Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Sistem Rekomendasi dan Pemantauan Kualitas Air Kolam Bibit Budidaya Ikan Nila menggunakan Metode Support Vector Machine (SVM) Khasan, Fathurrahman Hernanda; Syauqy , Dahnial; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menjadi fokus dalam industri perikanan air tawar di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Dalam konteks ini, pemantauan kualitas air menjadi krusial untuk memastikan pertumbuhan dan produktivitas ikan yang optimal. Penelitian ini menjawab kebutuhan mendesak dalam pemantauan kualitas air kolam bibit budidaya ikan nila dengan mengembangkan Sistem rekomendasi dan pemantauan kualitas air menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Penelitian ini menerapkan metode pengembangan implementatif untuk mengimplementasikan hasil penelitian sebelumnya ke dalam aplikasi praktis. Tahapan penelitian mencakup studi literatur, rekayasa kebutuhan sistem, perancangan dan implementasi sistem, pengujian, serta analisis hasil. Sistem ini dirancang untuk memberikan rekomendasi dan memantau kualitas air kolam bibit ikan nila dengan memanfaatkan sensor suhu DS18B20, PH-4502C, dan sensor turbiditas SEN0189.Pengujian melibatkan evaluasi sensor dan metode SVM untuk klasifikasi kualitas air. Hasil uji klasifikasi SVM menunjukkan kemampuan sistem mengenali tiga kelas kualitas air, yaitu "Bersih", "Perlu Diencerkan", dan "Perlu Dikuras". Sistem berhasil memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi air kolam bibit ikan nila dan mampu memonitor kualitas air secara akurat dengan keberhasilan prediksi 100% untuk seluruh 15 data testing. Sensor suhu, pH, dan turbiditas juga menunjukkan kinerja baik dengan tingkat akurasi sebesar 99.51% untuk sensor suhu DS18B20, 98.85% untuk sensor PH-4502C dan pembacaan yang adaptif sesuai lingkungannya pada sensor turbiditas SEN0189.
Sistem Klasifikasi Ikan Teri Asin Berformalin dan Tidak Berformalin Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor Berbasis Weighted Euclidean Distance Prakoso, Aldo Hani; Syauqy, Dahnial; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara maritim, Indonesia kaya akan produk perikanan. Ikan teri merupakan salah satu yang paling populer dan umum diolah sebagai ikan asin. Selain menambah cita rasa, pengasinan pada ikan dapat memperpanjang masa simpan. Sayangnya banyak produsen skala tradisional masih mengabaikan aspek sanitasi dan higiene, sehingga ikan teri asin rentan terhadap bakteri penyebab pembusukan. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa produsen bahkan memanfaatkan cairan formalin yang dapat memicu kanker. Untuk melindungi konsumen, penelitian ini mengembangkan sistem pengklasifikasi teri asin berformalin dan tidak berformalin berdasarkan fitur warna dan fitur HCHO. Sebelumnya telah ada penelitian terkait sistem serupa dengan objek klasifikasi berbeda, namun terdapat ketimpangan fitur warna dan fitur HCHO yang tidak dapat ditangani metode klasifikasi pada penelitian tersebut sehingga fitur HCHO hanya berpengaruh kecil dalam proses klasifikasi. Berangkat dari permasalahan tersebut, pada penelitian kali ini digunakan metode k-nearest neighbor berbasis weighted euclidean distance dan normalisasi fitur guna menyeimbangkan pengaruh fitur warna dan fitur HCHO yang diharap mampu meningkatkan akurasi sistem. Berdasarkan hasil pengujian, penyesuaian metode K-NN pada sistem di penelitian ini mampu mencatatkan nilai akurasi 100%, meningkat sebesar 12.01% dibanding akurasi metode K-NN pada penelitian terdahulu ketika diterapkan dan di uji pada sistem di penelitian ini yang mencatatkan akurasi sebesar 87.99%.
Sistem Monitoring Dan Rekomendasi Kualitas Air Budidaya Bibit Ikan Nila Menggunakan Parameter Kekeruhan, Suhu, Dan PH Dengan Algoritma Random Forest Wijaya, Jason; Syauqy, Dahnial; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 3 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ikan nila di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat yang memperlihatkan kebutuhan mendesak akan pemantauan kualitas air kolam. Metode pemantauan manual saat ini tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan pengukuran, berpotensi merugikan kondisi ikan dan hasil panen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem otomatis yang menggunakan sensor suhu, pH, dan kekeruhan dan didukung oleh algoritma Random Forest. Studi kasus dilakukan pada kolam ikan nila di laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, dengan kolaborasi bersama petani ikan. Prototipe berhasil mengintegrasikan sensor DS18B20, PH-4502C, dan SEN-0189 dalam desain fisik berukuran 21.5 x 14.5 x 8.5 cm. Algoritma Random Forest mencapai akurasi 94.44%. Hasil ini mengindikasikan keandalan dan efisiensi model dalam memberikan rekomendasi kualitas air, dengan confusion matrix menegaskan sebagian besar klasifikasi benar, menandai keandalan model dalam memberikan prediksi yang akurat. Keseluruhan, sistem ini berhasil mendukung pengambilan keputusan petani ikan dengan konsistensi dan keandalan tinggi.
Purwarupa Pelaporan Kecelakaan Kendaraan Menggunakan Akselerometer MPU-6050 Berbasis Arduino Uno ALFATH, ANASHRULLAH FAIZAL; Primananda, Rakhmadhany; Setyawan, Gembong Edhi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 7 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat korban kecelakaan, informasi lokasi terjadinya kecelakaan kurang cepat dilaporkan, menyebabkan korban terlambat mendapat bantuan kecelakaan.Permasalahan bagaimana kinerja purwarupa pelaporan kecelakaan kendaraan menggunakan akselerometer MPU-6050 berbasis arduino uno. Tujuan penelitian implementasi kinerja purwarupa dapat mendeteksi benturan kecelakaan dan mengirim notifikasi SMS ke user yang dituju. Metodologi penelitian ini adalah pengembangan implementatif. Hasil Pengujian, Terimplementasi purwarupa pelaporan kecelakaan kendaraan yang dapat mendeteksi percepatan benturan kecelakaan dengan menghasilkan klasifikasi Status benturan mencapai 18.500G dan nilai puncak 21.562G melampaui threshold G>8 dengan status telah terjadi kecelakaan kendaraan dan mengirim notifikasi SMS ke user yang dituju. Kesimpulan, Purwarupa telah beroperasi sesuai yang diharapkan, dengan menampilkan data percepatan benturan. Kecepatan kinerja waktu komputasi purwarupa maksimum 1.3685 Detik dan waktu minimum 0.9384 Detik dan rata-rata 1.9455 Detik, waktu komputasi tersebut tergolong cukup rendah. Rencana kedepan, Pengembangkan akurasi pembacaan status kecelakaan perlu mempertimbangkan kualitas sensor lebih baik, menambah sensor untuk meningkatkan nilai guna pemanfaatan. memperhatikan kestabilan jaringan satelit, menyiapkan catu daya cadangan.
Implentasi Algoritma Ant Colony Optimization untuk Pencarian Jalur Optimal Multipath Routing Pada Software Define Network fasya, fadhlan; Primananda, Rakhmadhany; Shaffan, Nur Hazbiy
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era digital saat ini, penggunaan jaringan komputer meningkat pesat, terutama dengan semakin banyaknya perangkat yang terhubung dan aplikasi yang memerlukan kinerja jaringan yang tinggi. Software Defined Network (SDN) menjadi solusi inovatif yang menawarkan fleksibilitas dan efisiensi dalam pengelolaan jaringan. Dengan menggunakan Software Defined Network (SDN), sistem dapat secara otomatis mencari jalur alternatif yang ketika terjadi atau berpotensi terjadi link down. SDN merupakan model jaringan yang memisahkan control plane dan data plane, dengan protokol OpenFlow versi 1.3 sebagai penghubung. Keunggulan utama SDN adalah sifatnya yang dapat diprogram, sehingga memungkinkan implementasi algoritme routing untuk mencari jalur komunikasi yang optimal. Penelitian ini menggunakan algoritme Ant Colony Optimization (ACO) untuk mencari jalur optimal. Implementasi dilakukan menggunakan Mininet sebagai simulator topologi jaringan dan Ryu Controller untuk mengelola lalu lintas. Pengujian dilakukan untuk mengukur performa algoritme dalam hal pencarian jalur, waktu respons, throughput, dan packet loss, dengan membandingkan hasil yang diperoleh dari ACO dan Depth First Search (DFS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ACO lebih unggul dalam waktu respons dengan rata-rata 0,117 detik dibandingkan DFS yang mencapai 0,163 detik. Dari segi throughput, ACO menghasilkan rata-rata 98,3204 Mbps, lebih tinggi dibandingkan DFS yang mencatat rata-rata 97,1162 Mbps. Namun, ACO memiliki tingkat packet loss yang sedikit lebih tinggi, yaitu 1,83634% dibandingkan DFS dengan rata-rata 1,8212%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ACO memiliki potensi untuk meningkatkan performa jaringan pada sistem berbasis SDN, khususnya dalam hal waktu respons dan throughput, meskipun tingkat packet loss-nya sedikit lebih besar.
Sistem Pengaturan Agroklimat Berbasis IoT Pada Budidaya Vanili Menggunakan Metode Fuzzy Fakhran Zainul Muttaqin, Muhammad; Primananda, Rakhmadhany; Edhi Setyawan, Gembong
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kualitas tanaman vanili pada prototipe greenhouse sangat penting bagi petani vanili untuk memastikan hasil panen yang optimal. Beberapa parameter kualitas udara yang perlu dipantau, seperti suhu dan kelembapan, memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman vanili. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan penelitian mengenai sistem pengaturan agroklimat yang dapat membantu mengontrol parameter tersebut. Salah satu solusinya adalah dengan mengembangkan Sistem Pengaturan Agroklimat pada Budidaya Vanili Menggunakan Metode Fuzzy Berbasis IoT. Metode yang digunakan dalam sistem ini adalah Fuzzy Tsukamoto, yang memungkinkan pengaturan parameter kualitas udara pada prototipe greenhouse berdasarkan suhu dan kelembapan udara. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung ke jaringan Wi-Fi sehingga dapat dimonitor melalui website. Sensor DHT11 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan udara, dengan hasil pengujian menunjukkan tingkat kesalahan sebesar 4,05% untuk suhu dan 12,7% untuk kelembapan. Pengujian dilakukan sebanyak dua belas kali pada tiga kondisi berbeda, yaitu dingin, normal, dan panas untuk suhu, serta kering, normal, dan lembap untuk kelembapan. Efektivitas sistem juga diuji melalui penggunaan aktuator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa suhu di dalam greenhouse dapat diturunkan hingga 1,5°C dan kelembapan meningkat sebesar 7,5%. Sebaliknya, tanpa penggunaan aktuator, suhu meningkat sebesar 4,83°C dan kelembapan menurun hingga 14,83%.
Analisis Proses Akuisisi Data Dari Xiaomi Smart Band 8 Active Dengan Protokol Komunikasi Bluetooth Low Energy Firdaus, Muhammad Alifiansyah; Putri, Rekyan Regasari Mardi; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 13 (2025): Publikasi Khusus Tahun 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah ini akan diterbitkan di Jurnal Nasional Terakreditasi
Cloud-based Data Center Design as a Data Storage Infrastructure on Internet of Things Primananda, Rakhmadhany; Siregar, Reza Andria; Atha, Mochamad
Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 4 No. 2: September 2019
Publisher : Faculty of Computer Science (FILKOM) Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2300.64 KB) | DOI: 10.25126/jitecs.201942100

Abstract

The widespread use of Internet of Things (IoT) has effect in a growing number of hardware devices that can be controlled and monitored using a variety of applications. It affects the amount of data that must be collected to be analyzed and processed according to user requirement. The greater the data collected results in requirement of storage media that has access management and scalability that are effective and efficient. The data collected in cloud-based infrastructure namely Openstack. Implementation in this research by involving two physical device of server as main infrastructure that located in network of Faculty of Computer Science, Brawijaya University Malang which used as controller node and compute node. Controller can adapt to the use of various dashboard and provide a good access management service for users to request and create instances in Openstack. The resulting data center shows good performance based on scalability, access, and performance of data transmission from IoT sensors. The test is done gradually by adding requirement of compute nodes up to 24 VCPU, 48 GB of RAM, and 235 GB of HD storage in registered instances. Access at the data center can be done either from faculty internal network (private) and faculty external network (public) with access time under 100 ms.
Evaluasi Perbandingan Kinerja Sistem Airbag antara 3 Modular Redundancy dengan 5 Modular Redundancy Musyaffa' Munif, Hilmy; Primananda, Rakhmadhany; Kurniawan, Wijaya
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 6 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keandalan sistem airbag sangat penting demi keselamatan penumpang, dan salah satu cara meningkatkannya adalah dengan menerapkan modular redundancy. Penelitian ini membandingkan kinerja sistem airbag menggunakan Triple Modular Redundancy (TMR) dan Five Modular Redundancy (FMR) berbasis sensor MPU-6050, Arduino Mega, serta multiplexer TCA9548A dan algoritma voting. Hasil menunjukkan bahwa FMR lebih unggul dalam hal keandalan, akurasi, waktu respons, dan tingkat kegagalan (failure rate). TMR memiliki akurasi 90,91% dan waktu respons lebih cepat (rata-rata 3,013 detik), namun gagal berfungsi saat dua sensor rusak. Sebaliknya, FMR tetap berfungsi dengan waktu respons stabil (sekitar 3,02 detik) bahkan saat dua sensor rusak, menunjukkan ketahanan yang lebih tinggi dalam situasi kritis. FMR juga memiliki failure rate lebih rendah (0,000005 per siklus) dibanding TMR (0,003 per siklus), yang menunjukkan keunggulan dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, FMR lebih andal untuk sistem airbag karena tetap berfungsi saat terjadi beberapa kegagalan sensor, meskipun TMR sedikit lebih cepat dan akurat pada kondisi normal.
Implementasi Load Balancing pada Cluster Server Berbasis Raspberry Pi Memanfaatkan Algoritma Least Connection Ghozi Mubarak, Fauzan; Primananda, Rakhmadhany; Setia Budi, Agung
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 12 No 2: April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2025129452

Abstract

Keterbatasan sumber daya dalam implementasi server menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Penggunaan Raspberry Pi, yang merupakan sebuah perangkat dengan ukuran kecil dan dapat digunakan sebagai server fisik dengan konsumsi sumber daya rendah, menjadi salah satu solusi. Namun, untuk menghindari overload pada server fisik Raspberry Pi, penggunaan cluster server sebagai pemerataan beban kerja dari satu server ke server lainnya menjadi relevan. Cluster server menggunakan Docker swarm memungkinkan pengaturan yang lebih mudah dan efisien dari banyak node dalam sebuah cluster. Pemerataan beban kerja menggunakan load balancing dengan algoritma Least Connection. Algoritma Least Connection berjalan berdasarkan antrian paling sedikit, ketika antrian di suatu node rendah, node tersebut akan menerima beban kerja baru, sehingga mencegah overload pada satu node sementara node lainnya masih memiliki kapasitas yang tersedia. Pendistribusian image ke setiap node dalam cluster dilakukan dengan menggunakan Ansible untuk memastikan pengelolaan konfigurasi yang konsisten dan otomatis di seluruh node. Secara umum, penelitian ini mengintegrasikan tiga teknologi utama, yaitu Docker untuk manajemen kontainer, Ansible untuk manajemen konfigurasi, dan load balancing dengan algoritma Least Connection. Perancangan dan implementasi penelitian difokuskan pada penerapan dan optimalisasi masing-masing teknologi ini. Hasil pengujian penelitian menunjukkan bahwa ansible efektif dalam mempermudah pengelolaan konfigurasi dan otomatisasi distribusi image di seluruh node dalam kluster. Sementara itu, load balancing dengan algoritma Least Connection berhasil membagi beban kerja secara optimal berdasarkan antrian atau koneksi terendah, yang secara signifikan meningkatkan responsivitas dan efisiensi sistem secara keseluruhan.   Abstract Limited resources in server implementation is one aspect that needs to be considered. The use of Raspberry Pi, which is a device with a small size and can be used as a physical server with low resource consumption, is one solution. However, to avoid overloading the Raspberry Pi physical server, the use of a server cluster as an equalization of workload from one server to another becomes relevant. Cluster servers using Docker swarm allow easier and more efficient organization of many nodes in a cluster. Workload equalization uses load balancing with the Least Connection algorithm. The Least Connection algorithm runs based on the least queue, when the queue at a node is low, the node will receive a new workload, thus preventing overload on one node while other nodes still have available capacity. Image distribution to each node in the cluster is done using Ansible to ensure consistent and automated configuration management across nodes. In general, this research integrates three main technologies, namely Docker for container management, Ansible for configuration management, and load balancing with the Least Connection algorithm. The design and implementation of the research focused on the application and optimization of each of these technologies. The test results show that Ansible is effective in simplifying configuration management and automating image distribution across all nodes in the cluster. Meanwhile, load balancing with the Least Connection algorithm successfully divides the workload optimally based on the lowest queue or connection, which significantly improves overall system responsiveness and efficiency.