Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelatihan Optimalisasi Resiliensi Mengajar Guru Sekolah Dasar dengan Strategi Modifikasi Perilaku Prososial di Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang Ika Andrini Farida; Hanggara Budi Utomo; Raissa Dwifandra Putri; Syabiilah Azzahroh Widyatmoko Putri; Muhammad Aldwin Priyatama
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 3 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i3.5126

Abstract

The current disruptive era provides challenges for teachers to innovate so that it has an impact on the level of stress experienced by teachers. Prosocial behavior modification support needs to be provided so that teachers can become resilient. The purpose of this service is to explore the effectiveness of prosocial behavior modification to increase teaching resilience in schools. The location of the service activities at SDN 1 Tempurejo, Malang Regency. The service partners are elementary school teachers who are members of the KKG Gugus 7 Kalipare District, Malang Regency, totaling 48 people. The method used is Participatory Action Research and data analysis using t-test. The results of community service activities are the increased understanding of elementary school teachers' knowledge about how to apply prosocial behavior modification strategies to optimize teaching resilience. The results of the understanding of teacher resilience also showed an increase after the implementation of education and socialization conceptualized in the form of seminars. The implication of this activity is that the knowledge that has been obtained by elementary school teachers can be applied sustainably in overcoming various problems that arise in their daily work
Aku Cinta Damai, Aku Anak Indonesia!: Edukasi Pendidikan Perdamaian dan Toleransi berbasis Pancasila bagi Siswa SD melalui Media E-comic Helga Graciani Hidajat; Sumarmi Sumarmi; Raissa Dwifandra Putri; Retno Sulistiyaningsih; Laila Indra Lestari; Flavia Aurelia Hidajat
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5651

Abstract

Proses menghargai perbedaan orang lain dimulai dari proses berdamai dan menghargai diri sendiri. Setelah proses mengenal diri, berdamai dan memaafkan diri, seseorang bisa memahami perbedaan dan keunikan individu yang dihadapi. Permasalahan di SDN Sukoharjo 2 Malang adalah siswa kelas 4 SD susah untuk menerima kekurangan diri dan sulit berdamai dengan pengalaman yang menyakitkan. Siswa kelas 4 SD Negeri Sukoharjo 2 Malang juga susah menghadapi perbedaan dan sukar membaur dengan lingkungan sosial yang berbeda budaya. Siswa suka mencibir teman yang memiliki perbedaan suku, agama, ras, dan budaya. Siswa juga sukar menerima gagasan yang berbeda dari gagasan yang dimiliki. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi Pendidikan perdamaian dan toleransi berbasis Pancasila bagi siswa SD melalui media e-comic. Metode tahapan pengabdian Masyarakat ini adalah pemaparan e-comic terkait pendidikan perdamaian diri, pemaparan e-comic terkait perdamaian diri dengan orang lain, dan pemaparan e-comic terkait edukasi toleransi. Hasil edukasi Pendidikan perdamaian dan toleransi di SD Negeri Sukoharjo 2 Malang adalah siswa kelas 4 SD Negeri Sukoharjo 2 Malang memahami perlunya kesadaran untuk terus berdamai dengan diri sendiri dan meningkatnya pemahaman terkait toleransi terhadap perbedaan.
Perkembangan Bahasa dan Kemampuan Sosial pada Anak Speech Delay Heryanti, Amanda Putri; Yahman, Femas Arifin; Hermawati, Zahra Putri; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p530-538

Abstract

Children with speech delay disorders have difficulty expressing their language orally. This can cause difficulties for children to socialize and adapt to their environment. This research was carried out with the aim of exploring language development and social skills in speech delayed children. Literature review is the method used in writing this article. Based on the results of research conducted, results were obtained which showed that language development in speech delayed children tended to have less than perfect pronunciation of certain words and only responded to stimuli with non-verbal responses. The social skills of children who suffer from speech delays will have difficulty adapting to people in their immediate circle, especially in communicating. Factors that cause speech delay include the number of languages spoken, economic and social factors in the family, use of gadgets, and genetic factors. The handling strategies that can be carried out include guiding the child to speak in correct and appropriate language which is done repeatedly, paying attention to the words the child says when speaking, correcting his speech if the child makes mistakes in pronunciation, carrying out oral stimulation, and using the storytelling method as a stimulus to provoke children to talk. AbstrakAnak dengan gangguan speech delay memiliki kesulitan untuk menyatakan bahasanya secara lisan. Hal tersebut dapat menimbulkan kesulitan yang dialami anak untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Dilaksanakannya penelitian ini dengan tujuan untuk mengeksplorasi perkembangan bahasa dan kemampuan sosial pada anak speech delay. Literature review menjadi metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini. Bersumber pada hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa perkembangan bahasa pada anak speech delay cenderung memiliki pengucapan kata-kata tertentu yang kurang sempurna dan hanya merespon stimulus dengan respon non-verbal. Kemampuan sosial pada anak yang mengidap terlambat berbicara akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan orang-orang di lingkup terdekatnya khususnya dalam berkomunikasi. Faktor penyebab speech delay meliputi banyaknya bahasa yang digunakan, faktor ekonomi dan sosial keluarganya, penggunaan gadget, dan faktor genetik. Adapun strategi penanganan yang bisa dilakukan diantaranya menuntun anak untuk berbicara dengan bahasa yang benar dan tepat yang dilakukan berulang kali, memperhatikan kata yang diucapkan anak ketika berbicara, mengoreksi ucapannya jika anak mengalami kekeliruan dalam penyebutan, melakukan stimulasi oral, dan menggunakan metode bercerita sebagai stimulus untuk memancing anak berbicara.
Pentingnya Peran Lingkungan dalam Perkembangan Sosioemosional pada Anak Usia Middle Childhood Purba, Julia; Sharon, Sofia Ruth; Al Faza, Rajendra Ahmad Dhafin; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p545-553

Abstract

The socio-emotional development of children in middle childhood is a crucial stage influenced by family, school, and peer environments. During this period, children begin to show significant improvements in social and emotional abilities and start to understand more complex social concepts such as friendship, conflict, and cooperation. This study aims to explore how various environmental aspects affect the socio-emotional maturity of children during this stage. Through a literature review of various research sources from the past ten years (2014-2024), it was found that secure attachment with parents, especially fathers, plays a significant role in the development of a child's self-esteem. A positive school environment and good relationships between students and teachers support better self-regulation and self-concept, while conflicts with teachers can disrupt a child's self-regulation. Reciprocal friendships among peers contribute to increased self-esteem and empathy. A supportive home environment and positive parenting also play a role in the consistent development of empathy. The conclusion of this study underscores the importance of positive relationships and consistent support from parents, teachers, and peers in shaping the socio-emotional development of children during middle childhood. AbstrakPerkembangan sosioemosional anak usia kanak-kanak menengah merupakan tahap penting yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan teman sebaya. Pada tahap ini, anak-anak mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan sosial dan emosional, serta mulai memahami konsep sosial yang lebih kompleks seperti persahabatan, konflik, dan kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai aspek lingkungan mempengaruhi kematangan sosio emosional anak pada periode ini. Melalui tinjauan literatur dari berbagai sumber penelitian dalam sepuluh tahun terakhir (2014-2024), ditemukan bahwa keterikatan yang aman dengan orang tua, terutama ayah, berperan besar dalam perkembangan self-esteem anak. Lingkungan sekolah yang positif dan hubungan yang baik antara siswa dan guru mendukung regulasi diri dan konsep diri yang lebih baik, sementara konflik dengan guru dapat mengganggu regulasi diri anak. Teman sebaya yang memiliki hubungan persahabatan timbal balik berkontribusi pada peningkatan self-esteem dan empati. Lingkungan rumah yang mendukung dan pengasuhan positif juga berperan dalam perkembangan empati yang konsisten. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya hubungan yang positif dan dukungan konsisten dari orang tua, guru, dan teman sebaya dalam membentuk perkembangan sosioemosional anak pada masa kanak-kanak menengah.
Peran Workplace Well-Being dalam Meningkatkan Work Engagement pada Karyawan Di PT X Siswantoro, Gigo Bimby; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i12025p21-34

Abstract

Work engagement is an important aspect that employees should possess, as it is one of the factors that can make a company productive. PT X is a growing cigarette distribution company. PT X has significant development potential due to the increasing number of tobacco product users. Therefore, the work engagement of employees is crucial to support productivity at PT X. Workplace well-being is a predictor of work engagement. Thus, this study aims to examine the role of workplace well-being in enhancing work engagement among employees at PT X. This research uses a quantitative method with purposive non-random sampling as the sampling technique. A total of 65 participants, all employees of PT X, were involved in this study. The research instruments used include the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) to measure work engagement and the Workplace Well-being Questionnaire (WWQ) to measure workplace well-being. The results show that workplace well-being plays a role in increasing work engagement among employees at PT X, contributing 42.1%. This finding can provide valuable insights for the company to improve employee work engagement through workplace well-being. AbstrakWork engagement merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh karyawan. Sebab salah satu hal yang dapat membuat perusahaan menjadi produktif salah satunya karena work engagement karyawan. PT X merupakan salah satu perusahaan distribusi rokok yang sedang berkembang. PT X memiliki banyak potensi pengembangan perusahaan dikarenakan adanya peningkatan pengguna produk hasil tembakau. Sehingga perlunya work engagement yang dimiliki karyawan untuk mendukung produktivitas bagi PT X. Workplace well-being ditemukan menjadi prediktor dari work engagement. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran workplace well-being dalam meningkatakan work engagement pada karyawan PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel ialah purposive non-random sampling. Total partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebesar 65 partisipan yang merupakan karyawan PT X. Instrumen penelitian yang digunakan berupa Utrecht Work Engagement Scale (UWES) untuk mengukur variabel work engagement dan Workplace Well-being Questionnaire (WWQ) untuk mengukur variabel workplace well-being. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran workplace well-being dalam meningkatkan work engagement pada karyawan di PT X, dengan kontribusi yang diberikan sebesar 42,1%. Sehingga hal ini dapat menjadi masukan bagi perusahaan untuk dapat meningkatkan work engagement karyawan melalui workplace well-being.
Eksplorasi Konsep Psikologi Kepribadian: Pengembangan Video Animasi Sebagai Media Pembelajaran Putri, Raissa Dwifandra; Lestari, Laila Indra; Hidajat, Helga Graciani; Ubaidillah, Aan Fardani
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i3.2202

Abstract

Pengembangan media pembelajaran sangat penting di era teknologi saat ini. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, inovasi pembelajaran berbasis teknologi perlu dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu contohnya adalah media pembelajaran berbasis multimedia, yang bermanfaat dalam membantu siswa mengatasi keterbatasan memori kerja. Visualisasi seperti animasi dapat memudahkan siswa memahami informasi yang kompleks, misalnya dalam mata kuliah Psikologi Kepribadian, yang memiliki banyak konsep dan teori yang perlu dipahami mahasiswa . Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi yang mampu membantu mahasiswa dalam memahami teori psikologi kepribadian dengan lebih sederhana. Metode yang digunakan oleh peneliti berupa metode penelitian dan pengembangan (Research & Development; R & D), dengan model 4D (define, design, develop, dan disseminate). Subjek dari penelitian ini ialah mahasiswa S1 Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang dengan objek penelitian ialah mata kuliah Psikologi Kepribadian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner uji validasi media pembelajaran. Hasil uji ahli (1 ahli media dan 2 ahli materi) hingga hasil uji coba pemakaian pada 33 mahasiswa mendapatkan persentase > 81%. Hal ini menunjukkan video animasi yang dikembangkan untuk pembelajaran mata kuliah Psikologi Kepribadian secara media maupun materi memenuhi standar kualitas yang baik dan sangat layak untuk digunakan. Video pembelajaran yang dirancang khusus untuk mata kuliah Psikologi Kepribadian ini menggunakan pendekatan visual dan auditory yang membantu mahasiswa memahami konsep-konsep kepribadian yang abstrak dengan lebih jelas. Selain itu, vídeo pembelajaran ini juga memberikan fleksibilitas belajar yang dapat membantu mahasiswa mengelola waktu dan kecepatan belajar sesuai kebutuhan masing-masing
Peran Dukungan Sosial dalam Memediasi Cognitive Reappraisal dan Resiliensi pada Dewasa Awal Putri, Raissa Dwifandra; Masfufah, Ulfa; Farida, Ika Andrini
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v10i1.14436

Abstract

Early adulthood is considered one of life's most critical stages. This is because, during this stage, individuals will face a variety of life transitions, making the ability to recover and adapt to difficult situations essential. This term is known as resilience. This study explored the role of social support as a mediator in the relationship between cognitive reappraisal and resilience in young adults. A quantitative method with mediation analysis was used. The study involved 241 participants in early adulthood (18-30 years old) (M = 22.06). The results showed a positive relationship between the use of cognitive reappraisal and resilience (r = 0.802; p .001). Furthermore, social support can mediate the relationship between the use of cognitive reappraisal and resilience (β = 0.598, p .001). It can be concluded that strategy to increase resilience in young adults can be strengthened through the optimization of cognitive reappraisal and social support. Dewasa awal merupakan salah satu tahapan yang dinilai cukup kritis. Hal ini dikarenakan pada tahap ini, individu akan menghadapi transisi kehidupan yang cukup beragam, sehingga kemampuan individu untuk bangkit dan adaptif dari keadaan sulit diperlukan pada tahapan ini. Istilah ini dikenal dengan nama resiliensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi peran dukungan sosial sebagai mediator dalam hubungan cognitive reappraisal dengan resiliensi pada individu dewasa awal. Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan analisis mediasi. Penelitian ini melibatkan partisipan yang berada pada tahap dewasa awal (18 – 30 tahun) sejumlah 241 orang (M = 22,06). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara penggunaan cognitive reappraisal dan resiliensi (r = 0,802; p .001). Selanjutnya, dukungan sosial dapat berperan dalam memediasi hubungan antara penggunaan cognitive reappraisal dan resiliensi (β = 0,598, p .001). Dapat disimpulkan bahwa peningkatan resiliensi pada individu dewasa awal dapat diperkuat melalui optimalisasi penggunaan cognitive reappraisal dan dukungan sosial.
LANSCAPE SELF LOVE: Edukasi Seksualitas dan Edukasi Self-Love pada Siswa Sekolah Dasar Melalui E-Comic: LANSCAPE SELF LOVE: Sexuality Education and Self-Love Education for Elementary School Students Through E-Comics Hidajat, Helga Graciani; Putri, Raissa Dwifandra; Putri, Paramytha Magdalena Sukarno; Novianti, Ranti
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 7 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i7.8588

Abstract

One of the developmental tasks of elementary school students is to be able to care for their sexual and mental health. The empirical problem faced by students at SD Negeri Mergosono 03 is that elementary school students do not yet have an understanding of sexual health, plus the challenge of adapting to body changes due to puberty and other sexuality problems. Mergosono 03 Public Elementary School students also have the problem of low self-love, characterized by feelings of inferiority, and difficulty accepting their strengths and limitations. Sexuality and mental health education related to self-love is still not found in this school. Partners also need this education. Therefore, the proposer developed the LANSCAPE SELF LOVE program: Sexuality education and self-love education for elementary school students through e-comics to address partners' problems and needs. This program is carried out through 4 stages: e-comic development, sexuality education, self-love education, and the dynamics of self-analysis related to self-strengths and limitations. This community service can increase students' understanding of sexuality and mental health.