Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Factors Associated With The Choice Of Place For Delivery Assistance To Pregnant Women In The Third Trimester Maria Susanti; Ani Kristianingsih; Neng Nurhickmah; Maya Dwi Lestari; Fitraluki Haning; Indah Lestari; Eka Safitri; Dwi Wahyuni
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 4 No. 1 (2022): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v4i1.34

Abstract

Background: The low coverage of deliveries in health facilities is 64.66% of the 100% target in 2020, one of which is caused by the lack of knowledge of pregnant women about the importance of giving birth in health facilities. This study aimed to determine the factors associated with the choice of place for delivery assistance to pregnant women in the third trimester in the working area of the Public Health Center  Bengkunat Belimbing In 2021. Method: This research design is a descriptive non-experimental, correlational research with a cross-sectional method. The population in this study were all third-trimester pregnancies in November 2021, with 32 pregnant women. The sample amounted to 32 respondents, third trimester of pregnant women taken from the population using the Total Sampling technique. Bivariate analysis in this study used the chi-square test with an alpha value (α) of 0.01. Result: The research result obtained values for each research variable, including mother's knowledge with a p-value of 0.000, mother's behavior with a p-value of 0.000, and distance to health care facilities with a p-value of 0.006. Conclusion: From the results of this study, the researchers suggest optimizing the intervention of problems related to factors related to the choice of place for delivery assistance, namely increasing health education about the importance of giving birth in health facilities to mothers and families, optimizing the use of the Birth Waiting House (RTK) and proposing to the village or local governments in the construction of health service facilities, especially in remote areas.
RISIKO DISMENORE PRIMER PADA SISWI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) YAYASAN BADRUL LATIF (YBL) KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Ani Kristianingsih; Vida Wira Utami; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i3.440

Abstract

Dismenore atau nyeri haid merupakan salah satu keluhan ginekologi yang paling umum pada perempuan muda yang datang ke klinik atau dokter. Hampir semua perempuan mengalami rasa tidak nyaman selama haid, seperti rasa tidak enak diperut bagian bawah dan biasanya disertai mual,pusing, bahkan pingsan. Prevalensi siswi dismenore primer SMP YBL sebanyak 83% Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko dismenore primer pada siswi SMP Yayasan Badrul Latif (YBL) Tahun 2014. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswi SMP YBL Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif. Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 163 mahasiswa. Penelitian ini chi square menggunakan sampel seluruh populasi. Pengumpulan data dengan wawancara. Analisis data dan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan terhadap dismenore primer adalah usia menarche (p=0,001), masa menstruasi (p=0,003), perokok (p=0,005), dan olah raga (p=0,001). Sedangkan variabel yang tidak ada hubungan adalah riwayat dismenore primer dan obesitas. Faktor risiko yang paling dominan adalah usia menache. Disimpulkan terdapat hubungan usia menarche, masa menstruasi, perokok, dan olah raga dengan dismenore primer. Disarankan penanganan dismenore primer dengan kompres air hangat dan dengan konsumsi makanan bergizi, menghindari stress dan kelelahan.Kata kunci: Usia menarche, masa menstruasi, rokok, olah raga, dan dismenore primer.
HUBUNGAN KETERPAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN EKTOPIK DI RSIA ANUGERAH MEDICAL CENTER KOTA METRO TAHUN 2016 Ani Kristianingsih; Anis Halimah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i1.641

Abstract

Kehamilan ektopik menyebabkan kematian ibu di dunia sebesar 28%, sedangkan AKI untuk  negara berkembang sebesar 239/100.000 KH.Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2013AKI di Indonesia sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Insiden kehamilan ektopik meningkatdari 1,4% menjadi 2,2% kelahiran hidup. Hasil prasurvey melalui data medical record, angka kejadiankehamilan ektopik di RSIA Anugerah Medical Centerpada tahun 2015 terdapat 112 kasus (9,02%)kehamilan ektopik dari 1.241 ibu bersalin Jenis penelitian kualitatif dengan desain analitik dan rancangan case control.Populasi padapenelitian ini adalah semua ibu bersalin yang mengalami kejadian kehamilan ektopik.Sampel kasusdalam penelitian ini berjumlah 31 ibu dengan kehamilan ektopik dan sampel kontrol juga sebanyak 31ibu bersalin.Analisis yang digunakan adalah univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatmenggunakan uji chi square. Hasil penelitiandiketahui bahwa distribusi frekuensi keterpaparan asap rokok pada ibu hamilsebanyak 23 ibu (37,10%). Distribusi frekuensi kehamilan ektopik pada ibu hamil sebanyak 31 ibu(50%). Ada ada hubungan keterpaparan asap rokok dengan kejadian kehamilan ektopik pada ibu hamildengan nilai p value: 0,035 dengan nilai OR: 3,657.  Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan rutinkehamilannya, memberikan anjuran pada anggota keluarga untuk tidak merokok di dalam rumah sertamenghindari tempat-tempat umum yang banyak terdapat perokok.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DISMINOREA PRIMER DENGAN UPAYA PENANGANAN YANG DILAKUKAN SISWI KELAS VII DI SMP NEGERI 18 PESAWARAN TAHUN 2019 Ani Kristianingsih; Yenny Marthalena; Novira Apriana
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.297 KB)

Abstract

Salah satu gangguan menstruasi adalah disminorea. Salah satu factor yang menyebabkan dismenorea adalah faktor psikis. Faktor psikis ini dapat ditimbulkan oleh stres karena kurangnya pengetahuan remaja tentang menstruasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja tentang disminorea primer dengan upaya penanganan yang dilakukan Siswi Kelas VII di SMP Negeri 18 Pesawaran tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Waktu pelaksanaannya dilakukan di SMP Negeri 18 Pesawaran pada bulan Februari 2019. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswi kelas VII di SMP Negeri 18 Pesawaran sebanyak 93 siswi, sampel penelitian sebanyak 86 siswi, teknik sampel menggunakan total sampling. Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan pengetahuan remaja tentang disminorea primer dengan upaya penanganan yang dilakukan Siswi Kelas VII di SMP Negeri 18 Pesawaran tahun 2019, dengan p-value 0.000 <0.05. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan disminorea primer dan upaya penanganan disminorea primer sehingga siswi dapat maslaah disminorea agar tidak menggu aktivitas sehari-hari terutama kegiatan belajar mengajar.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN CALON PENGANTIN : THE EFFECT OF REPRODUCTIVE HEALTH COUNSELING ON THE KNOWLEDGE OF BRIDE CANDIDATE Atik januarti Atik januarti; Nila Qurniasih; Ani Kristianingsih; Psiari Kusumawardani
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 3 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.932 KB)

Abstract

Tercapainya Derajat Kesehatan Masyarakat dimulai dari kelompok terkecil yaitu keluarga. Salah satu yang dapat dipersiapkan untuk membentuk keluarga yang sehat dan berkualitas adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi sebelum pernikahan. Hasil survey yang dilakukan di KUA Balik Bukit menunujukkan pendidikan kespro yang diberikan pada saat kursus catin belum optimal, bahkan masih ditemukan 2 (dua) kasus penelentaran bayi akibat kehamilan tidak diinginkan, hal ini karena ketidak tahuan catin tersebut tentang kesehatan reptodukasi. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Calon Pengantin Di KUA Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat Tahun 2020. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh calon pengantin yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Balik Bukit tahun 2020, sampel penelitian ini adalah 12 calon pengantin yang akan menikah, dengan Teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive sampling. Analisa bivariat menggunakan Uji T. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa rata-rata pengetahuan calon pengantin sebelum diberikan penyuluhan kesehatan reproduksi yaitu 61,042%, rata-rata pengetahuan calon pengantin sesudah diberikan penyuluhan kesehatan reproduksi yaitu 78,8%. Hasil menunjukan terjadi peningkatan sebelum dan sesudah intervensi sebesar 17,75.Hasil uji paired test didapatkan hasil P-Value 0,000 (<0,05) yang artinya ada pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan calon pengatin di KUA Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat Tahun 2020. Saran : hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada calon pengantin sehingga dapat memperluas cakupan penelitian terhadap pegetahuan kesehatan reproduksi Kata Kunci : Penyuluhan, Pengetahuan, Calon Pengantin ABSTRACT The achievement of the degree of public health starts from the smallest group, namely the family. One that can be prepared to form a healthy and quality family is to provide reproductive health education before marriage. The results of a survey conducted at KUA Balik Bukit showed reproductive health education provided at the catin course was not optimal, and even found 2 (two) cases of baby displacement due to unwanted pregnancy, this is because of the catin 'ignorance about reptodic health. With the aim of knowing influence Reproductive Health Counseling on the Level of Knowledge of the Prospective Bride at KUA Balik Bukit, West Lampung Regency 2020. This type of research is quantitative research..The population in this study were all brides and grooms in the Balik Bukit Community Health Center in 2020, the sample of this research is 12 brides who will marry, with the sampling technique used was purposive sampling. Bivariate analysis using the T test. The results of this study were obtained that the average knowledge of the bride before being given reproductive health counseling was 61.042%, the average knowledge of the bride and groom after being given reproductive health counseling was 78.8%. Paired test results obtained P-Value 0,000 (<0.05), which means there is an influencereproductive health education to the knowledge of prospective trainers in KUA Balik Bukit, West Lampung Regency in 2020. Suggestion: the results of this study are expected to be material input and development of science, especially knowledge of reproductive health in prospective brides so as to broaden the scope of research on reproductive health knowledge Keywords : Counseling, Knowledge, the bride
the HUBUNGAN BUDAYA PATRIARKI TERHADAP KETERATURAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS TANJUNG MAS MAKMUR KABUPATEN MESUJI PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2021 Candra Irawati; Ani Kristianingsih; Zulkifli; Yona Desni Sagita
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.317 KB)

Abstract

Antenatal care (ANC) sebagai salah satu upaya pencegahan awal dari faktor resiko kehamilan. Berdasarkan data Kabupaten Mesuji, diketahui bahwa kunjungan K1 100 % dan K4 sebesar 92,46%, dengan kunjungan K4 tertinggi di Puskesmas Wiralaga sebesar 100% dan terendah di Puskesmas Sidomulyo sebesar 40,5% sedangkan Puskesmas Tanjung Mas Makmur sebesar 81,6%. salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan pemeriksaan kehamilan adalah dukungan suami (budaya patriartki). Tujuan penelitian ini diketahui hubungan budaya patriarki terhadap keteraturan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Tanjung Mas Makmur Kabupaten Mesuji. Penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan ≥ 36 minggu sebanyak 51, sampel sebanyak 51 pengambilan sampel secara total populasi. Objek dalam penelitian adalah: budaya patriarki dan keteraturan kunjungan kehamilan ibu hamil. Penelitian telah dilakukan pada bulan Maret – April 2021 di Wilayah Puskesmas Tanjung Mas Makmur Kabupaten Mesuji. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat (Chi square). Diketahui distribusi frekuensi responden yang bukan budaya patriarki yaitu sebanyak 22 (43,1%) responden, dan budaya patriarki sebanyak 29 (56,9%) responden, pemeriksaan secara teratur sebanyak 33 (64,7%) responden melakukan dan responden yang melakukan pemeriksaan secara tidak teratur yaitu sebanyak 18 (35,3%) responden. Ada hubungan budaya patriarki terhadap keteraturan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Tanjung Mas Makmur Kabupaten Mesuji (p-value=0,002 OR = 12,308). Saran kepada suami agar memberi motivasi serta dukungan yang optimal pada ibu hamil, seperti mengantarkan ibu untuk melakukan pemeriksaan. Kata Kunci : Budaya Patriarki, Pemeriksaan kehamilan, Ibu hamil Antenatal care (ANC) is an effort for preventing early pregnancy risk factors. Based on the data from Mesuji Regency, it is known that K1 visits are 100% and K4 visits are 92.46%, with the highest K4 visits at Wiralaga Public Health Center as many as100% and the lowest at Sidomulyo Public Health Center as many as 40.5% while Tanjung Mas Makmur Public Health Center is 81.6%. One of the related factors to antenatal care is the husband's support (patriarchal culture). The purpose of this research is to know the correlation between patriarchal culture with pregnancy examination regularity on pregnant women at Tanjung Mas Makmur Public Health Center Mesuji Regency. This research type is quantitative research with a cross-sectional study design. The population in this research were all 51 pregnant women with gestational age ≥ 36 weeks,51 samples were taken by the total population. The objects in the research were: patriarchal culture and pregnancy visit regularity of pregnant women. The research was conducted in March - April 2021 at Tanjung Mas Makmur Public Health Center Mesuji Regency. The data collection used a questionnaire. The data analysis was univariate and bivariate (Chi-square). It was known that the frequency distribution of respondents who didn't have patriarchal culture were 22 respondents (43.1%) and those who had patriarchal culture were 29 respondents (56.9%). Besides, 33 respondents (64.7%) conduct regular examination and the respondents didn't conduct regular examination as many as 18 respondents (35.3%). There was a correlation between patriarchal culture with pregnancy examination regularity on pregnant women at Tanjung Mas Makmur Public Health Center Mesuji Regency (p-value = 0.002 OR = 12.308). The suggestion to the husband for providing optimal motivation and support for pregnant women, such as accompanying the mother to do an examination. Keywords : Patriarchal Culture, Pregnancy Examination, Pregnant Women
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Ria Citra Wulan; Ani Kristianingsih; Sukarni; Eka Tri Wulandari
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.013 KB)

Abstract

Ketuban pecah dini yang merupakan masalah penting dalam obstetri dan merupakan penyebab terbesar persalinan prematur dengan berbagai akibatnya. Terjadinya ketuban pecah dini menimbulkan komplikasi yaitu persalinan prematur dan penekanan tali pusat, dengan adanya penekanan tali pusat dapat menyebabkan hipoksia pada janin sehingga dapat terjadi asfiksia pada bayi baru lahir. Data tahun 2019 jumlah kelahiran bayi sebanyak 1.321 bayi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek sebanyak 330 (24.9%) kelahiran dengan asfiksia dan 17 diantaranya meninggal dunia Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2019, Jenis penelitian kuantitatif rancangan penelitian case control. Populasi adalah Seluruh bayi lahir sebayak 1.321 data bayi. Jumlah sampel yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 93 data kelahiran bayi. Perbandingan pengambilan sampel pada penelitian ini adalah 1:1. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adala lembar ceklis. Analisis data yang digunakan menggunakan uji chi square. Hasil analisis dan pengolahan data didapatkan ada hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung didapatkan p-value 0.025 (>0.05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendeteksi tanda bahaya kehamilan salah satunya ketuban pecah dini sehingga dapat segera memeriksakan diri agar tidak terjadi komplikasi akibat ketuban pecah dini yang terlalu lama. Meningkatkan wawasan dengan menganjurkan ibu untuk membaca buku KIA tentang tanda bahaya kehamilan.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 1-5 TAHUN DI DESA SIDANG GUNUNG TIGA KECAMATAN RAWAJITU UTARA KABUPATEN MESUJI Dewi Pratiwi; Inggit Primadevi; Ani Kristianingsih; Psiari Kusuma Wardani
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i3.732

Abstract

Anak balita merupakan salah satu kelompok usia yang mendapatkan prioritas utama oleh pemerintah dalam hal upaya perbaikan gizi karena kelompok anak pada usia tersebut masih sangat memerlukan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mengatasi masalah tersebut maka harus melakukan pemulihan taraf gizi. Anak harus mendapatkan asupan makanan yang memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari yang di konsumsinya setiap hari. Perlu juga ada perbaikan dari kualitas gizi dari asupan makanan yang diberikan pada anak atau balita. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik anak usia 1-5 tahun di Desa Sidang Gunung Tiga Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian balita usia 1-5 tahun, objek penelitian Status Gizi dan Perkembangan Motorik Anak Usia 1-5 Tahun. Penelitian telah dilakukan di Desa Sidang Gunung Tiga Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji pada bulan Desember 2021-Januari 2022. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, analisis data secara univariat dan bivariate (chi square). Hasil penelitian univariat diketahui responden dengan status gizi anak normal sebanyak 73 (89,0%), dan responden dengan perkembangan motorik anak normal sebanyak 74 (90,2%). Ada hubungan status gizi dengan perkembangan motorik anak usia 1-5 tahun di Desa Sidang Gunung Tiga Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji(p-value = 0,019). Saran perlu mengupayakan peningkatan pengetahuan terkait gizi seimbang, kesehatan anak, dan masalah gizi balita kepada ibu balita dan ibu hamil untuk mencegah terjadinya gizi kurang pada balita dengan promosi dan konseling secara rutin melalui bidan desa.
Gambaran Determinan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu dengan Bayi Usia 6-24 Bulan Maesaroh, Siti; Kristianingsih, Ani; Anggraini, Heni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2018): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.457 KB) | DOI: 10.30604/jika.v3i1.68

Abstract

One indicator to know the health status in a country can be seen from the high Infant Mortality Rate (IMR). The main cause of infant death is due to respiratory tract infections and diarrhea. According to the World Health Organization (WHO) that acute pneumonia cases, 55 percent of infant deaths due to diarrhea due to lack of exclusive breastfeeding in the first six months at the beginning of the baby's life. The success of exclusive breastfeeding programs can create a golden generation (golden Period) which at that age happens optimal growth process. This study aims to determine the description of the determinant of exclusive breastfeeding in the mother in Wonosari Village, Subdistrict of Gadingrejo. This research type is quantitative research by using descriptive method. The samples used were 92 mothers who had babies 6-24 months old. From the results of the study, it was found that the distribution of respondents who gave exclusive breastfeeding as many as 48 people (52.2 percent), and who did not give exclusive milk as many as 44 people (47.8 percent). Respondents have a good knowledge about exclusive breastfeeding as many as 63 people (68.5 percent). Respondents had a positive attitude toward exclusive breastfeeding of 33 people (35.9 percent). Respondents who received husband support in exclusive breastfeeding as many as 26 people (28.3 percent). Respondents who received the support of health officers to exclusive breastfeeding were 56 people (60.9 percent). The results of this study can be used as guidelines to formulate strategies in providing information about health, especially about the importance of exclusive breastfeeding in an effort to increase the achievement of exclusive breastfeeding coverage to 100 percent, so that by itself will reduce the IMR.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 1-12 Bulan Mutiara, Violita Siska; Ratnasari, Dewi; Kristianingsih, Ani; Sukarni, Sukarni; Rahmawati, Ida; Dewi, Vivian Nanny Lia
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.144-152

Abstract

Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tidur adalah dengan pijat bayi. Pijat pada bayi akan memberikan rangsangan pada tubuh secara berkelanjutan, memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur di Wilayah Kerja Puskesmas Dwikora Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian pre experiment designs (pra esksperimen) dengan pendekatan one group pretest posttest.  Populasi dalam penelitian ini adalah bayi 1-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Dwikora Jaya Tulang Bawang Barat sebanyak 51 responden dengan sampel yang digunakan sebanyak 15 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis secara univariat dan bivariat (uji wilcoxon). Hasil penelitian menunjukan rata-rata kualitas tidur bayi sebelum diberikan pijat adalah 40,9 dan sesudah diberikan pijat adalah 77,1. Terdapat pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan kualias tidur di Wilayah kerja Puskesmas Dwikora Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat. Saran bagi tenaga kesehatan perlu mengembangkan promosi dan edukasi tentang pijat bayi kepada masyarakat khususnya orangtua yang memiliki bayi agar kualitas tidur bayi dapat terjaga dengan baik.Kata Kunci: bayi, kualitas tidur, pijat bayi