Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH TEMPERATUR DAN LAMA PENYAJIAN TERHADAP PH SUSU FORMULA (6-12 BULAN) Mahmudah, Umi; Friscila, Ika; Rizali, Muhammad
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i1.1424

Abstract

Latar Belakang: Susu formula sering diberikan kepada bayi sebagai pendamping atau pengganti ASI. Tingkat konsumsi susu formula pada bayi bisa bervariasi, sehingga mungkin ditemui susu formula yang tidak habis diminum dalam waktu beberapa jam. Proses penyajian susu formula di masyarakat juga beragam, dilakukan dengan air mendidih atau air hangat, tergantung pada kondisi di masyarakat. Perbedaan temperatur dan lama penyajian diduga akan mempengaruhi kualitas susu, yang ditandai dengan rasa asam. Oleh karena itu perlu diteliti pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula bayi 6-12 bulan. Tujuan: Menganalisis pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula ( 6-12 bulan ). Metode: Metode penelitian menggunakan Jenis penelitian True Experiment atau bersifat eksperimen nyata, dengan memvariasikan temperatur air pencampur susu formula 40, 50, 60, 70, dan 80°C. Serta memvariasikan lama penyajian dari 0, 1, 2, 3, 4 jam, kemudian mengukur pH susu formula dari setiap variabel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik Anova. Hasil: didapatkan bahwa ada 2 jenis pH yang terjadi pada campuran awal susu formula, dimana pada temperatur 60-80°C, mempunyai kondisi awal basa, dan temperatur 40-50°C dalam kondisi asam. Kedua kondisi tempertur ini mempunyai trend yang berbeda. pH terendah terjadi pada campuran yang didiamkan selama 4 jamKesimpulan: Temperatur air pencampur memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 0,030469 < 0,05. Lama penyajian memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 6,98x10-6 < 0,05. Perbedaan temperatur air pencampur mengakibatkan perbedaan pH awal campuran susu formula 6-12 bulan. Campuran susu formula dengan temperatur lebih tinggi, menghasilkan pH yag lebih tinggi.
Pengaruh Teknik Relaksasi Guided Imagery terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Nifas Post Sectio Caesarea Rochaida, Try; Friscila, Ika; Nastiti, Kunti; Sarkiah, Sarkiah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.403

Abstract

Latar Belakang: Gangguan psikologis pada fase post partum sectio caesarea diantaranya kecemasan yang dirasakan secara terus menerus dapat memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan secara keseluruhan yang dapat mengakibatkan depresi postpartum. Pendekatan non farmakologi teknik relaksasi dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan yaitu guided imagery. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi relaksasi guided imagery terhadap penurunan kecemasan ibu nifas post sectio caesarea di RSUD Pambalah Batung Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode: penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre experimental dengan design one group pretest postest design. Sampel adalah ibu nifas post section caesarea di ruang nifas berjumlah 20 orang, diambil dengan teknik non probability sampling dengan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil: sebagian besar umur responden tidak berisiko sebanyak 17 orang (85%), mayoritas pendidikan SMA sebanyak 9 orang (45%), mayoritas pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 14 orang (70%). Hasil nilai rata-rata pre test sebesar 115,95 dan post test sebesar 81,65. Hasil analisis bivariat didapatkan hasil nilai significancy p-value 0,001. Kesimpulan: terdapat pengaruh peberian terapi relaksasi guided imagery terhadap penurunan kecemasan ibu nifas post sectio caesarea.
Efektivitas Vulva Hygiene Menggunakan Rebusan Daun Sirih Hijau terhadap Lama Penyembuhan Luka Perineum Derajat II pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja TPMB Hj. Sutarsih Endang Banjarmasin Latifah, Noor; Rahmawati, Dwi; Wahdah, Rabia; Friscila, Ika
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 12 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i12.414

Abstract

Latar Belakang: Data Kemenkes RI tahun 2022 menunjukkan 1 kasus kematian ibu akibat infeksi di Kalimantan Selatan dan pada tahun 2023 terdapat 1 kematian di Banjarmasin. Studi pendahuluan menemukan 12 ibu nifas yang tidak memahami perawatan luka perineum dan infeksi. Tujuan: Menganalisis efektivitas vulva hygiene menggunakan rebusan daun sirih hijau terhadap lama penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas di wilayah kerja TPMB Hj. Sutarsih Endang Banjarmasin. Metode: Berjenis kuantitatif quasy experimental, rancangan posttest-only control group pada 16 ibu dengan teknik purposive sampling.Dianalisa secara dan bivariate, analisa menggunakan uji Mann Whitney U Test. Hasil: Mayoritas responden kelompok intervensi sembuh dengan cepat (7 dari 8 responden atau 87,5%) dan mayoritas responden kelompok kontrol sembuh dengan normal (7 dari 8 responden atau 87,5%). Rata lama sembuh kelompok intervensi yaitu 4,13 hari sedangkan kelompok kontrol selama 6,88 hari. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05 artinya terdapat efektivitas terapi lama penyembuhan luka perineum. Simpulan: Terapi vulva hygiene menggunakan rebusan daun sirih hijau terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan luka perineum
PENGARUH GERAKAN DAN DURASI SHOLAT TERHADAP TANDA VITAL PADA IBU HAMIL Wahyuni, Yenni Fitri; Fitriani, Aida; Lisni, Lisni; Friscila, Ika
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i2.1588

Abstract

Latar Belakang: Stres dan gejala terkait lainnya yang menyertai kehamilan dapat dikelola dengan bantuan berupa latihan fisik. Metode lain untuk relaksasi adalah mendekatkan diri dengan berdzikir atau mengingat Allah SWT, dalam ibadah sholat. Tujuan: Menganalisis pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil. Metode: Desain penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre and post test design, sampel sebanyak 20 ibu hamil. Analisis bivariat paired sample test. Hasil: Analisis univariat dari gerakan sholat yang dilakukan, dalam 10 detik pertama, rata-rata detak jantung naik, sedangkan pada 20 detik rata-rata detak jantung menurun, dan naik kembali pada waktu 30 detik. Dalam 10 detik pertama, rata-rata kadar O2 cenderung konstan, sedangkan pada 20 dan 30 detik rata-rata kadar O2 naik. Dalam 10 detik pertama, rata-rata tekanan darah sistolik naik, sedangkan pada 20 dan 30 detik menurun, meski ada data di gerakan sujud naik pada waktu 30 detik. Analisis bivariat didapatkan nilai P = 0,279 yang bermakna tidak ada pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh gerakan dan durasi sholat terhadap tanda vital pada ibu hamil.
The Effect Of Postnatal Yoga Intensity On The Mental Health Of Postpartum Mothers Hasanah, Siti Noor; Friscila, Ika; Wijaksono, Muhammad Arief; Maolinda, Winda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23143

Abstract

Latar Belakang: Perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang terjadi pada masa ini sering kali mempengaruhi kesehatan mental ibu. Aktivitas fisik dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan. Ibu nifas sangat rentan terjadi gangguan psikologis karena adanya perubahan peran dan tanggung jawab. Gangguan psikologis yang tidak dikelola maka akan berdampak buruk terhadap ibu nifas. Dalam upaya menjaga keseimbangan mental selama masa nifas, berbagai pendekatan telah dikembangkan, salah satunya adalah melalui aktivitas fisik seperti yoga.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh intensitas postnatal yoga terhadap kesehatan mental ibu nifasMetode:  Desain penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan menggunakan model nonequivalent control group design. Instrumen penelitian kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale. Teknik pengumpulan data adalah memberikan kuesioner sebagai pretest pada responden pada hari pertama pertemuan, kemudian selama 2 minggu responden mengikuti postnatal yoga, selanjutnya responden mengisi kuesioner sebagai posttest pada responden pada hari terakhir pertemuan.Hasil: Secara statistik didapatkan P-value =0,000 (<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor kesehatan mental ibu nifas sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) diberikan Terapi Yoga Postnatal.Kesimpulan: Terapi Yoga Postnatal terbukti sangat efektif secara signifikan dalam mengurangi tingkat gejala depresi pascapersalinan (menurunkan skor EPDS) pada kelompok ibu nifas.Saran: Disarankan perlu penelitian lanjutan tentang minat, motivasi dan faktor penghambat ibu nifas dalam mengikuti postnatal yoga. Kata Kunci : Ibu Nifas, Kesehatan Mental, Postnatal, Yoga ABSTRACT Background: Physical, hormonal, and emotional changes that occur during this time often affect a mother's mental health. Physical activity can reduce stress and improve health. Postpartum mothers are highly vulnerable to psychological disorders due to changes in roles and responsibilities. Psychological disorders that are not managed can have negative effects on postpartum mothers. In efforts to maintain mental balance during the postpartum period, various approaches have been developed, one of which is through physical activities such as yoga.Purpose:  to determine the effect of postnatal yoga intensity on the mental health of postpartum mothersMethods:  This research design uses a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design model. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) research questionnaire instrument. The data collection technique involved administering the questionnaire as a pretest to respondents on the first day of the meeting, then the respondents participated in postnatal yoga for 2 weeks, and finally, the respondents completed the questionnaire as a posttest on the last day of the meeting.Results: Statistically, a P-value of 0.000 (<0.05). There is a statistically significant difference between the mental health scores of postpartum mothers before (Pretest) and after (Posttest) receiving Postnatal Yoga Therapy.Conclusion: Postnatal Yoga Therapy has been proven to be significantly effective in reducing the level of postpartum depression symptoms (lowering EPDS scores) in the group of postpartum mothers.Suggestions; It is recommended that further research be conducted on the interests, motivations, and inhibiting factors for postpartum mothers in participating in postnatal yoga. Keywords: : Mental Health, Postpartum Mothers, Postnatal, Yoga
The Effect Of Wet Cupping Therapy On Reducing Cholesterol Levels In Menopause Women Dwijayanti, Maulidya; Friscila, Ika; Rahman, Subhannur; Iswandari, Novita Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14788

Abstract

Latar Belakang: Menopause merupakan salah satu tahapan yang akan dilewati oleh seorang wanita, hal ini ditandai dengan terhentinya menstruasi secara permanen. Sebagian besar wanita menopause mengalami kenaikan kadar kolesterol dikarenakan penurunan fungsi tubuh, salah satunya penurunan hormon estrogen yang memiliki peran sebagai pengatur kadar kolesterol. Kadar kolesterol yang tinggi dapat berdampak pada timbulnya penyakit kardiovaskular. Data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin di tahun 2022 menyatakan sebanyak 856 orang wanita usia 45 keatas mengalami penyakit kardiovaskular.Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol pada wanita usia menopause.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperiment dengan desain One Group Pretest Posttest. Pengambilan sampel ini dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel 30 wanita menopause dengan kadar kolesterol tinggi (> 200 mg/dL). Data penelitian ini diambil dengan menggunakan lembar observasi kadar kolesterol sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam basah. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Kadar kolesterol sebelum diberikan terapi bekam basah mayoritas adalah kategori tinggi 100% dan setelah diberikan terapi bekam basah mayoritas kadar kolesterol turun menjadi normal sebesar 80%. Analisis bivariat berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai Pvalue sebesar 0,000 (< 0,05) sehingga H1 diterima.Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi bekam basah terhadap kadar kolesterol pada wanita usia menopause.Saran: Diharapkan masyarakat khususnya wanita menopause mengetahui secara umum manfaat yang dihasilkan oleh terapi bekam basah dan bisa menjadi terapi alternatif untuk penurunan kadar kolesterol dalam tubuh.Kata Kunci: Bekam Basah, Kolesterol, Menopause ABSTRACT Background: Menopause is one of the stages that a woman will go through, it is characterized by the permanent cessation of menstruation. Most menopausal women experience an increase in cholesterol levels due to a decrease in body function, one of which is a decrease in the hormone estrogen which has a role as a regulator of cholesterol levels. High cholesterol levels can have an impact on the onset of cardiovascular disease. Data from the Banjarmasin City Health Office in 2022 stated that as many as 856 women aged 45 and over experienced cardiovascular disease.Purpose: Analyzing the effect of wet cupping therapy on lowering cholesterol levels in women of menopausal age.Methods: This study used a pre-experiment design with a One Group Pretest Posttest design. Sampling was done using purposive sampling technique. The sample size was 30 menopausal women with high cholesterol levels (> 200 mg/dL). This research data was taken using an observation sheet of cholesterol levels before and after being given wet cupping therapy. Then the data were analyzed using the Wilcoxon test.Results: Cholesterol levels before being given wet cupping therapy the majority were 100% high category and after being given wet cupping therapy the majority of cholesterol levels dropped to normal by 80%. Bivariate analysis based on the Wilcoxon test obtained a Pvalue of 0.000 (<0.05) so that H1 is accepted.Conclusion: There is an effect of wet cupping therapy on cholesterol levels in women of menopausal age.Suggestion: It is hoped that the community, especially menopausal women, will know in general the benefits produced by wet cupping therapy and can be an alternative therapy for lowering cholesterol levels in the body.Keywords: Wet Cupping, Cholesterol, Menopause 
Factors That Influence Pregnant Women's Compliance With Local PMT Bu Gateng Fitriani, Aida Fitriani; Erlina, Erlina; Usrina, Nora; Friscila, Ika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14774

Abstract

Latar Belakang: Status gizi ibu hamil masih menjadi permasalahan yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting. Pemerintah mengusulkan solusi seperti memperbanyak penggunaan bahan-bahan lokal. Bu Gateng merupakan tradisi Aceh yang merayakan bulan ketujuh kehamilan.Tujuan: Menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil pada Pemberian Makanan Tambahan lokal Bu Gateng.Metode: Metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang menjalani ANC di Puskesmas Pusangan Sibla Krueng. Sampel penelitian terdiri dari 60 orang. Teknik pengambilan sampelnya adalah sampel acak sederhana. Sumber data primer dan sekunder. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil analisis bivariat variabel sikap nilai p 0,000 dan dukungan keluarga nilai p 0,000 bermakna faktor sikap dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil pada PMT lokal Bu Gateng.Kesimpulan: Sikap ibu dan dukungan keluarga adalah faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil pada PMT lokal Bu Gateng.Saran: Memberikan dukungan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi PMT lokal Bu Gateng agar nutrisi janin dan ibu terpenuhi selama masa kehamilan. Kata Kunci : Bu Gateng, Ibu Hamil, Kepatuhan, PMT Lokal ABSTRACT Background: Nutritional status Mother pregnant Still become possible problems influence the occurrence of stunting. Government propose solution like multiply use ingredients local. Mrs. Gateng is Acehnese tradition of celebrating month seventh pregnancy.Purpose: Analyze influencing factors to obedience Mother pregnant on giving food addition local Bu Gateng.Methods: Quantitative method with cross-sectional design. Population all over Mother pregnant women undergoing ANC at the Community Health Center Pusangan Sibla Krueng. Research sample consists of 60 people. Retrieval technique the sample is sample random simple. Primary and secondary data sources. Analysis bivariate using the chi-square test.Results: Analysis results bivariate variable attitude p value 0.000 and support family p value 0.000 is significant factor attitude and support family influential to obedience Mother pregnant at the local PMT Bu Gateng.Conclusion: mother and support family is factor affecting obedience Mother pregnant at the local PMT, Mrs. Gateng.Suggestions: Give support to Mother pregnant For consume Local PMT Mrs. Gateng for nutrition fetus and mother fulfilled during pregnancy. Kata Kunci : Bu Gateng, Pregnant Women, Compliance , Local PMT 
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Manfaat Kolostrium dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia ≥ 6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman: Correlation of Mother’s Knowledge About Colostrrum Benefits with the Successfulness of Exclusive Breastfeeding on Baby ≥ 6 Month Old in Pekauman Health Care Center’s Work Area Sari, Anita; Anisa, Fadhiyah Noor; Friscila, Ika; Hestiyana, Nita
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8959

Abstract

Pengetahuan yang tidak tepat mengenai manfaat memberikan ASI secara eksklusif termasuk manfaat kolostrum pada awal pemberian ASI Eksklusif dapat menimbulkan kurangnya ketertarikan dan motivasi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayinya. Persentase pemberian ASI Eksklusif terendah tahun 2021 di Kota Banjarmasin terdata di Puskesmas Pekauman sebesar 4,79%.Menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang manfaat kolostrum dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia ≥ 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Penelitian kuantitatif dengan rancangan survei analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 30 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia ≥ 6 bulan di Puskesmas Pekauman dengan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan uji korelasi Kolmogorov Smirnov karena tidak memenuhi syarat uji chi square. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang dengan jumlah 12 orang (40%), dan tidak memberikan ASI Eksklusif dengan jumlah 17 dari 30 orang (56,7%). Analisa uji hipotesis secara bivariate menunjukkan nilai p = 0,017. Ada hubungan pengetahuan ibu tentang manfaat kolostrum dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia ≥ 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman.
PENGARUH METODE KONSELING ASI PADA MASA NIFAS TERHADAP KEJADIAN PUTING SUSU LECET Siti Noor Hasanah; Friscila, Ika
Midwifery And Complementary Care Vol 2 No 1 (2023): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v2i1.620

Abstract

Background:The impact on infants who do not receive breast milk (ASI) includes jaundice due to insufficient intake, non-ideal body weight, dental caries, and increased vulnerability to infections and diarrhea. Successful breastfeeding must be supported by effective breastfeeding practices. Healthcare facilities need trained breastfeeding counselors who are competent in helping mothers breastfeed exclusively for six months. Midwives, as counselors, must be able to guide pregnant women, especially first-time mothers, regarding breastfeeding. Objective:To determine the effect of breastfeeding counseling on the incidence of nipple soreness in postpartum mothers. Method:This is a quantitative study using a case-control design, with breastfeeding counseling as the independent variable and nipple soreness as the dependent variable. The sample consisted of postpartum mothers from 7 to 14 days postpartum, totaling 40 participants with a 1:1 ratio between the control and comparison groups. Data were analyzed using univariate (frequency distribution) and bivariate (Chi-square) analysis. Results:There were 20 respondents in the control group and 20 in the intervention group. Of the 40 respondents, 14 (35%) experienced nipple soreness. Conclusion:There is an effect of breastfeeding counseling methods on the incidence of nipple soreness in postpartum mothers. Keywords:Breastfeeding Counselor, Breastfeeding Counseling, Postpartum, Nipple Soreness
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SKRINING KANKER SERVIKS: LITERATURE REVIEW Siti Noor Hasanah; Friscila, Ika
Midwifery And Complementary Care Vol 1 No 2 (2022): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v1i2.621

Abstract

Background:Cancer is one of the leading causes of death worldwide. One of the most common cancers among women is cervical cancer. The low level of public knowledge about cervical cancer and its prevention methods is one of the main reasons for the low coverage of cervical cancer screening. Women's reluctance to undergo screening is often due to fear of the results, fear of pain during the examination, and feelings of embarrassment. Objective:The objective of this literature review is to gather and summarize literature related to the effectiveness of health education in improving women's knowledge and behavior regarding cervical cancer screening. Method:This study used electronic bibliographic databases, with systematic searches conducted in PubMed and ScienceDirect from 2009 to 2019. High-quality articles were selected based on inclusion criteria, resulting in 11 articles reviewed out of an initial 843. Results:The review identified two main themes: the effectiveness of health education using the Health Belief Model (HBM) concept, and the effectiveness of tools and media on women's behavior regarding cervical cancer screening. The findings indicate that health education significantly influences the improvement of knowledge, perception, attitudes, and behavior of women in undergoing cervical cancer screening.