Andin Vita Amalia, Andin Vita
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERUBAHAN LAHAN TERBANGUN DI SUB DAS BERINGIN KOTA SEMARANG Al Fath’qi, Rheza Rizky; Saputra, Arrofi Agung Dwi; Widyandini, Arifa Marsanda; Az-Zahra, Sheeny; Fariz, Trida Ridho; Amalia, Andin Vita
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang yang berada di tengah pulau Jawa menjadikannya sebagai pusat perdagangan. Seiring dengan majunya perdagangan sejalan pula dengan bertambahnya penduduk. Perubahan tutupan lahan terutama hutan dan kebun campuran ada hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) dapat menimbulkan dampak lingkungan seperti erosi, lahan kritis, degradasi lahan, dan banjir pada daerah hilir. Kajian ini dilakukan di sub-DAS Beringin. Secara administratif sub DAS Beringin berada di Kecamatan Mijen, Kecamatan Ngaliyan, dan Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Hasil analisis menunjukan bahwa terjadi perubahan guna lahan pada wilayah hulu yang berada di Kecamatan Mijen dan wilayah tengah di Kecamatan Ngaliyan menjadi kawasan industri dan pemukiman. Keberadaan industri menyebabkan penduduk di wilayah tersebut meningkat, dimana pada tahun 2021 penduduk di Kecamatan Mijen meningkat menjadi 78.468 jiwa. Meningkatnya jumlah penduduk juga akan meningkatkan kebutuhan lahan pemukiman, sehingga perubahan lahan terbangun akan semakin luas. Lahan terbangun di wilayah sub DAS Beringin pada tahun 2021 adalah seluas 1.161 Ha. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan lahan terbuka menjadi lahan tertutup seperti, industri, pemukiman, dan bangunan non pemukiman lainnya.
DAMPAK BANJIR PASANG SURUT (ROB) TERHADAP MASYARAKAT PESISIR DI KOTA SEMARANG Kusumaningsih, Febriana Restu; Umar, Moh. Jafar; Hanum, Fadilla; Arum, Astri; Fariz, Trida Ridho; Amalia, Andin Vita
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Tambak Mulyo berada di kawasan pesisir bagian utara Kota Semarang yang sudah mengalami banjir rob sejak tahun 1990-an. Banjir pasang surut di Kota Semarang disebabkan oleh kombinasi dari kenaikan muka air laut dan penurunan tanah, sehingga penduduk harus dapat beradaptasi dengan banjir pasang surut. Dalam penelitian ini dikumpulkan informasi mengenai banjir pasang surut dan dampaknya terhadap kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat Jalan Tambak Mulyo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis kualitatif tanpa triangulasi melalui wawancara dengan responden kunci. Responden kunci yang dimintai keterangan merupakan pengurus aktif dalam “Kelompok Usaha Bersama Nelayan Mitra Bahari Tanjung Mas” di wilayah pesisir Kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banjir pasang surut berdampak positif maupun negatif pada kondisi lingkungan, sosial dan ekonomi penduduk kawasan pesisir kota Semarang. Banjir pasang surut menyebabkan kerugian lingkungan dan ekonomi secara materi, namun juga memperkuat hubungan sosial masyarakat untuk bergotong royong mengurangi dampak negatifnya.
EKSPLORASI POTENSI SPIRULINA DALAM PENANGANAN LIMBAH OLI BEKAS KENDARAAN Amalia, Andin Vita; Haris, Amnan; Heriyanti, Andhina Putri; Amelia, Rizki Nor; Rifa’atunnisa, Rifa’atunnisa; Soeprobowati, Tri Retnaningsih; Christwardana, Marcelinus
Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang Vol. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ka.v5i1`.273

Abstract

Oli merupakan pelumas mesin kendaraan bermotor yang memiliki peran penting dalam menjaga kinerja dan umur panjang mesin. Namun, setelah digunakan, oli bekas harus segera diganti karena sifatnya yang sudah terdegradasi dan mengandung berbagai kontaminan berbahaya. Sayangnya, pengelolaan limbah oli bekas di masyarakat masih sangat terbatas. Oli bekas umumnya hanya dimanfaatkan untuk melumasi baut dan rantai, dicampur dengan solar sebagai bahan bakar alternatif, atau bahkan dibuang dan ditampung tanpa proses pengolahan yang memadai. Hal ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama karena kandungan bahan kimia beracun dan logam berat yang dapat mencemari tanah dan badan air. Salah satu pendekatan yang mulai dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah pemanfaatan mikroorganisme seperti mikroalga. Spirulina, salah satu jenis mikroalga, diketahui memiliki kemampuan sebagai agen bioremediasi yang efektif karena mampu menyerap polutan (bertindak sebagai sorben), mengubah senyawa berbahaya menjadi bentuk yang lebih aman, serta mengakumulasikannya dalam struktur tubuhnya. Spirulina telah berhasil digunakan untuk mengolah berbagai jenis limbah, seperti limbah tahu, minyak jelantah, dan limbah industri batik. Karakteristik limbah oli yang memiliki kemiripan dengan minyak jelantah, terutama karena keduanya berasal dari fraksi minyak bumi, maka spirulina memiliki potensi besar untuk digunakan dalam bioremediasi limbah oli bekas.
Pelatihan Praktikum Sains untuk Siswa Sanggar Sentul Kuala Lumpur Malaysia Dewi, Novi Ratna; Listiaji, Prasetyo; Linuwih, Suharto; Priatmoko, Sigit; Amalia, Andin Vita; Stephani Diah Pamelasari
Jurnal Dharma Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Dharma Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdi.v2i1.1862

Abstract

Every Indonesian citizen is blessed to receive a proper education, including the children of migrant workers abroad. Until now, there has not been much attention to education for the children of migrant workers. Sanggar Sentul Kuala Lumpur exists as a forum to facilitate non-formal education for the children of migrant workers in Kuala Lumpur and its surroundings. The non-formal education carried out at Sanggar Sentul has certainly not run optimally due to several limitations such as infrastructure, the relatively diverse age range of children, and the lack of a systematic curriculum being implemented. One of the learning activities that is rarely carried out is practicum in science subjects considering that there are not yet adequate practicum facilities there. Based on these problems, the community service team of Universitas Negeri Semarang carried out practical science training for students at Sanggar Sentul in an effort to improve the quality of learning for the children of migrant workers who attend school there. The activity was carried out by training studio students in three simple experiments: the Archimedes experiment, making buildings from straws, and making lava lamps. The students were very enthusiastic about participating in the practicum. Apart from that, this activity also received a very good assessment from students.
Analisis Kebisingan Lalu Lintas (Studi Kasus Pengukuran Jalan Raya Semarang-Surakarta dan Jalan Raya Ungaran-Bandungan Amalia, Andin Vita; Amidi, Amidi; Prasetyo, Budi; Pambudi, Mariyoto Danang; Tasya, Dessy Fitriana
Proceeding Seminar Nasional IPA 2022
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan adalah salah satu sarana utama pengangkutan, perpindahan atau pergerakan namun dalam pengoperasiannya menimbulkan seperti suara mesin yang keluar melalui knalpot maupun klakson menjadi sumber kebisingan. Kebisingan lalu lintas menjadi salah satu dampak negatif yang ditimbulkan dari pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Tujuan dilakukanpenelitian untuk mengetahui tingkatan kebisingan lalu lintas di Desa Bergas Kidul. Metode pengukuran dilakukan secara langsung dilapangan menggunakan alat sound level meter dengan mengikuti lampiran II KEP No.48/MENLH/11/1996 tentang baku mutu tingkat kebisingan hingga didapat nilai kebisingan siang hari. Penelitian dilakukan di dua titik pengukuran yaituJl. Raya Semarang-Surakarta dan Jl. Raya Ungaran-Bandungan pada hari kerja dan weekend. Hasil pengukuran menunjukkan titik pengamatan 1 yang bertempat di Jl. Semarang-Surakarta memiliki tingkat kebisingan tertinggi terjadi pada sore hari pada pukul 16:00 WIB 79.8 dB sedangkan titik 2 di Jl. Ungaran-Bandungan menunjukkan hasil pengukuran tertinggi pada sore hari yaitu pukul 16:00 WIB sebesar 78.5 dB. Pada weekend titik 1 tingkat kebisingan tertinggi terjadi pada pukul 09:00 WIB sebesar 83.9 dB sedangkan titik 2 menunjukkan tingkat kebisingan tertinggi justru terjadi saat malam hari pada pukul 20:00 WIB sebesar 78.1 dB.Kebisingan lalu lintas berasal dari suara yang dihasilkan dari kendaraan bermotor, terutama dari mesin kendaraan, knalpot, serta akibat interaksi antara roda dengan jalan. Kebisingan lalu lintas dapat menyebabkan dampak kesehatan dan psikologis. Dampak kesehatan cenderung muncul akibat pajanan senyawa-senyawa kimia dalam jumlah besar ke tubuh manusia.
Estimation Of Changes in Water Quality Parameters in Rawa Pening Lake Based on Remote Sensing Data Fariz, Trida Ridho; Amalia, Andin Vita; Jabbar, Abdul; Atunnisa, Rifa’
Indonesian Journal of Conservation Vol. 13 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v13i1.4372

Abstract

Lake Rawa Pening, in Indonesia, is one of the super lakes of revitalization priority. The factor that causes Lake Rawa Pening to become a priority lake is high sedimentation, which is triggered by the expansion of land cover such as settlement, agriculture, and industry in the Rawa Pening Catchment Area. This study examines changes in water quality parameters in Rawa Pening Lake from remote sensing data with Google Earth Engine (GEE). The physical parameters used to assess water quality are the concentration of Total Suspended Solid (TSS) and the area of water vegetation (water hyacinth). The results indicate that the water quality of Rawa lake has changed in the TSS level and the distribution area of aquatic vegetation. In general, from 2017, 2019 and 2021 there were fluctuations in the percentage of water hyacinth and TSS. Modeling results indicate that Lake Rawa Pening is mostly hypereutrophic.