Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN INTENSITAS & UNSUR PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA DI SMP SANTO BELLARMINUS BEKASI Saegaert, Marbella Valemouren; Daryati, Elisabeth Isti; Pasaribu, Jesika
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6367

Abstract

Latar Belakang: Media sosial kini menjadi wadah utama bagi remaja dalam berkomunikasi dan mencari hiburan. Namun, penggunaan yang berlebihan berpotensi memengaruhi perkembangan kecerdasan emosional mereka. Kecerdasan emosional sendiri memiliki peran penting dalam kemampuan individu untuk mengenali, mengelola, serta mengekspresikan emosi secara tepat, sekaligus membangun relasi sosial yang sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas dan unsur penggunaan media sosial dengan kecerdasan emosional pada remaja. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 135 siswa kelas VIII dan IX yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kecerdasan emosional (33 item), intensitas penggunaan media sosial (5 item), dan unsur penggunaan media sosial (7 item) yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau-c. Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial yang sering (68,1%), unsur penggunaan media sosial tergolong baik (64,4%), dan tingkat kecerdasan emosional sedang (61,5%). Terdapat hubungan bermakna antara intensitas penggunaan media sosial (p=0,035) dan unsur penggunaan media sosial (p=0,018) dengan kecerdasan emosional. Kesimpulan: Intensitas dan kualitas penggunaan media sosial berpengaruh terhadap kecerdasan emosional remaja. Penggunaan yang bijak dan terarah dapat mendukung perkembangan emosional, sedangkan penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Pengaruh Video Animasi terhadap Pengetahuan tentang Pencegahan Skabies pada Anak Panti Rehabilitasi Zahra Diba; Theresia Budi Lestari; Jesika Pasaribu
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.18051

Abstract

ABSTRACT Skin infection scabies often occurs among individuals in densely populated environments with high interpersonal contact, such as rehabilitation centers housing children from correctional facilities. Scabies infection can be prevented with good personal and environmental hygiene practices. Adequate knowledge is crucial for the prevention and management of scabies infections. This study aims to analyze the influence of health promotion using animated video media in increasing the knowledge of rehabilitated children regarding the prevention and management of scabies. This study employs a pre-experimental design with a one-group Pre-test–Post-test approach. The study sample consisted of 50 respondents, selected using the total sampling technique. Research instruments included animated videos and a knowledge questionnaire. Data collection was conducted in June 2023, with a Pre-test administered before providing the animated video and a Post-test given after a 15-day interval. Data analysis was performed using the Wilcoxon test. The majority of respondents had a high school education or equivalent (54%). There was a significant increase in knowledge between the Pre-test (median: 16.50) and the Post-test (median: 19.00). The minimum Pre-test score rose from 2 to 11 in the Post-test. Bivariate analysis showed significant results, with a p-value of 0.000 (0.05). Animated videos are effective in increasing knowledge about scabies. This study is expected to serve as a media choice for health promotion related to scabies prevention. Keywords: Adolescents, Animated Video, Health Promotion, Scabies  ABSTRAK Infeksi kulit skabies sering terjadi di lingkungan padat dengan kontak interpersonal tinggi, seperti panti rehabilitasi yang dihuni oleh anak-anak dari lembaga pemasyarakatan. Pencegahan infeksi skabies dapat dilakukan melalui praktik kebersihan diri dan lingkungan yang baik. Peningkatan pengetahuan tentang skabies sangat penting untuk mengurangi risiko dan penyebaran infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh promosi kesehatan menggunakan video animasi dalam meningkatkan pengetahuan anak-anak di panti rehabilitasi tentang pencegahan dan penanganan skabies. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan rancangan one group Pre-test–Post-test, melibatkan 50 responden yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan pada Juni 2023 melalui Pre-testsebelum penayangan video animasi, dan Post-test dilakukan 15 hari setelah penayangan video animasi pada responden yang sama. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dari median 16,50 pada Pre-test menjadi 19,00 pada Post-test, dengan nilai p-value yang sangat signifikan (0,000). Penemuan ini menegaskan bahwa video animasi efektif sebagai alat untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan skabies di kalangan anak-anak panti rehabilitasi. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Remaja, Skabies, Video Animasi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI HIPERBILIRUBINEMIADI RUANG NICU RS X Syamsilawati, Lissie Dwi; Daryati, Elisabeth Isti; Pasaribu, Jesika
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruam popok merupakan masalah kulit yang sering terjadi pada bayi hiperbilirubinemia yang menjalani perawatan di NICU dengan fototerapi. Kondisi ini dipengaruhi oleh sensitivitas kulit bayi, kontak dengan urin atau feses, serta paparan sinar fototerapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ruam popok pada bayi hiperbilirubinemia di NICU RS X. Penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 137 bayi yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia gestasi dengan kejadian ruam popok pada bayi hiperbilirubinemia dengan nilai p = 0,046, dan frekuensi BAB bayi > 4 x dengan hasil uji p = 0,015. Sementara itu, usia bayi (p = 0,363), lama Fototerapi  (p = 0,414). Kesimpulan bahwa faktor usia gestasi dan frekuensi BAB bayi > 4 x/hari merupakan faktor yang berhubungan dengan timbulnya ruam popok pada bayi dengan hiperbilirubinemia, Penelitian ini diharapkan perawat lebih memperhatikan bayi hiperbilirubin, yang lahir pada usia gestasi kurang dari 37 minggu dan frekuensi BAB lebih dari 4x/ hari selama menjalani fototerapi, dengan menjaga kebersihan daerah genetalia dan bokong bayi.
HUBUNGAN INTENSITAS & UNSUR PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA DI SMP SANTO BELLARMINUS BEKASI Marbella Valemouren Saegaert; Elisabeth Isti Daryati; Jesika Pasaribu
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Media sosial kini menjadi wadah utama bagi remaja dalam berkomunikasi dan mencari hiburan. Namun, penggunaan yang berlebihan berpotensi memengaruhi perkembangan kecerdasan emosional mereka. Kecerdasan emosional sendiri memiliki peran penting dalam kemampuan individu untuk mengenali, mengelola, serta mengekspresikan emosi secara tepat, sekaligus membangun relasi sosial yang sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas dan unsur penggunaan media sosial dengan kecerdasan emosional pada remaja. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dan metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 135 siswa kelas VIII dan IX yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner kecerdasan emosional (33 item), intensitas penggunaan media sosial (5 item), dan unsur penggunaan media sosial (7 item) yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kendall’s tau-c. Hasil: Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial yang sering (68,1%), unsur penggunaan media sosial tergolong baik (64,4%), dan tingkat kecerdasan emosional sedang (61,5%). Terdapat hubungan bermakna antara intensitas penggunaan media sosial (p=0,035) dan unsur penggunaan media sosial (p=0,018) dengan kecerdasan emosional. Kesimpulan: Intensitas dan kualitas penggunaan media sosial berpengaruh terhadap kecerdasan emosional remaja. Penggunaan yang bijak dan terarah dapat mendukung perkembangan emosional, sedangkan penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif.
PENGARUH TERAPI GENERALIS TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA PENDERITA SKIZOFRENIA DENGAN ISOLASI SOSIAL Jesika Pasaribu; Jeni Nur Aini; Sada Rasmada
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.692-698

Abstract

Isolasi sosial merupakan salah satu gejala negatif skizofrenia dimana pasien mengalami kondisi menyendiri dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam. Terapi generalis merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat meningkatkan keterampilan sosial melalui pendekatan sistematis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi generalis terhadap peningkatan keterampilan sosial pada penderita skizofrenia dengan isolasi sosial di PSBL Harapan Sentosa 2. Metode penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-post test design. Sampel terdiri dari 93 pasien Skizofrenia dengan core problem isolasi sosial. Pengukuran keterampilan sosial dilakukan sebelum intervensi sebagai data awal, dan setelah dilakukan intervensi dilakukan pengukuran ulang dengan menggunakan lembar observasi keterampilan sosial. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji paired t-test dengan p-value = 0.000, menandakan peningkatan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan terapi generalis SP 1-4 dengan 4 sesi pertemuan, 25 responden memiliki keterampilan sosial kurang (<50%), 49 responden cukup (51%-75%), dan 19 responden baik (>75%). Setelah dilakukan terapi generalis SP 1-4, hanya 5 responden dalam kategori cukup, sedangkan 88 responden meningkat ke kategori baik. Terapi generalis efektif meningkatkan keterampilan sosial pada penderita skizofrenia dengan isolasi sosial. Terapi ini dapat diterapkan dalam rehabilitasi sosial untuk meningkatkan interaksi sosial pasien.