Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

SENTRIN- Pengembangan Pembagian Beban Kerja Server Cluster Docker Swarm Berbasis Raspberry Dengan Metode Loadbalancer IP HASH Serta Terautomasi Ansible Tohari, Fauzan Adzima; Primananda, Rakhmadhany; Shaffan, Nur Hazbiy
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 12 No 3: Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2025129466

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini mempercepat penyebaran informasi, hal ini meningkatkan traffic dan tekanan pada infrastruktur. Menghadapi ini, sistem yang reliable, availability, dan maintainability diperlukan. Dengan container dan Raspberry Pi sebagai server. Memberikan keunggulan selain 3 karakteristik sistem tersebut juga dari sumberdaya yang diperlukan. Raspberry Pi dapat terhubung ke jaringan LAN maupun nirkabel. Fokus penelitian ini pada perancangan dan implementasi sistem berbasis empat Raspberry Pi, tiga sebagai webserver Nginx, dan satu sebagai kontroler. Sistem ini menggunakan teknologi containerization di lingkungan DockerSwarm dan diintegrasikan Ansible untuk otomatisasi tugas. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan sistem yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, memanfaatkan Raspberry Pi untuk efisiensi daya, dan memberikan manfaat dalam hal skalabilitas dan otomatisasi. Sistem ini menggunakan empat Raspberry Pi dengan algoritma IP HASH untuk pembagian beban kerja. Komponen utama mencakup input dari pengguna, pemrosesan beban kerja oleh load balancer, dan output melalui antarmuka web browser. Load balancer bertanggung jawab atas distribusi lalu lintas dan pemantauan status server untuk mengalihkan lalu lintas jika diperlukan. Pengujian menunjukkan system dengan load balancer lebih efisien dalam penggunaan CPU dengan perbandingan CPU 39.1% pada ws1 dengan loadbalancer dan 51.2% tanpa loadbalancer, 38.9% pada ws2 dengan loadbalancer dan 51.7% tanpa loadbalancer, serta 6.3% pada ws3 ketika loadbalancer mengalihkan request saat server 1 atau 2 mati dan efektif dalam mengalihkan request saat server bermasalah dengan persentase kegagalan melayani request sebesar 18% atau 18 request dari 1000 request sedangkan tanpa loadbalancer request tidak dapat dilayani ketika server yang dituju mati. Ini membuktikan reliable, availability, dan maintainability pada sistem ini terpenuhi.
Implementasi Sistem Pembaruan Aplikasi ‘Over The Air (OTA)’ Pada Perangkat IoT Berbasis Raspberry Pi Menggunakan Platform Github Yudistira Wijaya, Dimas; Shaffan, Nur Hazbiy; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat Internet of Things (IoT) menimbulkan tantangan signifikan dalam pemeliharaan dan pembaruan perangkat lunak pada sistem terdistribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan "Implementasi Sistem Pembaruan Aplikasi 'Over the Air (OTA)' Pada Perangkat IoT Berbasis Raspberry Pi 4 Menggunakan Platform Github" sebagai solusi efisien terhadap metode tradisional yang memerlukan kunjungan fisik. Sistem ini memanfaatkan Github Repository sebagai server pusat penyimpanan dan distribusi pembaruan firmware/software, dengan program sistem layanan pembaruan over-the-air pada perangkat Raspberry Pi 4 yang secara periodik memeriksa ketersediaan pembaruan. Ketika versi baru terdeteksi, sistem secara otomatis mengunduh dan menerapkan pembaruan tersebut. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, sistem mampu melaksanakan pembaruan over-the-air terhadap aplikasi pada beberapa unit perangkat Raspberry Pi 4. Proses pembaruan tersebut memerlukan waktu rata-rata selama 18,069 detik, sementara downtime aplikasi yang terjadi selama proses pembaruan berlangsung adalah rata-rata 5,013 detik. Implementasi Github dalam sistem menyederhanakan proses manajemen pembaruan dengan memanfaatkan infrastruktur yang mapan, tersedia, dan handal. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan mendalam tentang efektivitas mekanisme OTA pada perangkat Raspberry Pi 4 dan menjadi referensi bagi pengembang yang ingin mengimplementasikan sistem serupa, sehingga berkontribusi pada pengembangan ekosistem IoT yang lebih aman dan mudah dipelihara.
Sistem Pakar Berbasis Android untuk Mendeteksi Jenis Perilaku ADHD pada Anak Alkaff, Muhammad; Khatimi, Husnul; Sari, Yuslena; Darmawan, Puja; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 2: April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2464.534 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019621265

Abstract

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan otak pada anak yang mengakibatkan meningkatnya aktifitas motorik sehingga menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif dan inatentif. Kondisi ini sering memperlihatkan tingkah laku yang tidak wajar seperti selalu bergerak tanpa tujuan, selalu gelisah, atau tidak bisa duduk dengan tenang. Gangguan ADHD terbagi menjadi tiga jenis yaitu Hiperaktif, Inatentif dan Impulsif. Salah satu cara untuk mendiagnosa jenis ADHD yang diderita oleh anak adalah dengan konseling. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sebuah sistem pakar yang dapat membantu memberikan kesimpulan tentang jenis penyakit ADHD yang diderita oleh anak serta tingkat keyakinan diagnosisnya. Penelitian ini menggunakan metode Dempster-Shafer untuk melakukan perhitungan terhadap nilai keyakinan suatu diagnosa. Hal ini dilakukan dengan cara membandingkan setiap nilai keyakinan dari 2 gejala awal yang terjadi pada anak untuk selanjutnya dibandingkan lagi dengan nilai keyakinan dari gejala-gejala lainnya. Sehingga mengerucut pada suatu gejala yang mengacu kepada suatu jenis dari ADHD disertai dengan nilai keyakinannya seperti layaknya diagnosa seorang pakar psikologi anak. Dalam penelitian ini dibangun sistem pakar berbasis Android dengan basis pengetahuan dari 3 orang pakar untuk memudahkan orang tua anak dalam mendiagnosa gejala-gelaja yang mungkin diderita oleh anaknya. Hasil pengujian sistem terhadap pakar dengan persentase rata-rata sebesar 93,3% dari 3 orang pakar, menunjukan bahwa sistem pakar yang telah dibuat mampu mendiagnosa jenis perilaku ADHD yang diderita oleh anak-anak disertai dengan nilai tingkat keyakinan diagnosisnya.Abstract ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) is a brain development disorder in children resulting in increased motor activity causing the sufferer to become hyperactive, impulsive and inattentive. This condition often shows unnatural behavior like always moving aimlessly, always restless, or unable to sit quietly. ADHD disorders divided into three types, namely Hyperactive, Inattentive and Impulsif. One way to diagnose the type of ADHD suffered by children is by counseling. The purpose of this study is to build an expert sistem that can help provide conclusions about the kind of ADHD that the children had and the diagnosis level of confidence. This research uses Dempster-Shafer method to perform the calculation of confidence value of diagnosis. This is done by comparing each of the confidence values of the two early symptoms that occur in the child to furthermore compare with the belief value of the other symptoms. Therefore, conical to a symptom that refers to a type of ADHD accompanied by the value of the diagnosis beliefs, just like the diagnosis of a child psychologist. In this study, an Android-based expert system with a knowledge base from three experts is built to facilitate the child's parents in diagnosing symptoms that may be suffered by his son. The experimental test of the system with the mean percentage of 90% from 3 experts, indicates that the expert system that has been made can diagnose the type of ADHD behavior suffered by the children accompanied by the value of the diagnosis confidence level.
Implementasi Internet Of Things Pada Sistem Ketersediaan Ruang Parkir Gedung Bertingkat Menggunakan NRF24L01 dan HC-SR04 Bahari, Angga Sukma; Primananda, Rakhmadhany; Ichsan, Mochammad Hannats Hanafi; Ananta, Mahardeka Tri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 3: Juni 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106073

Abstract

Permasalahan pada sistem di gedung parkir bertingkat salah satunya sulit menemukan ruang parkir yang kosong. Adanya dinding beton tebal dan struktur bangunan dengan beberapa lantai mengakibatkan jarak pandang pencarian ruang parkir berkurang.Berdasarkan hal ini, dibutuhkan sistemuntuk memberi informasi ketersediaan ruang parkir pada tiap lantai gedung parkir bertingkat agar pencarian ruang parkir dapat lebih efektif dan efisien. Sistem ini menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 danmodul transceiver nRF24L01 disertai teknologi Internet of Things agar informasi dapat diakses melalui Thingspeak dan LCD 20x4. Pada implementasinya terdapat 2 client node pada tiap lantai dan 1 sink node pada lantai dasar. Pengiriman informasi dilakukan secara multihop untuk antar lantai (gateway node) dan directly connection antara sub-node dengan gateway node. Hasil pengujian menghasilkan 100% keberhasilan pendeteksian sekaligus verifikasipada tiap ruang parkir. Kinerja nRF24L01 pada komunikasi data internal menghasilkan success delivery ratio 100% dengan rata-rata delay pengiriman kurang dari 6 detik. Tetapi pada pengujian dengan skenario jarak 5m, 10m, 20m, dan 40m secara berturut-turut menghasilkan nilai terendah success delivery ratio sebesar 100%, 96,67%, 76,67% dan 90% dan delay pengiriman keseluruhan kurang dari 8 detik pada jarak 40m. Perutean melalui pengalamatan RF24Network dengan mekanisme multihop berhasil dilakukan. Informasi yang ditampilkan pada LCD 20x4 dan Thingspeak berhasil dilakukan secara keseluruhan, namun pada dua kali pengujian kinerja pengiriman dari sink node menuju Thingspeak hanya menghasilkan success delivery ratio sebesar 64,47% dan 65,65%. AbstractOne of the problems with the system in multi-storey parking buildings is that it is difficult to find an empty parking space. The presence of thick concrete walls and a building structure with several floors resulted in reduced visibility of the search for parking spaces. Based on this, a system is needed to provide information on the availability of parking spaces on each floor of the multi-storey parking building so that the search for parking spaces can be more effective and efficient. This system uses the HC-SR04 ultrasonic sensor and the nRF24L01 transceiver module along with Internet of Things technology so that information can be accessed via Thingspeak and aLCD 20x4. In the implementation there are 2 client nodes on each floor and 1 sink node on the ground floor. Information transmission is carried out in multihop for inter-floor (gateway nodes) and directly connection between sub-nodes and gateway nodes. The test results resulted in 100% successful detection as well as verification in each parking space. The performance of nRF24L01 on internal data communication results in a 100% success delivery ratio with an average delivery delay of less than 6 seconds. However, in testing with scenarios of 5m, 10m, 20m, and 40m distances, respectively, the lowest success delivery ratio values are 100%, 96.67%, 76.67% and 90% and the overall delivery delay is less than 8 seconds at distance 40m. Routing via RF24Network addressing with multihop mechanism was successful. The information displayed on the LCD 20x4 and Thingspeak was successfully carried out as a whole, but in two tests of delivery performance from the sink node to Thingspeak, it only resulted in a success delivery ratio of 64.47% and 65.65%, respectively.
Implementasi Protokol Routing HEED pada Wireless Sensor Network dengan Perangkat Berbasis Modul Komunikasi nRF24L01 Zain, Giservin Tifira; Primananda, Rakhmadhany; Budi, Agung Setia
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022976835

Abstract

Wireless sensor network (WSN) merupakan sistem yang terdiri dari node sensor otonom yang terdistribusi pada suatu area untuk melakukan fungsi tertentu. Konsumsi energi sangat perlu diperhatikan dalam jalannya sistem WSN maka dari itu diimplementasikan protokol routing yang dapat meningkatkan efisiensi energi salah satunya adalah protokol cluster-based. Protokol Hybrid Energy-Efficient Distributed (HEED) merupakan cluster-based routing dengan komunikasi multi-hop pada cluster head-nya. Tujuan dari protokol HEED adalah untuk membentuk cluster yang terdistribusi dengan baik dalam jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan protokol HEED pada perangkat real dengan berbasis modul nRF24L01 untuk melihat bagaimana kinerja yang dihasilkan. Implementasi dilakukan pada jaringan dengan skala kecil dimana node sensor hanya berjumlah 8 dengan jarak antar node yang tidak jauh sehingga setiap node masih dapat menjangkau semua node pada jaringan. Dengan adanya keterbatasan nRF24L01, pembentukan cluster memakan banyak waktu dan energi karena dibutuhkannya perhitungan cost node dan sinkronisasi waktu antar node. Kemudian waktu pemilihan cluster head kembali setelah jalannya operasi jaringan perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu fungsionalitas sistem. Pergantian cluster head baru sering terjadi ketika waktu sudah lama berjalan pada jaringan dan itu bervariasi tergantung pada energi baterai. Pada pengujian dengan energi baterai 6000 mWh, didapatkan lifetime HEED adalah 150 jam 32 menit 41 detik yang merupakan 94% peningkatan dari lifetime protokol static clustering. Namun pada jaringan skala kecil dengan perangkat berbasis nRF24L01 ini, lifetime HEED masih berada 28.5% di bawah LEACH.AbstractWireless sensor network (WSN) is a system consisting of autonomous sensor nodes distributed in an area to perform certain functions. Energy consumption really needs to be considered in the WSN system, therefore a routing protocol that can improve energy efficiency is implemented, one of which is a cluster-based protocol. The Hybrid Energy-Efficient Distributed (HEED) protocol is a cluster-based routing with multi-hop communication on its cluster head. The purpose of the HEED protocol is to form well-distributed clusters in the network. This study aims to implement the HEED protocol on real devices based on the nRF24L01 module to see how the performance generated is. The implementation is carried out on a small-scale network where the sensor nodes only amount to 8 and the distance between is not far away making each node still reach all nodes on the network. With the limitations of the nRF24L01, cluster formation is quite time-consuming and energy-consuming due to the need for calculating node costs and synchronizing time between nodes. Then the timing to select the cluster head again after network operation needs to be considered so as not to interfere with the system's functionality. The selection of different cluster heads often occurs only when time has been running on the network for a long time and that time varies depending on battery energy. In testing with a battery energy of 6000 mWh, the lifetime of HEED was found to be 150 hours 32 minutes 41 seconds which is a 94% increase from the lifetime of the static clustering protocol. However, on a small-scale network with this nRF24L01-based device, the lifetime of HEED is still 28.5% below LEACH.
Sistem Identifikasi Kesehatan Berdasarkan Detak Jantung, Kadar Oksigen, dan Suhu Tubuh Menggunakan Metode Fuzzy Mamdani Naviaddin, Arsal Wildan; Prasetio, Barlian Henryranu; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2023106956

Abstract

Kesehatan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, dalam paper ini kami menawarkan pendekatan efektif dan efisien dalam mendeteksi dini kesehatan. Deteksi dini dapat menghindari berbagai faktor risiko penyakit dan dapat terhindar dari komplikasi, serta menghemat biaya pengobatan. Sebagian besar alat deteksi kesehatan menggunakan metode invasif, sementara sistem kami menggunakan pendekatan contactless. Sensor pulse Oximater MAX30100 dan sensor suhu MLX90614 digunakan untuk mengukur tingkat saturasi oksigen, detak jantung dan suhu tubuh. Kemudian, kedua data sensor tersebut dikirim ke Google Firebase dengan memanfaatkan fitur layanan realtime database sehingga data dapat ditampilkan secara langsung di aplikasi android. Kedua sensor dihubungkan pada mikrokontroler NodeMCU ESP8266, lalu data hasil pengukuran sensor beserta perhitungan fuzzy dikirim ke database Firebase agar dapat ditampilkan pada smartphone. Hasil dari penelitian ini adalah akurasi pembacaan sensor suhu MLX90614 dan pulse oximater MAX30100 dibandingkan alat yang sudah ada didapatkan pengukuran suhu mendapatkan nilai MAPE sebesar 0.964 %, pengukuran saturasi mendapatkan nilai MAPE 0 %, dan pengukuran detak jantung didapatkan MAPE 1.581 %. Dari ketiga pengukuran didapatkan nilai MAPE dibawah 10% sehingga dapat dikategorikan pengukuran akurat dan kinerja metode fuzzy mamdani dalam mengklasifikasikan kondisi kesehatan sangat baik dan akurat.   Abstract   Health is an important factor in human life. Therefore, in this paper we offer an effective and efficient approach in early detection of health. Early detection can avoid various risk factors for disease and can avoid complications, as well as save on medical costs. Most medical detection systems use invasive methods, while our system uses a contactless approach. The MAX30100 Oximater pulse sensor and MLX90614 temperature sensor are used to measure oxygen saturation level, heart rate and body temperature. Then, the two-sensor data are sent to Google Firebase by utilizing the real-time database service feature so that the data can be displayed directly in the Android application. The two sensors are connected to the NodeMCU ESP8266 microcontroller, then the sensor measurement results data along with the fuzzy calculations are sent to the Firebase database so that they can be displayed on a smartphone. The results of this study are the accuracy of the readings of the MLX90614 temperature sensor and the MAX30100 pulse oximeter compared to existing devices, the temperature measurement gets a MAPE value of 0.964 %, the saturation measurement gets a MAPE value of 0 %, and the heart rate measurement gets a MAPE of 1.581 %. From the three measurements, the MAPE value was below 10% so that it could be categorized as an accurate measurement and the performance of the Mamdani fuzzy method in classifying health conditions was very good and accurate.