Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Persepsi Pemuda Terhadap Pelaku Civic Virtue di Desa Bangsalan Puma Farah Dhiba; Nurhadji Nugraha; Indriyana Dwi Mustikarini
Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/konstruksisosial.v1i1.25

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai macam persepsi pemuda terhadap civic virtue di Desa Bangsalan. Hal ini dikarena situasi saat ini sebagian masyarakat sudah tidak lagi mengindahkan kebajikan sebagai warga negara. Kepentingan umum tidak lagi menjadi hal penting, tetapi kepentingan pribadi yang lebih diutamakan. Situasi yang terjadi mengarah pada kemerosotan moral itu. Hal ini memicu berbagai persepsi mengenai civic virtue atau kebajikan warga negara, terutama yang terjadi pada pemuda di Desa Bangsalan dengan adanya pelaku civic virtue yang memiliki persepsi negatif maupun positif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Bangsalan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi pemuda di Desa Bangsalan terhadap civic virtue, didominasi dengan persepsi positif. Faktor yang menyebabkan persepsi tersebut adalah perubahan positif yang dilakukan oleh pemuda Desa Bangsalan. Adanya perubahan perilaku sosial pemuda Desa Bangsalan yang semakin baik, dan semakin eratnya keorganisasian Karang Taruna di Desa Bangsalan.
Position of a Single Judge in a Small Claim Court: Role and Responsibilities Henny Saida Flora; Ning Adiasih; Selamat Lumban Gaol; Indriyana Dwi Mustikarini; Johannes Johny Koynja
Jurnal Smart Hukum (JSH) Vol. 3 No. 1 (2024): June-September
Publisher : Inovasi Pratama Internasional. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/jsh.v3i1.903

Abstract

In the context of litigation, a simple lawsuit is one that has no legal recourse. It is an objection that is heard by judges who are senior in the field. This type of lawsuit is convenient for the community at large, encompassing companies, People's banks, and other banks whose proof is simple. The data collection methods employed in this research are observation, interview, and documentation. The subject of this research is the application of a straightforward lawsuit in the Jakarta District Court, specifically, the types of cases that may be resolved by such a suit. This is a qualitative study employing an empirical juridical approach, employing a descriptive methodology. This research provides a conclusion that a simple lawsuit based on Supreme Court Regulation Number 4 of 2019 represents a significant advancement over Supreme Court Regulation Number 2 of 2015. However, it was subsequently amended by Supreme Court Regulation Number 4 of 2019. The value of the lawsuit is set at IDR 500,000,000.00, with a case subscription period of 25 days. The categories of this simple lawsuit are default (breach of promise) and tort, with the exception of those concerning land issues. The application of this simple lawsuit at the Pekanbaru District Court is commendable, although a few obstacles remain. However, these do not impede the resolution of existing cases. With regard to the obstacles for judges in this simple lawsuit, namely the District Court, it is necessary to implement a more extensive socialization program to educate the public about this simple lawsuit. This will help to prevent any errors when filing a case resolved through a simple lawsuit.
Konfigurasi Pendidikan Kewarganegaraan Ekologi Perspektif sosio-kultural (Gagasan Pembentukan Pendidikan Kewarganegaraan Kontium Maksimal di Indonesia) Mustikarini, Indriyana Dwi; Feriandi, Yoga Ardian
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v5.n2.2020.pp54-64

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konfigurasi pendidikan kewarganegaraan ekologi perspektif sosio kultural sebagai suatu bentuk gagasan pendidikan kewarganegaraan kontinum maksimal di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni Semantic Review dengan melalui beberapa tahapan yakni pencarian data (Online offline) terkait dengan permasalahan, penyeleksian data, review data, dan terakir dilakukan analisis data untuk penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menjukan bahwa pendidikan kewarganegaraan ekologi perspektif sosio kultural dapat dilakukan melalui beberapa konsep seperti Coorporate Citizenship (tangung jawab perusahaan secara moral menyisihkan keuntunganya untuk mendidik warganegara menjadi smart and good citizen) ,melalui sosial budaya (melalui penggalian dan revitalisasi budaya asli masyarakat indonesia), dan community civic (mendidik warganegara melalui berbagai media seperti radio, televisi, internet dan peraturan peraturan pemerintah), sehingga pendidikan kewarganegaraan tidak hanya terfokus pada jenjang persekolahan semata melainkan juga di masyarakat. sehingga dengan menggunakan konsep tersebut pendidikan kewarganegaraan di Indonesia tidak hanya dapat menghasilkan tujuan ekologi tetapi juga dapat bergerak menuju kontinum maksimalConfiguration of Ecological Citizenship Education, Socio-cultural Perspective (Ideas for the Formation of Maximum Kontium Citizenship Education in Indonesia).  This article aims to describe the configuration of ecological citizenship education in the socio-cultural perspective as a form of the idea of a maximum continuity citizenship education in Indonesia. The method used in this research is Semantic Review through several stages namely data search (online offline) related to the problem, data selection, data review, and the last data analysis is done to draw conclusions. The results of this study indicate that the ecological citizenship education of the socio-cultural perspective can be done through several concepts such as Corporate Citizenship (corporate responsibility morally setting aside its advantages to educate citizens to be smart and good citizens), through social culture (through excavation and revitalization of the original culture of Indonesian people ), and community civic (educating citizens through various media such as radio, television, internet and government regulations), so that citizenship education is not only focused on schooling but also in the community. so that by using this concept citizenship education in Indonesia can not only produce ecological goals but can also move towards a maximum continuum
Penanaman Nilai-Nilai Pancasila untuk Membangun Karakter Kesetiakawanan Liuk, Maria Delfiana; Sularso, Pryo; Mustikarini, Indriyana Dwi
Paidea : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/paidea.v1i1.93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penanaman nilai-nilai Pancasila sila ke tiga dalam upaya membangun karakter kesetiakawanan pada siswa kelas viii di SMP Negeri 1 Nglames Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan sampling dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan berdasarkan prosedur, yaitu tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa Penanaman karakter kesetiakawanan sangat penting dengan cara: Saling menghargai, saling membantu, dan saling memahami antar sesama untuk kepentingan bangsa dan Negara. Pancasila sebagai ideologi pemersatu bagi bangsa Indonesia dalam rangka membangun karakter kesetiakawanan. Adapun hambatannya yaitu, 1. latar belakang siswa itu sendiri yang masih belum memiliki kesadaran diri akan tanggung jawab pribadi dan sosialnya, 2. Adanya pengaruh-pengaruh kemajuan teknologi yang tidak dibarengi dengan kesiapan mental siswa. 3. Siswa belum memaknai Pancasila sila ke tiga secara utuh, ini menjadi suatu hambatan yang nyata yang akan dialami oleh siswa di sekolah..
Developing Mushroom MSMEs (Micro, Small, and Medium enterprises) in Mangirejo Hamlet to Facilitate Community Empowerment in Maintaining Economic Stability Ihtiari Prastyaningrum; Hardiyanto, Denny; Mustikarini, Indriyana Dwi
Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi untuk Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Jember. Jl. Kalimantan No.37, Krajan Timur, Jemberlor, Kec. Sumbersari, Jember Regency, East Java 68121

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/instem.v2i1.844

Abstract

Small and medium-sized micro enterprises (UMKM) are one of the economic activities that can improve the economy of the community. The empowerment of UMKM as an attempt to improve the economy of the post-Covid 19 pandemic community was also carried out by the citizens of Dusun Mangirejo district of Saradan, Madiun district. The initial purpose of cultivating this mushroom was to create positive activities for mothers around the UMKM site. In addition, this activity is also expected to increase the input of the UMKM. The strategy used by UMKM managers is that they have not used labelling, product packaging and have not mastered design. The solution to be achieved is to use technology as a means of marketing, in addition to the labelling and peckaging of products to expand the product distribution market. Activities in the implementation of dedication include socialization of product labeling, product packaging design skills training, and socialisation of product marketing with media sosial. Results of activities show that socialization and training activities have a significant impact on UMKM Sido Lancar. This is evident in the ability of UMKM perpetrators to design simple logos, design product packaging labels, as well as their ability to promote through media sosial.
Creatif Craft, Media Latihan Motorik Lansia Prastyaningrum, Ihtiari; Maharani, Swasti; Mustikarini, Indriyana Dwi; Kholifah, Umi
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): EDISI DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v7i2.5429

Abstract

Human motor skills will decrease with age. It is very necessary to provide some exercises to maintain motor skills. Creative Craft is one of the activities that can be done to train motor skills. In this community service activity, we partnered with the Salimah Brotherhood. Salimah has an elderly school with several programs in it, one of which is motor training. The problem in motor training here is the lack of media and facilitators, therefore we offer to provide training in making lavender flower handicrafts made from plastic straws. The results of the training are lavender flower crafts which will later be exhibited at the Salimah bazaar. The activity was carried out using a demonstration and mentoring model, considering that the participants were elderly. This activity has a positive impact, where the elderly will have better trained motor skills, be more independent, more confident because they are old but can still be creative. Another positive impact is that the elderly are more motivated in living their lives because in the future they can create more works. In conclusion, this activity is very positive and can be used as a routine activity in seniors' schools. Because there are quite a lot of benefits in supporting the quality of life of the elderly.ABSTRAKKemampuan motorik manusia akan menurun seiring bertambahnya usia. Perlu sekali memberikan beberapa latihan untuk menjaga kemampuan motorik. Creatif Craft adalah salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk melatih kemampuan motorik. Pada kegiatan abdimas ini, kami bermitra dengan Persaudaraan Salimah. Salimah memiliki sekolah lansia dengan beberapa program di dalamnya, salah satunya adalah pelatihan motoric. Permasalahan dalam pelatihan motorik disini adalah kurangnya media dan fasilitator, oleh karena itu kami menawarkan diri untuk memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan bunga lavender berbahan sedotan plastik. Hasil pelatihan adalah kerajinan bunga lavender yang nantinya dipamerkan dalam bazar Salimah. Kegiatan dilaksanakan dengan model demonstrasi dan pendampingan, mengingat pesertanya adalah lansia. Kegiatan ini berdampak positif, dimana lansia akan lebih terlatih kemampuan motoriknya, lebih mandiri, lebih percaya diri karena dengan usia yang sudah senja namun masih dapat berkreasi. Dampak positif lainnya adalah para lansia lebih termotivasi dalam menjalani hidup karena kedepannya mereka dapat membuat karya-karya lain yang lebih banyak. Kesimpulannya, kegiatan ini sangat positif dan dapat digunakan sebagai kegiatan rutin di sekolah lansia. Karena kebermanfaatan yang cukup banyak untuk menunjang kualitas hidup para lansia.
Pengaruh penggunaan e-learning terhadap hasil belajar siswa pendidikan pancasila dan kewarganegaraan di SMK PGRI 1 Ngawi Merlian Ristama; Teja Insyaf Sukariyadi; Indriyana Dwi Mustikarini
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa pandemi ini teknologi digital tidak hanya berpengaruh pada perekonomian saja tetapi juga sangat berpengaruh besar pada pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Kualitas pembelajaran di tengah pendemi ini harus tetap dijaga agar semua berjalan dengan yang diinginkan. Berdasarkan pada hasil observasi di SMK PGRI 1 Ngawi, diketahui bahwa dalam kegiatan pembelajaran di masa pandemi ini guru mengajar menggunakan media e-learning (google classroom) agar memudahkan pada saat KBM (kegiatan belajar mengajar). Jenis penelitian yang digunakan yait penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas XI KGSP dan XI DPIB SMK PGRI 1 Ngawi yang berjumlah 40 siswa yang terdiri dari 20 siswa XI KGSP dan 20 siswa XI DPIB. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan angket (kuesioner) yang diberikan kepada siswa/siswi serta teknik analisi data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada siswa/siswi kelas XI SMK PGRI 1 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2021/2022, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan e-learning (google classroom) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran PPKn SMK PGRI 1 Ngawi Kabupaten Ngawi. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji coba a=5% thitung  -9,292 < -2,101   ttabel.
KEABSAHAN AKTA NOTARIIL TERHADAP JUAL BELI OBJEK LETTER C TANAH Permata, Anggelina Nadya; Mustikarini, Indriyana Dwi; Arrizal, Nizam Zakka
Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan Vol 13, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/rpt.v13i2.4026

Abstract

Permasalahan agraria merupakan permasalahan atau sengketa mengenai objek agraria yang sering terjadi yaitu sengketa mengenai kepemilikan hak atas tanahnya, termasuk di dalamnya adalah peralihan hak atas tanah melalui jual beli dengan objek tanah Letter C. Berdasarkan konteks tersebut, penulis akan membahas mengenai keabsahan akta notaris terhadap jual beli objek tanah letter c. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Penelitian memahami konsep keabsahan akta notaris terhadap objek tanah Letter C yang diteliti, kemudian menguraikan bahan-bahan hukum yang relevan yang telah diperoleh kemudian diklarifikasikan berdasarkan rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta jual beli dengan objek tanah Letter C dianggap sah apabila telah memenuhi syarat sahnya suatu perjanjian berdasarkan Pasal 1320 BW, dan dalam praktek jual beli objek tanah yang belum bersertipikat berdasarkan hukum adat telah memenuhi asas terang, tunai dan riil, serta dalam proses pendaftaran sertipikat untuk pertama kali harus melampirkan dokumen pelengkap. Kewenangan pembuatan Akta Jual Beli apabila objek tanah belum bersertipikat atau Letter C/Girik/Petok yang mayoritas berada di desa, maka akta jual beli dapat dibuat oleh PPAT Camat. Saran dalam penelitian ini adalah masyarakat yang akan atau ingin memperjualbelikan tanahnya, sebaiknya menghindari jual beli dengan akta di bawah tangan, hal ini akan mengakibatkan objek tanah tersebut rentan terjadi sengketa karena tidak memiliki bukti yang kuat untuk membuktikan kepemilikan hak atas tanahnya, alangkah lebih baik jual beli tanah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaran Melalui Strategi Everyone Is A Teacher Here Pratiwi, Meliana; Mustikarini, Indriyana Dwi; Rushandayani, Riana
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v14i2.20132

Abstract

 Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam mengikuti mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas VII B SMP Negeri 14 Madiun menggunakan strategi Everyone Is A Teacher Here. penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII/BSMP Negeri 14 Madiun sebanyak 32 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif untuk mengetahui peningkatan keaktifan peserta didik. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar pengamatan/catatan harian sebagai hasil dari observasi, dan dokumentasi. Catatan harian ini untuk mencatat semua kejadian selama proses penelitian berlangsung dan melakukan penilaian keaktifan peserta didik setiap siklusnya. Analisis data dilakukan dengan mereduksi,menyajikan,dan menyimpulkan hasil pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini berupa terjadinya peningkatan keaktifan peserta didik dalam megikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Tindakan yang dilakukan pada siklus I rata-rata presentase keaktifan sebesar 78,90% naik menjadi 86,71% pada siklus II dengan presentase kenaikan 6,25%. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah agar proses pembelajaran Pendidikan Pancasila selalu memanggunakan strategi  Everyone Is A Teacher Here dalam rangka untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Project-Based Learning Models to Analyze Citizenship Law in Legal Science Subject Dwi Mustikarini, indriyana; Harmawati, Yuni
Susbtantive Justice International Journal of Law Vol 7 No 2 (2024): Substantive Justice International Journal of Law
Publisher : Faculty of Law, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56087/substantivejustice.v7i2.291

Abstract

Citizenship law pertains to an individual’s membership within a political society. Acquiring citizenship involves the ability to claim rights and fulfill corresponding obligations. In parallel, the state also possesses rights and obligations toward its citizens. Globalization has significantly impacted the scope of Indonesian citizenship, resulting in certain rights and obligations not being fully accessible to citizens as mandated by the Constitution. The core issue addressed in this study is the analysis of students’ critical thinking skills through the application of project-based learning (PjBL) in the context of citizenship law. Students serve as the primary subjects of this research, as they are the central agents responsible for examining citizenship law, thereby enhancing their critical thinking abilities. The research aims to cultivate critical thinking in the process of designing legislative frameworks and reformulating Indonesian citizenship law. Critical thinking skills are essential for the development of citizenship law, as this legal domain addresses fundamental aspects of human identity and civil rights. Revisions to citizenship law can have widespread implications for individuals, society, and the state. The research employs both qualitative and quantitative descriptive methods. The findings indicate that project-based learning effectively fosters critical thinking in the context of designing and reformulating Indonesian citizenship law.