Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENERAPAN AKAD SALAM DALAM JUAL BELI ONLINE PADA KENDARI MUSLIM STORE DITINJAU DARI HUKUM ISLAM Jayanti, Mira; Sakkirang, Sriwaty; Nur, Jabal
Fawaid : Sharia Economic Law Review Vol 2 No 1 (2020): Fawaid: Sharia Economic Law Review
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/flr.v2i1.2908

Abstract

Artikel ini  membahas tentang penerapan akad salam dalam jual beli on line pada kendari muslim store ditinjau dari hukum Islam, penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimanakah transaksi jual beli dengan akad salam secara online (ecommerce) di Kendari Muslim Store? bagaimanakah tinjaan hukum Islam terhadap akad salam secara online (e-commerce) di Kendari Muslim Store?. Hubungan para pihak didalam perjanjian akad salam secara online (melalui electro commerce) sama saja dengan perjanjian akad salam seperti biasanya. Namun, akad salam dalam electro commerce tidak ada temu-muka diantara pembeli dan penjual, hanya saja pelaku akad dipertemukan dalam satu situs jaringan internet. Didalam syari'at Islam suatu akad jual beli diperbolehkan untuk melakukan akad dengan menggunakan tulisan (surat) dengan syarat bahwa kedua belah pihak tempatnya saling berjauhan atau pelaku akad bisu, untuk kesempurnaan akad disyaratkan hendaknya orang lain yang dituju oleh tulisan itu mau membaca tulisan itu. Sementara pedagang secara konvensional beralih kesistem online. Ini hanyalah salah satu cara mempermudah jalannya transaksi jual beli dimana pelaku akad saling berjauhan tempat dan tidak memungkinkan untuk hadir dalam satu majelis (tempat). Seperti yang terjadi di Kendari Muslim Store yang awal mulanya merupakan sebuah toko konvensional kemudian beralih ke jual beli dengan sistem online, dimana produknya-produknya diaplikasikan melalui internet sehingga orang-orang yang berminat dengan produk-produknya dapat secara langsung dapat melihatnya disebuah situs internet. Tinjauan hukum Islam terhadap akad salam dengan sistem online dapat disimpulkan bahwa akad salam online diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti riba, kezaliman, penipuan, kecurangan, dan sejenisnya serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat didalam jual beli. Akad salam dengan sistem online yang dilakukan oleh Kendari Muslim Store belum memnuhi akad salam dalam syariat Islam. Dalam hal ini termasuk dalam akad salam dengan menggunakan pembayaran full diawal. Seharusnya dalam akad salam tidak membayar full, tetapi akad salam hanya membayar uang muka (DP).
PRAKTEK TUKANG PARKIR LIAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM STUDI KASUS DI BARUGA KOTA KENDARI Andriani, Enik; Diab, Ashadi L; Nur, Jabal
Fawaid : Sharia Economic Law Review Vol 2 No 2 (2020): Fawaid: Sharia Economic Law Review
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/flr.v2i2.2972

Abstract

Salah  satu  prasarana  kota  yang  harus  disediakan  oleh  pemerintah daerah sebagai  pengelolah  kawasan  perkotaan  adalah  menyediakan  prasarana parkir, prasarana  di  sini  merupakan  kondisi  sebelum  suatu  sarana  yang  ada harus dipenuhi secara logis. Peningkatan jumlah kendaraan pribadi di Pasar Baruga Kota Kendari harus menjadi    pertimbangan Pemerintah Daerah dalam menyediakan prasarana parkir yang memadai. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan tukang parkir liar di Pasar Baruga Kota Kendari dan mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap praktek tukang parkir liar di Pasar Baruga Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis datanya diawali dengan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Adapun pengecekan keabsahan datanya menggunakan trianggulasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa penelitian praktek tukang parkir liar di Pasar Baruga Kota Kendari bahwa parkir tersebut merupakan parkir resmi karena telah diberi izin dan disetujui oleh pemerintah dan rujukan pengelolaan parkir di Pasar Baruga adalah PERDA No. 23 tahun 2004 dan SK Walikota No.16 akan tetapi peraturan tersebut tidak diindahkan dan lebih banyak menggunakan pungli atau pungutan liar. Adapun  praktik tukang parkir liar di Pasar Baruga Kota Kendari Kecamatan Baruga Kota Kendari jika ditinjau dari maslahah mursalah bahwa dalam praktik liar tersebut ada yang memberi manfaat dan ada yang tidak, diantara yang memberi manfaat adalah seperti membantu mengatur motor apabila terjadi kemacetan, membantu membersihkan pasar untuk tempat parkir, mengangkat dan menjaga barang para pengguna parkir dan bertanggung jawab apabila terjadi kehilangan.
Aplikasi Pembelajaran Biologi Berbasis Augmented Reality pada Materi Tumbuhan untuk Siswa Kelas XI Nur, Jabal; Israwan, LM. Fajar; Ardyanti, Asni
JURNAL INFORMATIKA Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Informatika
Publisher : Informatics Engineering Department, Dayanu Ikhsanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jiu.v14i2.2536

Abstract

The rapid development of digital technology in the past decade has driven transformation across various sectors, including education. One emerging technology with strong innovative potential is Augmented Reality (AR), which enables the integration of virtual objects into real environments in real time. Although AR has been widely applied in industry, entertainment, healthcare, and gaming, its implementation in high-school biology learning remains limited. As a result, learning activities tend to be conventional, rely heavily on textbooks, and offer limited visualization of biological objects. This study aims to develop an AR-based biology learning application focused on plant structure materials for Grade XI students, supporting teachers in presenting three-dimensional models of leaf, stem, root, flower, and seed tissues. The research employed the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) consisting of six stages: concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution. Application development utilized Unity for system programming and Blender 3D for three-dimensional object modeling. The results indicate that the application successfully detects markers through a device camera and displays plant 3D models interactively in real time. The implementation of AR increases student engagement, enhances visual representation, and facilitates understanding of abstract biological concepts.
QAWA’ID AL-TAFSIR HUBUNGANNYA DENGAN BAHASA ARAB (Kaidah-Kaidah Dasar yang Harus Dikuasai Dalam Pembelajaran Tafsir) Nur, Jabal
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.302

Abstract

Qawaid al-Tafsir merupakan salah alat bantu untuk memahamimakna firman Allah swt. Menurut Imam al-Zarwaniy dikutip oleh Al-Zarqaniy mengatakan bahwa bagi seorang mufassir yang tidakmemenuhi syarat-syarat seorang mufassir (memahami ( قواعد التفسيرproduk tafsirnya dikategorikan kepada produk tafsir terendah, bahkanbelum bisa disebut tafsir.Qawaid al-tafsir sangat berkaitan erat dengan beberapakaidah bahasa Arab yang dapat membantu penafsiran al-Quran. Olehsebab itu penguasaan terhadap kaidah-kaidah kebahasaan itu harusdikuasai, sehingga penafsiran al-Quran mendekati makna yang akuratdan dapat dipertanggungjawabkan.Kata Kunci: Qawaid al-tafsir, bahasa Arab.
KONSEP NADZARIYYAH ALWIHDAH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Nur, Jabal
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i1.399

Abstract

AbstrakTulisan ini memuat tentang “ Konsep Nadzariyyah al-WihdahDalam Pembelajaran Bahasa Arab ”. Nadzariyyah al-wihdahadalah konsep pembelajaran bahasa arab yang mengharuskanempat kemahiran diajarkan sekaligus dalam satu kalipertemuan, satu guru, satu kurikulum dengan alokasi waktu yangsama. Nadzariyyah al-Wihdah memiliki kelebihan-kelebihan darisisi psikologis (al-asās al-nafsi), pedagogis (al-asās al-tarbawi)dan linguistik (al-asās al-lughawi), tetapi juga memilikibeberapa kekurangan. Dalam tulisan ini juga dikemukakanilustrasi yang sederhana penerapan konsep Nadzariyyah alwihdahdalam pembelajaran bahasa arab.Kata Kunci: Nadzariyyah al-wihdah, pembelajaran bahasa arab.
Justice for Women in Divorce Cases before the Religious Courts of Southeast Sulawesi: Feminist and Legal Pluralist Perspectives Hakim, Guswan; Heryanti, Heryanti; Nur, Jabal; Suwarti, Suwarti; Abdul Jalil, Siti Misnar
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 10 No. 2 (2026): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/j0wnq570

Abstract

This study examines the legal construction of contested divorce within Indonesia's Religious Court system through the analytical lenses of feminist legal theory and legal pluralism. It argues that contested divorce represents the institutional adaptation of Islamic family law within the national legal system and has significant implications for women's legal rights and access to justice. Employing an empirical legal research approach, the study integrates the analysis of legal norms with the realities of judicial practice in the Religious Courts of Southeast Sulawesi. The research draws upon feminist legal theory and legal pluralism as its principal theoretical frameworks. Data were collected through document analysis and semi-structured interviews. Documentary sources included Religious Court divorce statistics, statutory regulations, judicial decisions, scholarly books, and peer-reviewed journal articles, while interviews were conducted with Religious Court judges and legal scholars from universities in Southeast Sulawesi. The findings demonstrate that the increasing prevalence of contested divorce reflects women's growing legal consciousness and their willingness to assert their rights through formal judicial mechanisms.  Women increasingly utilize legal institutions to challenge unequal or harmful marriages, indicating that the Religious Court system has become a more accessible avenue for seeking justice. Contested divorce may be understood as a positive indicator of expanding access to justice. From the perspective of Islamic law, the institutionalization of contested divorce represents a process of normative adaptation through which the Religious Courts have reinterpreted classical Islamic legal principles in light of contemporary demands for justice, legal protection, and gender equality. Viewed through the framework of legal pluralism, the study further finds that contested divorce emerges from the interaction among state law, Islamic law, and customary (adat) law.