Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pembuatan Sabun Cuci Tangan Cair sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Desa Bandar Klippa Tarigan, Rida Evalina; Ginting, Evi Ekayanti; Sari, Melia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i2.5592

Abstract

COVID-19 dapat menyebar melalui percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat penderita COVID-19 batuk, bersin atau berbicara. Percikan-percikan tersebut dapat menempel di benda dan permukaan lainnya di sekitar seperti meja, gagang pintu, dan jika bersalaman atau pegangan tangan. Orang dapat terinfeksi dengan menyentuh benda atau permukaan tersebut, kemudian menyentuh mata, hidung, atau  mulut. World Health Organization (WHO) menganjurkan masyarakat untuk mencuci tangan sedikitnya kurang lebih selama 20 detik dan melakukan cuci tangan secara benar yaitu membersihkan area permukaan tangan, punggung tangan serta sela-sela jari secara menyeluruh. Sabun cair cuci tangan dapat membunuh bakteri, virus dan kuman penyakit sehingga mencegah terinfeksi COVID-19. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah pembuatan sabun cuci tangan cair sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di masyarakat. Metode dari pengabdian masyarakat ini adalah dengan pemberikan pengetahuan melalui ceramah dan demonstrasi cara pembuatan sabun cuci tangan cair sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Hasil dari pengabdian masyrakat ini masyarakat di desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang sudah mampu membuat sabun cuci tangan cair sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di masyarakat. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang mampu membuat sabun cuci tangan cair sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di masyarakat.
Antibacterial Activity and Thin-Layer Chromatography (KLT) Ethanol Extract of Dragon Scale Leaves (Drymoglossum piloselloides (L.) C. Presl) Against Bacteria Staphylococcus epidermidis Syahputri, Hindri; Pertiwi, Nia Novranda; Sari, Syilvi Rinda; Simanjuntak, Monica Nelly; Sari, Melia; Andry, Muhammad; Nasution, Muhammad Amin; Rezaldi, Firman
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7442

Abstract

The dragon scale plant is a plant containing flavonoid compounds, tannins, alkaloids, saponins. Flavanoid compounds, alkaloids, and tannins are found in dragon scales that are thought to provide antibacterial effects. Thin Layer Chromatography Test (KLT). On quarstin there is a stain distance spot of 1 cm and an 8 cm motion phase with an Rf value of 0.129 and in the extract there is a stain spot of 7.3 cm with an 8 cm motion phase with an Rf value of 0.9. In Staphylococcus epidermidis bacteria from the average of the largest inhibitory zones are applied to the extract with a concentration of 20%. The diameter of the average inhibitory zone formed around the disc paper at each concentration is: 5% 10.5 mm ± 0.20 at a concentration of 10% 11.26 mm ± 0.20 and a concentration of 20% 12.2 mm ± 0.30 each concentration has a strongly categorized response. Ethanol extract of dragon scale leaves (Drymoglossum piloselloides (L.) C. Presl) has antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. The diameter of the inhibitory zone that is best formed in the treatment of dragon scale leaf ethanol extract against Staphylococcus epidermidis bacteria with a concentration of 20%12.2 mm±0.30 is 12.2 mm with a strong category.
Analisis Pengetahuan dan Perilaku Beresiko pada Remaja Terhadap Kesehatan Reproduksi Sari, Melia; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21216

Abstract

Meningkatkan kesehatan seksual dan reproduksi (SRH) remaja putri adalah salah satu tujuan utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengetahuan yang memadai dan akurat, sikap yang baik, perilaku aman, dan praktik teratur berkontribusi pada SRH remaja putri, kesehatan ibu, dan kesehatan anak. Mempertimbangkan hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) SRH di kalangan remaja putri Indonesia. Sebuah studi cross-sectional berbasis institusi dilakukan di empat perguruan tinggi di antara remaja putri kelompok usia 16-17 tahun (N=792) menghadiri kelas menengah yang lebih tinggi di kota-kota. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur dari jurnal-jurnal terkait (studi literature). Statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda digunakan untuk meringkas KAP terkait SRH dan mengidentifikasi masing-masing faktor terkait. Tingkat pengetahuan remaja putrid tentang pubertas, keluarga berencana, kesehatan ibu, dan HIV/AIDS kurang memuaskan. Mitos yang berbeda umum terjadi di daerah pedesaan tentang menstruasi, yang memberlakukan beberapa larangan pada remaja putri dan wanita dewasa. Koefisien standar beta (?) danPnilai < 0,05 dalam analisis regresi linier menunjukkan bahwa menjadi siswa kelompok IPA (? = 0,29,P<0,001) dan membaca atau menonton isu SRH di media (? = 0,21,P<0,001) berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan remaja putri yang lebih tua dalam hal ini. Selanjutnya menjadi mahasiswa kelompok IPA (? =0,17,P<0,001), pemukiman perkotaan (? = 0,20,P<0,001), komunikasi SRH rutin (minimal sebulan sekali) dengan ibu/saudara/teman (? = 0,10,P=0,003), dan membaca atau menonton konten SRH apa pun di media (? = 0,22,P<0,001) muncul sebagai prediktor sikap positif remaja putri terhadap isu SRH. Selain itu, menjadi siswa kelompok IPA (? = 0,07,P=0,048), pemukiman perkotaan (? =0,22,P<0,001), diskusi SRH rutin dengan ibu/saudara perempuan/teman (? = 0,09,P=0,005), pra-pengetahuan pada periode sebelum menarche (? = 0,12,P<0,001), dan membaca atau menonton konten SRH apa pun di media (? = 0,18,P<0,001) adalah faktor terpenting yang mempengaruhi praktik kebersihan SRH secara teratur. Studi ini menyarankan penguatan program pendidikan komprehensif terkait SRH yang dimasukkan ke dalam kurikulum, penggunaan media massa yang efektif, dan penyediaan materi komunikasi perubahan perilaku. Kata Kunci: Kesehatan seksual dan reproduksi; pengetahuan; sikap; praktik; gadis remaja; Indonesia
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kemandirian Activity Daily Living pada Anak Tunagrahita di SLB Athallah Sungai Rumbai Sari, Melia; Putri, Astuti Ardi; Fawziyah, Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11000

Abstract

ABSTRACT Independence is important for mentally retarded children and needs to be trained as early as possible so that children do not depend too much on other people. Family support is very important for children with mental retardation, because if they do not get support from family and the environment it will cause obstacles to their development and independence. To determine the relationship between family support and independence in daily living activities for mentally retarded children at SLB Athallah Sungai Rumbai in 2023. The research method used is a correlation method with a cross sectional approach. The sampling technique in this study is total sampling. The results of this study indicate that 26 respondents (52%) received family support and 28 persons (56%) were not independent. The statistical test results showed that there was a relationship between family support and independence in activity daily living (p value = 0.009> 0.05). To increase the independence of mentally retarded children in carrying out daily activities, support from the family is needed. Therefore it is suggested to Athallah Sungai Rumbai SLB teachers to provide education to families to always provide informational, instrumental, emotional and assessment support so that children can be independent in carrying out their daily activities. Keywords : Family Support, Independent Daily Living Activity, Mental Mental Disability.  ABSTRAK Kemandirian merupakan hal yang penting bagi anak tunagrahita dan perlu dilatih sedini mungkin agar anak tidak bergantung berlebihan kepada orang lain. Dukungan keluarga sangat penting bagi anak dengan tunagrahita, karena jika tidak mendapatkan dukungan dari keluarga maupun lingkungan akan menyebabkan hambatan pada perkembangan dan kemandiriannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity daily living pada anak tunagrahita di SLB Athallah Sungai Rumbai tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden 26 orang (52%) mendapatkan dukungan keluarga dan 28 orang(56%) tidak mandiri. Hasil uji statistik didapatkan adanya hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity daily living dengan (p value = 0,009> 0,05). Untuk meningkatkan kemandirian pada anak tunagrahita dalam melakukan kegiatan sehari-hari dukungan dari keluarga sangat diperlukan. Oleh karena itu disarankan kepada guru-guru SLB Athallah Sungai Rumbai untuk memberikan edukasi kepada keluarga untuk selalu memberikan dukungan secara informasional, instrumental, emosional dan penilaian supaya anak bisa mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kemandirian Activity Daily Living, Tunagrahita.
Antifungal Activity of Bilimbi Leaves (Averrhoa bilimbi l.) Ethanol Extract on the Growht of Aspergillus flavus and Trichophyton mentagrophytes Sari, Melia; Leny; Parhan; Mahara, Rifanzi
BIOEDUSCIENCE Vol 8 No 1 (2024): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/11118

Abstract

Background: Indonesia is a tropical region with high temperatures and humidity, which makes it prone to skin infections; this condition is very favorable for the growth of fungi on the skin. Starfruit is a plant that has the potential to be a cure for various diseases and is used as a supplement to maintain health. Starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) are antimicrobial, anticancer, and antioxidant. This study aimed to see the inhibitory activity of Starfruit leaf extract against the growth of Aspergillus flavus and Trichophyton mentagrophytesfungi. Method: Belimbig leaves are extracted using the maceration method, and phytochemical screening is then carried out. Antibacterial testing using a healthy diffusion method. The concentration of extracts ranges from 10% to 40% for positive control, which is ketoconazole, and negative, using DMSO. Results: Screening results of extracts showed positive for flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and steroids. Ethanol extracts of Starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) at concentrations of 10, 20, 30, and 40% inhibited the growth of Aspergillus flavus 12.25±1.30, 13.1±0.77, 13.4±0.68 and 14±3.61 and Trichophyton mentagrophytes13.1±1.79, 14.7±1.64, 15.4±2.16, and 18.3±2.89. The inhibitory power of ketoconazole against Aspergillus flavus and Trichophyton mentagrophytesis 23±0.877 and 30.1±0.45. Conclusion: Starfruit leave ethanol extract (Averrhoa bilimbi L.) has antifungal activity against Aspergillus flavus ATCC 3631 and Trichophyton mentagrophytesATCC 9533 with strong category.
Formulation Aroma Therapy Balm Preparations Combination Red Ginger Essential Oils (Zingiber officinale Roscoe) and Essential Oil Of Leaves Lemongrass (Cymbophogon nardus (L) Rendle) Sari, Melia; Chan, Adek; Faisal, Hendri; Tarigan, Rida Evalina; Nadeak, Eva Rosalina
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 2 No. 5 (2024): IJHET JANUARY 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v2i5.170

Abstract

The essential oil combination of red ginger (Zingiber officinale Roscoe) and citronella leaves (Cymbophogon nardus (L.) Rendle) can be formulated as the most preferred balm and concentration preparation. Method type of experimental research. Experimental research is an experimental activity which aims to determine a symptom or influence that arises as a result of certain treatments. It was found in the organoleptic test that the preparation was in semi-solid form, dark yellow to pale yellow in color, with the aroma of mint and red ginger combined with citronella; the preparation is declared homogeneous; the pH of the aromatherapy balm with a combination of red ginger and citronella essential oils ranges from 5.23 – 5.63; the preparation does not cause irritation; and in the respondent's preference test, the F1 formula is more preferred. The essential oils of red ginger and citronella leaves with concentrations of 2.5%, 5%, 7.5% and 10% can be formulated into balm preparations. Test homogeneity and pH according to standars, there was no irritation in volunteers and the most popular balm preparation is formula F1 (containing 10% red ginger essential oil and leaves citronella concentration 2.5%).
Design and Development of a Mobile-Based Application Path Planning System for Autonomous Electric Vehicles with Ant Colony Optimization Algorithm Sari, Melia; Windi Sari, Desi; Kurniasari, Puspa
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 25, No 3: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/emitor.v25i3.13101

Abstract

The rapid advancement of technology has generated numerous innovations across various domains, including transportation. One notable development is the autonomous vehicle, a driverless system capable of navigating to a designated destination without human intervention. This study emphasizes two critical aspects: navigation and efficient path planning. The objective is to design and develop a mobile application for optimal path planning based on the Ant Colony Optimization (ACO) algorithm. The application was developed using Visual Studio Code as the integrated development environment (IDE) and implemented under the waterfall software development model. The ACO algorithm served as the core mechanism for path determination, supported by the Google Maps API to provide spatial data required for processing. Additionally, Firebase was employed for user authentication—such as registration and login—and for storing trip history. Testing results indicate that the developed mobile application successfully operates according to its intended functions. In particular, the system demonstrates the capability to determine the shortest path effectively through the implementation of the Ant Colony Optimization algorithm. These findings suggest that the proposed approach can support advancements in autonomous vehicle navigation systems by offering efficient and reliable path planning solution
Inovasi Penggunaan Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus L) untuk Bedak Tabur dan Bedak Padat yang Ramah Lingkungan Leny, Leny; Nasution, Meiliza Putri; Iskandar, Benni; Sari, Melia
Majalah Farmasetika Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i6.67309

Abstract

Nanas merupakan buah yang populer dikalangan masyarakat lokal maupun Internasional karena rasanya enak. Kulit nanas mengandung flavonoid, karotenoid, dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Cahaya ultraviolet (UV) dapat meningkatkan pembentukan sejumlah senyawa reaktif atau radikal bebas pada kulit sehingga dibutuhkan senyawa dengan kemampuan antioksidan untuk mengurangi efek yang merugikan dari radikal bebas. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, meliputi penyiapan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan bedak tabur dan bedak padat dan evaluasi stabilitas fisik sediaan. Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menghitung persentase tingkat kesukaan sukarelawan dari data uji hedonik kemudian disajikan dalam bentuk tabulasi dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan bedak tabur bertekstur halus, berwarna putih pucat hingga cream tua. Derajat kehalusan berkisar 6,6 , tidak terdapat butiran kasar, tidak menimbulkan iritasi. Hasil uji cycling test menunjukkan sediaan stabil. Pada uji hedonik, F1 merupakan sediaan bedak tabur yang paling disukai dengan persentase sebesar 86,67% karena memiliki tekstur ringan dan mudah diaplikasikan ke kulit. Pada sediaan bedak padat berbentuk compact, berwarna cream hingga coklat, tidak terdapat butiran kasar, tidak menimbulkan iritasi. Namun pada hasil uji cycling test, F0 tidak stabil karena mengalami keretakan. Pada uji hedonik diperoleh sediaan F2 yang paling disukai dengan persentase sebesar 88,33% memiliki warna yang mudah merata ketika diaplikasikan ke kulit. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol limbah kulit nanas dapat diformulasikan kedalam sediaan bedak tabur dan bedak padat dan mempunyai efek sebagai pemberi pigmen warna pada kulit dan mampu menjaga kulit dari paparan sinar UV.