Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren global dalam penelitian tentang ketergantungan digital pada media sosial selama dekade terakhir (2015–2025) menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari basis data Scopus dengan kata kunci seperti "ketergantungan digital," "kecanduan media sosial," "penggunaan media sosial yang bermasalah," dan istilah terkait. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan jaringan kolaborasi ilmiah antar negara, hubungan antar kata kunci penulis, dan evolusi tematik melalui visualisasi overlay. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi sejak tahun 2021, terutama setelah pandemi COVID-19, yang mencerminkan peningkatan perhatian akademis terhadap isu ketergantungan digital. Kata kunci yang paling sering muncul meliputi kecanduan media sosial, penggunaan media sosial yang bermasalah, FoMO (Fear of Missing Out), depresi, dan kesehatan mental, yang menunjukkan dominasi perspektif psikologis dan perilaku dalam studi global. Analisis kepenulisan bersama mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris Raya, dan Turki adalah negara-negara dengan kontribusi dan kolaborasi terbanyak. Sebaliknya, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya masih memiliki keterlibatan penelitian yang terbatas, meskipun penggunaan media sosial di kawasan ini tinggi. Temuan ini menyoroti kesenjangan antara fenomena sosial dan perhatian akademis, menekankan perlunya mengembangkan studi tentang ketergantungan digital dari perspektif komunikasi, budaya, dan interaksi sosial agar lebih selaras dengan dinamika masyarakat digital saat ini.