Claim Missing Document
Check
Articles

Mediamorphosis in Kompas TV towards New Media Ramadoni, Muhamad Afdoli; Hayat, Vina Zahratul; Noor, Sihabudin; Prasetyo, Eko Yudi
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 22, No 1 (2022): June 2022
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v22i1.10430

Abstract

This study aims to determine the media transformation carried out by Kompas TV using the concept of mediamorphosis, which Roger Fidler initiated. The question in this research is how is the process of coevolution, convergence, and complexity in Kompas TV. This type of research is qualitative and uses content analysis. The object of this research is Kompas TV communication media accessed through kompas.tv.com. This study indicates that Kompas TV has changed its image and brand and provides digital optimization and automation services with quality, fast and safe artificial intelligence technology. So that it is a virtual product provider connected to PPOB that a broad audience can access. Kompas TV carries out media convergence activities: co-optation by combining print information technology and electronic media with analog formats into digital. In business, this corporate merged between Kompas Gramedia and PT. Trans Corporation in share ownership of PT. Cipta Megaswara Television. There is a change in habits in today's society from the conventional way of reading newspapers and watching television broadcasts to an instant and fast way by utilizing the development of digital technology.
Komunikasi Antarpersonal Dalam Hubungan Antara Atasan dan Bawahan di Kantor Kelurahan Pahlawan Kota Palembang Selvi Musleni; Tri Wulandari; Nadia Qurota aini; Muhamad Afdoli Ramadoni
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i1.4555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan dan menganalisis komunikasi antarpersonal yang terjalin antara atasan dan bawahan di lingkungan kantor Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning ,Kota, Palembang. Studi ini menggunakan metode kualitatif deksriptuf .Data dihasilkan melalui wawancara ,Observasi secara mendalam dan dokmentasi .Data tersebut mengindikasikan bahwa komunikasi yang terjalin mencakup penyampaian arahan dan delegasi tugas dari atasan ke bawahan .selain itu saluran komunikasi non formal memainkan peranan yang signifikan dalam membentuk lingkungan sportif dan kekeluargaan.Faktor pendukung komunikasi antarpersonal dalam hubungan antara atasan dan bawahan di kelurahan kemuning yaitu kemampuan atasan dan bawahan dalam berkomunikasi, adanya sikap keterbukaan ,lingkungan kerja yang bersahabat, sehingga menimbukkan kesetaraan.sehingga komunikasi terjalin dengan harmonis dan dapat meminimalisir timbul nya konflik antar keduanya.
TREN GLOBAL PENELITIAN TENTANG DIGITAL DEPENDENCY PADA MEDIA SOSIAL: SEBUAH ANALISIS BIBLIOMETRIK Afdhila, Fathur Rahmi; Jamiah, Ririn; Anjani, Vionita; Ramadoni, Muhamad Afdoli
KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 23, No 1 (2026): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jkomu.v23i1.1942

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren global dalam penelitian tentang ketergantungan digital pada media sosial selama dekade terakhir (2015–2025) menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari basis data Scopus dengan kata kunci seperti "ketergantungan digital," "kecanduan media sosial," "penggunaan media sosial yang bermasalah," dan istilah terkait. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan jaringan kolaborasi ilmiah antar negara, hubungan antar kata kunci penulis, dan evolusi tematik melalui visualisasi overlay. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi sejak tahun 2021, terutama setelah pandemi COVID-19, yang mencerminkan peningkatan perhatian akademis terhadap isu ketergantungan digital. Kata kunci yang paling sering muncul meliputi kecanduan media sosial, penggunaan media sosial yang bermasalah, FoMO (Fear of Missing Out), depresi, dan kesehatan mental, yang menunjukkan dominasi perspektif psikologis dan perilaku dalam studi global. Analisis kepenulisan bersama mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris Raya, dan Turki adalah negara-negara dengan kontribusi dan kolaborasi terbanyak. Sebaliknya, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya masih memiliki keterlibatan penelitian yang terbatas, meskipun penggunaan media sosial di kawasan ini tinggi. Temuan ini menyoroti kesenjangan antara fenomena sosial dan perhatian akademis, menekankan perlunya mengembangkan studi tentang ketergantungan digital dari perspektif komunikasi, budaya, dan interaksi sosial agar lebih selaras dengan dinamika masyarakat digital saat ini.
THE REPRESENTATION OF DA‘WAH VALUES IN THE DIALOGUE AND VISUALS OF THE FILM “CINTA DALAM IKHLAS” Afriliani; Abdur Razzaq; Anang Walian; Muhamad Afdoli Ramadoni
Indonesian Journal of Islamic Communication Vol. 8 No. 2 (2025): Indonesian Journal Of Islamic Communication
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Pascasarjana UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study, entitled “The Representation of Da‘wah Values in the Dialogue and Visuals of the Film Cinta dalam Ikhlas,” aims to analyze the da‘wah values conveyed through character dialogues and their visual representations using Roland Barthes’ semiotic analysis. The research employs a qualitative descriptive method with a semiotic approach that examines signs through three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. Primary data were collected through screenshots of selected film scenes, while secondary data were obtained from library research, including relevant books, academic journals, and scholarly articles. Data collection techniques involved repeated observation of the film and visual documentation. The findings indicate that the film Cinta dalam Ikhlas represents several core da‘wah values: (1) seeking guidance from Allah, (2) hijrah toward becoming a better individual, (3) love for the sake of Allah, (4) mutual assistance in goodness as an expression of ukhuwah islamiyah, (5) devotion to parents, (6) human effort (ikhtiar), and (7) sincere acceptance of Allah’s decree. This study contributes to the development of aesthetically grounded and meaningful visual media-based da‘wah strategies.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI CYBER DAKWAH DI KALANGAN GEN Z Salsabila, Nabila; Rohmat Dinata, M Riza; Nagib, Mgs Ahmad; Rheynaldi, Rheynaldi; Ramadoni, Muhamad Afdoli
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 4 No 01 (2026): EDISI FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v4i01.12333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dakwah dijalankan di kalangan generasi Z dan seberapa efektif metode dakwah tersebut dalam membentuk pemahaman dan sikap keagamaan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuisioner yang diberikan kepada 55% orang generasi Z berusia 15 hingga 24 tahun di area perkotaan khususnya di kota Palembang. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner tertutup dan menganalisisnya dengan teknik statistik deskriptif serta korelasi sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dakwah di kalangan Gen Z cukup efektif, terutama melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube yang dinilai lebih menarik dan sesuai dengan gaya hidup mereka. Meski demikian, sebagian responden masih merasa konten dakwah kurang dalam dan terkesan hanya hiburan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa dakwah di masa digital perlu menggabungkan pendekatan yang kreatif dan edukatif agar pesan keagamaan bisa diterima secara lebih baik oleh generasi Z.
Integrating FIRO and AIDDA in Volunteer-Based Interpersonal Communication: A Socio-Spiritual Empowerment Model for Street Children Ramadoni, Muhamad Afdoli; Ahmad Jumhan; Muhammad Zainuddin Nawi; Abu Hanifah; Titin Yenni; Ayu Munawwaroh
Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 19 No. 1 (2026): Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijpmi.v19i1.29616

Abstract

Street children remain one of the major social problems in urban areas, particularly due to their limited access to education, social support, and psychological empowerment. Previous studies on street children have predominantly focused on social welfare, education, and government intervention, while paying limited attention to the role of interpersonal communication in volunteer-based community empowerment. This study aims to analyze how the South Sumatra Children's Volunteer Community (Relawan Anak Sumatera Selatan/RASS) practices interpersonal communication to empower street children in Palembang City. The novelty of this research lies in its application of the Fundamental Interpersonal Relationship Orientation (FIRO) theory to volunteer communication practices with marginalized children. This study employed a qualitative case study approach. Research was conducted at three locations: Baiturrahman Mosque, Jalan Kanan RT/RW 007/0014-5 Ulu Kertapati, Palembang; and the RASS Secretariat, located on Jalan Demang Lebar Daun, Ilir Barat I District, Palembang City. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that interpersonal communication established by RASS volunteers plays a significant role in fostering self-confidence, social belonging, and emotional attachment among street children. The communication process reflects the three dimensions of FIRO theory: inclusion, control, and affection. Volunteers encourage children to feel accepted within a supportive community, develop positive social interactions, and build emotional connectedness that strengthens their motivation and self-empowerment. This study contributes to the development of community communication studies by demonstrating that interpersonal communication can function not only as a medium of interaction but also as a transformative strategy for social empowerment among marginalized groups.
Digitalisasi Dakwah dalam Menghidupkan Kegiatan Keagamaan di Desa Bangun Jaya Rizal Mustaqim; Ronal Mugana; Salsabila Noviantri; Berta Wanva Resa; Laila Natasya; Feri Agustian; Muhammad Varel Brilliant; Andika; Berly Herlando; Tiara Saputri; Tsurayya Fatina Fasya Lubis; Dhifa Nafilah; Maulana Ismail; Muhamad Afdoli Ramadoni
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i2.646

Abstract

Digitalisasi dakwah merupakan fenomena yang muncul seiring perkembangan teknologi komunikasi dan media digital, yang memungkinkan penyebaran pesan keagamaan secara lebih luas dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik digitalisasi dakwah, mengidentifikasi permasalahan yang muncul, serta merumuskan strategi optimalisasi dakwah digital agar tetap moderat, efektif, dan etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap konten dakwah digital di berbagai platform media sosial dan sumber literatur keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital memiliki karakteristik fleksibel, inklusif, dan interaktif, dengan pola komunikasi yang beralih dari satu arah menjadi dua arah dan multi arah. Namun, digitalisasi dakwah juga menghadirkan permasalahan, antara lain fragmentasi dan simplifikasi pesan, kecenderungan narasi provokatif, serta rendahnya literasi digital keagamaan. Untuk itu, optimalisasi dakwah digital memerlukan strategi holistik, yaitu peningkatan kompetensi digital pendakwah, penguatan substansi dan etika dakwah, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Dengan penerapan strategi tersebut, digitalisasi dakwah dapat berfungsi tidak hanya sebagai media penyebaran pesan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kesadaran keagamaan yang kritis, reflektif, dan konstruktif di era digital.
Da’wah Communication Strategy as an Effort to Reform Muhammadiyah Cadreization to Carry the Tajdid Mission in IMM North Lampung Marini Marini; Farabi Ferdiansyah; Lida Nelis Sumia; Nabila Widi Alfany; Hani Melisa; Muhamad Afdoli Ramadoni
Wardah Vol 27 No 1 (2026): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/wardah.v27i1.34654

Abstract

Muhammadiyah’s cadreization has historically functioned as a strategic mechanism for producing religious, intellectual, and socially committed Muslim cadres who are able to carry the mission of tajdid. However, in the context of contemporary student organizations, cadreization faces new challenges, particularly the shifting patterns of youth communication, the rise of digital media, and the need to reinterpret da’wah approaches in ways that remain relevant to students’ social realities. Previous studies on Muhammadiyah cadreization have largely emphasized ideological formation, organizational regeneration, or normative understandings of tajdid. Meanwhile, limited attention has been given to how da’wah communication strategies are developed and practiced by the Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) at the local level as an effort to reform cadreization. This gap is particularly important in IMM North Lampung, where da’wah activities are carried out through interpersonal communication, organizational forums, and new media platforms. This study focuses on the da’wah communication strategy of IMM North Lampung in strengthening Muhammadiyah cadreization and carrying the mission of tajdid. The concept of tajdid is understood in two dimensions: purification in matters of creed and worship, and renewal in responding to social, intellectual, and humanitarian challenges. The study examines how IMM North Lampung formulates da’wah messages, selects communication channels, builds cadre engagement, and integrates religious, intellectual, and humanistic values into its cadreization process. By highlighting da’wah communication as a strategic instrument of cadre reform, this study contributes to a deeper understanding of how Muhammadiyah’s student cadres negotiate Islamic renewal within contemporary youth and digital communication contexts.
Komunikasi Akulturasi Dakwah Ki Marogan Berbasis Nilai Auliya dalam Tradisi Kebudayaan Islam Lokal di Palembang Mery Febrianti; Muhammad Irfan; Zalfa Adlina; Alvira Stevani; Muhammad Afdoli Ramadoni
DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI Vol. 6 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/decoding.v6i2.11348

Abstract

Dakwah di Indonesia berlangsung di tengah masyarakat yang kaya akan budaya dan tradisi lokal. Keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh penyampaian ajaran agama, tetapi juga kemampuan menyesuaikan pesan keagamaan dengan budaya setempat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dakwah Kiai Marogan di Palembang, akulturasi ajaran Islam dengan tradisi lokal, serta implementasi nilai auliya dalam praktik dakwahnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Kiai Marogan menyesuaikan gaya komunikasi dengan bahasa, adat, dan kebiasaan masyarakat sehingga pesan dakwah mudah diterima. Dalam praktiknya, Kiai Marogan mengintegrasikan ajaran Islam dengan tradisi lokal seperti tahlil, ratib saman, nigo tujuh, penggunaan bedug, dan adat pernikahan tanpa mengabaikan syariat. Nilai auliya seperti kesabaran, kebijaksanaan, kejujuran, kesederhanaan, dan kepedulian sosial diterapkan melalui keteladanan pribadi, menjadikannya tokoh yang dipercaya masyarakat. Keberlanjutan dakwah terlihat dari kegiatan haul dan pengamalan ajaran Islam yang tetap hidup di masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah yang menyesuaikan diri dengan budaya lokal dan menerapkan nilai auliya dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap Islam serta membantu melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya lokal.
Konsep Moderasi Beragama Perspektif Ulama Betawi: (Studi Atas Pemikiran Dan Aktivitas Dakwah Moderat Kh Abdullah Syafi’ie) Zakaria Syihabudin; Muhamad Zen; Muhamad Afdoli Ramadoni
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i1.1085

Abstract

The ethnic Betawi are the indigeneous religious population of Jakarta. For the ethnic Betawi, Islam functions not only as a religion, but also as a unifying and identify-building force. Their customs and culture are grounded in Islamic values, and their form of religiosity is characterized by profound respect and veneration for religious teacher (Muallim). One such figure of note is KH. Abdullah Syafi’ie. This paper aims strengthen the theory of intellectual genealogy of Betawi ulama Rakhmat Zailani Kiky and Rodwan Saini’s concept of ethnic Betawi religiosity. Using qualitative methods, including interviews, observation, and document analysis, the study analyzes KH. Abdullah Syafi’ie’s thought and da’wah activities. It argues that his da’wah in the 1970s and 1980s embodied religious moderation. Firstly, KH Abdullah Syafi'ie's concept of diverse moderation is consistent with Yusuf Qardhawi's principles of balance (al-Tawazun) and justice (al-ta'adul). Secondly, KH Abdullah Syafi'ie's implementation of religious moderation in the domains of education, da'wah, and society demonstrates its modernization of the curriculum and institutional framework. The field of da'wah encompasses da'wah bi al-lisan, bi al-qalam, and bi al-hal. In the social domain, KH Abdullah Syafi'ie established an orphan and dhuafa boarding school in Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, West Java.
Co-Authors Abdur Razzaq Abdur Razzzaq Abu Hanifah Achmad Syarifudin, Achmad Afdhila, Fathur Rahmi Afriliani Ahmad Choiri Ahmad Jumhan Ahmad Jumhan Ahmad Mushlih Alvira Stevani Andi Faisal Bakti Andi M Faisal Bakti Andika Anggun Viniza Vidia Videska Anjani, Vionita Anna Nursalamah Asyarah Ayesa Azhara Ayu Munawaroh Ayu Munawwaroh Azhima, Nur Bagus Anraluki Berly Herlando Berta Wanva Resa Deden Mauli Darajat, Deden Mauli Dela Amaliya Khoiro Dhifa Nafilah Diah Rizki Nur Kalifah Edi Amin Edi Amin Eko Yudi Prasetyo Eva Kurnia Fachry Abda El Rahman Farabi Ferdiansyah Feri Agustian Fifin Fifin Hadi, Labib Abdul Halimah Istiqomah Hamandia, Muhammad Randicha Hani Melisa Hayat, Vina Zahratul Hidayatullah hidayatullah, Hidayatullah hidayatullah Hikmawati Choytun Idmar Wijaya Ismail Sukardi, Ismail Jamiah, Ririn Juliana, Ica Khoiro, Dela Amaliya Kurnia, Eva Kurniati Rezki Fitra Laila Natasya Lida Nelis Sumia Marini Maulana Ismail Mery Febrianti Mohd Nasir, Badlihisham Muhamad Brilliant Muhamad Fahmi Muhamad Zen muhammad irfan Muhammad Zainduddin Nawi Muhammad Zainuddin Nawi Mutiara Amalia Indah Nabila Widi Alfany Nadia Nadia Nadia Qurota aini Nadia Qurota aini Nagib, Mgs Ahmad Naji, Rizki Mukminin Nikmatul Ayesha Putri Novita Misika Putri Nuha Nabila Aswari Nur Kholifah Nuraida Nuraida Nursalamah, Anna Nursalamah NURUL HIDAYAH Okvalta, Elja prasetyo, Eko yudi Pratiwi, Vira Rasmillah Ratnasari, WG. Pramita Rayhan Anugerah R.S Reni Rheynaldi, Rheynaldi Rizal Mustaqim Rizma Julistiana Rizma Yulistiana Rohimah, Nuria Rohmat Dinata, M Riza Ronal Mugana Saffanah Hilyah Dienie Salsabila Noviantri Salsabila, Nabila Saputri, Jingga Sayyidah Selfi Nofita Sari Selvi Musleni Selvi Musleni Setiawan, Arief Tri Sihabudin Noor Sihabudin Noor, Sihabudin Sri Devhi Suci Maharani Tantan Hermansyah Tantan Hermansyah Tiara Saputri Titin Yenni Tri Wulandari TRI WULANDARI Tsurayya Fatina Fasya Lubis Videska, Anggun Viniza Vina Zahratul Hayat Vina Zahratul Hayat Walian, anang Wati Nilamsari WG. Pramita Ratnasari Yaser Arafat Yopi Kusmiati Yulianti, Riza Randicha Zakaria Syihabudin Zalfa Adlina Zuhdiyah Zulbiyadi Fadlan Zulkipli Jemain