Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelajaran Dari Pandemi : Strategi Perawat dalam Meningkatkan Mutu Asuhan Keperawatan Psikososial Pasaribu, Jesika; Keliat, Budi Anna; Daulima, Novy Helena Chatarina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.13141

Abstract

ABSTRACT Nurses are healthcare workers at the forefront of fighting the Covid-19 pandemic. Many obstacles are faced by nurses when providing nursing care for Covid-19 patients, especially overcoming patients' psychological problems. This study was to discover nurses' experience in overcoming care obstacles and improve strategies to overcome these obstacles. This study is a phenomenological qualitative study of nurses caring for Covid-19 patients. The first group is 20 nurses with data collection through FGD techniques. The second group was 5 managerial nurses; in-depth interviews were carried out data collection. There are 3 themes in this study: forms of psychosocial nursing interventions, overcoming obstacles to psychosocial care and improving the quality of psychosocial nursing care. Providing comprehensive nursing care can overcome psychosocial problems in Covid-19 patients. Keywords: Covid-19, Nurse, Pandemic, Psychosocial, Qualitative  ABSTRAK Perawat merupakan petugas medis yang berada digaris depan untuk memerangi pandemic Covid-19. Banyak kendala yang dihadapi perawat saat melakukan asuhan keperawatan bagi pasien Covid-19, khususnya mengatasi masalah psikologis pasien. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perawat dalam mengatasi kendala perawatan dan mengingkatkan strategi untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini merupakan penelian kualitatif fenomenolis terhadap perawat yang bertugas merawat pasien Covid-19. Kelompok pertama merupakan 20 orang perawat dengan pengambilan data melalui teknik FGD. Kelompok kedua merupakan perawat manajerial sebanyak 5 orang, pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam. terdapat 3 tema pada penelitian ini yakni : bentuk intervensi keperawatan psikososial, mengatasi kendala asuhan psikososial dan peningkatan mutu asuhan keperawatan psikososial. Masalah psikososial pada pasien Covid-19 dapat diatasi dengan melakukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Kata Kunci: Covid-19, Kualitatif, Pandemic, Perawat, Psikososial
Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Pada Remaja di RW O1 Galur-Jakarta Pusat Pasaribu, Jesika; Lisum, Kristina; Aini, Jeni Nur
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i3.3873

Abstract

Mental health for adolescents is important to recognize and improve adolescents' psychological well-being and resilience. Adolescents with good mental health have adaptive abilities to manage feelings and deal with the challenges of daily life. The results of the initial study in student-managed families found that the majority of families expressed adolescents' vulnerability to mental health problems due to the impact of technological advances. Providing health education is expected to increase adolescents' self-recognition and increase knowledge to improve mental health. The community service method begins with the problem collection stage in the fostered area and continues with providing health education on the characteristics of adolescents/Gen Z and the importance of maintaining mental health at a young age. The results of filling out the questionnaire showed that the majority of adolescents, 73.68%, were in the moderate Psycho-logical Well-Being category and 52.63% were in the moderate Psychological Distress category. It is expected that adolescents can increase self-awareness and improve mental health in overcoming problems in everyday life.Keywords: adolescents; gen Z; mental health Abstrak: Kesehatan mental untuk remaja penting untuk mengenali dan meningkatkan kesejahteraan psikologis dan ketahanan remaja. Remaja dengan kesehatan mental yang baik memiliki kemampuan adaptif untuk mengelola perasaan dan menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Hasil studi awal pada keluarga kelolaan mahasiswa, ditemukan mayoritas keluarga mengutarakan kerentanan remaja pada masalah kesehatan mental akibat dampak kemajuan teknologi. Pemberian edukasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengenalan diri remaja dan meningkatkan pengetahuan untuk meningkatkan kesehatan mental. Metode pengabdian masyarakat dimulai dengan tahap pengumpulan masalah pada wilayah binaan dan dilanjutkan dengan pemberian edukasi kesehatan mengenai karakteristik remaja/Gen Z dan pentingnya menjaga kesehatan mental pada usia muda. Hasil pengisian kuesioner diketahui bahwa mayoritas remaja, sebesar 73.68% berada pada kategori Psychological Well-Being tingkat sedang dan 52.63% berada pada tingkat Psychological Distress kategori sedang. Diharapkan remaja dapat meningkatkan kesadaran diri dan meningkatkan kesehatan mental dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci:  remaja; gen Z; kesehatan mental
HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF DENGAN RISIKO PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH ATAS DI BALI [THE RELATIONSHIP BETWEEN PERMISSIVE PARENTING PATTERNS AND THE RISK OF CYBERBULLYING BEHAVIOR IN ADOLESCENTS AT ONE SENIOR HIGH SCHOOL IN BALI] Ni Putu Putri Suandewi; Jesika Pasaribu; Anna Rejeki Simbolon
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v12i1.8157

Abstract

Cyberbullying behavior among teenagers can have physical, psychological, and emotional impacts on the victim. Cyberbullying behavior can be influenced by several factors, one of which is parental parenting. Parents with a permissive parenting style are a parenting style that liberates children. This research aims to determine the relationship between parents' permissive parenting patterns and the risk of cyberbullying behavior among teenagers in public high schools in Bali. This research used a cross-sectional design with purposive sampling of 95 respondents from a total population of 1,744 students. The sample criteria in this study were students from one of the State High Schools in Bali who had violated school rules and regulations. The measuring tools used were a permissive parenting style questionnaire with nine statements and a risk questionnaire for cyberbullying behavior with 36 statements. Univariate analysis of permissive parenting patterns showed that parents with permissive parenting patterns raised 84.2% of respondents. Univariate analysis of the risk of cyberbullying behavior showed that 64.2% of respondents have a high risk of cyberbullying behavior. Bivariate Chi-Square analysis indicated that there was a relationship between parents' permissive parenting style and the risk of cyberbullying behavior (p-value = 0.001). One might take steps to mitigate the risk of cyberbullying by gaining a thorough comprehension of the perils associated with such activity. In addition, parents can mitigate lax parenting tendencies by assuming control over their children's social media activity and imparting knowledge about cyberbullying. BAHASA INDONESIA Perilaku cyberbullying di kalangan remaja dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan emosional korban. Perilaku cyberbullying dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya yaitu pola asuh orang tua. Orang tua dengan pola asuh permisif merupakan pola asuh yang membebaskan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh permisif orang tua dengan risiko perilaku cyberbullying pada remaja di SMA Negeri di Bali. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 95 responden dari total populasi 1.744 siswa. Kriteria sampel dalam penelitian ini yaitu siswa - siswi salah satu SMA Negeri di Bali yang pernah melanggar tata tertib sekolah. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner pola asuh permisif orang tua sebanyak 9 pernyataan dan  kuesioner risiko perilaku cyberbullying sebanyak 36 pernyataan. Analisis univariat pola asuh permisif menunjukkan bahwa 84.2% responden diasuh orang tua dengan pola asuh permisif. Analisis univariat risiko perilaku cyberbullying menunjukkan bahwa 64.2% responden memiliki risiko perilaku cyberbullying yang tinggi. Analisis bivariat Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan risiko perilaku cyberbullying (p-value = 0.001). Upaya pencegahan risiko perilaku cyberbullying dapat dilakukan oleh diri sendiri yaitu memahami bahaya cyberbullying. Selain itu, orang tua dapat mengurangi pola asuh permisif dan mulai mengontrol kegiatan anak di sosial media dan memberikan edukasi terkait cyberbullying.