING STEP Muhammad Jalaal Ikraam; Khoiri Rozi; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model aliran separasi backward facing step (BFS) memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan teoritis dan rekayasa. Studi aliran BFS menunjukkan kompleksitas aliran dengan fenomena seperti separasi, recirculation, vortex, dan reattachment. Fenomena separasi aliran dan reattachment berdampak besar pada drag, penurunan tekanan, dan perpindahan panas. . Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa zona resirkulasi berperan penting dalam mempengaruhi perpindahan panas pada BFS. Tinggi relatif terhadap lebar step (h/H) memengaruhi ukuran zona resirkulasi, yang kemudian berdampak pada penurunan suhu fluida di sepanjang aliran downstream. Distribusi tekanan menurun seiring peningkatan rasio h/H, dengan energi kinetik turbulen dominan di daerah dekat permukaan wall. Penambahan kemiringan step menyebabkan penurunan energi kinetik turbulen, sementara peningkatan rasio h/H cenderung meningkatkannya. Kecepatan maksimum di zona resirkulasi bertambah dengan pertambahan rasio h/H dan sudut kemiringan. Meskipun sudut kemiringan step memengaruhi panjang daerah fluktuasi koefisien friksi, nilai fluktuasi tersebut cenderung menurun seiring pertambahan rasio h/H. Nilai koefisien tekanan umumnya meningkat seiring penurunan rasio h/H.
STUDI NUMERIK PENGARUH JENIS LEKUKAN DAN JUMLAH LUBANG SUDU PADA PERFORMA AERASI TAMBAK UDANG VANNAMEI MARINE SCIENCE TECHNO PARK - UNDIP Fakhriansyah Fakhriansyah; Muchammad Muchammad; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh jenis lekukan dan jumlah lubang sudu pada performa aerasi tambak udang vaname di Marine Science Techno Park (MSTP) Undip. Menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan software ANSYS Fluent, ditemukan bahwa sudu dengan lekukan 170 derajat dan 16 lubang menghasilkan intensitas turbulensi terbaik 6,78%, meningkatkan pencampuran oksigen yang efektif. Validasi hasil simulasi menunjukkan bahwa metode dan asumsi yang digunakan dapat diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi lekukan dan jumlah lubang sudu pada aerator sangat mempengaruhi performa aerasi, berkontribusi pada pengembangan teknologi aerasi yang efisien untuk budidaya udang vaname di Indonesia.Kata kunci: Dissolved oxygen, intensitas turbulensi, computational fluid dynamics, aerator, udang vanname.