Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Lestari, Arsis Qolbi Mulya; Triastuti, Nenny; Mochtar, Nur Mujadidah
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 2 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i2.25547

Abstract

Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri umum yang dapat menyebabkan penyakit infeksi yang paling sering di dunia. Seperti infeksi kulit, endokarditis, pneumonia, osteomielitis, selulitis, impetigo, bahkan hingga bisa terjadi sepsis. WHO memasukkan S. aureus sebagai bakteri patogen dalam kategori "high priority" yang memerlukan antibiotik generasi baru. Sehingga dibutuhkan inovasi lebih lanjut untuk menanggulangi permasalahan dari antibiotik tersebut. Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka ragam tumbuhan herbal yang dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Beberapa jenis tanaman yang tersedia dalam jumlah banyak dan mudah didapat di Indonesia adalah daun salam dan daun sirih hijau. Daun salam dan daun sirih hijau mengandung zat aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid dan minyak atsiri sebagai antibakteri. Kombinasi tanaman yang bersifat antibakteri akan saling mempengaruhi kerja dari masing-masing senyawa aktif didalamnya, sehingga dapat meningkatkan aktivitas antibakteri. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan uji aktivitas antibakteri dengan mengkombinasikan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri S. aureus secara in vitro. Tujuan: Untuk membuktikan adanya aktivitas antibakteri pada kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan ekstrak daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode:Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif True eksperimental laboratorik in vitro dengan menggunakan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Hasil:Dari uji analisis menggunakan uji parametrik One Way Anova, Hasil p-value < 0,05 (0,000), ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari uji kombinasi kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hal ini bermakna bahwa variasi perbandingan kombinasi ekstrak dan antibiotik signifikan dalam penghambatan bakteri. Hasil uji Tukey dari penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar zona hambat yang dihasilkan dari uji kombinasi ekstrak dan antibiotik sampel penelitan menunjukkan perbedaan bermakna. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Kata kunci: Antibakteri, Daun Salam, Syzygium polyanthum, Daun Sirih Hijau, Piper betle Linn, Staphylococcus aureus
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja dengan Ketepatan Pemilihan Produk Kosmetik Pemutih Kulit pada Siswi SMK di Kediri Mulki , Majda Laka Malikal; Triastuti , Nenny; Rahmawati , Yuli Wahyu; Srihartati , Enik
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i1.25636

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia saat ini tidak sedikit masyarakat beranggapan bahwa perempuan cantik itu mereka yang berkulit putih seperti orang Korea. Obsesi berkulit putih membuat kalangan remaja putri menempuh berbagai macam cara agar kulitnya lebih putih daripada sebelumnya. Kepercayaan yang timbul bahwa orang yang berkulit putih itu cantik dan berkuasa mulai ada sejak penjajahan bangsa Eropa di Asia Selatan dan Asia Tenggara, karena suatu alasan yaitu ras kulit putih merupakan penguasa dan ras pribumi setempat merupakan jajahan. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan ketepatan pemilihan produk kosmetik pemutih kulit pada siswi SMK di Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling pada siswi SMK di Kediri. Hasil: Dari uji analisis menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan pemilihan produk dengan jumlah responden 62 orang, p value yang didapatkan adalah 0,00 taraf signifikansi (p<0,05) artinya terdapat hubungan antara variabel independent dan dependent. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan siswi dengan ketepatan pemilihan produk kosmetik pemutih kulit pada siswi SMK di Kediri. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Ketepatan Pemilihan, Kosmetik Pemutih Kulit
Perbedaan Efek Monoterapi dan Politerapi Obat Antiepilepsi (OAE) terhadap Kekambuhan Kejang Pasien Epilepsi di Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang NURULLAH, ARIA; Irfana, Laily; Triastuti , Nenny
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 2 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i2.25668

Abstract

Epilepsi merupakan satu dari penyakit neurologi yang dapat menyebabkan kematian dan disabilitas. Menurut World Health Organization (WHO) terdapat sekitar 50 juta orang menderita epilepsi di dunia. Negara berkembang seperti Indonesia memiliki angka kejadian epilepsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju yaitu 139 per 100.000 penduduk. Terapi utama epilepsi adalah dengan pemberian obat antiepilepsi (OAE) jangka panjang dengan tujuan untuk mengontrol kekambuhan kejang. Kendala pengobatan yang dapat ditemui pada pasien epilepsi adalah efek samping obat, jenis obat lebih dari satu (politerapi), jangka waktu konsumsi obat yang panjang membuat pasien cenderung berujung putus pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efek monoterapi dan politerapi OAE terhadap kekambuhan kejang pasien di RS Siti Khodijah Sepanjang. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling yang didasarkan pada kriteria inklusi dna eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan 32 (68%) sampel mendapatkan OAE monoterapi, 31 (96.9%) diantaranya mengalami kekambuhan dan 1 (3.1%) lainnya tidak mengalami kekambuhan kejang. Sedangkan 15 (32%) sampel lainnya mendapatkan OAE politerapi dengan 11 (73.3%) sampel mengalami kekambuhan kejang dan 5 (26.7%) lainnya tidak mengalami kekambuhan kejang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan efek monoterapi dan politerapi OAE pada pasien epilepsi di RS Siti Khodijah Sepanjang.
HUBUNGAN ANTARA KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN KEJADIAN DERMATOFITOSIS DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN Risanti, Alisya Fitria; Rahmawati , Yuli Wahyu; Triastuti , Nenny; Ibrahimiyah, Nur Aisah
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 2 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i2.25675

Abstract

Latar belakang: Glukosa darah adalah gula yang terdapat dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka, yang berfungsi untuk bahan bakar bagi proses metabolisme dan juga sumber energi utama bagi otak. Terjadinya kadar glukosa darah yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh akibatnya tubuh sulit untuk melawan infeksi. Selain itu juga, dapat meningkatkan virulensi beberapa patogen, penurunan produksi interleukin, pengurangan kemotaksis dan pengurangan aktivitas fagositosis, sehingga rentan terjadi infeksi salah satunya adalah Dermatofitosis. Dematofitosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofita yang menyerang jaringan mangandung keratin seperti, kuku, rambut, dan stratum korneum pada epidermis. Di Indonesia prevalensi kejadian dermatofitosis sebanyak 52% dari seluruh kasus dermatomikosis. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah dengan kejadian dermatofitosis di Poli Klinik RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua pasien kulit kelamin dan menyetujui informed consent. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis kulit kelamin, pemeriksaan KOH 10%, dan alat glukometer. Analisis statistik dilakukan untuk menentukan hubungan antara kadar glukosa darah dengan kejadian Dermatofitosis. Hasil: Berdasarkan hasil analisis statistik uji korelasi menunjukkan bahwa nilai chi-square p-value sebesar 0,164. Nilai signifikan tersebut menunjukan p>0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan krjadian dermatofitosis di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan kejadian dermatofitosis di Poli Klinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Kata kunci: Dermatofitosis, Kadar Glukosa Darah, Infeksi Jamur
Hubungan Pengetahuan dan Praktik Penggunaan Sunscreen dengan Kesehatan Kulit pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Dwi Ayu Ramadhani, Dhiva; Srihartati, Enik; Ghufron, Musa; Triastuti, Nenny
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28587

Abstract

Latar Belakang: Indonesia berada pada sekitar garis khatulistiwa sehingga mendapatkan paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi, dari tiga lokasi yang dianggap mewakili suhu di Surabaya didapatkan rata-rata suhu pada angka 32,6 – 35,5oC. Sunscreen adalah kosmetik yang digunakan untuk mencegah dan meminimalisir efek samping atau bahaya paparan sinar UV. Di Indonesia persentase penderita kanker kulit sebesar 7% dan kanker kulit berada pada peringkat ketiga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan praktik penggunaan sunscreen dengan kesehatan kulit pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik observasional desain cross sectional. Subjek penelitian ini merupakan mahasiswa angkatan 2021 hingga 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Besar sampel minimal yang diperlukan adalah 76 responden. Pada realisasinya peneliti menyebarkan informed consent dan kuisioner, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dan peneliti mendapatkan total sampel 80 responden. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman didapatkan sig. p 0,181 (>0,05) untuk korelasi pengetahuan terhadap praktik, sig. p. 0,215 (>0,05) terkait pengetahuan terhadap kesehatan kulit, dan sig. p. 0,001 (<0,05) pada praktik terhadap kesehatan kulit. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menyatakan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap praktik dan kesehatan kulit, namun terdapat hubungan antara praktik penggunaan sunscreen terhadap kesehatan kulit responden.
Dari Dapur ke Terapi, Bawang Putih sebagai Antibakteri Nasya Faradilla Yusuf; Gusti Putri Meiliana Rahman; Dwi Royandika Syaifullah; Raihan Adji; Nayla Ayu Dian Marantica; Alfina Fatussunnah; Nurwinda Allysia Anggraini; Adlan Fathoni Bahresy; Abel Zeva Alberta; Dwi Citra Nur Fitriya; Agil Fitra Ramadhan; Nenny Triastuti
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.31821

Abstract

Rempah-rempah telah lama digunakan tidak hanya sebagai bahan penyedap makanan, tetapi juga sebagai obat tradisional yang memiliki potensi terapeutik. Salah satu rempah yang banyak diteliti adalah bawang putih (Allium sativum), yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama allicin, dengan sifat antimikroba dan farmakologis. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji peran senyawa yang berasal dari bawang putih sebagai agen terapeutik, dengan fokus utama pada aktivitas antimikrobanya serta mekanisme fitokimia yang mendasarinya. Metode yang digunakan dalam tinjauan ini adalah penelusuran dan analisis artikel ilmiah dari jurnal bereputasi, buku teks, dan laporan resmi yang membahas sifat medis, kandungan fitokimia, serta efek antimikroba Allium sativum. Hasil kajian menunjukkan bahwa bawang putih memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas terhadap bakteri dan jamur, yang terutama disebabkan oleh senyawa sulfur seperti allicin, ajoene, dan diallyl sulfide. Senyawa-senyawa tersebut bekerja melalui interaksi dengan gugus tiol protein, induksi stres oksidatif, dan penghambatan pertumbuhan mikroba. Kesimpulannya, bawang putih memiliki potensi besar sebagai agen terapeutik alami, khususnya dalam aplikasi antimikroba, meskipun penelitian klinis lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA NELAYAN DI DESA WARULOR PACIRAN LAMONGAN Fithri Fifianah; Detti Nur Irawati; Nenny Triastuti; M. Perdana Airlangga
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2023): Proceeding Series Fakultas Kedokteran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v1i2.18438

Abstract

Abnormalities of blood pressure are divided into two kinds, namely as increased blood pressure or high blood pressure (hypertension) and low blood pressure (hypotension). Hypertension or commonly known as high blood pressure is a chronic medical condition in which the blood pressure in the arteries increases, requiring the heart to work harder to circulate blood through the blood vessels throughout the body. Hypertension is also called the "Silent Killer" where sufferers of hypertension do not realize or feel the symptoms of this disease. There are various risk factors that can influence the occurrence of hypertension in a person, including gender, age, and a person's lifestyle.  Knowing the relationship between coffee consumption and smoking habits on increasing blood pressure in fishermen in the village of Warulor Paciran Lamongan.  The type of research used in this study is an observational analytic method with a cross sectional approach. The sample size in this study was calculated using the slovin formula and the results obtained were that the required respondents were 75 respondents. Non-probability sampling technique with purposive sampling type. The research sample used was fishermen in Warulor Village who smoked and drank coffee and were willing to be respondents by filling out informed consent and exclusion criteria, namely fishermen who had a history of certain diseases such as heart disease, diabetes mellitus, and kidney failure. In addition, fishermen who did not consume coffee and have no smoking habit for more than 1 month. Of the 75 research respondents who were fishermen, all were male. The most recorded age profile was over 50 years old with a total of 27 people (36%) of the total sample used. Meanwhile, the number of fishermen who were less than 20 years old was 4 people (5.3%). The description of the coffee consumption of the fishermen of Warulor Paciran Lamongan who became the research sample was that most fishermen consumed 1-2 cups of coffee/day at most 60 people (80%). The Chi-Square value from the crosstabs analysis is 0.130 with a p-value of 0.718 which is greater than the error rate of 0.05. These results conclude that there is no significant association between coffee consumption and increased blood pressure. Based on the results of the calculation of the Brinkman index, it can be seen that smoking habits among fishermen are in the light category, namely 41 people (54.7%), in the moderate category, there are 22 people (29.3%) and 12 people (16%), including the heavy category. The Chi-Square value from the crosstabs analysis resulted in 19.939 with a p-value of 0.000 which is smaller than the error rate of 0.05. These results conclude that there is a significant association between smoking habits and increased blood pressure. There is no relationship between coffee consumption and increased blood pressure and there is a relationship between smoking habits and increased blood pressure among fishermen in Warulor Paciran Lamongan Village.Keywords         : Increased blood pressure, Coffee, Cigarettes, Fishermen