Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Mental Toughness Atlet Remaja: Sebuah Penguatan Dukungan Implementasi Kebijakan dalam Olahraga Prestasi Miftah Fariz Prima Putra; Untung Muhdiarto; Evi Sinaga; Sutoro Sutoro; Oscar Oswald O. Wambrauw; Fitrine Christiane Abidjulu; Samuel Piter Irab; Trajanus Laurens Jembise; Tery Wanena; Yos Wandik; Agnes Supraptiwi Rahayu; Monika Gultom; Wigati Yektiningtyas; Jhoni Jonatan Numberi; Remuz Maurens Bertho Kmurawak; Aleda Mawena; Akhmad Kadir; Rodhi Rusdianto Hidayat; Dewi Nurhidayah
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v5i3.369

Abstract

In competitive sports, various factors influence the outcome of the game. It is believed that the mental toughness dimension is an aspect that contributes greatly to sports achievement in practice. However, unfortunately the condition of mental aspects of teenage athletes in Papua is limited explored. Therefore, the purpose of this community service was to provide assistance for the local government of Papua Province, especially the Sports and Youth Division, in providing information on the mental toughness conditions of adolescent athletes at PPLP/D Papua. The activity was carried out in three stages, namely preparation, implementation, and reporting. The results of the service found that the confidence dimension appeared to be greater than the other dimensions, while the commitment dimension was the dimension with the lowest value.  For other dimensions such as positive cognition, constancy, and control were relatively in the middle. In general, the pattern of mental toughness of Papuan youth athletes appears disproportionate. Thus, mental coaching or training should provide to improve the mental quality of athletes
Profil Tingkat Kebugaran Jasmani dan Keterampilan Motorik Kelas X Siswa SMANKOR Papua Husein, Muhammad; Wandik, Yos; ibrahim, Ibrahim
JURNAL OLAHRAGA PAPUA Vol 6 No 01 (2024): JUNE
Publisher : Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jop.v6i01.3968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani dan Keterampilan Motorik Siswa Kelas X SMANKOR Papua.Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Variabel penelitian ini adalah (1) Kebugaran Jasmani dan (2) Keterampilan Motorik . Sampel penelitian ini adalah Siswa kelas X SMANKOR Papua yang berjumlah 33 orang. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan prosentase. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan prosentase.Dari hasil analisis data diperoleh : (1) Hasil tes kebugaran jasmani siswa kelas x SMANKOR Papua dari 33 siswa (100%) terdapat 1 siswa (3,1%) dalam kategori baik sekali, 9 siswa (27,3/%) dalam kategori baik, 18 siswa (54,5%) dalam kategori sedang, 5 siswa (15,1%) d/alam kategori kurang, dan 0 siswa (0%) dalam kategori kurang sekali. sebagian besar dalam kategori sedang yaitu 54,5%. (2) Hasil tes kemampuan motorik siswa Kelas X SMANKOR Papua terdapat 11 siswa (33,3%) dalam kategori baik sekali, 3 siswa (9,1%) dalam kategori baik, 5 siswa (15,2%) dalam kategori sedang, 4 siswa (12,1%) dalam kategori kurang, dan 10 siswa (30,3%) dalam kategori kurang sekali. Frekuensi terbanyak pada kategori Baik Sekali, sehingga dapat diketahui bahwa kemampuan motorik siswa Kelas X SMANKOR Papua adalah Baik Sekali.
The Effect Of Basic Movement Training Methods On Increasing Badminton Forehand Long Service Hitting Ability In PB Children FIK Muhammad, Junalia; Charlos Fredo Rahanyaan, Onri; Nasruddin, Nasruddin; wandik, yos; Sari Gracia Sinaga, Friska; Manfred Mandosir, Yohanis; CS, Ansar; Mawo Paisei, Alfius; Meage, Ferans
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 4 No. 1 (2024): November-April
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v4i1.51

Abstract

Permainan bulutangkis sangat digemari oleh anak-anak sebagai sarana untuk bermain. Proses latihan bulutangkis bagi anak lebih kepada peningkatan keterampilan gerak dasar serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti disiplin, kerjasama, sportivitas, dan menghargai lawan. Dengan demikian, anak bisa bermain dan belajar. Namun, salah satu teknik dasar yang harus dikuasai dengan baik agar bisa bermain adalah servis, karena servis merupakan serangan awal yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan poin atau angka. Servis dapat dilakukan melalui servis panjang maupun servis pendek. Namun kebanyakan anak tergolong pemula, maka jenis servis yang pertama dilatih adalah servis panjang forehand. Servis panjang forehand adalah pukulan servis dalam permainan tunggal yang dicirikan servis yang tinggi dan jauh kebelakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh dari pemberian metode latihan gerak dasar terhadap peningkatan kemampuan servis panjang forehand bulutangkis pada anak-anak PB.FIK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Eksperimen Kuasi dengan model One Group Pretest Posttest Design. Variabel dalam penelitian terdiri atas dua variable yaitu variable bebas adalah metode latihan gerak dasar, dan variable terikat adalah servis panjang forehand. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 6 anak. Adapun Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Deskriptif, Uji Normalitas, dan Uji t Dependent (berpasangan) dengan bantuan SPSS Version 21 & 22.
Strategi peningkatan nutrisi bagi pesilat muda melalui pemberdayaan pelatih dan wali pesilat di Kota Jayapura Saharuddin Ita; Rodhi Rusdianto Hidayat; Agus Zainuri; Evi Sinaga; Miftah Fariz Prima Putra; Ermelinda Yersin Putri Larung; Yos Wandik; Yohanis Manfred Mandosir; Kurdi Kurdi; Junalia Muhammad; Nasruddin Nasruddin; I Putu Eka Wijaya Putra; Muhammad Fitrah Mubarak; Irfan Deny Oktavian; Meilani Paulina Lewier; Raihan Ramadhan Abdullah; Jems R. Awantano
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28788

Abstract

AbstrakPencak Silat sebagai warisan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk melalui peningkatan kualitas nutrisi atlet muda. Namun, di Kota Jayapura, rendahnya pemahaman pelatih dan wali pesilat mengenai prinsip nutrisi olahraga menjadi hambatan bagi optimalisasi performa dan kesehatan atlet. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan nutrisi pelatih dan wali pesilat muda di Perguruan Persinas ASAD Kota Jayapura. Dengan melibatkan 82 peserta yang terdiri dari 10 pelatih, 25 wali pesilat, dan 47 pesilat muda, program ini dilakukan selama enam bulan melalui lokakarya, pelatihan, pendampingan, serta penggunaan aplikasi Calorie Counter Easy Fit Pro. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan nutrisi sebesar 46,8% pada semua kelompok peserta berdasarkan skor pre-test dan post-test. Pelatih pria mencatat skor post-test tertinggi (87,1), sementara wali pesilat mencapai skor 76,3. Pendampingan aplikasi berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam merencanakan diet dan memantau kebutuhan gizi atlet. Hambatan utama berupa keterbatasan akses teknologi dan variasi tingkat pengetahuan awal berhasil diatasi dengan strategi pelatihan adaptif. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran nutrisi, kemandirian pelatih dan wali, serta kesehatan dan performa pesilat muda. Keberhasilan ini menunjukkan potensi replikasi program pada komunitas olahraga lain. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan program ini. Kata kunci:  nutrisi olahraga; pencak silat ; pemberdayaan; aplikasi manajemen nutrisi; pesilat muda. AbstractPencak Silat, as Indonesian cultural heritage, holds significant potential for development, including through improving the nutritional quality of young athletes. However, in Jayapura City, the low understanding of coaches and parents of Pencak Silat athletes regarding sports nutrition principles hinders the optimization of athletes' performance and health. This community service program aimed to increase the nutrition knowledge of coaches and parents of young athletes at Persinas ASAD Pencak Silat School in Jayapura City. Involving 82 participants consisting of 10 coaches, 25 parents, and 47 young athletes, this program was conducted over six months through workshops, training, mentoring, and the use of the Calorie Counter Easy Fit Pro application. The results showed an average increase in nutrition knowledge of 46.8% across all participant groups based on pre-test and post-test scores. Male coaches recorded the highest post-test score (87.1), while parents of athletes achieved a score of 76.3. Application mentoring successfully improved participants' skills in planning diets and monitoring athletes' nutritional needs. The main obstacles in the form of limited access to technology and variations in initial knowledge levels were successfully overcome with adaptive training strategies. This program made a real contribution to increasing nutritional awareness, the independence of coaches and parents, as well as the health and performance of young athletes. This success demonstrates the potential for replicating the program in other sports communities. Further evaluation is needed to ensure the sustainability and development of this program. Keywords: sports nutrition; encak silat; empowerment; nutrition management application; young athletes.