Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI MASYARAKAT DAN HUKUM TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI DESA SEMUTAI KECAMATAN MUKOK KABUPATEN SANGGAU Fety Novianty; Yuliananingsih Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Edisi Juni 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i1.4894

Abstract

Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat dan Hukun Terhadap Pernikahan Dini di Desa Semutai Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau’’. Fokus penelitian ini ingin mengkaji secara intens mengenai Persepsi Masyarakat Terhadap Pernikahan Dini. Selanjutnya Fokus penelitian ini merumuskan beberapa sub masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini? 2) Bagaimana persepsi hukum terhadap pernikahan dini?Tujuan umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang; persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini, dan persepsi hukum terhadap pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kulitatitf dengan bentuk penelitian yurisdis normatif. Informan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat  dan tokoh masyarakat di Desa Semitau. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi langsung, dan studi dokumenter. Sedangkan alat pengumpulan data yaitu pedoman wawancara, dan dokumentasi.
Harmonization of Indonesia-Malaysia border communities based on socio-culture Azwar, Idham; Novianty, Fety; Yuliananingsih, Yulianingsih
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v21i1.68478

Abstract

Harmonizing the border society between Indonesia and Malaysia based on their socio-cultural similarities presented an exciting exploration into the social and cultural dynamics that formed the relationship between these neighboring countries. This study explored the complex interactions of traditions, faiths, and practices that fostered cross-border unity and cooperation and highlighted the socio-cultural foundations that bind these communities together. The research was conducted in the border area between Indonesia and Malaysia, especially at Aruk Village, Sajingan Besar District, Sambas Regency. The method used in this research is phenomenology with the qualitative approach. The research findings indicated that the community at Aruk Village collectively managed the forests and natural resources. There were several cultural similarities among the Dayak Ethnic, Bidayu Sub-ethnic, and Melayu Ethnic who stayed in the Aruk Village area. This research highlighted local ideologies' role in strengthening social togetherness. Local wisdom, a binding force, was found to contribute significantly to the prosperity of the society, instilling a sense of optimism about the future of these communities. The harmonization of the border society between Indonesia and Malaysia showed the cognation of those residing in Aruk Village, Indonesia, with those residing in Serawak, Malaysia.
FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENAMPUNG DAN MENYALURKAN ASPIRASI MASYARAKAT DESA SAGU KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS DITINJAU DARI PERMENDAGRI NOMOR 110 TAHUN 2016 M., Yuliananingsih; Novianty, Fety; Gusniarti, Nia
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7395

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan informasi serta kejelasan objektif mengenai fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa Sagu Kecamatan Galing Kabupaten Sambas ditinjau dari Permendagri Nomor 110 tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan bentuk yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat belum terlaksana dengan maksimal. BPD belum maksimal dalam pelaksanaannya tugas dan fungsinya dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia, kondisi masyarakat kurang memahami keberadaan BPD, dan dikarenakan BPD itu sendiri tidak memiliki kantor kesekretariatan.
PERAN GURU PPKn DALAM MENANGGULANGI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PONTIANAK Novianty, Fety; Octavia, Erna; Andriani, Uray
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Peran guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. 2) Faktor-faktor apa saja penyebab terjadinya perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. 3) Hambatan apa saja yang dialami guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negtaif siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, dan teknik documenter. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik dalam menganalisis data dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, display atau penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran Guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak yaitu peran sebagai pembimbing, peran sebagai komunikator, peran sebagai model dan agen moral. Mengenai faktor penyebab terjadinya perilaku negatif siswa yaitu terdiri dari faktor internal dan eksternal, kemudian hambatan yang dialami guru dalam menanggulangi perilaku negatif siswa yaitu kurangnya kesadaran peserta didik, kurangnya pengetahuan peserta didik mengenai akibat kenakalan yang dilakukan, pergaulan peserta didik dengan teman yang nakal dan kurangnya pengawasan serta perhatian orang tua
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X B DI SMA NEGERI 1 BEDUAI KABUPATEN SANGGAU Vita Nola, Ester; Hasanah, Sitti Uswatun; Novianty, Fety
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8379

Abstract

Penelitian ini berjudul Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournamen (TGT) Dalam Meningkatkan Hasi Belajar Siswa Kelas X B di SMA Negeri 1 Beduai Kabupaten Sanggau . penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui dua siklus. Disetiap tahap pada siklusnya terbagi menjadi empat,yaitu: perencanaan , pelaksanaan, observasi, refleksi. Yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa, dimana pada siklus 1 nilai rata-rata siswa berada pada 48,48% pada siklus 2 nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan sebanyak 90,90%. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT menjadi salah satu opsi yang baik bagi keberlangsungan pembelajaran, pada saat melakukan wawancara, rata-rata siswa meberikan respon yang positif mengenai model pembelajaran ini, pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa lebih cepat memahami materi yang diajarkan. Hanya saya penggunaan model pembelajaran ini memerlukan waktu yang lebih banyak dalam proses pembelajarannya, dikarenakan terdapat permainan disetiap sesi akhir materi. Sehingga guru diharapkan dapat membagi waktu dalam penyampaian materi sesuai dengan indicator pencapaian kopetensi.
NASIONALISME SISWA PERBATASAN: SIKAP EKONOMI PARSIAL DAN PERGULATAN IDENTITAS BUDAYA DI SMA NEGERI 1 SEKAYAM Nurhadianto Nurhadianto; Sulha; Sitti Uswatun Hasanah; Yuliananingsih; Fety Novianty; Hana Mauludea; Sumantri
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.10599

Abstract

Program pengabdian di SMA Negeri 1 Sekayam, perbatasan Indonesia–Malaysia, menanggapi sikap ekonomi parsial dan konflik identitas budaya siswa akibat pengaruh lintas batas. Solusinya melalui lokakarya nasionalisme kontekstual dan penguatan pendidikan kewarganegaraan berbasis lokalitas secara edukatif-partisipatoris bagi siswa di wilayah perbatasan. Tujuannya adalah menanamkan nasionalisme yang berakar pada kesadaran kritis siswa sebagai warga negara di wilayah perbatasan. Metode pelaksanaan PKM dilakukan secara sistematis melalui tahap persiapan dan analisis kebutuhan, perencanaan penyusunan modul nasionalisme kontekstual berbasis isu lokal perbatasan, serta pelaksanaan lokakarya interaktif dan studi kasus dinamika lintas batas. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan melalui proyek aksi literasi kebangsaan dan diakhiri evaluasi menggunakan testimony tertulis. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi tantangan nasionalisme di wilayah perbatasan, memahami relasi antara kebutuhan ekonomi dan identitas kebangsaan, serta mengartikulasikan nilai-nilai kebangsaan secara lebih reflektif dan kontekstual.
PERAN GURU PPKn DALAM MENANGGULANGI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PONTIANAK Fety Novianty; Erna Octavia; Uray Andriani
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Peran guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. 2) Faktor-faktor apa saja penyebab terjadinya perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. 3) Hambatan apa saja yang dialami guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negtaif siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, dan teknik documenter. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik dalam menganalisis data dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, display atau penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran Guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak yaitu peran sebagai pembimbing, peran sebagai komunikator, peran sebagai model dan agen moral. Mengenai faktor penyebab terjadinya perilaku negatif siswa yaitu terdiri dari faktor internal dan eksternal, kemudian hambatan yang dialami guru dalam menanggulangi perilaku negatif siswa yaitu kurangnya kesadaran peserta didik, kurangnya pengetahuan peserta didik mengenai akibat kenakalan yang dilakukan, pergaulan peserta didik dengan teman yang nakal dan kurangnya pengawasan serta perhatian orang tua
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X B DI SMA NEGERI 1 BEDUAI KABUPATEN SANGGAU Ester Vita Nola; Sitti Uswatun Hasanah; Fety Novianty
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.8379

Abstract

Penelitian ini berjudul Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournamen (TGT) Dalam Meningkatkan Hasi Belajar Siswa Kelas X B di SMA Negeri 1 Beduai Kabupaten Sanggau . penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui dua siklus. Disetiap tahap pada siklusnya terbagi menjadi empat,yaitu: perencanaan , pelaksanaan, observasi, refleksi. Yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa, dimana pada siklus 1 nilai rata-rata siswa berada pada 48,48% pada siklus 2 nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan sebanyak 90,90%. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT menjadi salah satu opsi yang baik bagi keberlangsungan pembelajaran, pada saat melakukan wawancara, rata-rata siswa meberikan respon yang positif mengenai model pembelajaran ini, pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa lebih cepat memahami materi yang diajarkan. Hanya saya penggunaan model pembelajaran ini memerlukan waktu yang lebih banyak dalam proses pembelajarannya, dikarenakan terdapat permainan disetiap sesi akhir materi. Sehingga guru diharapkan dapat membagi waktu dalam penyampaian materi sesuai dengan indicator pencapaian kopetensi.
The Role of Teachers in Developing Student Profiles Pancasila At Mts Al Irsyad Pontianak Yuliananingsih M.; Fety Novianty; Sitti Uswatun Hasanah
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 1 Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9022

Abstract

The purpose of this study is to find out the role of teachers in developing Pancasila Student Profiles at MTs Al Irsyad Pontianak. The methods used in this study are qualitative methods, with the form of descriptive research, and the data collection techniques are direct communication techniques and documentation techniques. Based on the results of the study, it shows that the role of teachers in the Development of Pancasila Student Profiles has been implemented. The role of teachers in developing the Pancasila Student Profile in schools is very important because teachers are direct guides and examples in shaping student character. Because the teacher plays the role of; role models, facilitators, motivators, guides, directs, and drives multicultural education and applies in learning, creating an inclusive and democratic environment, encouraging engagement in social activities, evaluation and value reinforcement.
The Effectiveness of Classroom Management in the Learning Process: A Study of Pancasila and Citizenship Education Teachers in Grade X at SMA Negeri 2 Sekayam Fety Novianty; Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10865

Abstract

This study aimed to analyze the implementation of classroom management in the learning process of Pancasila and Civic Education (PPKn) and to identify the factors influencing its implementation in Grade X at SMA Negeri 2 Sekayam. A quantitative method with an associative approach was employed. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. The sample consisted of 100 students selected from a population of 240 students. Data were analyzed using percentage analysis techniques. The findings revealed that the implementation of classroom management by PPKn teachers in Grade X at SMA Negeri 2 Sekayam, Sanggau Regency, achieved an average score of 86.18%, which falls into the “Effective” category. The study also showed that the effectiveness of PPKn learning is strongly influenced by teachers’ ability to manage the learning environment, organize students, and foster positive learning interactions. Furthermore, classroom management practices are affected by both internal and external factors. Internal factors include teachers’ competence and readiness, while external factors involve school conditions and the development of Pancasila and Civic Education learning.