Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of physical education in MAS Istiqomah Sri Gunting (perspective of Islamic education philosophy) Rusdi, Muhammad; Salaminawati, Salaminawati; Usiono, Usiono; Naldi, Anri
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 8, No 1 (2023): Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v8i1.61-72

Abstract

This study aims to analyze physical education conducted at MAS Istiqomah Sri Gunting based on the perspective of Islamic education philosophy. This research is qualitative research with a phenomenological approach, and the tools used as data collectors are observations, interviews, document studies, and data analysis techniques through data collection steps, data reduction, data presentation, conclusion: Withdrawal/Verification, and validity testing. The results showed that the purpose of physical education at MAS Istiqomah Sri Gunting had not been based on the philosophy of Islamic education because it has not entirely followed health rules in dressing, following health rules about housing, maintaining hygiene, treating diseases, getting used to exercising and regulating eating and drinking patterns. The purpose of physical education is carried out based on the objectives of the educational curriculum used today as recommended by the government. This is reinforced by the absence of learning materials or actions that lead to the habits advocated through the Qur'an and hadith, as well as the opinions of scholars. As the hadith recommended, there were no student learning activities in archery, horse riding, or swimming. So it can be concluded, based on the analysis of the philosophy of Islamic education physical education conducted at MAS Istiqomah Sri Gunting, the objectives and implementation cannot be said to be sourced from the Quran, hadith, and the opinions of scholars as the source of Islamic educational philosophy.
SOSIALISASI PENCEGAHAN JUDI ONLINE DI LEMBAGA PENDIDIKAN: STRATEGI EFEKTIF DI PONDOK PESANTREN MODERN DARUL HIKMAH TAMAN PENDIDIKAN ISLAM KOTA MEDAN Naldi, Anri; Rusdi, Muhammad; Aziz, Azhar
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 9 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, September 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/y8wwfy42

Abstract

Proyek pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam di Medan ini berfokus pada pencegahan perjudian online, sebuah isu yang berkembang di kalangan pelajar. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengedukasi para siswa dan pendidik tentang bahaya perjudian online, yang dapat berdampak buruk pada perkembangan moral dan akademis. Pendekatan ini melibatkan seminar interaktif, diskusi, dan penggunaan media digital untuk mengkomunikasikan risiko yang terkait dengan perjudian online secara efektif. Proyek ini berhasil meningkatkan kesadaran, yang mengarah pada komitmen kolektif dari institusi untuk mempertahankan langkah-langkah pencegahan, termasuk penggunaan teknologi untuk memantau dan mendeteksi aktivitas yang mencurigakan. Hasilnya menggarisbawahi pentingnya edukasi dan kolaborasi yang berkelanjutan di antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk melindungi siswa dari dampak buruk perjudian online.
Poda Na Lima Philosophy: The role of educators and the community in developing educational studies in Mandailing Natal Hawa, Siti; Sinulingga, Neng Nurcahyati; Miftah, Muhammad; Naldi, Anri
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 15 No. 1 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i1.3981

Abstract

The Poda Na Lima philosophy, which aims to develop the study of Islamic education, needs to be maintained and preserved; therefore, the authors conducted this research using qualitative methods with a phenomenological approach. Observation data, interviews and documentation are data collection techniques, while informants as subjects of this research were 15 people from Mandailing Natal. Traditional figures, religious figures, community leaders, members, and documents related to history, culture, customs, and community life, such as books, articles, journals, reports, and mass media are sources of research data. Data analysis is used through presentation, reduction and conclusion. The research results show that Poda Na Lima has been developing an educational curriculum based on local content. The obstacle was that it had not been implemented optimally as part of developing the local content education curriculum there. It is due to a lack of coordination, socialization synergy, local government education, budget allocation, and human resource development for the community, especially the younger generation, regarding the importance of maintaining and preserving the philosophy. The authors concluded that with the development of local content educational curricula and local knowledge in the community, the local government needs to take policies to maintain and preserve the Poda Na Lima philosophy in Mandailing Natal.
KONTRIBUSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMPERTAHANKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN DI ERA TANTANGAN MASYARAKAT MODERN Febri Fauzia Adami, Zahrani Alawiah, Rahma Dinda, Pepi Yusfita Harahap, Anri Naldi, Fajar Hasan Murs
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 7, No 2 (2023): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v7i2.19099

Abstract

Abstrak: Dalam era masyarakat modern, kelestarian lingkungan menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius dari seluruh komponen masyarakat. Pendidikan Agama Islam, dengan nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan ajarannya, menawarkan panduan berharga dalam memahami dan menanggapi krisis lingkungan saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi pendidikan Agama Islam dalam mempertahankan kelestarian lingkungan. Melalui analisis literatur dan kajian teologis, kami mengidentifikasi prinsip-prinsip seperti konsep "khalifah" yang mengajarkan tanggung jawab manusia sebagai penjaga alam semesta, hukum-hukum lingkungan yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan, serta nilai-nilai etika dan moral yang membentuk sikap peduli terhadap alam. Selain itu, pendidikan Agama Islam juga mendorong kesadaran etika dan moral yang membentuk sikap dan perilaku yang menghargai alam dan makhluk lain. Dengan demikian, pendidikan Agama Islam tidak hanya memberikan kerangka kerja spiritual dan moral bagi individu Muslim, tetapi juga menawarkan solusi holistik untuk mempromosikan kesedaran, tanggung jawab, dan tindakan proaktif dalam menjaga kelestarian lingkungan di era masyarakat modern.
KONTRIBUSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMPERTAHANKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN DI ERA TANTANGAN MASYARAKAT MODERN Febri Fauzia Adami, Zahrani Alawiah, Rahma Dinda, Pepi Yusfita Harahap, Anri Naldi, Fajar Hasan Murs
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 7, No 2 (2023): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v7i2.19099

Abstract

Abstrak: Dalam era masyarakat modern, kelestarian lingkungan menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius dari seluruh komponen masyarakat. Pendidikan Agama Islam, dengan nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan ajarannya, menawarkan panduan berharga dalam memahami dan menanggapi krisis lingkungan saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi pendidikan Agama Islam dalam mempertahankan kelestarian lingkungan. Melalui analisis literatur dan kajian teologis, kami mengidentifikasi prinsip-prinsip seperti konsep "khalifah" yang mengajarkan tanggung jawab manusia sebagai penjaga alam semesta, hukum-hukum lingkungan yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan, serta nilai-nilai etika dan moral yang membentuk sikap peduli terhadap alam. Selain itu, pendidikan Agama Islam juga mendorong kesadaran etika dan moral yang membentuk sikap dan perilaku yang menghargai alam dan makhluk lain. Dengan demikian, pendidikan Agama Islam tidak hanya memberikan kerangka kerja spiritual dan moral bagi individu Muslim, tetapi juga menawarkan solusi holistik untuk mempromosikan kesedaran, tanggung jawab, dan tindakan proaktif dalam menjaga kelestarian lingkungan di era masyarakat modern.
Education And Training Model Strengthening Religious Moderation (Case Study At Medan Religious Training Center) Lubis, Siti Hawa; Purnomo, Purnomo; Nisoh, Anan; Maghfiroh, Muliatul; Naldi, Anri
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5368

Abstract

The challenges of religious moderation are the strengthening of exclusive religious views, attitudes, and behaviors, the high rate of religiously motivated violence, intolerance, the development of religious spirit that is not in harmony with the love of nation and state. The aim is to analyze how the education and training model strengthens religious moderation at the Medan Religious Training Center. This research method is qualitative with a case study approach. The results of the study found an educational model through four pillars of  learning, learning to know, learning to do, learning to  be, learning to live together. The education and training model for strengthening religious moderation in 2014-2019 is a substance model that finds a lot of debate and rejection, so that since 2019 until now the methodological model for combating religious moderation as a solution to solve the problems that occur. It was concluded that strengthening religious moderation in Indonesia is a challenge to the maturity of a multicultural nation. The education and training model must be updet to the times so that the challenges of religious moderation can be solved such as the methodology training model as a solution to solve problems in the aspect of religious moderation.
Analisis Pengembangan Kurikulum di Lembaga Pendidikan Islam pada Masa New Normal Naldi, Anri; Nasution, Nurdila
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Juni (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v3i1.99

Abstract

This study aims to analyze curriculum development in Islamic educational institutions during the new normal period, focusing on curriculum changes, curriculum development in learning, and curriculum development outcomes. The research was carried out at MIS Elsusi Meldina because the madrasah has changed its curriculum. The research method used is qualitative with a case study approach. Collecting data using observation techniques, interviews, and documentation studies. Observations to observe learning activities by teachers and students, interviews to obtain data about the basis and development carried out by madrasa heads, and documentation used to analyze various policy documents related to curriculum development. The study results revealed that the curriculum changes occurred from the 2013 curriculum to the Free Learning Curriculum. The implementation of Islamic education in the new normal era is based on religious and general subjects and contains extracurricular materials with an Islamic education approach. The results achieved by students are mastering two knowledge at once and this development has given a different color from the learning in madrasas in general in the city of Medan.
Kepemimpinan Kepala Madrasah Menyikapi Pandemi Covid-19; Studi Kebijakan Penguatan Inteligensi Siswa Dalimunthe, Amsal Qori; Naldi, Anri; Nurriski, Fayza
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Juni (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v3i1.110

Abstract

This study aims to analyze the policy of madrasa principals in improving the quality of education during the Covid-19 pandemic. This research was conducted at Madrasah Aliyah Negeri 2 Deli Serdang. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The main informant of the research was the head of the madrasah, and the supporting informants were teachers of the Islamic education science group of 5 people. Collecting data using observation techniques, interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out with the stages of data reduction, data presentation and concluding. The results showed that there were several policies of the head of the madrasa, namely: (1) strengthening students' spirituality through the Koran and tahfiz Qur'an programs, (2) strengthening student intelligence through learning according to the curriculum structure and tahfiz Qur'an, (3) strengthening student morals by implementing independent learning, and honesty-based learning. All of these activities are carried out in two forms, namely online and the wave learning system. The implications of this research are of course in improving the quality of education, especially at the Madrasah Aliyah level.
Pengaruh Teknologi terhadap Kekerasan Seksual di Era Digital: Pendekatan Perlindungan Hukum Perdata, UU ITE dan Ajaran Islam di Desa Bandar Labuhan Agus, Azwir; Munthe, Riswan; Naldi, Anri
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1250

Abstract

The development of digital technology in rural communities has both positive and negative impacts. One major challenge is the increased risk of digital-based sexual violence, such as the spread of immoral content, online harassment, and child exploitation. The lack of digital literacy and legal understanding among rural communities increases vulnerability to these crimes. Legal protection through civil law, the ITE Law, and the strengthening of Islamic religious values are crucial for preventing and addressing cases of sexual violence in the digital era. Partners in Bandar Labuhan Village face several key challenges: low awareness of the dangers of technology-based sexual violence; and limited public understanding of legal protection, both under civil law and the ITE Law. The Community Service Program (PKM) implementation methods include: Education and Socialization: understanding civil law, the ITE Law, and Islamic teachings through seminars, group discussions, and direct community outreach; ongoing digital literacy and legal education; and strengthening collaboration between the community, religious leaders, and village officials.
PERAN MASJID AR-RAHMAN TUAN SYEKH SILAU LAUT SEBAGAI PUSAT PERADABAN ISLAM LOKAL DI ASAHAN Firmansyah, Firmansyah; Naldi, Anri; Aulia, Dina
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 10, No 1 (2026): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v10i1.28640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Masjid Ar-Rahman Tuan Syekh Silau Laut sebagai pusat peradaban Islam lokal di Desa Silau Laut, Kabupaten Asahan, khususnya dalam perkembangan dakwah, pendidikan Islam, serta penyebaran Tarekat Syattariyah. Masjid Ar-Rahman tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial-keagamaan yang membentuk identitas religius masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah sosial, yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi lapangan, serta wawancara dengan tokoh agama dan masyarakat sekitar yang memiliki keterkaitan dengan sejarah masjid dan jaringan tarekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Ar-Rahman memainkan peran strategis dalam pembinaan keagamaan masyarakat melalui kegiatan pengajian, pembelajaran kitab-kitab klasik, serta pendidikan madrasah yang berkontribusi terhadap penguatan literasi Islam lokal. Selain itu, keberadaan Tuan Syekh Abdurrahman sebagai tokoh sentral memperkuat fungsi masjid sebagai pusat penyebaran Tarekat Syattariyah, yang kemudian membentuk pola keberagamaan masyarakat dengan corak sufistik yang moderat. Masjid ini juga menjadi ruang integrasi sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat serta melahirkan tradisi keagamaan yang terus diwariskan hingga kini. Dengan demikian, Masjid Ar-Rahman dapat dipahami sebagai institusi penting dalam pembentukan peradaban Islam lokal yang tidak hanya berorientasi pada ritual, tetapi juga pada penguatan pendidikan dan transformasi sosial masyarakat Asahan.Kata kunci: Masjid Ar-Rahman, Tuan Syekh Silau Laut, sejarah sosial, dakwah, pendidikan Islam, Tarekat Syattariyah, Asahan.