Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN KEUANGAN DAN MANAJEMEN FINANSIAL GUNA MEMPERKUAT PONDASI UMKM DI DESA NGRINGO, KARANGANYAR Jati, Ahmad Hafidz Aditya; Sholehah, Afifah Salsabil; Salmi, Annisa Fitri Nur; Azizah, Auliya; Muna, Aviciena Nailil; Fivtachrudin, Difa Elzitafira; Ramdhani, Fajri; Siswanto, Hilda Marellia Putri; Istiqomah, Istiqomah; Pamungkas, Muhammad Aji; Fatih, Muhammad Al; Dwiaji, Savina Puspa; Sari, Shalsha Putri Mayang; Zulaikah, Siti; Hartanto, Yuris Gahara Aulia; Adi, Raden Kunto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.33849

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memainkan peran strategis dalam ekonomi Indonesia, berkontribusi sekitar 61% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Meskipun jumlah UMKM terus meningkat, banyak di antaranya menghadapi masalah dalam aspek manajerial, khususnya pengelolaan keuangan. Di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, terdapat 349 UMKM dengan potensi besar namun menghadapi kendala dalam manajemen keuangan yang efektif. Melalui program pemberdayaan dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dalam manajemen dan pembukuan keuangan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha di desa tersebut. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang mencakup pelatihan manajemen keuangan sederhana dan penggunaan aplikasi SI APIK. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pengelolaan keuangan, serta respons positif terhadap penggunaan aplikasi SI APIK dalam pencatatan keuangan. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu UMKM Desa Ngringo dalam memperbaiki pengelolaan keuangan, meningkatkan keberlanjutan usaha, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal
PRODUKSI DAN PEMASARAN “KUFFEA” LULUR HERBAL BERBAHAN DASAR BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.), BUBUK KUNYIT (Curcuma longa L.), DAN BUBUK KOPI (Coffea Arabica L.). Arifin, Zainal; Adi, Raden Kunto; Cahya Berlianti, Aprilia Laili
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4360

Abstract

Abstrak Kuffea merupakan produk lulur herbal tradisional yang terbuat dari tanaman berkhasiat obat yaitu bubuk daun kelor, bubuk kunyit, dan bubuk kopi. Formulasi lulur bentuk krim yaitu 0,25 ml ekstrak daun kelor, 0,1 ml ekstrak kunyit, 1 ml ekstrak kopi, 1 ml ekstrak kulit kopi, 0,3 gram bubuk kopi, 7 gram tepung beras, 7 gram tepung tapioka, 2 gram butiran scrub, 5 gram asam stearat, 3 gram cetyl alkohol, 0,05 gram propyl paraben, 50 ml aquades, 6 ml propylen glikol, 0,05 gram metyl paraben, dan 0,05 ml parfum. Formulasi lulur bentuk bubuk yaitu 0,5 gram bubuk daun kelor, 0,5 gram bubuk kunyit, 3 gram bubuk kopi, 6 gram bubuk kulit kopi, 16 gram tepung beras, 16 gram tepung tapioka, dan 8 gram butiran scrub. Proses pembuatan produk “Kuffea” yaitu pembuatan butiran scrub, pembuatan ekstrak, dan pembuatan produk jadi lulur. Pengujian produk meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, dan uji hedonik. Strategi pemasaran produk menggunakan prinsip 4P (Product, Price, Place, Promotion). Pemasaran dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Harga jual produk lulur bentuk krim Rp 15.500, total penerimaan Rp 232.500, keuntungan Rp 31.330,75, BEP Produksi 8 unit, BEP Harga Rp 13.500, R/C Ratio 1,155 > 1 dan B/C Ratio 0,115 > 0. Harga jual produk lulur bentuk bubuk Rp 12.000, total penerimaan Rp 180.000, keuntungan Rp 28.992, BEP Produksi 7 unit, BEP Harga Rp 10.100, R/C Ratio 1,191 > 1 dan B/C Ratio 0,191 > 0. Maka usaha lulur herbal “Kuffea” dapat dikatakan layak untuk dikembangkan dan menguntungkan.Kata kunci: lulur, daun kelor, kunyit, kopi arabika, pemasaran