Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Hubungan Umur dan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang KB dengan Keikutsertaan KB Pascasalin di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bajayau Wahyuni, Rini; Friscila, Ika; Herawati, Anita; Fitriani, Aida
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.14911

Abstract

ABSTRACT Postpartum birth control participation in postpartum mothers is important because the return of fertility in a mother after childbirth is unpredictable and can occur before the arrival of the menstrual cycle, even in breastfeeding mothers. Postpartum birth control has the goal of maintaining pregnancy spacing, regulating childbirth and avoiding unwanted pregnancies. The purpose of this study was to determine the relationship between the age and level of knowledge of postpartum mothers about family planning with postpartum family planning participation in the work area of UPT Puskesmas Bajayau. This research method uses a quantitative approach with the crossectiona method. The population is 109 people. The whole mother is puerperal. Simple random sampling technique as many as 57 people. Questionnaire collection technique. Data analysis using descriptive analysis and statistical chi-square test analysis. The age of the most postpartum mothers who were respondents was the age of 20-35 years as many as 30 people, the level of knowledge of postpartum mothers was mostly included in the category of less than 34 people, postpartum mothers who participated in postpartum birth control only amounted to 25 people, there was an age relationship with the participation of postpartum family planning in the Working Area of UPT Puskesmas Bajayau in 2022 (p. value< 0.05) with a significant value (p) result of 0.000. There is a relationship between the level of knowledge of postpartum mothers about family planning with the participation of postpartum family planning in the Bajayau Health Center Work Unit in 2022 (p. value< 0.05) with a significant value (p) of 0.000. That the age and level of knowledge of postpartum mothers are related to the participation of postpartum birth control. Keywords: Postpartum Mother, Participation, Postpartum Birth Control, Knowledge, Age ABSTRAK Keikutsertaan KB Pasca Salin pada ibu nifas penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus haid, bahkan pada ibu menyusui. KB Pasca persalinan mempunyai tujuan yaitu menjaga jarak kehamilan, mengatur kelahiran dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Mengetahui hubungan umur dan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang KB dengan keikutsertaan KB Pascasalin Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bajayau. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode crossectional. Populasi sebanyak 109 jiwa orang. Seluruh ibu nifas. Teknik pengambilan sampel Simple random sampling sebanyak 57 Orang. Teknik pengumulan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji statistic chi-square. Umur ibu nifas terbanyak yang menjadi responden adalah umur 20-35 tahun sebanyak 30 orang, tingkat pengetahuan ibu nifas sebagian besar termasuk kategori kurang sebanyak 34 orang, ibu nifas yang mengikuti KB pascasalin hanya berjumlah 25 orang, ada hubungan umur dengan Keikutsertaan KB Pascasalin di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bajayau Tahun 2022 (p. value< 0,05) dengan hasil nilai signifikan (p) 0,000. Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang KB dengan Keikutsertaan KB Pascasalin di Wilayah UPT Kerja Puskesmas Bajayau Tahun 2022 (p. value< 0,05) dengan hasil nilai signifikan (p) 0,000.  Bahwa umur dan tingkat pengetahuan ibu nifas berhubungan dengan keikutsertaan KB Pascasalin. Kata Kunci: Ibu Nifas, Keikutsertaan, Kb Pascasalin, Pengetahuan, Umur
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI DI WILAYAH PUSKESMAS TUMBANG JUTUH Karolina, Yunike; Friscila, Ika; Hidayah, Nur; Lathifah, Nur
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 1 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i1.2538

Abstract

Fenomena pernikahan usia dini menjadi salah satu masalah yang cukup pelik yang berkembang di negara maju maupun negara berkembang, khususnya Indonesia. Pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sosial budaya masyarakat menjadi faktor dominan untuk melakukan pernikahan usia dini. Melakukan analisis tentang faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Tumbang Jutuh. Penelitian ini adalah data deskriptif koleratif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel adalah 55 remaja putri dengan rentang usia 15 -20 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tumbang Jutuh. Instrumen menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian adalah Variabel pernikahan usia dini adalah kategori yang menikah di usia dini sebanyak 31 orang atau 56,4%, analisis statistik faktor pendidikan (p value 0,000 ), pengetahuan (p value 0,001), lingkungan sosial (p value 0,000) yang bermakna ketiga faktor ini memiliki hubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja putri. Faktor pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sosial berhubungan terhadap kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Kata kunci: Lingkungan Sosial, Pendidikan, Pengetahuan, Pernikahan Usia Dini, Remaja Putri
PENGARUH TEMPERATUR DAN LAMA PENYAJIAN TERHADAP PH SUSU FORMULA (6-12 BULAN) Mahmudah, Umi; Friscila, Ika; Rizali, Muhammad
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i1.1424

Abstract

Latar Belakang: Susu formula sering diberikan kepada bayi sebagai pendamping atau pengganti ASI. Tingkat konsumsi susu formula pada bayi bisa bervariasi, sehingga mungkin ditemui susu formula yang tidak habis diminum dalam waktu beberapa jam. Proses penyajian susu formula di masyarakat juga beragam, dilakukan dengan air mendidih atau air hangat, tergantung pada kondisi di masyarakat. Perbedaan temperatur dan lama penyajian diduga akan mempengaruhi kualitas susu, yang ditandai dengan rasa asam. Oleh karena itu perlu diteliti pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula bayi 6-12 bulan. Tujuan: Menganalisis pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula ( 6-12 bulan ). Metode: Metode penelitian menggunakan Jenis penelitian True Experiment atau bersifat eksperimen nyata, dengan memvariasikan temperatur air pencampur susu formula 40, 50, 60, 70, dan 80°C. Serta memvariasikan lama penyajian dari 0, 1, 2, 3, 4 jam, kemudian mengukur pH susu formula dari setiap variabel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik Anova. Hasil: didapatkan bahwa ada 2 jenis pH yang terjadi pada campuran awal susu formula, dimana pada temperatur 60-80°C, mempunyai kondisi awal basa, dan temperatur 40-50°C dalam kondisi asam. Kedua kondisi tempertur ini mempunyai trend yang berbeda. pH terendah terjadi pada campuran yang didiamkan selama 4 jamKesimpulan: Temperatur air pencampur memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 0,030469 < 0,05. Lama penyajian memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 6,98x10-6 < 0,05. Perbedaan temperatur air pencampur mengakibatkan perbedaan pH awal campuran susu formula 6-12 bulan. Campuran susu formula dengan temperatur lebih tinggi, menghasilkan pH yag lebih tinggi.
Perbedaan Penggunaan Moxa dan Prenatal Yoga terhadap Perubahan Posisi Janin Abnormal Maolinda, Winda; Mohtar, M. Sobirin; Friscila, Ika; Hasanah, Siti Noor
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17489

Abstract

ABSTRACT Problems that pregnant women may experience are abnormalities in fetal presentation. Therapy is needed to increase fetal activity so that it is hoped that the fetus can rotate from breech presentation to head presentation. Analyzing the differences in the use of moxa and prenatal yoga on changes in abnormal fetal position. The method used quasi-experimental with pretest posttest with control group design. The population in the study were pregnant women in the third trimester, with fetal malpresentation and a total of 20 single fetuses. Sampling was done using total sampling technique. Data analysis used the U-mann Whitney statistical test. Statistical analysis obtained a p-value test result of 0.022, which means that the p-value is smaller than the α value of 0.05, so that data interpretation shows a difference in the use of moxa and prenatal yoga on changes in abnormal fetal position. Moxa therapy and prenatal yoga can be used to correct the fetus's position to a normal position. Keywords: Moxa Therapy, Prenatal Yoga, Malpresentation  ABSTRAK Masalah yang mungkin dialami ibu hamil adalah kelainan presentasi janin. Diperlukan terapi agar dapat meningkatkan aktivitas janin sehingga diharapkan janin mampu memutar dari presentasi bokong menjadi presentasi kepala.  Menganalisis perbedaan penggunaan moxa dan prenatal yoga terhadap perubahan posisi janin abnormal. Metode menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan pretest posttest with control group. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil trimester III, dengan malpresentasi janin dan jumlah janin tunggal sebanyak 20 orang. Pengambilan sampel menggunakan dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji statistik U mann Whitney. Analisis statistik didapatkan hasil uji p-value sebesar 0,022 yang bermakna nila p lebih kecil dari nilai α 0,05 sehingga interpretasi data terdapat perbedaaan penggunaan moxa dan prenatal yoga terhadap perubahan posisi janin abnormal. Terapi moxa dan prenatal yoga dapat digunakan untuk memperbaiki posisi janin ke posisi normal. Kata Kunci: Terapi Moxa, Prenatal Yoga, Malpresentasi
Pengaruh Teknik Relaksasi Guided Imagery terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Nifas Post Sectio Caesarea Rochaida, Try; Friscila, Ika; Nastiti, Kunti; Sarkiah, Sarkiah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.403

Abstract

Latar Belakang: Gangguan psikologis pada fase post partum sectio caesarea diantaranya kecemasan yang dirasakan secara terus menerus dapat memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan secara keseluruhan yang dapat mengakibatkan depresi postpartum. Pendekatan non farmakologi teknik relaksasi dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan yaitu guided imagery. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi relaksasi guided imagery terhadap penurunan kecemasan ibu nifas post sectio caesarea di RSUD Pambalah Batung Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode: penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre experimental dengan design one group pretest postest design. Sampel adalah ibu nifas post section caesarea di ruang nifas berjumlah 20 orang, diambil dengan teknik non probability sampling dengan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil: sebagian besar umur responden tidak berisiko sebanyak 17 orang (85%), mayoritas pendidikan SMA sebanyak 9 orang (45%), mayoritas pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 14 orang (70%). Hasil nilai rata-rata pre test sebesar 115,95 dan post test sebesar 81,65. Hasil analisis bivariat didapatkan hasil nilai significancy p-value 0,001. Kesimpulan: terdapat pengaruh peberian terapi relaksasi guided imagery terhadap penurunan kecemasan ibu nifas post sectio caesarea.
Efektivitas Vulva Hygiene Menggunakan Rebusan Daun Sirih Hijau terhadap Lama Penyembuhan Luka Perineum Derajat II pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja TPMB Hj. Sutarsih Endang Banjarmasin Latifah, Noor; Rahmawati, Dwi; Wahdah, Rabia; Friscila, Ika
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 12 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i12.414

Abstract

Latar Belakang: Data Kemenkes RI tahun 2022 menunjukkan 1 kasus kematian ibu akibat infeksi di Kalimantan Selatan dan pada tahun 2023 terdapat 1 kematian di Banjarmasin. Studi pendahuluan menemukan 12 ibu nifas yang tidak memahami perawatan luka perineum dan infeksi. Tujuan: Menganalisis efektivitas vulva hygiene menggunakan rebusan daun sirih hijau terhadap lama penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas di wilayah kerja TPMB Hj. Sutarsih Endang Banjarmasin. Metode: Berjenis kuantitatif quasy experimental, rancangan posttest-only control group pada 16 ibu dengan teknik purposive sampling.Dianalisa secara dan bivariate, analisa menggunakan uji Mann Whitney U Test. Hasil: Mayoritas responden kelompok intervensi sembuh dengan cepat (7 dari 8 responden atau 87,5%) dan mayoritas responden kelompok kontrol sembuh dengan normal (7 dari 8 responden atau 87,5%). Rata lama sembuh kelompok intervensi yaitu 4,13 hari sedangkan kelompok kontrol selama 6,88 hari. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05 artinya terdapat efektivitas terapi lama penyembuhan luka perineum. Simpulan: Terapi vulva hygiene menggunakan rebusan daun sirih hijau terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan luka perineum
PENGARUH GERAKAN DAN DURASI SHOLAT TERHADAP TANDA VITAL PADA IBU HAMIL Wahyuni, Yenni Fitri; Fitriani, Aida; Lisni, Lisni; Friscila, Ika
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i2.1588

Abstract

Latar Belakang: Stres dan gejala terkait lainnya yang menyertai kehamilan dapat dikelola dengan bantuan berupa latihan fisik. Metode lain untuk relaksasi adalah mendekatkan diri dengan berdzikir atau mengingat Allah SWT, dalam ibadah sholat. Tujuan: Menganalisis pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil. Metode: Desain penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre and post test design, sampel sebanyak 20 ibu hamil. Analisis bivariat paired sample test. Hasil: Analisis univariat dari gerakan sholat yang dilakukan, dalam 10 detik pertama, rata-rata detak jantung naik, sedangkan pada 20 detik rata-rata detak jantung menurun, dan naik kembali pada waktu 30 detik. Dalam 10 detik pertama, rata-rata kadar O2 cenderung konstan, sedangkan pada 20 dan 30 detik rata-rata kadar O2 naik. Dalam 10 detik pertama, rata-rata tekanan darah sistolik naik, sedangkan pada 20 dan 30 detik menurun, meski ada data di gerakan sujud naik pada waktu 30 detik. Analisis bivariat didapatkan nilai P = 0,279 yang bermakna tidak ada pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil.
The Effect Of Postnatal Yoga Intensity On The Mental Health Of Postpartum Mothers Hasanah, Siti Noor; Friscila, Ika; Wijaksono, Muhammad Arief; Maolinda, Winda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23143

Abstract

Latar Belakang: Perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang terjadi pada masa ini sering kali mempengaruhi kesehatan mental ibu. Aktivitas fisik dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan. Ibu nifas sangat rentan terjadi gangguan psikologis karena adanya perubahan peran dan tanggung jawab. Gangguan psikologis yang tidak dikelola maka akan berdampak buruk terhadap ibu nifas. Dalam upaya menjaga keseimbangan mental selama masa nifas, berbagai pendekatan telah dikembangkan, salah satunya adalah melalui aktivitas fisik seperti yoga.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh intensitas postnatal yoga terhadap kesehatan mental ibu nifasMetode:  Desain penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan menggunakan model nonequivalent control group design. Instrumen penelitian kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale. Teknik pengumpulan data adalah memberikan kuesioner sebagai pretest pada responden pada hari pertama pertemuan, kemudian selama 2 minggu responden mengikuti postnatal yoga, selanjutnya responden mengisi kuesioner sebagai posttest pada responden pada hari terakhir pertemuan.Hasil: Secara statistik didapatkan P-value =0,000 (<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor kesehatan mental ibu nifas sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) diberikan Terapi Yoga Postnatal.Kesimpulan: Terapi Yoga Postnatal terbukti sangat efektif secara signifikan dalam mengurangi tingkat gejala depresi pascapersalinan (menurunkan skor EPDS) pada kelompok ibu nifas.Saran: Disarankan perlu penelitian lanjutan tentang minat, motivasi dan faktor penghambat ibu nifas dalam mengikuti postnatal yoga. Kata Kunci : Ibu Nifas, Kesehatan Mental, Postnatal, Yoga ABSTRACT Background: Physical, hormonal, and emotional changes that occur during this time often affect a mother's mental health. Physical activity can reduce stress and improve health. Postpartum mothers are highly vulnerable to psychological disorders due to changes in roles and responsibilities. Psychological disorders that are not managed can have negative effects on postpartum mothers. In efforts to maintain mental balance during the postpartum period, various approaches have been developed, one of which is through physical activities such as yoga.Purpose:  to determine the effect of postnatal yoga intensity on the mental health of postpartum mothersMethods:  This research design uses a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design model. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) research questionnaire instrument. The data collection technique involved administering the questionnaire as a pretest to respondents on the first day of the meeting, then the respondents participated in postnatal yoga for 2 weeks, and finally, the respondents completed the questionnaire as a posttest on the last day of the meeting.Results: Statistically, a P-value of 0.000 (<0.05). There is a statistically significant difference between the mental health scores of postpartum mothers before (Pretest) and after (Posttest) receiving Postnatal Yoga Therapy.Conclusion: Postnatal Yoga Therapy has been proven to be significantly effective in reducing the level of postpartum depression symptoms (lowering EPDS scores) in the group of postpartum mothers.Suggestions; It is recommended that further research be conducted on the interests, motivations, and inhibiting factors for postpartum mothers in participating in postnatal yoga. Keywords: : Mental Health, Postpartum Mothers, Postnatal, Yoga
The Effect Of Wet Cupping Therapy On Reducing Cholesterol Levels In Menopause Women Dwijayanti, Maulidya; Friscila, Ika; Rahman, Subhannur; Iswandari, Novita Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14788

Abstract

Latar Belakang: Menopause merupakan salah satu tahapan yang akan dilewati oleh seorang wanita, hal ini ditandai dengan terhentinya menstruasi secara permanen. Sebagian besar wanita menopause mengalami kenaikan kadar kolesterol dikarenakan penurunan fungsi tubuh, salah satunya penurunan hormon estrogen yang memiliki peran sebagai pengatur kadar kolesterol. Kadar kolesterol yang tinggi dapat berdampak pada timbulnya penyakit kardiovaskular. Data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin di tahun 2022 menyatakan sebanyak 856 orang wanita usia 45 keatas mengalami penyakit kardiovaskular.Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol pada wanita usia menopause.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperiment dengan desain One Group Pretest Posttest. Pengambilan sampel ini dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel 30 wanita menopause dengan kadar kolesterol tinggi (> 200 mg/dL). Data penelitian ini diambil dengan menggunakan lembar observasi kadar kolesterol sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam basah. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Kadar kolesterol sebelum diberikan terapi bekam basah mayoritas adalah kategori tinggi 100% dan setelah diberikan terapi bekam basah mayoritas kadar kolesterol turun menjadi normal sebesar 80%. Analisis bivariat berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai Pvalue sebesar 0,000 (< 0,05) sehingga H1 diterima.Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi bekam basah terhadap kadar kolesterol pada wanita usia menopause.Saran: Diharapkan masyarakat khususnya wanita menopause mengetahui secara umum manfaat yang dihasilkan oleh terapi bekam basah dan bisa menjadi terapi alternatif untuk penurunan kadar kolesterol dalam tubuh.Kata Kunci: Bekam Basah, Kolesterol, Menopause ABSTRACT Background: Menopause is one of the stages that a woman will go through, it is characterized by the permanent cessation of menstruation. Most menopausal women experience an increase in cholesterol levels due to a decrease in body function, one of which is a decrease in the hormone estrogen which has a role as a regulator of cholesterol levels. High cholesterol levels can have an impact on the onset of cardiovascular disease. Data from the Banjarmasin City Health Office in 2022 stated that as many as 856 women aged 45 and over experienced cardiovascular disease.Purpose: Analyzing the effect of wet cupping therapy on lowering cholesterol levels in women of menopausal age.Methods: This study used a pre-experiment design with a One Group Pretest Posttest design. Sampling was done using purposive sampling technique. The sample size was 30 menopausal women with high cholesterol levels (> 200 mg/dL). This research data was taken using an observation sheet of cholesterol levels before and after being given wet cupping therapy. Then the data were analyzed using the Wilcoxon test.Results: Cholesterol levels before being given wet cupping therapy the majority were 100% high category and after being given wet cupping therapy the majority of cholesterol levels dropped to normal by 80%. Bivariate analysis based on the Wilcoxon test obtained a Pvalue of 0.000 (<0.05) so that H1 is accepted.Conclusion: There is an effect of wet cupping therapy on cholesterol levels in women of menopausal age.Suggestion: It is hoped that the community, especially menopausal women, will know in general the benefits produced by wet cupping therapy and can be an alternative therapy for lowering cholesterol levels in the body.Keywords: Wet Cupping, Cholesterol, Menopause 
Factors That Influence Pregnant Women's Compliance With Local PMT Bu Gateng Fitriani, Aida Fitriani; Erlina, Erlina; Usrina, Nora; Friscila, Ika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14774

Abstract

Latar Belakang: Status gizi ibu hamil masih menjadi permasalahan yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting. Pemerintah mengusulkan solusi seperti memperbanyak penggunaan bahan-bahan lokal. Bu Gateng merupakan tradisi Aceh yang merayakan bulan ketujuh kehamilan.Tujuan: Menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil pada Pemberian Makanan Tambahan lokal Bu Gateng.Metode: Metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang menjalani ANC di Puskesmas Pusangan Sibla Krueng. Sampel penelitian terdiri dari 60 orang. Teknik pengambilan sampelnya adalah sampel acak sederhana. Sumber data primer dan sekunder. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil analisis bivariat variabel sikap nilai p 0,000 dan dukungan keluarga nilai p 0,000 bermakna faktor sikap dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil pada PMT lokal Bu Gateng.Kesimpulan: Sikap ibu dan dukungan keluarga adalah faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil pada PMT lokal Bu Gateng.Saran: Memberikan dukungan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi PMT lokal Bu Gateng agar nutrisi janin dan ibu terpenuhi selama masa kehamilan. Kata Kunci : Bu Gateng, Ibu Hamil, Kepatuhan, PMT Lokal ABSTRACT Background: Nutritional status Mother pregnant Still become possible problems influence the occurrence of stunting. Government propose solution like multiply use ingredients local. Mrs. Gateng is Acehnese tradition of celebrating month seventh pregnancy.Purpose: Analyze influencing factors to obedience Mother pregnant on giving food addition local Bu Gateng.Methods: Quantitative method with cross-sectional design. Population all over Mother pregnant women undergoing ANC at the Community Health Center Pusangan Sibla Krueng. Research sample consists of 60 people. Retrieval technique the sample is sample random simple. Primary and secondary data sources. Analysis bivariate using the chi-square test.Results: Analysis results bivariate variable attitude p value 0.000 and support family p value 0.000 is significant factor attitude and support family influential to obedience Mother pregnant at the local PMT Bu Gateng.Conclusion: mother and support family is factor affecting obedience Mother pregnant at the local PMT, Mrs. Gateng.Suggestions: Give support to Mother pregnant For consume Local PMT Mrs. Gateng for nutrition fetus and mother fulfilled during pregnancy. Kata Kunci : Bu Gateng, Pregnant Women, Compliance , Local PMT