Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kecerdasan Emosional Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Tahun 2021 Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Natanel, Handro Steve; Pasiak, Taufiq Fredrik; Prabowo, Imam; Makkiyah, Feda Anisah; Nurrizka, Rahmah Hida
Journal of Religion and Public Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v4i1.28830

Abstract

Sleep quality may affect many important things in life. Medical students are one of the groups at risk of experiencing poor sleep quality, especially during the COVID-19 pandemic. Various stressors to medical students might cause poor sleep quality and affect emotional intelligence which is an important indicator of social functioning. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep quality and emotional intelligence during the COVID-19 pandemic in medical students. This research is a cross-sectional study. Data collection was done by a simple random sampling technique with a total sample of 120 respondents. Data based on the characteristics of respondents, univariate analysis, and bivariate analysis using the Spearman correlation test. The instruments used are the Pittsburgh Sleep Quality Index and the Schutte Emotional Intelligence Scale. The results of the bivariate analysis showed a p-value of 0.000 < 0.05 (α) and a calculated r-value of 0.674. Therefore, it can be concluded that there is a strong relationship between sleep quality and emotional intelligence in medical students during the COVID-19 pandemic.Keywords: COVID-19 Pandemic, Emotional Intelligence, Medical Student, Sleep QualityAbstrak Tidur yang berkualitas dibutuhkan oleh makhluk hidup. Kualitas tidur yang terganggu dapat mempengaruhi kesehatan karena dapat mempengaruhi proses metabolik, kesehatan fisik, mental, kemampuan kognitif, dan kecerdasan emosional. Mahasiswa kedokteran merupakan salah satu kelompok yang berisiko mengalami kualitas tidur yang buruk, terutama di masa pandemi COVID-19. Berbagai stresor pada mahasiswa kedokteran dapat menyebabkan kualitas tidur yang buruk dan mempengaruhi kecerdasan emosional yang merupakan indikator penting dari fungsi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kecerdasan emosional selama pandemi COVID-19 pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 120 responden. Data dianalisis berdasarkan karakteristik responden, analisis univariat, dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index dan Schutte Emotional Intelligence Scale. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,000 < 0,05 (α) dan nilai r hitung 0,674. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kualitas tidur dengan kecerdasan emosional pada mahasiswa kedokteran selama masa pandemi COVID-19.Kata kunci: Kualitas Tidur, Kecerdasan Emosional, Mahasiswa Kedokteran, Pandemi COVID-19
Swamedikasi, DAGUSIBU, dan Waspada Bahan Berbahaya Kosmetik: Pengabdian Masyarakat di Dusun Kepuhsari, Surakarta: Indonesia Ainurofiq, Ahmad; Fatimi, Hana Anisa; Prabowo, Imam; Larasati, Rizky Dwi; Choiri, Syaiful; Az Zahro, Fatimah Aqilah; Usmarini, Razita Fathya; Maharani, Vania; Fauziah, Siva; Purbowati, Dwi; Rinaldi, Rafli; Jauhari, Muh Rizqi Fadlah
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 08, Issue 1, Maret 2026
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol8.iss1.art18

Abstract

Inappropriate self-medication limited public understanding of the DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) concept, and the widespread use of harmful cosmetic products remain major challenges in improving community health. This community service activity aimed to increase the knowledge of residents in Dusun Kepuhsari RW 38 regarding rational self-medication, proper application of the DAGUSIBU principle (Get, Use, Store, and Dispose of Medicine Correctly), and the risks associated with hazardous cosmetic ingredients. The activity was carried out through an educational and participatory approach consisting of a pretest, leaflet distribution, direct delivery of material by resource persons, interactive Q&A sessions, distribution of door prizes, and a posttest. The results showed an overall increase in participants' understanding across all three topics. Knowledge of self-medication increased by 1.2 times, while understanding of DAGUSIBU improved by 1.44 times. Education on harmful cosmetics also led to a significant improvement in participants' awareness of product legality, identification of dangerous substances, and associated health risks. Through this educational program, the community is expected to become more informed and responsible in using both medicines and cosmetics safely and wisely.
Pengaruh Konsentrasi Colloidal Silicon Dioxide Terhadap Kadar Total Flavonoid Dari Ekstrak Kering Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Prabowo, Imam; Regina Alexandra, Tiara; Niza Syarifa, Andiri; Mahdiyyah, Abiyyatun; Farkhani, Aulia
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v6i1.1049

Abstract

Daun kelor dipilih pada penelitian ini karena kandungan flavonoidnya, terutama kuersetin, yang dikenal sebagai antioksidan yang kuat dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai tingkat konsentrasi eksipien pengeringan, khususnya colloidal silicon dioxide (CSD), terhadap kandungan flavonoid total ekstrak daun Moringa oleifera L. Metode ekstraksi yang digunakan adalah Heat Assisted Extraction (HAE) dengan etanol 96%. Ekstrak daun kelor kemudian dikeringkan dengan menggunakan CSD dengan berbagai konsentrasi (1:1, 1:2, dan 2:1). Parameter yang diuji meliputi kadar flavonoid total, loss on drying (LOD), kompresibilitas, dan sudut diam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi CSD secara signifikan mempengaruhi karakteristik fisik dan kimia bubuk daun kelor. Perbandingan CSD 2:1 menghasilkan kandungan flavonoid total tertinggi yaitu 421,52 mgQE/g, sedangkan LOD terendah juga ditemukan pada perbandingan 2:1. Penggunaan CSD sebagai eksipien pengeringan meningkatkan stabilitas serbuk, dengan kemampuan alir dan kompresibilitas yang baik, meskipun kadar air tetap relatif tinggi. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam formulasi bubuk daun kelor untuk aplikasi farmasi dan fitokimia yang lebih stabil dan efisien.